Les 200 premières lignes.
"Tahun Ketujuh Pemerintahan Raja Sukjong 1681"
Apa kau seorang nelayan?
Ya.
Rajin sekali kau di pagi hari ini.
Aku baru ingin pergi.
Kau boleh mengambil tempat ini.
Banyak sekali ikan di sini.
Kau baik sekali.
Terima kasih, Jenderal Inspektur.
Apa kau mengenalku?
Siapa kau?
Bagaimana kau bisa tahu?
Apa kau sudah kehabisan tempat untuk bersembunyi?
Tangkap mereka!
Ya, Pak!
Tidak ada tempat untuk berlari bagi budak yang melarikan diri!
Begitukah menurutmu?
Budak adalah orang yang memiliki dua kaki.
Bagaimana bisa tidak ada tempat untuk berlari bagi mereka?
Siapa kau?
Jika aku ingin memberitahumu, kenapa aku harus mengenakan topeng ini?
Jangan kejar mereka lagi.
Sarungkan pedangmu dan kau akan kuampuni.
Apa? Beraninya kau!
Kau pasti ingin mati!
Ikutlah denganku.
Siapa kau?
Apa kau dari Persaudaraan Pedang?
Naik kapal ini dan tinggalkan Dosung.
Pria ini akan tetap bersamamu sampai kau aman. Selamat tinggal.
Apa kau dari Persaudaraan Pedang?
Kami sudah mendengar tentangmu.
Kami dengar kau menolong rakyat jelata.
Terima kasih! Terima kasih banyak!
Cepat! Kita sudah tidak punya waktu lagi!
Kau harus bergegas. Kami berharap hidupmu panjang.
Bagaimana dengan mereka?
Mereka sudah naik perahu dengan selamat.
Aku harus meninggalkan Dosung untuk sementara.
Salah satu pengawal yang melarikan diri melihat wajahku.
Baiklah, berhati-hatilah.
Ayo.
Para pengawal akan segera datang.
Ada apa?
Tidak ada.
Sekarang kita akan mulai!
Ayo…
Kau adalah pasangan yang terakhir.
Kau harus mengitari pasar, kan?
Ya, Pak!
Hadiahnya adalah kue madu.
Kau tinggal di desa budak.
Kau belum pernah memakannya, kan?
Tapi kau harus menang
jika kau ingin memakannya.
Kenapa aku harus lari dari anak perempuan?
Kau harus membuka potnya untuk melihat apa isinya nasi atau bubur.
Apa?
Aku berkata sebaiknya kau berlari dengan cepat.
Aku tidak akan rugi,
tapi kau akan dipermalukan jika kalah dari seorang gadis.
Dong Yi, tangkap!
Dasar kau!
Permisi!
Astaga!
Dasar bocah!
Ayo…
Pemenang hari ini adalah…
Changmal dari desa Jangsu!
Kita menang…
Apa? Apa maksudmu?
Aku datang lebih dulu darinya.
Kau curang!
Curang? Bagaimana aku bisa curang?
Kau melewati gang dan bukan jalan utama.
Itulah sebabnya Changmal menang.
Tidak, itu tidak curang!
Kau bilang di jalan apapun di pasar!
Kami menang!
Diamlah!
Beraninya kalian anak-anak rendahan bertengkar.
Tidak, kami menang!
Diamlah, dasar anak-anak rendahan.
Tinggalkan tempat ini!
Pemenangnya adalah Changmal.
Ini tidak adil…
Ini benar-benar tidak adil!
Apa ini berarti kita tidak bisa makan kue madu?
Cukup!
Ini dia.
Apa ini?
Apa yang terjadi?
Mereka…!
Mereka… anak-anak nakal itu!
Mereka melihat kita! Lari!
Tangkap mereka!
Kalian semua tahu harus pergi kemana.
Berpencar!
Tangkap gadis itu dulu!
Baiklah…
Kita harus pergi kemana?
Kau lewat sana! Ya.
