Les 200 premières lignes.
Sebelumnya di Olympus...
Kalau kita tidak hentikan itu,
Putra Aegeus akan menghancurkan dunia kita.
Takkan ada yang tersisa dari Bumi Gaia
cuma debu dan air mata.
Ini cincin Orang Majus.
- Tidak! - Air apa ini?
Sungai Styx,
Batas antara dunia kita dan dunia bawah.
Aku menciptakanmu,
Dan aku menukarkan seluruh hidupku untuk mendapatkan kau kembali!
Kau harus lepaskan hatimu jadi pemandumu, bukan pikiranmu.
Aku telah membunuh satu satunya wanita yang aku cintai.
Sebagai Dewa abadi,
kau akan memiliki kekuatan...
untuk membawa manusia kembali dari dunia bawah.
Aku dapat menyelamatkan ibuku, juga.
Aku semakin dekat dari sebelumnya
untuk membuka pintu ke Olympus.
Maka aku akan membatalkan kesalahan mengerikan ini.
Maafkan aku, Medea.
Kau korbankan cintamu pada Para Dewa,
dan sekarang kau sudah mengorbankan warisanmu.
Angin Utara.
Perisai es Athena.
Jika kita tidak mencari jalan keluarnya,
Kita akan mati beku.
Icarus...
Apa gunanya?
Tidakkah kau lihat dia itu berjalan?
Ya.
Aku membuat gambar orang bergerak seperti manusia.
Jadi apa?
Ini belum pernah ditemukan sebelumnya.
Rumah kita paling sederhana,
Perut kita kosong,
musim dingin sebentar lagi tiba,
dan kau hanya duduk saja membuat gambar bergerak?
Aku...
Aku bisa menjualnya di pasar.
Mengapa orang ingin dengan hal sebodoh itu, Daedalus?
Tak seorangpun yang menginginkan ide² konyolmu itu.
Bagaimana anak kita akan hidup?
Sementara mimpimu hanya mimpi kosong belaka ,
Kita akan kelaparan.
Mengapa aku tak bisa menikah seorang pria
dengan kepala di pundaknya?
Apa harapan untuk anak kita?
Anak kita sudah meninggal, sayang.
Aku yang membunuhnya.
Impian kosongku menghancurkan anak kita.
Maafkan aku.
Maafkan aku, sayangku.
Apa?
Suatu hari, impianku akan membuat kita kaya.
Aku tak ingin kaya.
Aku ingin bahagia.
Tidakkah kau bahagia?
Tidak. aku lapar.
Tidak ada yang bisa bahagia ketika mereka lapar.
Aneh...
Gambarnya hilang.
Impian adalah milik Dewa.
Kau bukanlah Dewa, Daedalus.
Kau hanyalah orang tua yang bodoh sekali.
Itu menghilang...
Itu menghilang.
Kecepatan dari para Dewa.
Kalian bukanlah tercipta karena sihir.
Kalian tercipta dari alam,
seperti kita.
= O L Y M P U S = Season 01 Episode 11 :: THE SPEED OF TIME ::
Kita terperangkap disini.
Dan ini semakin dingin.
Mengapa?
Boreas, Dewa angin utara, menuntut balas dendam.
Jadi kita akan mati disini?
Di dalam makam yang beku?
dan Lexicon mati bersamaku?
Mengapa Dewa angin utara
menentang Zeus yang amat berkuasa?
Dewa angin utara tidak memperhatikan Zeus.
Dewa bertengkar seperti manusia.
Kecuali ini, juga, sebuah pencobaan.
Apa maksudmu?
Kau bilang aku harus mengorbankan 3 hal
untuk membuka pintu Olympus.
Yang pertama adalah cinta, yang kedua adalah warisan,
apa yang ketiga?
Itu adalah sesuatu yang harus kau temukan sendiri.
Mungkin disinilah aku harus cari tahu.
Bagaimana?
Dingin membuat sesuatu yang aneh² dalam pikiran manusia.
Aku pernah melihat sesuatu yang kubayangkan menjadi nyata didepan mataku,
setan dan hantu.
Aku harus berjuang keras untuk menjaga akalku.
