Les 200 premières lignes.
"Episode 20"
Tae Soo.
Aku ingin kamu menjalankan operasi ini.
Kembalilah ke Taesan.
Bisa bicara sebentar?
Ya, Profesor Choi.
Kamu mempelajari pasien yang akan kamu operasi besok pagi?
Ya.
Ada ring di semua area yang tersedia.
Entah apa aku bisa menghubungkan pembuluh darahnya.
Kamu bisa melakukannya?
Pokoknya aku harus mencoba.
Kondisi arteri koroner kirinya buruk.
Kita tidak mungkin menunda operasinya lagi.
Andai dia dioperasi lebih dini, kondisinya tidak akan separah ini.
Andai dia dioperasi lebih dini, kondisinya tidak akan separah ini.
Bahkan pascaoperasi, pasien akan kesulitan dalam masa penyembuhan.
Apa ini akan berhasil?
Pokoknya aku harus mencoba. Aku tidak boleh kehilangan dia.
Izinkan aku membantu Anda.
Tentu. Ayo lakukan bersama-sama.
Kamu marah kepadaku karena aku memberimu pasien semacam itu?
- Tidak. - Katakan sekarang jika tidak bisa.
Tidak ada yang akan mengkritikmu meski kamu tidak menerimanya.
- Aku akan mengoperasinya. - Baiklah.
Kamu ingat yang kamu katakan saat menghadiri wawancara kerja?
Katakan yang akan kamu capai di sini.
Aku akan menjadi seorang dokter.
Ya. Aku mengingatnya.
Tae Soo.
Jadilah dokter yang kamu inginkan.
Aku akan menjadi dokter yang kuinginkan.
- Apa artinya itu? - Itu sekadar ucapanku.
Semoga berhasil menyiapkan operasinya.
Lantas
Anda berusaha untuk menjadi dokter macam apa?
Bukankah kamu kembali karena penasaran?
"Ruang Kerja Staf Bangsal 8A"
"Unit Gawat Darurat"
Anda telah melakukan tindakan yang tidak sepatutnya dilakukan dokter.
Anda telah mati-matian selama ini.
Anda ingin menjadi dokter macam apa?
"Rumah Sakit Universitas Taesan"
- Dokter Park. - Hai.
Aku bertugas jaga malam kemarin, sehingga tidak bisa bergabung.
Kamu bisa ikut makan malam denganku di lain waktu.
- Bagaimana kabar kalian? - Baik.
Kami baik-baik saja.
Setelah kamu pergi, Seung Jae yang menerima semua panggilan,
selalu disalahkan, dan melakukan pekerjaan pemagang.
Dia menjadi zombi.
Dia pasti belajar untuk lisensinya.
Benar sekali. Sungguh melegakan karena kini kamu kembali.
Bagaimana jika Seung Jae bekerja sebagai dokter kesmas tahun depan?
Itu sebabnya dia menjilat pemagang agar masuk ke SC.
- Pemagang? - Kamu belum melihat mereka, ya?
Kamu akan segera melihat mereka.
Aku cemas meski sudah ada pemagang. Berapa lama mereka akan bertahan?
Bagaimana jika Torakoplastik lenyap dari rumah sakit kita?
Ya.
Kita harus mengimpor ahli Torakoplastik dari Amerika Utara.
Hanya dokternya? Mereka juga harus mengimpor perawat.
Jika aku beri tahu dokter dan perawat yang tidak berbahasa Korea
bahwa aku butuh operasi jantung dalam waktu dekat,
akankah mereka memercayaiku?
Jangan khawatir. Aku yang akan mengoperasi kalian berdua.
Janji, ya.
Aku khawatir apa Dokter Koo yang akan mengoperasiku.
Pasien Im Ho Kyun di ranjang enam, bukan?
- Ya. - Ya.
Ha Na akan dipulangkan hari ini, bukan?
Ya, Dokter.
Dia pulih dengan cepat. Jika Anda merawat dia dengan baik,
tidak akan ada masalah apa pun.
Terima kasih.
- Sampai jumpa di kontrol kesehatan. - Ya.
Aku bertanya sebaik apa kamu mengenal kehidupan pasien.
Maaf, Bu.
Ya?
"Yoon Soo Yeon"
Untuk berjaga-jaga jika Anda membutuhkan bantuanku.
- Hubungi aku kapan saja. - Aku sungguh boleh menghubungimu?
Tentu saja.
Jika terjadi sesuatu, Anda pasti sangat cemas.
Terima kasih banyak, Dokter.
Kamu akan pulang hari ini, Ha Na. Kamu pasti senang.
Ya.
Minum obatmu dan dengarkan nasihat ibumu di rumah.
Baiklah.
Dokter, kamu di sini rupanya.
Ya.
Aku datang lebih awal karena ini operasi perdanaku.
Ada kabar buruk.
Pak Kepala ingin menunda operasinya satu hari.
Apa? Kenapa?
Ada pasien darurat.
Pasien seperti apa?
CABG satu pembuluh darah.
