Les 200 premières lignes.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
PEKAN SEBELUM NATAL MASA LAMPAU
Tersenyumlah ke kamera.
Apa kau membaca koran soal bocah McConklin itu, Ny. Spellman?
Oh, ya, aku dan saudariku membacanya.
Mengerikan, Tn. Putnam, bocah malang itu.
Berdoalah pada Setan.
Berdoalah, tetapi dia baik-baik saja,
di mana pun dia.
- Dia bukan yang pertama. - Bukan.
Dahulu kota ini tak seperti Greendale,
orang bisa meninggalkan pintu rumah tak terkunci.
Kini, anak-anak diculik dari pekarangan mereka.
Sabrina, Susie, giliran kalian, Sayangku.
Mari duduklah di lutut Santa.
Naiklah.
Sekarang,
apa yang kalian berdua inginkan dari Santa tahun ini?
Sebuah truk, seperti punya ayah.
Dan kalau kau? Apa permohonanmu?
Andai aku bisa bertemu ibuku.
Dan senyum.
PEKAN SEBELUM NATAL
MENJELANG PUNCAK MUSIM DINGIN TAHUN INI
Bibi Hilda, Ambrose, pohon Natalnya indah sekali.
Sabrina, kuharap kau tak menyebutnya itu.
Itu pohon Yule.
Natal tak begitu buruk, Zelds.
Tambah, untuk seseorang yang tak memercayainya,
kau mendapat cukup banyak kado.
Itu bukan untukku, Hilda.
Itu untuk bayi Leticia.
Bayangkan,
ada bayi di rumah tepat pada saat liburan musim dingin.
Sempurna sekali.
Sayang anak yang disinggung adalah hasil penculikan.
Ambrose, perlukah kuingatkan kau pada Imam Agung
yang agak seperti Raja Herodes kalau soal bayi perempuan?
Yang tak dapat kupahami kau berharap merahasiakan keberadaan bayi ini.
Merahasiakan apa?
Tak ada yang rahasia.
Leticia adalah seorang Spellman yang lama hilang
dikirim dari kampung halaman untuk dibesarkan seperti Sabrina.
Oh, aku ingat saat ini diambil.
Sulit, ya, masa-masa seperti ini?
Saat keluarga amat dirindukan.
Andai aku bisa melalui satu saja puncak musim dingin dengan mereka, Bibi.
Ya. Kau tahu apa yang bisa menghiburmu?
Mari kita panggang buah berangan, dan kita akan...
Oh, kita rebus cider apel.
Kita berleha-leha dan menonton film Natal favoritmu.
It's a Wonderful Life, Miracle on 34th St. Aku tahu kau suka sekali itu.
Memang. Terdengar menyenangkan.
Dan kubacakan A Christmas Carol.
Bahkan Bibi Zee cukup suka kisah itu.
Aku suka hantunya.
Natal adalah saat terbaik untuk kisah hantu.
Berbicara soal hantu, sudah saatnya menyalakan kayu bakar Yule.
Ingat, kayu bakar Yule bukanlah hiasan,
ini perlindungan.
Kayunya harus menyala terus-menerus
mulai saat ini, melalui hari terpendek, melewati malam terpanjang,
hingga fajar.
Jika tidak, Setan tahu kekuatan jahat apa
yang bisa masuk dari cerobong asap kita.
Makhluk-makhluk yang bisa menyimpan niat mematikan.
Jadi jaga agar tetap terbakar, ya?
Dan kini, pemberkatan Puncak Musim Dingin.
Semoga kayunya menyala,
semoga rodanya berputar,
semoga kejahatan dihalau,
semoga matahari kembali.
Baiklah, ada apa?
Kau tak mengatakan sepatah kata pun sepekan belakangan ini. Ada apa?
Apa Grinch mendatangimu?
Atau mungkin Pangeran Kegelapan?
Keadaan tahun ini berbeda, Ambrose.
Kutorehkan namaku dalam Buku Beast.
Seperti kita semua. Hidup terus berjalan.
Teman-temanmu sudah menerima kau penyihir. Kau yang bilang.
Kurang lebih.
Aku agak menjaga jarak dengan mereka.
Memberi mereka waktu untuk membiasakan diri.
Mungkin seharusnya kau melakukan yang sebaliknya.
Meyakinkan mereka bahwa semua baik-baik saja.
Semua berjalan sebagaimana mestinya.
Mungkin.
Entahlah. Jujur saja...
saat-saat seperti ini, aku berharap bisa meminta nasihat ibuku.
Aku bisa bertanya padanya persisnya bagaimana saat ayahku bilang dia penyihir
dan bagaimana dia bereaksi.
Berapa lama yang dia butuhkan sampai dia terbiasa?
Apakah dia...
Apa dia sempat terpikir memutus hubungan
seperti aku memutuskan Harvey?
Sepupuku...
setiap gadis ingin berbicara pada ibunya setelah hubungan yang kandas.
