The Pearl Button

The Pearl Button (El botón de nácar)

I-download ang Indonesian Subtitle

Impormasyon ng release

ThePearlButton 2015 BluRay720
Komentaryo ni sesat777
Silahkan menikmati biografinya... Thanks to GDING. Rate, kritik, saran silahkan komen.

Mga Tag

BluRay
720
Na-publish noong: 2016-03-30
Mga Download: 31
May Kapansanan sa Pandinig: No

Preview ng subtitle na Indonesian

Ang unang 200 linya.

diterjemahkan oleh haveit dari subtitle milik GDING

KANCING MUTIARA

"kita adalah semua arus yang berasal dari satu air"

Sebongkah kuarsa ini ditemukan

di gurun Atacama, Cili.

Batunya berumur 3.000 tahun

dan mengandung setetes air.

Gurun di Cili

adalah tempat terkering di bumi.

Dari sini,

para ahli astronomi menemukan air

di hampir seluruh alam semesta.

Ada air di planet-planet.

Ada uap air di beberapa nebula.

Ada es di benda angkasa lain.

Di bumi, dan tempat lainnya,

air penting untuk kehidupan agar terus berjalan.

Tiap malam

sebuah planet baru ditemukan,

yang mungkin memiliki air.

Ketika kumelihat bintang,

aku tertarik akan pentingnya air.

Tampaknya air datang dari luar angkasa,

dan kehidupan dibawa ke bumi oleh komet,

yang membentuk lautan.

Air,

perbatasan terpanjang Cili,

membentuk muara yang terkenal dengan sebutan Western Patagonia.

Di sinilah,

Cordillera pegunungan Andes tenggelam dalam air

dan memunculkan ribuan pulau.

Cordillera adalah tempat abadi.

Kepulauan hujan.

Kerabat jauhku tinggal di sini.

Atap rumah kami dari seng,

bersuara kena rintik hujan,

suaranya menentramkan dan melindungiku.

Suara itu sudah mendampingi sepanjang hidupku.

Saat air bergerak,

alam semesta turut bergerak.

Air menerima kekuatan planet,

menyalurkannya ke bumi,

dan ke semua makhluk hidup.

Air merupakan kekuatan perantara

antara bintang dengan kita.

Sebelum orang kulit putih datang,

penduduk pertama Patagonia,

hidup dalam kerukunan dengan alam semesta.

Mereka memahat bebatuan guna memastikan masa depan mereka.

Mereka berpergian lewat air.

Mereka hidup terendam air.

Mereka makan yang disediakan air.

Mereka tiba 10.000 tahun lalu.

Mereka pengembara air.

Mereka hidup bersuku-suku

yang berpindah tempat melalui laut di antara tebing-tebing.

Mereka pindah dari pulau ke pulau.

Tiap keluarga menjaga api tetap hidup

di tengah kano mereka.

Mereka ada 5 grup:

Kawésqar,

Selk'nam,

Aoniken,

Hausch,

dan Yamana.

Mereka berpergian lewat laut.

Laut...

Laut adalah salah satu tempat yang ku...

Aku tumbuh besar dekat dengan laut,

aku sangat suka laut.

Aku bisa berpergian dengan perahu

seperti biasanya.

Tapi sekarang terlalu banyak larangan,

kami hampir tak diizinkan melaut.

Kenapa?

Angkatan Laut minta kami terlalu banyak agar bisa melaut.

Aku punya perahu buatan sendiri.

Kapal yang begitu kecil itu menakuti mereka.

Mereka tak akrab dengan perahu yang berjalan seperti ini.

Itu sebabnya...

Mereka mengklaim melindungi kami,

tapi kurasa bukan begitu.

Aku pernah diberi tahu

kalau aku melintasi Cape Horn bersama ayahku.

Pertama kali kami melintasi Cape Horn,

cuacanya buruk.

Anginnya kencang.

Lautnya sangat berbahaya,

tapi kami melintas dengan selamat.

Berapa umurmu saat itu?

12 tahun.

Kami berangkat dari Punta Arenas

menuju Cape Horn lalu kembali lagi.

Kayuhnya pendek, seperti ini

karena kami mengayuh ke bawah.

Begitu caramu mengayuh?

Kayuhnya tak terpasang di perahu?

Tidak, kami memegangnya.

Arusnya tak menyeret perahu?

