Les 200 premières lignes.
"Selamat Hari Natal, Paman! Tuhan memberkatimu!"
Bah, humbug!
Sumbangan kecil untuk Natal
Untuk membantu kaum miskin, Tuan Scrooge?
Bukankah masih ada penjara? Bukankah masih ada rumah kerja paksa?
Kalau mereka lebih suka mati, sebaiknya mereka melakukannya saja.
dan mengurangi kelebihan populasi.
Sungguh pilu meninggal sendirian tanpa teman atau keluarga di sisimu.
atau menyadari bahwa tak seorang pun mencintaimu.
karena dalam hidupmu, kamu tak pernah mencintai seorang pun.
Uang tak bisa membeli kehidupan yang bahagia.
Atau kematian yang tenang.
Tidak, roh! Tidak! Tidak! Roh! Dengarkan aku!
Aku bukan orang yang dulu lagi!
Aku tidak akan menjadi orang yang dulu harusnya aku jadi sebelum ini!
Oh, roh! Aku bisa berubah! Aku bisa menjadi orang yang lebih baik—
Roh! Pastikanlah bahwa aku masih punya kesempatan untuk berubah.
bayangan-bayangan ini yang telah kau tunjukkan kepada—
Willa! Bagaimana kamu—
Ya, yah, oh, semua orang memang tukang kritik!
Bapak-bapak dan Ibu-ibu, mohon izin sebentar.
Aku sudah menangkapnya.
Kenapa kucing ini ada di sini, dan bagaimana dia bisa naik ke atas panggung?!
Kamu kenal Willa
adalah kesatria paling dipercaya Walter dari meja bundar.
Apa? Walter? W-W- Dimana dia?
Tidak! Aku adalah Raja Arthur!
Anak-anak! Anak-anak! Turun dari sana sekarang juga!
Wooah!
Astaga!
Oof
Wooah!
Lihat! Inilah pedang sakti Excalibur!
Catherine! Aku lagi tampil di tengah-tengah pertunjukan!
Ini benar-benar kacau!
Dan sekarang! Akan kutebas naga itu!
Terimalah ini! Ha!
Oh!
Kamu sedang apa, sih?
Charles, sayang, tolonglah.
Sekarang bukan waktunya.
- karena kekesalan. - Anak itu..
Kamu tahu betapa terobsesinya dia.
dengan segala hal tentang Raja Arthur belakangan ini.
Shh, sayang. Aku tahu, sayang.
Dan aku yakin dia tidak bermaksud memukulmu sekeras itu.
-Ah... -Berikan pedangnya!
Tidak!
Oh... Ya ampun!
Maaf, ayah.
Maaf, Papa!
Mary, Charley, Walter!
Di sini bukan tempat bermain.
Di sini tempat ayah beker-- kucingnya mana?
Sir Willa adalah kesatria yang setia dari Meja Bundar.
Itu cuma kucing, bukan kesatria.
dari meja apapun, dengan bentuk atau ukuran apapun."
Dan sebagai kesatria setia Raja Arthur,
Sir Willa setia mengikuti raja sejati ke mana pun aku melangkah!
Dan kamu bukan Raja Arthur!
Hm!
Cukup!
Ah! Naskahku!
Huh?
Ahh.
Sini, anak-anak! Buruan!
Turun salju!
Akan kami perbaiki, ayah!
Sana.
Sana!
Kubilang sana!
-Apa Willa. -Tidak!
Naah!
Walter!
Huzzah!
Bapak dan ibu,
Perkenalkan, anak bungsu saya yang lucu sekali...
Akulah Raja Arthur!
Dan ini Sir Willa,
Kesatriaku yang setia dari meja Bundar.
Ha, ha, ya!
Anakku yang lucu dan penuh daya imajinasi, Walter!
Dan kucingnya--kesatrianya
Sir Willa, yang kebetulan datang ke teater
hanya karena mereka ingin mengatakan—
Inilah Excalibur! Pedang sakti milikku!
Oh ya, sudah kuduga dia sangat bersemangat!
Pedang ini hanya bisa digunakan oleh sang raja sejati!
Ya, ya. Terima kasih banyak,
tapi sayangnya, semua hal baik harus berakhir.
Ya, ya, ya, ya, ya, Sayang banget.
Maka, Yang Mulia, apabila berkenan...
untuk mengucapkan selamat malam kepada rakyatmu yang setia.
Ucapkan selamat malam, Walter. Walter!
Walter...
Raja ingin menyampaikan ucapan selamat malam kepada seluruh hadirin.
Selamat malam semuanya!
Selamat malam untukmu!
Dan untukmu. Dan untukmu.
-Dan kamu, dan kamu! -Baiklah. Yang Mulia,
-Dan kamu, dan kamu, dan kamu! -ya, ya!
