Specials

Informations sur la version

Heart Surgeons 2018 E16 720p WEBRip-ALF
Un commentaire de alfky
VIU WEBRip only

Tags

webrip
web
720p
720
BRip
Publié le: 2018-10-25
Téléchargements: 34
Malentendants: No

Aperçu des sous-titres Indonesian

Les 200 premières lignes.

"Episode 16"

Soo Yeon.

Paman Hyun Il.

Paman mencemaskanmu.

Paman takut juga akan kehilanganmu setelah kehilangan kakak paman.

Paman menempatkan pemakamannya di sebelah makam ibumu.

Begitu kamu bisa dipulangkan, mari kunjungi mereka bersama.

Baiklah.

Baiklah. Bagaimana kondisimu?

Aku baik-baik saja.

Operasinya berjalan dengan sangat lancar.

Tidak akan ada masalah dalam proses pemulihanmu.

Siapa pun bisa menjalankan operasi.

Ini pertarungan soal sebaik apa kami bisa merawat dia dengan obat.

Soo Yeon, ada yang kamu ingat?

Tidak kusangka kita kehilangan dia begitu cepat seperti ini.

Dia pasti dalam perjalanan pulang seusai menemuiku.

Bagaimana dia bisa mengalami kecelakaan?

Aku tertidur saat itu.

Aku di rumah sakit saat siuman.

Begitu.

Jika ada yang kamu ingat, beri tahu paman, Soo Yeon.

Baiklah.

Tolong rawat Soo Yeon dengan baik.

- Baik. - Baik.

- Kenapa kamu turut menjawab? - Apa?

Nanti paman jenguk lagi. Beristirahatlah.

Baiklah.

Beristirahatlah, Dokter Yoon.

Akankah Paman Hyun Il pergi?

Dia tidak mudah menyerah.

Kita harus memastikan dia pergi.

Pamanmu telah memutuskan untuk pergi.

Hyun Il!

Ayah!

Ayah.

Bisakah aku meluruskan ini?

"Rumah Sakit Universitas Taesan"

"Rumah Sakit Universitas Taesan"

"Satu tahun kemudian"

Kudengar itu sangat besar.

- Hai. - Hai.

Kapan pun… Hai.

- Hai. - Hai.

- Siapa itu? - Dia baru.

Ini. Ada yang Anda rasakan?

- Ya. - Tulangnya memulih dengan baik.

Anda boleh pulang besok.

Apa ada keluhan lain?

- Tidak. - Urus kepulangannya.

- Baik, Pak. - Sampai bertemu nanti.

- Hai. - Pak Kim?

- Anda tidur dengan nyenyak? - Ya.

- Putri Anda tidak datang hari ini. - Dia harus mengikuti ujian.

Serangan jantung!

- Serangan jantung? - Serangan jantung?

Tunggu!

Dia pasienku.

Pak!

Pak. Apa yang kamu lakukan?

Aku tidak melakukan apa pun!

- Panggil dokter. - Dokter.

- Kami dokter. - Kami dokter.

- Bukan kalian! Ini darurat! CPR. - Ya, CPR.

CPR. Cepat.

Hei! Panggilkan dokter!

Panggil mereka semua! Kode biru!

Kode biru.

- Di mana? - BO?

- Kode biru. - BO?

Kenapa Bedah Ortopedi memiliki kode biru?

Bedah Ortopedi, lantai sembilan.

Kamu luar biasa. Kamu seperti dukun.

Kapan dia pergi?

Kumohon.

Apa tim CPR sudah datang?

Kamu sedang apa? Cepat masukkan.

Begini… Aku baru sekali melakukannya selagi magang…

- Kamu saja. - Pengalamanku hanya pada boneka.

Dasar…

- Berikan itu. - Baik, Pak.

Minggir.

Ini tidak mau masuk. Sial.

Akhirnya.

Lalu… Bagaimana cara melakukannya? Bukan seperti itu.

Baiklah. Tidak. Hei, kalian!

Gara-gara kalian kita disebut tukang kayu.

Andalah yang seharusnya disebut tukang kayu.

- Dokter Yoon. - Tolong persiapkan ini.

Baik, Dokter.

Hei. Siapa yang memanggil torakoplastik?

Pengumuman yang memanggilnya.

- Sudah kuduga. - Apa?

Aku sudah melihat dia saat aku bertugas.

Aku memonitor dia untuk berjaga-jaga jika Anda melakukan ini padanya.

Apa maksudmu?

Ini hemotoraks.

Dia… Apa? Hemo apa?

Ada darah di dalam paru-parunya.

Tuba.

Sudah kubilang, mintalah bantuan SC. Kenapa Anda diam saja?

Jika Anda mengklaim bisa merawat mereka dan membuat masalah,

kami yang harus membereskan kekacauan yang Anda buat.

Apa? Masalah? Hei, Torakoplastik.

- Hei, Penyihir. - Profesor.

