Les 200 premières lignes.
Apa kau baik2 saja sekarang?
Bagaimana kau bisa terlihat kesal setelah makan malam?
- Kita bisa tiup lilin dan rayakan. - Merayakan?
Iya / Bagaimana kita bisa rayakan, saat kau berpakaian seperti ini?
Ini...ini pakaian bersepeda.
Kau tahu, aku punya acara yang aku harus pecahkan rekornya
Banyak orang bersepeda di mall saat bersamaan, aku yang tanggung jawab.
- Aku tak peduli... - Aku peduli, oke.
Kita sudah bersama2 selama lebih dari 10 tahun / Tenanglah.
Pernahkah kau pikirkan perasaanku? Mana tanggung jawabmu.
- Aku tidak melarangmu. - Kenapa kau bertingkah seperti ini?
Tapi kau bukan pengendara profesional.
Kau tak harus habiskan uang 100 ribu untuk beli sepeda / Cukup.
Kau tak harus ingatkan aku bahwa aku bukan pengendara sepeda profesional.
Tapi kau berhenti dari pekerjaanmu untuk bergabung dengan tur
Cukup! Bisakah aku miliki hobi ku sendiri? / Kau sangat naif.
Aku ingin pria, bukan anak kecil. Ini bukan tentang hobi atau tidak..
Permisi, kau tahu di mana Ka On Yeun?
- Aku tak tahu. - Tak apa, makasih.
Nona, kau butuh bantuan?
Apa kau pernah dengar "Ka On Yeun"?
Ka On Yuen?
Di ejanya K-A, O-N Ka On Yuen
- Tidak. - Tidak?
Tidak. / Tak apa, aku akan cari sendiri.
Makasih.
Sama-sama, karena kau sudah di sini di Ping Chau...
Kenapa kau tidak duduk dan minum dulu, ayolah.
Ayolah.
Makasih.
Ayolah, coba ini.
Hari ini, kami membuat sayap ayam dalam pasta udang.
Silahkan di coba dan cicipi apakah rasanya enak?
Sayap ayam dalam pasta udang? Ini restoran ala barat.
Kenapa kau menyajikan sayap ayam dalam pasta udang?
Ini resep dari pemilik sebelumnya.
Aku mencobanya dan menemukan rasanya enak, jadi aku pelajari darinya.
Aku mengambil alih restoran ini tidak lama.
Kenapa kau membuka restoran di Ping Chau?
Aku tak suka keramaian di luar sana.
Tempat ini cukup bagus.
Tapi usaha ini begitu-begitu saja. Tapi disini sangat tenang dan nyaman.
Ping Chau 1992
Ka On Yuen
Kakak, toko tetangga akan segera di buka / Dasar kau brengsek.
- Aku memajermu, kenapa kau tak respon? - Maaf, kakak, aku tak melihat pajerku.
Bukan untukmu lihat, itu untukmu dengar.
Aku memberimu pajer, jadi aku bisa mencarimu kapan saja.
Sudah kubilang sebelumnya, kau harus tahu, aku butuh barang2ku penting.
Berapa kali kubilang tepat waktu itu penting. Namun kau tidak dengarkan
Iya, iya. Kakak...
- Mohon ampuni aku. - Mengampunimu?
Ini sudah keterlaluan, aku memberimu pajer...
Tapi kau tidak merespon, lalu kenapa aku harus memberimu pajer?
Kakak, Ping Chau begitu kecil, kau bisa mencariku dengan berteriak saja.
Menurutlah.
Pajer itu harganya lebih dari 2000 dolar dan aku harus membayar uang bulanan padamu.
Kau....Untuk apa?
Ini untukmu mengenal banyak orang
Kenapa kau tinggal di Ping Chau sepanjang waktu?
Konyol sekali.
Dasar brengsek.
Paman Chan, aku barusan mengarang lagu baru.
Biar aku mainkan untukmu, oke?
Lagi?
Chun Yin, aku benar2 tak tahu bagaimana menghargai lagu2mu...
Tinggalkan saja aku sendirian
Ping Chau...
- Makasih. - Sama-sama.
Sobat, kau sembunyi di sini. Aku mencarimu seharian.
Kenapa kau mencariku? Aku yakin kau terikat dengan cewek2 lagi...
- Dan kau ingin bantuanku. - Jangan tanya jika kau tahu.
Bukan apa-apa, itu Mary yang terus2an mengajakku nonton dengannya.
Konyol sekali itu, aku perlu pergi menangkap ikan.
Bagaimana aku punya waktu untuknya?
Tapi dia...memberiku 2 tiket bioskop.
Sangat menjengkelkan.
Karena kita sahabat, kuberikan ini padamu.
Ambillah. Pergi saja.
- Pergilah ke bioskop bersama gadis. - Benarkah?
Tentu saja, bodoh. Pergi sekarang, jangan bantah.
- Jangan mainkan aku. - Siapa?
Seorang yang memainkan kamu akan menjadi bajingan.
Kau yang brengsek. Pergi saja cari gadis2, brengsek.
Tuan, mau nonton filmnya sekarang?
- Tuan? - Iya.
Satu orang?
Kau boleh masuk ke teaternya sekarang.
Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.
Dasar idiot! Bagaimana dia bisa tidur sewaktu nonton film porno?
Dan berisik sekali.
- Sampai jumpa, Paman Siu. - Sampai jumpa
Hei, ada orang di luar? Hei, hei...ada orang?
Hei, ada orang?
Kau siapa? Kenapa kau di sana?
Aku ketiduran waktu nonton film.
Apa yang harus kita lakukan?
