Les 200 premières lignes.
"Episode 19"
Tae Soo.
Lama tidak bertemu,
Profesor Choi Seok Han.
Sudah setahun, ya?
Kami berusaha menghubungimu, tapi gagal.
Kamu seharusnya menghubungi kami dahulu.
Aku ingin hidup dengan tenang.
Hidup dengan tenang?
Aku mengerti.
Kenapa kamu kemari hari ini tanpa mengabariku?
Aku melihat prosedur langsung Anda.
Kurasa kamu bukan kemari untuk menemuiku soal itu.
Apa alasannya?
Aku menerima pasien darurat dengan diseksi aorta.
Pasiennya pria berusia 59 tahun.
Dia menerima pindai CT.
Kamu yang menangani operasi itu?
Aku juga menerima telepon itu, tapi sedang mengoperasi.
Apa operasinya lancar?
Dia meninggal di ambulans saat menuju kemari.
Dia bisa hidup jika Anda menerima permintaannya.
Dia bisa hidup?
- Kamu menyalahkan aku? - Sedikit.
Jangan menyalahkan dokter karena tidak bisa mengoperasi.
Kamu tahu itu.
Apa kamu menyalahkan aku untuk semua pasien yang mati
karena daftar tunggunya terlalu panjang?
Anda tidak menerima operasi darurat lagi sekarang?
Ya, aku tidak melakukannya lagi.
Kamu tahu apa yang kudapat setelah melakukannya selama 5 tahun?
Tidak ada.
Tapi keadaan mulai berubah
setelah aku menyelamatkan Dokter Yoon.
Mungkin mereka belum melihat apa pun dari dirimu.
Tapi melihat operasimu hari ini sukses,
keadaan mungkin akan berubah.
Kapan Anda berhenti berjuang untuk perubahan ini?
Aku akan tahu saat itu datang kepadaku.
Aku akan lihat sejauh apa perubahan ini.
Aku akan mengisi posisi darurat itu.
Aku ingin kembali ke Rumah Sakit Universitas Taesan.
- Rumah Sakit Universitas Taesan? - Ya.
Operasi darurat?
Anda benar selama ini.
Aku tidak bisa berbuat apa-apa
begitu meninggalkan Rumah Sakit Universitas Taesan.
Aku menyadari
di sinilah tempatku.
Mohon terimalah aku.
"Rumah Sakit Universitas Taesan"
Aku ingin kembali ke Rumah Sakit Universitas Taesan.
Mohon terimalah aku.
Kamu sudah membatalkan pesanan?
Sudah.
Kamu sudah periksa status pasien?
Sudah.
Kamu bertanggung jawab
untuk pesanan yang kamu batalkan.
Jangan coba-coba membuat masalah.
Aku akan terus mengawasimu.
Baik, Profesor.
Siapa?
Siapa lagi
yang akan membuat keributan lewat telepon malam-malam begini?
Profesor Lee.
Dia mungkin tidak senang setelah Profesor Choi
sukses dengan prosedur langsungnya.
- Bagaimana perasaanmu? - Aku?
Aku kenapa?
Kamu masih menentang operasi hari ini?
Tidak akan berubah karena itu sukses.
Profesor Choi tidak melakukannya untuk pasien.
Apa ada dokter yang mengoperasi untuk pasien mereka?
Semua dokter bilang mereka mengoperasi untuk pasien,
tapi hanya beberapa dari mereka yang bersungguh-sungguh.
- Ada banyak. - Sungguh?
Tentu saja, entah kenapa kamu berpikir demikian.
Mengejutkan betapa lugunya pemikiranmu.
Apa dunia masih indah bagimu?
An Ji Na.
Kenapa ini tiada berakhir?
Kita harus menjaga mereka semalaman.
Aku akan turun dan memeriksa setelah rehat sejenak.
An Ji Na.
Apa?
An Ji Na. An Ji…
Angina.
"Angina"
Tolong hentikan.
Dia mengerikan. Aku merasa akan terkena angina.
Haruskah kami kembali lagi nanti?
Tidak, masuklah. Operasinya baru selesai?
Ya.
Kepala Koo benar-benar luar biasa.
Kenapa demikian?
Leherku sudah nyeri setelah lima jam.
Dia tampak baik-baik saja bahkan setelah 10 jam.
Apa itu pujian atau maksudnya dia terlalu lama?
Tentu saja, itu pujian.
Dia bilang, "Semua ahli bedah harus tetap sehat"
dan selalu naik turun tangga.
Dia menjaga kesehatan dengan baik.
Bagaimana jika aku tidak bisa ke dokter umum untuk leherku?
Sudah kutuliskan semua yang ingin kulakukan.
Karena itu aku sudah ke dokter umum.
Kita tidak akan punya waktu istirahat selain itu.
