Les 200 premières lignes.
Selesai.
Aku tak yakin.
Biar kulihat Sayang.
Nenek suka?
Sangat suka.
Apa yg kau gambar ini?
Itu Ibu, itu Ayah,
itu Aku, dan itu...
Santa Claus, Nenek langsung mengenalinya.
Tapi, dimana saudaramu?
Apa kau bertengkar dengannya?
Sayang?
Kertasnya tidak mencukupi.
Bidadari, katakan sebenarnya pada Nenek.
Dia membuat Ayah marah,
Dia membuat Ibu sedih.
Sampai Ibu menangis.
Dan apa dia membuatmu sedih juga?
Sesekali.
Apa yang Nenek baca?
Ini kisah tua.
Lebih tua dari Nenek?
Iya, lebih tua dari Nenek.
Seperti apa kisahnya?
Ini kisah Natal.
Bisakah Nenek membacakannya untukku?
Ini sudah larut malam.
Dan kisah ini sering membuat Nenek mimpi buruk.
Dia kelihatan seperti Santa.
Benar, dulunya dia biasa dipanggil Saint Nicholas.
Lalu kenapa kisahnya menakutkan?
Siapa itu?
Dia?
Dia Krampus.
Kau tak pernah mendengar tentang Krampus?
Krampus sangat tua, sangat tua.
Seperti berjalannya waktu.
Jika Santa suka memberi hadiah pada anak-anak yg baik,
Krampus menghukum anak yg nakal.
Itu bukan kisah nyata.
Jangan terlalu yakin nak.
Seperti kebanyakan kisah kuno,
Kisah Krampus sudah berubah dari dongeng belaka menjadi takhayul.
Tapi hal-hal kuno yang terlupakan punya cara sendiri,
Muncul secara perlahan kedalam dunia kita.
Kena kau!
Tidak.
Ya Zoe, kau kena!
Zoe kena, aku menangkapnya!
Apa yg kau lakukan, Zoe?
Menjijikan!
Jangan sentuh!
Kenapa?
Dasar aneh, menjauh dariku Zoe.
"Iya Tristan, itu aku."
"Itu memang aku."
"Aku gigih menantimu, cinta sejatiku."
"Ingatlah, mendekati hari Natal.."
"Sangat penting untuk mulai mematuhi orang tuamu."
"Supaya jangan masuk dalam daftar anak nakal."
Hei!
Setel yang tadi!
Apa? Kau tak dengar?
"Cintaku padamu begitu kuat bagaikan macan."
"Kalau begitu cium aku, Macanku."
"Cintaku padamu mengalir bagaikan sungai."
"Bagaikan sungai Amazon yg dahsyat."
"Bagaikan Sungai Nil dari Mesir kuno."
Cuciannya perlu dilipat.
Sekarang! Ayo jalan!
Apa yg kau lakukan?
Aku ingin bersenang-senang denganmu.
Jangan terburu-buru.
Ya.
Apa-apaan kau..?
Kekamar sekarang.
Kau menyakitiku.
Diam.
Hello?
Siapa disana?
Astaga!
Teddy?
Melapor, kami menemukan beberapa mayat,
Meminta bantuan, Detektif dan penyidik.
Ruangan aman.
Ruangan aman.
Fremont, ada ruangan terkunci.
Ini sayangku.
Kita menemukan seorang anak asuh,
Aku tak tahu apa dia melihat atau mendengar sesuatu.
Sejauh ini dia tidak berbicara.
Serahkan saja dia pada polisi pengawas anak.
Dirumah sakit Mercy Immanuel.
Stewart sedang menuju kesana.
Kuharap dia mendapat sesuatu dari anak itu.
Oke.
Dan...
Kuhubungi lagi nanti.
Ada yg bisa kubantu?
Dr. Rachel Stewart, aku diminta kesini,
Untuk mengadakan wawancara dengan Zoe Weaver.
Baik...
Tanda tangan.