"Operasi yang menghubungkan pembuluh darah dengan arteri koroner"
Dia hanya perlu menghubungkan satu pembuluh darah.
Apa kondisi pasiennya buruk?
Aku belum tahu.
Pasiennya tidak mungkin lebih darurat daripada pasienku.
Aku akan menemui kepala dan bicara dengannya.
Aku juga sebaiknya menyapa.
Mungkin tidak pernah terlintas di benaknya untuk menyapamu.
- Aku akan memasang mikrofonnya. - Baiklah.
Aku mengajak Ayah ke salon rambut untuk merapikan rambut Ayah.
Rambut Ayah tampak berantakan.
Kameranya di sana.
- Ada dua kamera. - Baiklah.
"Dokter Terbaik"?
Seperti dokter ahli? Bukankah itu tujuan acaranya?
Mana mungkin Pak Kepala Koo menjadi "Dokter Terbaik"?
Itu mustahil.
Maksudku, dia memang sangat hebat.
Pasiennya selalu siuman karena dia sangat berkompeten.
Ada apa dengannya?
Bukankah kalian tahu dia sangat mumpuni?
Talenta yang tidak pernah berkembang.
Pasien itu setuju untuk masuk televisi bersamanya.
Dengan begitu, kita bisa mengatakan bahwa dia mumpuni.
Dia bilang dia menemukan solusi. Ternyata acara televisi.
Solusi?
Solusi agar para pasiennya tidak dioper kepada Profesor Choi.
Aku harus berangkat.
- Sampai jumpa. - Baiklah.
- Semoga berhasil. - Tentu.
Mereka seharusnya menanyai kita dokter mana yang pandai mengoperasi.
- Sudah pasti Dokter Park. - Benar sekali.
Siapa yang mau merekam dokter subspesialis?
Melihat jumlahnya, Pak Kepala adalah ahli bedah yang hebat.
Dia menangani banyak kasus. Serta, pasiennya sering selamat.
Menjalankan operasi yang mudah bukanlah hal yang patut dibanggakan.
- Kamu pikir pasien tahu itu? - Itu justru bagus.
Jika dia menjalankan operasi besar tanpa tahu diri,
pasien hanya akan menderita.
Karena dia menangani operasi yang mudah,
Profesor Choi bisa beristirahat.
Benar sekali. Jika operasinya mudah, bukankah sebaiknya dia menundanya?
Pasien Dokter Park lebih membutuhkan operasi daripada pasiennya.
Baiklah. Kita akan memulai wawancaranya sekarang.
Baiklah. Aku mau minum dahulu.
Hei, Tae Soo.
Pak Koo, operasi hari ini…
Dokter Park, bagaimana kabarmu?
Kamu sudah cukup dewasa, bukan?
Anda tidak bisa melakukan ini.
Sudah lama sekali tidak berjumpa. Hari pertamamu sudah padat, ya.
- Aku harus mengoperasi hari ini. - Kalau begitu, lakukan besok saja.
- Kurang ajar. - Pak Koo.
- Pak Koo ada syuting hari ini? - Ya, Direktur.
Bantu dia sebisa mungkin agar rumah sakit kita tampak baik.
Itu sebabnya dia akan menjalankan operasi yang tidak rumit.
Perlukah kuatur acara TV agar mereka bisa memberikan tayangan spesial
untuk Departemen Kardiologi?
Tidak usah.
Baiklah.
Paman Hyun Il.
Soo Yeon.
Hai.
Hari peringatan ayahmu sebentar lagi.
Ya.
Sudah setahun, ya.
Paman senang bisa melihatmu
melupakan tragedi ini dan hidup dengan sehat, Soo Yeon.
Semua ini berkat Paman.
Karena ayahmu sudah tiada,
beri tahu paman kapan pun jika kamu membutuhkan sesuatu.
Baiklah.
Kenapa kecelakaan semacam itu bisa terjadi?
Dia meninggalkanmu sendirian di dunia ini.
Kecelakaan?
Belum ada bukti
terkait penyebab kejadian itu.
Jika itu bukan kecelakaan,
menurutmu apa?
Sepertinya aku tidak bisa melupakan kejadian itu.
Paman juga.
Tapi menurut detektif itu,
kemungkinan ayahmu ketiduran selagi berkemudi.
Dia tidak minum alkohol di hari itu.
Kamu punya pendapat tertentu?
Tidak.
Ayo ke kuil bersama akhir pekan ini.
Ayahmu pasti akan senang.
Ya.
Ini lokasinya?
Ya, tapi ada perbaikan jalan saat itu.
Kamu bilang menurutmu itu bukan kecelakaan.
Ya.
Kami mencoba menyelidikinya, tapi karena ini daerah pinggiran,
kami tidak bisa mengecek CCTV dan kamera dasbornya hancur.
Serta, tidak ada saksi.
Kurasa lebih baik kita menyimpulkan bahwa ayahmu ketiduran.
Yoon Hyun Il!
Ayah!
Tapi menurut detektif itu,
kemungkinan ayahmu ketiduran selagi berkemudi.
"Kantor Direktur"
No comments yet. Be the first to leave one.