Hanya paman Siu yang punya kuncinya.
Biar aku kejar dia, kau tunggu aku.
Hei, hei...
Jangan pergi.
Hei.
Hei.
- Hei, kau masih di sana? - Iya.
Aku sudah temukan paman Siu, dia bilang dia sibuk.
Dia perlu waktu sebelum dia bisa datang. / Tak apa.
Ini sudah larut malam. Lebih baik kau pulang duluan.
Kau....tahu bagaimana bermain gitar?
Apa yang kau mainkan barusan?
Aku mengarangnya sendiri.
- Cukup bagus. - Benarkah?
Jadi...biar aku mainkan lagi untukmu. / Tentu.
Bagus sekali.
Mungkin lebih baik kalau ada liriknya / Benarkah?
Makasih.
Kau orang pertama yang memujiku...
Jadi kau harus memikirkan apa yang tertulis dalam liriknya.
Dan nyanyikan untukku setelah kau selesaikan liriknya.
Baik, aku janji.
Dasar bajingan, bagaimana kau bisa tertidur sewaktu nonton film porno?
Kau bahkan tak tahu kapan film itu habisnya?
- Pergilah, jangan membuatku masalah. - Maaf, maafkan aku.
Ternyata kamu?
- Apa ada bis terakhir yang lewat? - Jadi, maukah kau menunggu?
Tentu saja.
Aku sudah menunggu selama itu.
Bagaimana kalau bisnya datang ketika aku pergi.
Ini akan jadi sia-sia.
Aku juga berpikiran begitu.
Tapi teman-temanku bilang aku bodoh melakukan ini.
Tidak sama sekali, sesuatu yang ditunggu bukan hal yang buruk.
Kau bisa melihat2 sekeliling pemandangan dengan cukup tenang
Dan melihat orang2 di sekitarmu. Ini cukup menyenangkan.
Bisnya sudah datang.
Senang bertemu denganmu.
- Namaku Chun Yin. - Aku Yan.
Kenapa kau tidak naik ke bis?
Tidak ada lagi bis untukku. Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Yan, nomor pajerku 1168368 Telepon 2883
Dasar brengsek, apa kau gila? Kemana kau pergi semalaman?
Kau tidak pulang atau meneleponku balik.
Kakak, dengarkan aku.
Aku tidak berhasil mengejar kapal feri kembali
- Dan aku tidur di dermaga semalaman. - Tidur di luar semalam?
Kau terlihat seperti ada sesuatu. Kau bertemu gadis? / Tidak.
- Beritahu aku. - Tidak, sungguh.
- Kau tidak mau beritahu aku? - Kakak, aku sudah mengarang lagu
- Haruskah aku....mainkan untukmu? - Tak usah.
Aku harus menyiapkan kios.
Ku pikir, kau lebih baik kecilkan suaramu, adik.
Atau kakak akan di komplain oleh tetangga lagi.
Dah, Kakak.
Apa kau dapat? / Aku barusan tidur, dapat apa?
Jangan pura-pura. Aku tanya apa kau dapat gadis itu?
Pikiranmu jorok
Tidak.
- Kau dapat nomor teleponnya? - Dia punya.
- Aku tanya padamu, apa kau dapat? - Aku tak tahu cara mendapatkannya.
Bagaimana kau bisa?
Siapa namanya?
- Yan - Yan?
Aku tahu dia gadis baik2 dengan mendengar namanya.
Kau tahu, aku dulunya punya kekasih di panggil Yan genit.
- Dia tentu saja gadis genit. - Kau bisa katakan siapapun kecuali ia.
Oke, oke, aku hanya bercanda. Jangan terlalu serius.
Bagaimana? Sudah kau selesaikan menulis liriknya?
Jika kau sudah selesaikan, kau harus mengunjunginya sekarang.
- Sekarang? - Tentu saja.
Kau harusnya pergi selagi apinya masih di sana.
- Ayolah... - Tunggu.
Lihat dirimu, siapa yang mau menatapmu?
Aku harus lakukan apa? / Jangan khawatir, ada aku disini, ayolah.
Apakah ini berhasil?
Kawan, apa kau lupa nama panggilanku di Ping Chau?
Orang2 memanggilmu selama ini, Romeo Ping Chau / Benar.
Siapa yang kau percaya di Ping Chau selain aku? / Benar itu, kawan.
- Tunggu, satu hal lagi. - Apa lagi?
Sedang apa kau? / Menolongmu meneruskan keturunan keluargamu.
Bagaimana kau bisa pergi dengan tangan hampa? / Apaan ini?
- Barang bagus. - Oleh-oleh?
- Pintar. - Bagus, kawan.
Tentu saja. Cepat kejar kapal ferinya.
Cepat, semoga beruntung.
Permisi....Apa Yan sudah pergi?
Ternyata kau lagi? Kau kemari untuk mengacau lagi, pergi sana.
Tidak, aku punya sesuatu untuknya.
- Dia sudah berhenti. - Berhenti?
- Kapan dia berhentinya? - Anak muda, apa kau tak bisa lihat?
Ia tidak bekerja di sini lagi. Apa kau mau monton film?
Beli karcisnya kalau mau nonton, jika tidak pergilah.
Ka On Yuen
- Yin - Paman Chan.
Lihat betapa enaknya kue ini, Antrilah dan dapatkan satu.
Kue ini gratis.
Testing, testing Hai semuanya, tetangga2ku.
Makasih atas dukungan masyarakat Ping Chau.
Kami membuat restoran yang layak di sini untuk satu alasan.
No comments yet. Be the first to leave one.