Dr. Stewart.
Hei Miles.
James, ini Dr. Stewart.
Dia sering membantu kami.
Aku berusaha sebisanya.
Partnerku Detektive Cegan.
Dokter.
Panggil saja Rachel.
Dr. Stewart, Det. O'Connor?
Ya itu kami.
Tom Jennings, Direktur Dokter Anak.
Kalau boleh silakan ikut denganku.
Jadi dia sudah mulai berbicara?
Butuh beberapa waktu sampai dia beritahu namanya.
Syok?
Sangat tanggap, hanya..
Tak ada ketertarikan.
Itu dia.
Duduk sendirian disana.
Sebaiknya kita menyapanya.
Ini kasusmu Detektif, tapi..
Kurasa akan lebih baik kalau aku bicara dulu padanya.
Baiklah, silahkan saja Dok.
Zoe, ini Dr. Stewart.
Rachel.
Dr. Stewart ingin menanyakan beberapa pertanyaan.
Oke?
Dokter seperti apa anda?
Saya dibidang psikolog anak,
Jadi saya dokter yang membantu anak-anak
Disaat mereka mengalami hal yang mengerikan.
Apa itu?
Apa?
Itu.
Ohh, ini sudah ada sejak lama.
Sejak aku mungkin masih seumuranmu.
Jadi tidak apakah kalau kutanyai beberapa hal?
Dokter ingin tahu tentang Katie dan Teddy kan.
Ya.
Saya ingin tahu apa yang terjadi pada mereka.
Mengapa?
Mereka jahat, dan sekarang sudah mati.
Bagaimana mereka mati, Zoe?
Dia membunuh mereka.
Dia membunuhnya karena mereka jahat.
Dia selalu datang untuk orang jahat.
Siapa "dia"?
Zoe, siapa yg membunuh orang tua asuhmu?
Aku tak ingin bicara lagi.
Ayo Zoe, kau harus menjawab..
Tidak, tak apa.
Kita bisa bicara lain waktu.
Kau butuh sesuatu?
Apa?
Sesuatu yang, uhm..
Mungkin seperti mainan atau buku?
Boneka dan peralatan menjahitku.
Aku sudah meminta pada polisi.
Tapi mereka bilang tidak.
Baiklah.
Apa itu dirumahmu?
Dikamarku dibawah ranjang.
Akan kucarikan untukmu.
Sungguh senang bertemu denganmu, Zoe.
Sampai jumpa lagi.
Wawancara yang singkat.
Kau yakin tak ingin bertanya lebih?
Belum sekarang.
Apapun yg dilihatnya, dia jelas sudah trauma.
Kita lakukan perlahan saja.
Dia akan mengungkapkannya saat dia siap.
Kuharap begitu.
Aku membutuhkan izin ketempat perkara.
Kenapa?
Zoe memintaku untuk mengambil beberapa barangnya.
Kau ingin mengambil barang bukti yang ada?
Boneka dari gadis kecil tentu bukan senjata pembunuhnya kan.
Ah, ya.
Terlihat nyaman.
Kami temukan narkotik dikamar tidur utama.
Apa mungkin ini ada hubungannya dengan obat terlarang?
Aku tak tahu.
Dalam situasi seperti ini apapun memungkinkan.
Polisi pertama kali menemukan anak itu diruang belakang.
Ruangannya terlihat cerah.
Kelihatan kalau jendelanya ditata rapi.
Sepertinya ibunya sering menatanya.
Satu demi satu.
Para tetangga bilang anak itu sering terlihat lusuh.
Memakai baju seperti baju bekas.
Bajunya sering kebesaran atau kekecilan.
Dan Nyonya Holezers..
Dia suka berpakaian mewah,
Dan sering bepergian dengan mobil baru.
Mungkin ini pembunuhan.
Ya, mungkin.
Bagaimanapun juga, kekerasan orang tua atau kenakalan remaja,
No comments yet. Be the first to leave one.