Masalahnya adalah...
aku melihatnya, Ambrose, di limbo.
Saat aku mencoba menyelamatkan Tommy, dia kalut, dihantui, dan terjebak.
Jika dia di limbo,
maka artinya dia memiliki urusan yang belum beres...
yang mencegahnya untuk terus.
Tepat. Dan jika dia bisa memberitahuku apa urusan itu, aku bisa membantunya.
Dan bagaimana bisa dia memberitahumu?
Bisa dengan pemanggilan roh.
Kau sendiri yang bilang, Ambrose,
- Natal waktu yang sempurna untuk hantu. - Dalam fiksi.
Puncak Musim Dingin adalah
saat selubung antara makhluk yang hidup dan mati paling tipis.
Itu mengapa kita membakar kayu Yule, untuk menghalau hal jahat.
Ibuku bukan hal jahat.
Lagi pula...
Itu sekadar ide saja.
Pangeran Kegelapan, menjelang malam terpanjang,
jawablah aku.
Kulakukan perintahmu.
Sabrina telah menorehkan namanya dalam Buku Beast-mu,
mengapa kau melupakan aku?
Kenapa tak kau panggil aku pulang kembali ke Lubang?
Apa misiku telah berubah?
Perintahkanlah.
Berilah arti pada hidupku.
Berilah aku pertanda.
Selamat Puncak Musim Dingin, Nn. Wardwell.
Sabrina.
Selamat merayakan Yule bagimu dan keluargamu.
Aku berharap dapat meminta bantuanmu, Nn. Wardwell.
Ingat saat aku masuk limbo?
Jelas sekali.
Aku melihat ibuku.
Kami tak bicara banyak, tetapi dia tampaknya butuh bantuan.
Benarkah?
Aku harus melakukan pemanggilan roh, Nn. Wardwell,
untuk mengontaknya.
Aku berharap kau dapat meminjamkanku Buku Kematianmu.
Lagi.
Dan tak mungkin aku bisa mengurungkan niatmu, bukan?
Dan jika kutolak,
kau akan meminta Buku Kematian dari kawanmu di Akademi, bukan?
Aku ke sana sepulang sekolah.
Kalau begitu, siapakah aku...
bisa menjauhkan putri dari ibunya?
Tetapi, Sabrina, hati-hati.
Cegah hal terlarang
menerobos bersama ibumu.
Ya...
kabarilah aku hasilnya.
Pasti.
Dan terima kasih bukunya, Nn. Wardwell.
Kau yang terbaik.
Oh, Stolas.
Pekerjaan setan memang tak ada habisnya, ya?
Jika Sabrina mengontak ibunya yang seorang manusia,
siapa yang tahu hal mengecam apa
yang bisa dikatakan ibu tersayang pada putri jelitanya?
Dan tepat setelah kita membuatnya menandatangani buku itu.
Tidak.
Sebaiknya acara itu kuganggu saja.
- Kau mau kami ikut ritualmu? - Ya.
Untuk mengontak ibuku.
Maksudku, aku tak memaksa tentu, tetapi...
kupikir setidaknya aku minta.
Terlalu cepat, ya?
Dan terlalu aneh?
Atau... keduanya?
- Terlalu cepat. - Terlalu aneh.
Ditambah, sepupuku sedang menginap sampai Natal, jadi...
Dan aku sudah pasti kerja purnawaktu hingga Malam Natal.
Susie, ceritakan pada Sabrina pekerjaanmu.
Memainkan Jingles si Peri Natal di Santa's Play Land.
Astaga! Susie, yang benar?
- Sudah lama kau ingin melakukannya. - Iya!
Dan Tn. Bartel yang menjadi Santa sebenarnya adalah Grinch,
tetapi kalian harus mampir malam ini ke Balai St. Bernard.
- Pasti. - Tentu. Aku pasti...
datang.
Permisi sebentar, ya?
Aku tak yakin apa kita bisa bicara sebelum istirahat.
Aku ingin memberimu ruang.
Aku menghargainya, Brina.
Harvey, obrolan serius terakhir kita...
katamu setiap kali kau melihatku,
kau selalu teringat saudaramu.
Apa itu masih berlaku?
Tetapi semakin membaik.
Kurasa.
Bagaimana keadaan ayahmu?
Dia masih banyak minum. Ini keadaan yang terburuk.
Bisakah kau meminta bantuan seseorang? Kakekmu?
Sudah kucoba, tetapi ayah tak mau ada yang melihatnya seperti ini.
Aku membelikanmu kado Natal.
Bukalah.
Itu pensil warna istimewa yang ditemui bibiku Hilda di sebuah toko di Inggris.
Ujungnya tak pernah tumpul.
Jadi, ini benda sihir.
Menurutku...
dimantrai.
Itu masalah, ya?
Tidak.
No comments yet. Be the first to leave one.