Les 200 premières lignes.
Kudengar Han Min Sik pergi tanpa masalah.
Ya.
Aku pun akan pergi kalau tahu.
Setelah kejadian mendadak sebelum operasinya,
aku sangat khawatir dia tidak akan dioperasi di Taesan.
Aku yang akan mencemaskan hal seperti itu.
Pastikan saja kabar ini tidak tersebar,
agar tidak merugikan kampanyenya.
Jika tersebar gosip,
kamu yang pertama kuminta pertanggungjawaban.
Baik, Pak.
Juga,
kenapa ada banyak sekali pasien rawat inap jangka panjang?
Pasti ada orang yang belum terbiasa dengan Taesan baru.
- Adakan rapat. - Baik, Pak.
Rasanya enak.
Aku punya seorang putra, tapi dia tidak berguna.
Dia tidak pernah memijat bahuku.
Kepala Koo?
Kenapa kamu tidak menjawab telepon?
Kamu menelepon?
Ponselku dalam nada getar, jadi, aku tidak mendengar.
Kamu mau mencoba ini?
Rasanya benar-benar enak.
Bukan saatnya untuk melakukan ini.
Apa?
Kamu seharusnya mengawasi jumlah pasien rawat inap.
Aku sibuk mengoperasi. Mana bisa mencemaskan hal seperti itu juga?
Karena itu direktur amat frustrasi.
- Dia sangat marah? - Kamu akan tahu saat tiba di sana.
Celaka. Ini sangat gawat.
Beri tahu aku jika departemenmu
menghasilkan lebih banyak uang daripada tempat parkir.
Siapa yang mendapatkan keuntungan lebih besar daripada rumah duka?
Maka, mari kita ubah papan nama.
"Tempat Parkir Taesan". "Rumah Duka Taesan".
Dengan layanan medis sebagai sampingannya. Setujukah kalian?
Kurasa rumah sakit kita akan mulai menyediakan jasa penginapan.
Apa kalian merawat pasien yang sudah 30 hari di sini?
Terutama Torakoplastik.
Pasien yang sudah selesai dengan tes dan operasi
tidak perlu membayar yang lain kecuali pengobatan dan makanan.
Maafkan aku.
- Keluarkan mereka secepat mungkin. - Keluarkan mereka?
Kirim mereka ke rumah sakit lain atau pulangkan mereka.
Kamu harus mengusir mereka agar kita bisa menerima pasien baru.
Baik, Pak.
Bagaimana…
Haruskah itu kuberi tahu juga?
- Begitu, ya. - Lalu…
Tahukah kamu bahwa departemenmu mengalami
pemotongan terbesar dari Kajian dan Penilaian Asuransi Kesehatan?
- Lagi? - Sudah berulang kali kukatakan.
Kusuruh kamu memasang ECMO pada pasien yang akan bertahan.
Karena pasien terus mati meski sudah dipakaikan itu,
bujetmu terus dipotong.
Kami memasang ECMO pada pasien untuk menyelamatkan mereka.
Mereka harus dipasangkan ECMO dengan dokter yang mengawasi mereka.
Dengan demikian, kita bisa menyelamatkan pasien.
Jika Anda hanya ingin memakainya pada pasien yang akan hidup…
Jika kita mematuhi asuransi, semua pasien akan mati.
Para pejabat publik itu tidak pernah melihat wajah pasien kita.
Mereka tahu apa?
Belakangan ini,
kamu cukup banyak bicara.
Bujet dipotong.
Kata-kata itu akan terus terukir di lubuk hatiku,
Pak.
Semua hasil tesnya normal.
Sudah seminggu kami menyarankan pasien dipulangkan.
Lakukan itu.
Pasien bilang makanannya enak dan dia berusaha tetap di sini.
Jika pasien tidak mau pergi karena makanan,
suruh pasien berpuasa.
Suruh pasien berpuasa mulai malam ini.
- Baik, Pak. - Berikutnya.
Lee Jae Hyun. Dia sudah dirawat selama 36 hari.
36 hari?
Kami menyarankan agar dia dipulangkan 20 hari lalu.
Dia telah menginap di rumah sakit
mengeluhkan nyeri di area yang tidak relevan dengan operasi.
Suruh pasien itu berpuasa mulai sekarang.
Sesuai instruksi, sudah sepekan dia tidak mengikuti pola makan.
Tapi dia masih di sini?
Dia membeli makanan di toserba dan restoran.
Di mana bangsalnya?
Itu dia.
- Lakukanlah yang terbaik. - Baik, Pak.
Pak Lee Jae Hyun? Bagaimana kondisi Anda?
Astaga, Profesor.
Bahuku dan lenganku sakit sekali.
Apa mungkin ada kesalahan saat operasi?
Operasinya sempurna.
Bahu dan lengan Anda sakit
karena Anda berbaring seharian. Itu luka baring.
Tidak mungkin. Aku sama sekali tidak bisa tidur di malam hari.
Karena kurang tidur, aku merasa tidak enak badan.