Kau, sebelah sana!
Ya…
Tunggulah sampai kami menangkapmu!
Aku tidak takut padamu!
Hei, Gaeduara!
Jangan dimakan! Itu untuk anak-anak di desa!
Maaf. Aku hanya akan makan yang ini.
Bodohnya aku menyuruh seekor kucing untuk menyimpan ikan!
Hei, Dong Yi.
Apa kau gila? Kenapa kau menjatuhkannya!
Dia sudah mati!
Pria… Pria itu…
Itu adalah mayat, Dong Yi!
Tidak, kurasa dia belum mati.
Raut wajah orang yang sudah mati itu…
Tolong!
Kumohon… Lepaskan aku!
Apa?
Pak…
Apa… apa kau baik-baik saja?
Pak…
Apa? Apa yang kau katakan?
Jangan bicara! Kau kehilangan banyak darah!
Tunggulah sebentar! Aku akan cari bantuan!
Tunggulah!
Aku harus pergi ke mana?
Cepat…
Aku bilang cepat!
Dia di sana…
Dia sekarat!
Pak…
Kurasa dia sudah mati…
Mati?
Itu tidak mungkin!
Tadi dia masih hidup.
Aku bersumpah dia masih hidup.
Barusan dia masih hidup.
Apa?
Jenderal Inspektur Jang Ik Hun?
Ya, tapi bukan hanya itu saja.
Menteri Hukum Yi Jo dan Menteri Keuangan kedua Han Jung So…
Keduanya juga ditemukan sudah terbunuh.
Yang Mulia.
Bagaimana… Bagaimana ini bisa terjadi?
Bukan seperti itu caranya!
Mayat yang mati tenggelam harusnya dibalut dengan kapas, bukan alang-alang!
Kau akan menghancurkan semua buktinya!
Dan lihat, mereka bahkan tidak mengambil sepatunya.
Gadis malang, apa yang kau bicarakan?
Maaf.
Tapi kau salah melakukannya.
Apa?
Pria itu bengkak di air.
"Risalah Kedokteran Forensik" menuliskan
bahwa mayat yang tenggelam harus dibalut dengan kapas.
Lihat, jarinya berkeriput
dan dia akan segera tertutupi busa putih.
Diamlah! Kau pikir siapa dirimu!
Gadis kecil itu benar.
Bodoh.
Bagaimana bisa kau menyebut dirimu polisi?
Balut dia dengan kapas seperti yang dikatakannya.
Ya, Pak!
Kau sungguh gadis yang cerdik!
Darimana kau bisa tahu soal itu?
Ayahku melakukan otopsi untuk pemerintah.
Begitukah?
Ya, Pak.
Apa dia yang menemukan Inspektur Jenderal?
Ya, inilah dia.
Dengarkan perkataanku dengan baik.
Jika kau memberiku informasi yang berguna,
aku akan memberimu hadiah besar.
- Apa? Hadiah? - Itu benar.
Aku akan memberimu lima pun.
Jadi kau harus memberitahuku apa yang kau lihat.
Ya, Pak.
Saat kau melihat Inspektur Jenderal, apakah dia masih hidup?
Ya, Pak.
Dia bahkan bicara padaku!
- Apa? Dia bicara padamu? - Ya
Apa katanya? Apa yang dia katakan padamu?
Ya, dia…
Cepat beritahu aku.
Ya, dia…
Aku tidak bisa mendengar apa yang dikatakannya.
Dia hanya menggerakkan mulutnya.
Jadi bagaimana? Dia bicara atau tidak?
Dia bicara padaku,
tapi aku tidak tahu apa…
Sial.
Buang-buang waktu saja.
Apa ini artinya aku tidak dapat hadiahnya?
Itu benar, dasar anak nakal!
Aku datang sejauh ini tanpa hasil!
Lima pun baru saja datang… dan pergi.
Mayatnya?
Ya, sudah dikumpulkan.
No comments yet. Be the first to leave one.