Ang unang 200 linya.
Dia tampak antusias.
Aku sangat antusias karena aku suka kekacauan.
Ini adalah perang tiada akhir melawan kekacauan.
Aku ingin semuanya lebih sederhana. Aku tak tahu cara memperbaikinya.
Dengan hadirnya bayi, pasti akan lebih kacau.
Astaga, barang kita terlalu banyak!
Halo, saya Marie Kondo.
Misi saya adalah
berbagi sukacita di dunia melalui merapikan.
Pengarang terlaris dan ahli merapikan terkemuka dunia, Marie Kondo ,
berperan untuk menginspirasi dunia supaya berbahagia
melalui metode KonMari.
Keistimewaan metode KonMari
adalah merapikan berdasarkan barang daripada lokasi.
Kemudian, kami selalu merapikan dengan memakai kategori yang sama.
Pertama, pakaian.
Aku tak sampai.
Kemudian, buku.
Goyang dan bangunkan mereka.
Lalu, kertas.
Aku tak bisa merapikannya.
Kategori yang terbesar adalah "komono".
"Komono" adalah dapur, kamar mandi,
dan garasi, dan lain-lain.
Terakhir, barang sentimental.
Sulit untuk melepasnya karena saya amat menyukainya.
Rasanya sulit.
Aku tak mau hanya...
membuangnya.
Tapi aku ingin bijaksana soal itu.
Sejak kedatangannya di rumah kami,
dia dihadapkan semua ini.
Dia ingin melihat tempat ini berubah.
Marie membawa banyak kebahagiaan ke rumah kami.
Ini luar biasa.
Kau sangat lucu, aku mencintaimu.
Kau lucu, aku juga mencintaimu.
Ini adalah tangis kebahagiaan.
Terima kasih atas yang kau bawa ke rumah kami.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Rumah dengan anak kecil
bisa sedikit sulit untuk menjaganya tetap bersih.
Kali ini, saya akan menemui pasangan yang memiliki dua anak kecil
dan kerepotan untuk menata rumah.
Rachel dan Kevin.
Rumahnya yang berantakan, tampaknya juga memengaruhi hubungan mereka.
Agar mereka bisa lebih fokus pada hubungan mereka sebagai keluarga,
saya ingin membantu pasangan ini.
LAKEWOOD, CALIFORNIA
RUMAH KELUARGA FRIEND
Payung besar sangat bagus.
Jaxon.
Jalanmu sudah bagus.
- Tebak ada siapa. - Sini, mari kita lihat.
Siapa dia?
- Hai. - Senang berjumpa!
- Boleh kami memelukmu? - Hai.
Halo, aku Marie.
Senang berjumpa.
Ini Ryan.
Katakan, "Hai, Marie."
- Hai. - Hai, aku Iida.
Boleh aku memelukmu juga? Senang berjumpa.
- Ini Ryan, aku Rachel. - Hai.
Ini Kevin. Jaxon, sapa dia.
- Senang berjumpa. - Sapa dia.
Dia malu.
Terima kasih telah datang.
- Ya, mereka datang. - Untuk menemui kita.
Kau mau menggendongku?
Kau mau digendong?
Aku mau digendong.
Aku mau digendong dia.
Aku sangat senang.
- Syukurlah. - Kami sangat gembira.
KELUARGA FRIEND
Kami Keluarga Friend.
Kami Keluarga Friend, nama belakang kami "Friend".
Itulah kami.
Kami teman, tapi juga Keluarga Friend.
Bagaimana kau menceritakan soal kita?
Entahlah, kita...
kita ceria.
Aku ceria.
- Dia juga. - Terima kasih.
Kami menikah lima tahun lalu.
Kevin orang yang romantis dan amat bijaksana.
Yang saya suka darinya jika saya meyakini sesuatu
atau mau menyelesaikan sesuatu, kami sependapat.
Rachel selalu punya satu pemikiran, menikmati hidupnya.
Dia sangat tangkas,
selalu ingin tertawa, dan membuatmu tertawa.
Aku menyukai itu. Dia ibu yang hebat.
Dia... Dia sangat luar biasa.
Matanya indah.
Baiklah, aku mau...
Sebentar.
- Kita hampir selesai. - Baik.
Kami punya dua anak hebat.
Empat dan dua tahun. Jaxon dan Ryan.
Kami memang ingin punya anak.
Tapi...
anak-anak dan kerja, sejak itu, semua menjadi sulit dilakukan.