Anda tidak bisa tidur karena tidur siang terlalu lama.
Anda membaca buku komik dan tidur seharian.
"Puasa". Anda tidak lihat ini?
Anda makan semua camilan itu kapan pun Anda mau.
Hasil tesnya normal. Anda sangat sehat sekarang.
Hei.
Kubilang ini sakit. Anda tahu apa?
Sakit. Tubuhku sakit.
Aku tahu saat seorang pasien memalsukan penyakitnya.
Aku adalah dokter terbaik.
Aku tahu Anda tidak mau pergi
karena asrama rumah sakit murah.
Di sini hangat dan bersih. Penginapan lain tidak sebanding.
Namun, Anda harus pergi
agar pasien yang sungguh membutuhkan perawatan medis bisa dirawat.
Akankah Anda pergi jika melihat pasien
yang tidak bisa dirawat dan diobati karena kami tidak punya
tempat tidur kosong?
Maksudku, aku…
- Dokter Moon. - Ya?
- Proses dia agar dipulangkan. - Baik, Pak.
Sampai jumpa enam bulan lagi untuk janji tindak lanjut.
Tunggu, Dokter.
Dokter.
- Dokter. - Anda sangat karismatik.
Berikutnya.
Direktur Yoon, kenapa Anda kemari?
Ini pasien Profesor Son Jae Myung?
Ya, besok akan tepat satu bulan.
Pasien belum menunjukkan perubahan.
Kamu menyombongkan soal itu?
Dia membawa pasien ke RO, tapi keluar dari sana
tanpa bisa melakukan apa pun.
Artinya tidak ada yang bisa kita lakukan untuk pasien.
Kenapa kita tidak mengirim pasien ke sanatorium?
Kenapa kita merawat pasien di sini?
Panggil walinya dan proses kepulangannya.
Baik, Pak.
Di mana walinya? Aku akan bicara dengan keluarganya.
Tamasya sekolah.
Dia mengikuti tamasya sekolah.
- Tamasya sekolah? - Tamasya sekolah?
Ya, wali adalah putranya, siswa SMP.
Kepala Koo, departemenmu berantakan.
Maafkan aku.
Kirim pasien ke tempat lain secepat mungkin.
Jika pasien ini masih di sini lain kali aku datang kemari,
kamu harus bertanggung jawab.
Mulai sekarang, direktur yang akan mengatur pasien.
Jika bisa, pulangkan pasien hari ini juga.
Kapan putranya akan kembali dari tamasya sekolah?
Dia akan kembali besok.
Saat dia kembali, segera kirim dia ke sanatorium.
Omong-omong, ibunya dirawat di rumah sakit.
Bagaimana bisa putranya mengikuti tamasya sekolah?
Inilah sebabnya mereka bilang hati Ayah sudah mengering.
Beraninya…
Dokter Koo Dong Joon.
Pikirkan betapa inginnya Jin Woo mengikuti tamasya sekolah itu.
Jin Woo?
Itu nama putra yang mengikuti tamasya sekolah.
Bisakah Ayah memikirkan perasaan si ibu yang ingin
putranya mengikuti tamasya sekolah, tanpa rasa khawatir?
Kita hanya perlu menjadi ahli bedah yang baik.
Haruskah kita memikirkan keinginan mereka juga?
Putra Ayah tidak bisa ikut tamasya sekolah
karena Ibu sakit.
Dasar anak nakal.
Kenapa kamu menyinggung soal itu?
Ayah memaksa aku menyinggungnya.
Ayah tahu Ibu merasa bersalah karena aku tidak bisa pergi. Teganya Ayah.
Kenapa Ayah menangis?
Saat putranya kembali,
beri tahu aku dahulu.
Baik, Kepala Koo.
Kenapa kamu terus menyinggung soal itu?
Sakit.
Menyebalkan.
Direktur memaki dia agar memulangkan pasien rawat inap jangka panjang.
Dia akan baik-baik saja.
Ini bukan kali pertama dia dimarahi.
Jin Woo tidak tahu apa-apa.
Kamu akan menemui putri dari pasien penderita sarkoma?
Ya.
Apa yang akan kamu lakukan saat menemuinya?
Aku harus memberitahukan sesuatu.
Semua setuju dia sudah mengusahakan yang terbaik saat operasi.
Pasien meninggal saat dioperasi.
Aku tahu.
Seperti itulah kelihatannya.
Kelihatannya?
Kamu tidak memercayai Profesor Choi?
Kamu tidak memercayainya.
Tidak, aku memercayainya.
Karena aku memercayainya,
aku tidak bisa mengakhirinya di sini.
Aku akan pergi sekarang.
Rumah sakit lain bilang mereka tidak akan mengoperasi.
Mereka bilang operasi itu sendiri terlalu berbahaya.
Tapi Pak Han menghubungi kami
dan bilang dia menemukan rumah sakit yang bisa mengoperasi.
Rumah sakit itu Taesan, bukan?
Ya, aku menentangnya,
No comments yet. Be the first to leave one.