Apa maksud Anda, "Penyihir"? Serta, di depan dokter lainnya.

Bagaimana dengan "Tukang Kayu"? Kamu menyebutku Tukang Kayu.

Mentang-mentang kamu bisa mengobati jantung, ya?

Kamu berpikir hanya kamu dokter yang menyelamatkan nyawa.

Setelah kini menjadi asisten profesor, kamu kurang ajar.

Aku akan memasukkan tuba ke dadanya.

- Apa? Kenapa? - Apa?

Tunggu!

Apa? Kamu belum menjalankan tes apa pun.

Katamu itu hemo… Jadi, itu hemo?

Jika tidak kumasukkan sekarang, dia akan mati.

Jangan bilang dia akan mati. Dia pasienku.

Lantas apa Anda punya ide lain?

Sebaiknya kamu tidak keliru.

Teruskan.

Bagaimanapun, kamu tahu tidak mungkin menghentikan kompresi.

Baik, Bu.

Tunggu. Kamu akan memasukkan itu ke sini?

Tuba.

- Hubungkan. - Baik, Dokter.

Lihatlah darahnya.

- Berhenti. - Baik.

Dia bernapas lagi.

Semudah itu.

Kalian pikir ini pertunjukan? Bubar!

Darahnya mengalir keluar.

Ambilkan darah. Kita harus melakukan operasi.

- Panggil walinya. - Baik, Dokter.

Apa yang kamu lakukan?

Hanya karena telah membantu, kamu mau bertindak seenaknya?

Siapa bilang kamu boleh membawa dia?

Siapkan ruang operasi untukku.

Aku akan mengirim pasien hemo.

Siapkan ruang operasi dan panggilkan Profesor Son.

Ruang operasi penuh semua karena ini hari Senin.

Dan aku bukanlah pesulap. Di mana aku bisa mendapatkan RO?

Kalau begitu, minta mereka untuk menyiapkan ruang tukang kayu.

Dokter Yoon!

Pikirmu tulang pasienmu tidak akan pernah patah? Kita lihat saja.

- Aku akan membereskan ini. - Hentikan.

Bilang saja semua ahli anestesi sedang melakukan operasi.

- Tapi Anda di sini. - Aku baru saja keluar.

Minggir. Aku ada konferensi.

Profesor, tolong buka RO untukku. Pasien itu sedang dibawa kemari.

Siapa yang bilang kamu bisa melakukan itu?

Setelah Tae Soo pergi, Soo Yeon… Tidak.

Kumohon, Profesor. Ini mendesak. Kami terpaksa.

Ini pasien kode biru itu. Yang mengidap hemotoraks.

Tidak ada ruangan yang kosong!

Kita punya ruangan.

Dokter Yoon.

Dia mengonsumsi aspirin sehingga darahnya mengalir keluar.

Keluar.

Kamu tidak boleh seenaknya masuk kemari!

Dia sudah kehilangan darah sebanyak 1 liter.

Hemoglobinnya 5,5 dan tekanan darahnya turun ke 60.

Memangnya kamu pemilik rumah sakit ini?

Bukan itu maksudku.

Mari mulai daripada berselisih.

Hemotoraks?

Ya, Profesor.

Biar aku saja. Kamu sebaiknya pergi.

Baiklah. Kamu tetap di sini, ya?

Baik.

Apa… Pokoknya ini yang terakhir!

- Dia lebih parah dari Dokter Park. - Santai saja padanya.

Jika bukan kita, siapa lagi?

Aku tahu, tapi dia selalu membawa pasien masuk.

Dia melakukan itu

karena berusaha untuk melupakan.

Benar.

"Kami akan melakukan yang terbaik untuk menyediakan layanan terbaik"

"Kami akan melakukan yang terbaik untuk menyediakan layanan terbaik"

Ada operasi yang Profesor Choi Seok Han ingin lakukan?

Ya. Aku baru saja dikabari.

Dia mau berkolaborasi dengan Profesor Kim Mi Na dari OBGYN.

Torakoplastik bisa berkolaborasi apa dengan OBGYN

sampai dia meminta kita masuk?

Aku pun tidak tahu.

Kurasa kita akan mengetahuinya.

- Soo Yeon. - Hai, Paman.

Kamu bekerja sangat keras.

Santai saja. Jangan membuat dirimu terlalu lelah.

Baik, Profesor.

Profesor Choi mengundang kami. Ikutlah dengan kami.

Baiklah.

Dia ke mana?

Baiklah, itu titiknya. Kamu yang terbaik. Sungguh.

Ya, di situ.

Hei, lihatlah dirimu.

- Dokter Koo, ada situasi darurat. - Astaga, mengagetkan saja.

Suaramu kenapa?

Beri aku 5 menit. Mode ini berjalan selama 10 menit.

Beri aku 5 menit lagi.

Tunggu, ini Ayah, bukan?

More Indonesian subtitles for Heart Surgeons

Commentaires

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left