Saya merasa tempat ini adalah rumah,
namun saya merasa butuh perjuangan lanjut untuk mewujudkannya.
Tempat yang kami sukai dan diami ini...
Kami tersadar ada begitu banyak barang
dan pada akhirnya kami menjadi stres.
Dia lebih sadar kebersihan daripada saya.
Saya bukan orang yang superjorok,
namun sering melempar baju kotor, dan membiarkannya menumpuk
dan mengabaikan cucian agak lama, itulah saya.
Kevin sungguh lebih teratur.
Saya merasa seperti menghancurkan kapal.
Benar, 'kan? Tapi banyak hal baik yang datang bersama hal buruk.
- Benar? - Ya.
- Baik. - Ya.
Kami punya dua anak.
- Itulah jawaban atas semuanya. - Terima kasih.
Bisakah kalian masuk? Akan kami tunjukkan, ayo.
- Sebelah sini. - Ini kamarnya.
Ini kamarnya.
Ini kamarnya.
- Ini kamarnya. - Kamar anak-anak.
- Kamarmu? - Ini ruang bermain anak.
Ini ruang bermain anak-anak.
Ada banyak mainan.
Marie, di sini juga ada lemari Kevin.
Di ruang bermain.
Jadi ini...
laci lemariku.
- Lalu di sebelah sini... - Apa lagi?
Di sinilah tempat bajuku menggantung. Baju kerja dan mantel.
Kemudian sepatuku, semuanya ada di sana.
- Ya, sepatuku. - Dia seperti, "Itu tak boleh."
Apa?
Apakah anak-anak sudah tahu cara membersihkan?
- Anak-anakmu tahu cara merapikan? - Tidak.
Kupikir jika kita menyimulasikan dengan gim suatu saat,
mungkin mereka mau.
Kau punya anak. Bagaimana mengajarinya?
Dia hanya melihatku bersenang-senang merapikan sepanjang waktu.
Dia belajar dariku.
Jika kita menemukan cara merapikan yang menyenangkan
secara teratur,
kurasa mereka akan mencerna itu.
- Mari pindah ke kamar sebelah. - Baik.
Kamar kami kecil.
Di sini ada satu lemari, di sana juga.
Keduanya milikku.
Boleh lihat isinya?
Tentu, lakukan sesukamu.
Bagaimana kau memisahkannya? Dalam kategori atau...
Kurasa... aku tak melakukannya.
Ada seseorang yang membantu, seperti...
seorang penatu.
Aku mengerti.
Karena aku benci mencuci baju.
Kami bertengkar soal cucian.
Kedengarannya memang konyol,
namun sungguh, itu membuat saya kesal, sering kali.
Bukan karena dia tidak mencuci.
Namun karena mempekerjakan seseorang untuk melakukannya.
Bukan maksud saya menyuruhnya,
"Cucilah pakaian, awasi anak-anak, cuci piring. "
Menurut saya, kita harus melakukannya
sebagai keluarga.
Sebentar.
Sayang.
- Tunggu sebentar. - Aku siap.
Dia sering lembur, saya makin sering bersama anak.
Itu sangat kacau.
Anak-anak selalu berlarian dan heboh
dan semuanya tak penah beres.
Lalu saya berpikir, "Apa solusi yang mudah?"
Jika kami tak punya cukup waktu,
mungkin kami bisa membayar orang untuk melakukannya.
Kami menjadi punya waktu.
Itu karena sebenarnya kita mampu melakukannya.
Sebentar. Aku tak bilang kita tak mampu.
Maksudku, alasan ini menjadi lebih kuat karena kita tak punya
waktu untuk melakukannya, itu alasannya.
Kami berbeda.
Ini kamar tidur anak-anak.
Ada barang-barang di bawah tempat tidur.
tempat sampah kecil.
Karena tak ada cukup ruang di lemari.
Pasti cukup sulit untuk menemukan sesuatu.
Ya.
Aku bisa membuatnya lebih mudah dipakai.
Aku suka rak, tapi kurasa ini bisa diperbaiki agar lebih mudah dipakai.
Astaga.
Astaga.
Marie bilang...
Barang kami terlalu banyak. Itu jelas.
Apa kau terjatuh?
Aku terjatuh.
Baik, kau mau pergi belanja makanan.
Ada masalah di sini.
Saat aku mengambil baju untuk anak-anak,
No comments yet. Be the first to leave one.