Tidak.

Di Cape Horn?

Arus menahan perahunya sedikit,

tapi perahunya masih bisa maju.

Kami masih tak tau

bagaimana mereka bisa memprediksi cuacanya.

Diperkirakan di abad ke 19,

ada 8.000 orang dengan 300 kano,

berlayar mengelilingi kepulauan luas ini.

Gabriela, kau merasa sebagai orang Cili?

Tidak sama sekali.

Apa yang kau rasakan?

Kawésqar.

Aku tak memberi tahumu...

Suatu ketika, dengan ibuku,

kami di pulau, dekat...

dekat Natales.

Aku tak tau pastinya di mana.

Aku dikirim ke sana karena kami tak punya air.

Tak ada sumur, tak ada sungai, tak ada apa-apa.

Kami pergi untuk mengangkut air.

Di seberang, ada sungai.

Aku sudah tau cara mengayuh sedikit.

Kau perlu tenaga untuk mengayuh.

Tak mudah.

Susah bila berangin.

Anginnya mulai kencang

dan kami tak bisa kembali ke kemah di pulau itu.

Jadi kami harus tau cara mengayuh,

jaga-jaga kalau kami perlu keluar dari masalah.

Kami tak boleh bilang,

"aku tak bisa mengayuh", itu tak mungkin.

Kami harus bisa melakukannya.

Aku belajar menyelam,

aku harus belajar.

Umurku 7 atau 8 tahun kala itu.

Aku dapat kerang saat penyelaman pertamaku.

Itulah saat dimana aku diberi tahu

aku bisa menangkap kerang-kerangan untuk makan

Ini makanan kami.

Dulu, kami cuma makan kerang-kerangan.

Bagi Gabriela,

air adalah bagian keluarganya.

Dia menerima baik bahaya

maupun makanan yang ditawarkan laut untuknya.

Tapi aku, sebagai orang Cili,

aku tak merasa dekat dengan laut.

Untuk laut, aku merasa kagum

dan di saat yang sama, takut.

Ini gara-gara kenangan masa kecil.

Saat musim panas,

seorang temanku terseret arus laut.

Dia loncat dari batu ke batu,

di tengah ombak,

yang menerjang, seperti cakar, di antara bebatuan karang.

Mayatnya tak pernah ditemukan.

Dia adalah temanku yang hilang pertama kali.

Penduduk pribumi Patagonia

adalah orang Cili maritim yang pertama dan satu-satunya.

Kami, orang Cili zaman sekarang

sudah kehilangan kemesraan yang seperti ini dengan laut.

Aku minta Emma Malig,

temanku seorang pelukis,

untuk menunjukkan sesuatu yang belum pernah kulihat.

Sejak aku masih kecil,

aku belum pernah bisa melihat

gambar keseluruhan negaraku.

Di sekolah,

dindingnya tak cukup lebar,

memuat gambar negara yang begitu panjang.

Cili dibagi jadi 3 wilayah:

utara, tengah, dan selatan,

seolah-olah Cili itu 3 negara.

Kurasa negara ini misinya salah.

Kami punya 4.200 km garis pantai.

Mungkin garis pantai terpanjang di dunia,

dengan pegunungan besar yang memisahkannya dari benua.

Gurun di utara memisahkan kami

dari peradaban barat dan kutub selatan.

Kami ini pulau,

dalam artian geografis,

dalam artian geografi manusia, dst.

Kami tak punya tradisi maritim,

dan kami tinggal di pedalaman.

Tapi lembah kami terlalu sempit untuk pertanian,

jadi kami membangun masa depan

dalam keadaan ekonomi yang krisis,

yang lambat laun menurun hampir hancur.

Negara ini belum memanfaatkan laut dengan baik,

lautan luas yang terbentang di negara ini.

Sedikit orang memberi hak kehormatan bagi laut,

berpaling mengagumi laut.

Tak hanya mengaguminya, tapi mengakuinya

sebagai bagian identitas kami.

Negaraku menyangkal samudera Pasifik,

laut terbesar dari semua lautan.

Negaraku tak percaya luas samudera Pasifik

sama dengan separuh luas permukaan bumi.

Tapi, bagi penduduk pribumi dan ahli astronomi,

laut adalah ide,

konsep tak terpisahkan dari kehidupan.

The Pearl Button subtitles in other languages

Mga Komento

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left