Apakah kau mengatakan Zeus mencoba membuatmu gila
untuk membantumu melihat dengan jelas?
Ini tidak masuk akal, bukan?
Di sisi lain,
itu cukup masuk akal.
Sesuatu yang paling kuat terkubur begitu dalamnya dalam diri kita
Yang tidak akan pernah kita terima begitu saja,
Kecuali kita melepaskannya.
Melepaskan apa?
Sesuatu yang kita pelajari,
Sesuatu yang kita anggap suci.
Kode tujuan hidup.
Penjaga?
Anak buahmu semuanya mati,
Beku karena angin utara.
Penjaga kehormatan juga mati?
Jika minyaknya habis,
kita akan mati beku
Sebelumnya kita akan kelaparan dahulu.
Aku akan bahagia jika mati dalam pelukanmu.
Aku belum ada dipelukanmu, Raja,
dan itu tidak akan pernah.
Mengapa kau menyakitiku?
Kau tahu betapa aku mencintaimu.
Kau hanya mencintai kekuasaan dan kekayaan.
Apakah aku begitu menjijikan?
Ya!
Kau sudah tua dan aku masih muda.
Kita berada di dunia yang berbeda.
Umur itu hanyalah ilusi.
Sentuh hatiku dan lihat betapa mudanya hatiku.
Ketika saatnya aku menyerahkan karunia suciku itu
untuk berbaring dengan seorang pria
pastinya dengan pria yang tepat.
Pria itu tidak ada.
Kau seharusnya mengetahui semua itu, Peramal.
Semua pria sudah rusak.
Tidak semuanya.
Tidak semuanya menganggap teman seranjang itu mengerikan.
Maka aku harus menjaga diriku seperti itu.
Kau takut akan cinta?
Itukah sebabnya kau ribut denganku?
Cinta adalah kutukan yang menyakitkan...
yang menggerogoti hati manusia dan...
mengubahnya menjadi bodoh.
Oh, tidak, tidak, Peramal.
Cinta akan membuatmu merasa hidup...
untuk pertama kalinya dalam hidupmu...
Cukup!
Cium aku.
Kita harus berbagi kehangatan.
Ya.
Kau tidak boleh tertidur.
Jika kau tertidur, Dingin akan membunuhmu.
Aku tidak akan tertidur.
Ceritakan padaku sebuah cerita..
Aku tak punya cerita.
Masa kecilmu pasti ada banyak cerita.
Ibuku pernah bercerita padaku,
tapi sekarang aku tidak ingat.
Seperti apa dia?
Dia seperti aku...
kuat, namun lembut.
Dia tak pernah menunjukkan rasa takut,
Tak pernah meragukan dirinya,
tak pernah menangis.
Dia selalu tersenyum dan mengerti akan diriku.
Pastinya dia sangat mencintaimu.
Seperti juga aku mencintainya.
Apa dia cantik?
Aku belum pernah menemukan seorang wanita yang seperti dia.
Dia tertangkap oleh mata ayahmu.
Sepertimu juga.
Kau bisa jadi anakku juga, Hero.
Kulit halusmu serasa hampir sama...
seperti miliknya.
Tapi kau tidak mencintainya.
Mengapa kau berkata begitu?
Kau mengejar dia
hanya karena kau berpikir
dia membawa Lexicon dalam dirinya.
Ada banyak macam cinta.
Dewa sayangku, dimana Kau?
Apa yang kau dengar?
Itu panggilan ibuku.
Tidak, tidak, itu pikiranmu yang memperdayakanmu.
Mungkin,
atau mungkin cobaanku sudah dimulai.
Kumohon, Tolong aku!
Apollo...
Dewa keunggulanku yang kejam,
Aku tahu kau tidak akan mendengarkan kita,
atau mempertimbangkan doa egois kita,
tapi aku juga tahu...
Kau dapat melihatku disini,
di tempat yang terbuka.
Jadi aku bertanya padamu sekarang,
tunjukkan dirimu.
Ubahlah kecepatanmu
biarkan aku melihatmu.
Aku tahu rahasiamu,
dan aku akan menggunakannya untuk melawanmu.
Ibu.
Apa yang terjadi?
No comments yet. Be the first to leave one.