Aku salah.
Ini.
- Bantu aku menempelnya di leherku. - Baiklah.
Di sini?
- Akan kutempel juga untukmu. - Tidak, aku akan ke akupunktur.
Jangan plinplan.
Apa menurutmu para dokter mengoperasi demi pasien?
Silakan Seung Jae, beri tahu kami pendapatmu.
Tentu saja, harus demi pasien.
Apa yang kalian bicarakan?
Dokter hanya akan sukses jika pasiennya hidup.
Mereka bilang melakukannya demi pasien,
tapi menolak operasi yang akan menjatuhkan status mereka.
Kata siapa?
Kepala Koo yang mengatakannya?
Tidak lagi.
Aku hanya bercanda.
Hampir lupa.
Kurasa Dokter Park datang saat prosedur langsung.
- Kamu yakin? - Ya.
Apa dia datang untuk menemui Profesor Choi?
Tidak mungkin. Untuk apa dia menemui Profesor Choi?
Dia mungkin menemuinya, untuk alasan lain.
Jika Tae Soo di sini, dia akan mencariku.
Aku tidak tahu soal yang lain, tapi dia pasti menghubungiku.
Lihat, dia tidak menghubungiku.
Kamu salah lihat.
Aku bersumpah melihatnya tadi.
Tidak, kamu butuh kacamata baru.
- Hei. - Apa katamu?
Woo Jin.
Kenapa kamu ada di luar?
Kamu menemui Profesor Choi?
Apa katamu?
Seharusnya cengkeram kerahnya dan tanya kenapa dia melakukan itu.
Kamu tidak kembali tanpa bertanya, bukan?
Kubilang aku ingin kembali ke Rumah Sakit Universitas Taesan.
Apa? Kamu ke sana untuk memberitahunya soal itu?
Apa yang dia lakukan padamu?
- Lalu apa? - Apa?
Apa yang akan berubah
jika kucengkeram kerahnya dan berteriak kepadanya?
Tetap saja, kamu sudah tahu yang sebenarnya.
Kamu bilang ingin kembali ke Taesan juga.
Saat itu aku tidak tahu yang sebenarnya.
Aku harus kembali setelah tahu yang sebenarnya.
Apa yang akan kamu lakukan di sana?
Aku ingin tahu kenapa dia melakukannya.
Aku ingin tahu kenapa Profesor Choi membiusku untuk melakukannya.
Apa dia menerima dirimu?
- Dia bilang akan memikirkannya. - Aku tidak akan melakukan itu.
Aku ingin tahu siapa pengirimnya
setelah setahun berlalu. Aku tidak mengerti.
Mungkinkah Soo Yeon?
Apa?
Hanya Soo Yeon yang tahu kita di sini.
Siapa pun pengirimnya tidak penting.
Profesor Choi membiusku adalah yang terpenting.
Aku tidak tahu jika ini benar.
Entah bagaimana aku harus menghadap Profesor Choi.
Berpura-puralah tidak tahu apa-apa.
Mana mungkin. Ini mengenai kamu dan ibumu.
Aku ingin melihatnya sendiri.
Aku ingin lihat perubahan Profesor Choi.
"Rumah Sakit Universitas Taesan"
Pasien adalah pria berusia 43 tahun.
Mitralnya gagal berfungsi
dan darah memasuki atrium kiri dari ventrikel kirinya.
Ini menyebabkan dispnea dan sesak di dada.
Kami berencana mengganti ventrikel kirinya dahulu.
Kamu akan mengoperasi dengan apa? Dengan jaringan atau katup mekanis?
Karena pasien masih muda, akan kugunakan katup mekanis.
Dokter Moon, bagaimana menurutmu?
Jika pasien berusia 65 tahun dan lebih muda,
tepat jika menggunakan katup mekanis.
Pasien pria tidak membutuhkan
pemikiran tambahan pada masalah terkait kehamilan.
Dokter Moon, itu bagus.
Tidak ada lagi yang bisa kuajarkan kepadamu.
Semoga sukses di perjalanan.
- Kita harus lakukan apa yang benar. - Ya.
- Lakukanlah itu. - Ya.
Menurutmu ini pilihan terbaik untuk pasien?
Kenapa dia berusaha memperpanjang ini?
Dokter Yoon, sebaik apa kamu mengenal pasien ini?
Aku cukup baik mengenal pasienku.
- Menurut data hari ini… - Bukan menurut datanya.
Aku bertanya sebaik apa kamu mengenal kehidupan pasien.
Dia mencemaskan kemungkinan operasi tambahan.
Karena itu kusarankan katup…
Kenapa dia mencemaskan itu?
Dia mencemaskan operasi jantung apa pun.
Dia lebih memilih minum obat untuk seumur hidup.
No comments yet. Be the first to leave one.