-Dan kamu, dan kamu! -Ayo kita pergi,
-Dan kamu, dan kamu, dan kamu! -kamu pasti tidak ingin cepat rusak
- Camelot hidup kembali! - Sambutan kerajaan Anda.
Terimakasih
Ah, ah, ah!
Kurasa kamu sudah cukup bermain dengan pedang itu malam ini.
Apa? Kenapa?
Karena perilaku memiliki konsekuensi.
Aku--
Kita akan bicarakan ini saat aku pulang.
Tapi, tunggu, aku tidak boleh pegang pedangku sampai kamu pulang?!
Saat aku pulang, kita akan bicarakan
apakah kamu akan melihat pedang ini lagi!
Tapi, tolong, kenapa aku tidak boleh memilikinya?!
Aku bilang tidak! Dan itu sudah final!
Apa--Kamu mau ke mana?
Pulang. Karena perilaku memiliki konsekuensi.
Walter, aku--Walter, aku tidak bermaksud--Wal--
Hmmm.
Charles! Pedangnya!.
Uhm, saya ingin, uhm
maafkan saya, hadirin sekalian!
Sekarang, eh, kita sampai di mana tadi? Ya, ya, ya. Scrooge
Scrooge berkata kepada roh,
"Roh, aku bisa menjadi orang yang lebih baik!
Aku akan menghormati Natal dalam hatiku
dan berusaha menjaganya sepanjang tahun!
Aku akan hidup dalam masa lalu, masa kini, dan masa depan!
Roh-roh itu, ketiganya, akan hidup dalam diriku! Aku tidak akan..
Hmm.
Sayang.
Ah, anak-anak. Apakah mereka sudah tidur?
Charley dan Mary sudah.
Walter ada di ruang kerja.
Apa?! Di ruang kerja?!
Shh! Sh!
Ruang kerjaku! Kenapa?
Aku bilang padanya kau akan menceritakan kisah yang hebat.
Apa? Catherine, apa yang kau pikir--
Dia sangat bersemangat!
Apa--Bersemangat? Aku bahkan tidak tahu apa--Aku,
Shh! Sh, sh, sh, sh!
Ceritanya apa--
Aku sempat melihat sedikit dari yang kau tulis
saat aku mengumpulkan naskahmu di teater.
Yah, aku--
Kau menulisnya untuk anak-anak, kan?
Ya, uh--
Nah, Walter tergila-gila pada Raja Arthur, bukan?
Yeah...
Jadi kenapa kamu tidak menceritakan kepadanya tentang Raja di atas segala raja?
- Tapi--... Kenapa-- - Dia akan menyukainya!
Setahuku, ada cukup banyak tentang pengampunan
dan pengertian, di antara hal-hal lainnya.
Tapi... Bagaimana aku harus--
Kau tahu harus bagaimana, Charles. Pergilah. Gunakan sedikit sihirmu.
Oh!
Sihirku.
Bisakah kita lakukan ini tanpa kucing itu?
Hmph!
Baiklah, tapi kalau kucing itu sampai--
Sihirmu.
Walter.
Hmph!
-Aku punya sesuatu untukmu.. -Hmph!
Hmm.
Hm?
Excalibur! Pedang sihirku!
Aku ingin menceritakan sebuah kisah untukmu, Nak.
Hmph. Kalau ini bukan tentang raja, aku tidak tertarik.
Oh! Kalau begitu, kau akan senang sekali.
Benar begitu, Charles?
Benar! Ya!
Kebetulan sekali, kisah ini tentang seorang raja.
Raja di atas segala raja.
Hm? Hm.
Apakah kisah ini ada penyihir dan naganya?
Lebih bagus! Ada malaikat,
raja-raja jahat, saingan yang iri hati, dan mukjizat!
Hm?
Beberapa orang bilang ini adalah kisah terbesar yang pernah diceritakan!
Faktanya, kisah Raja Arthur-mu terinspirasi dari kisah ini!
Tapi, kalau kamu tidak mau mendengarnya, aku mengerti.
Hm.
Hm. Oh, uhm, mungkin hanya bagian awalnya saja.
Bagus.
Baik. Sekarang, kisah kita dimu--
Turun dari situ.
Sekarang, seperti yang aku katakan,
kisah kita dimulai 2.000 tahun yang lalu
di kota kecil Betlehem, di Israel.
Wow!
Di mana seorang pria bernama Yusuf
dan seorang wanita muda bernama Maria
akan segera membawa seorang bayi yang indah ke dunia.
T-Tunggu! Wah! Berhenti!
Apakah ini semacam kisah tentang bayi?
Yah, kisah ini memang dimulai dengan seorang bayi,
tapi bayi yang satu ini adalah Anak Allah.
No comments yet. Be the first to leave one.