Ang unang 200 linya.
Tidak, sudah kutelepon.
Ya, mereka akan mengirim orang besok pagi.
Tidak, kabar baiknya adalah itu benar-benar kesalahannya.
Terima kasih.
Tapi kurasa, aku di sini saja malam ini.
Ada kencan panas dengan mandi busa dan sebotol anggur.
Sampaikan salamku pada semuanya, oke, dan bersenang-senanglah.
Oke.
Dah.
Akhirnya.
Ya Tuhan.
Ini yang kubutuhkan.
Maaf soal hari ini/Siapa ini?
Teman barumu. Yang menabrak mobilmu.
Aku tak apa-apa. Terima kasih.
Sama. Aku juga tak apa-apa.
Senang mendengarnya. Ada lagi yang bisa kubantu?/Ya.
Nikmati mandinya.
Bagaimana kau tahu?
Cuma menebak.
Selamat tinggal.
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Kau benar.
Ya Tuhan.
Bisa-bisanya aku bodoh?
Dengar, jangan salahkan dirimu. Tak mungkin kau tahu.
Nyatanya kau tahu.
Gara-gara aku melihatnya memberi catatan si jalang di ruang belajar.
Lalu Erik melihat mereka main bowling minggu lalu di The Pins.
Jika bukan karena semua itu... /Kau benar.
...kita sudah dibohongi oleh Tuan Lesung Pipit Berbadan Kekar.
Sedang apa para keparat itu?
Dia mengajarinya cara terbaik mengoperasikan program?
Mereka cuma bersenang-senang.
Semua tertawa dan tersenyum dan menyibakkan rambut.
Menjijikan sekali.
Ya Tuhan.
Apa?
Aku harus pergi.
Kau tak mau menemui mereka?
Tidak bisa.
Bisa! /Tidak.
Kau yang bisa, bukan aku.
Tapi.. /Akan kuhubungi nanti, oke?
Sial.
Hilary!
Mati sana, Andy. /Hilary, bisa kita bicara soal ini?
Tidak dan selamat. Kalian akan jadi pasangan yang hebat.
Dengar, ini bukan apa-apa. Dia bukan siapa-siapa.
Kau pacarku, Hill.
Tidak lagi.
Ya Tuhan.
Yang benar saja!
Hai.
Hai.
Aku minta maaf. Kau tak apa-apa?
Ya, tak apa-apa. Ada apa?
Tadi itu hal tergila.
Kualihkan pandangan dari jalan sebentar guna merubah saluran radio.
Terakhir kali yang kutahu kau ada di depanku entah dari mana.
Orang seumuranku harusnya lebih berhati-hati.
Lagi, maaf sekali.
Bagus/Lihat itu.
Orangtuaku bakal membunuhku.
Ini salahku. Semuanya salahku. /Tidak, ya Tuhan.
Ini mobil barunya ibuku.
Sial.
Aku yakin mereka pasti mengerti.
Ya, itu bakalan hebat.
Tapi, kau tak kenal orangtuaku.
Ini cuma tabrakan kecil,'kan?
Tak begitu serius.
Kuharap kau benar.
Ini sering terjadi.
Tidak, tidak bagiku.
Belum pernah sebenarnya.
Ini yang pertama kali?
Ya, kecelakaan pertamaku.
Aku baru saja mendapat SIM.
Perawan.
Maaf?
Mengenai yang seperti ini.
Ya, kurasa kau benar.
Aku dapat ganti rugi atau lainnya,'kan?
Jadi, kita saling tukar?
Info. Perlu bertukar info?
Ya/Tak usah melibatkan polisi.
Untuk hal sekecil ini,'kan?
Tidak, tak usah.
Aku yakin mereka punya urusan yang lebih penting.
Di kota ini, jangan terlalu yakin.
Aku akan kembali.
Ya, aku juga.
Kurasa semua sudah ada di situ.
Tampaknya bagus.
Aku coba mengingat semua yang mereka katakan.
Sempurna.
Dan untukmu.
Terima kasih.
Baiklah, kurasa sudah cukup.
Oke/Foto.
Maaf?
Mereka bilang agar memotret kecelakaannya.
Semua kerusakan, semuanya.
Ya, tentu.
Kurasa aku juga perlu memotretmu jika boleh.
Baiklah.
Kau juga.
Aku dan mobilku, maksudku.
Itu tak perlu.
Kau yakin?
Oke, kalau begitu kurasa cukup.
Kurasa juga cukup.
Oke, sampai jumpa.
Selamat tinggal, Hilary.
Hai, ya Tuhan. Rachel mengabariku. Kau tak apa-apa?
Kau takkan percaya dengan yang terjadi padaku.
Si berengsek itu bersujud minta maaf?
Aku kena pukulan. / Tunggu, dia memukulmu?
Bukan, kecelakaan. Aku kecelakaan mobil tadi.
Tunggu, apa? Serius? Kau tak apa-apa?
Ya, aku baik-baik saja.
Cuma tabrakan kecil. Bukan salahku juga, syukurlah.
Ya Tuhan. Tidak, mobil baru ibumu!
Beberapa jam lagi kami juga harus berangkat.
Ini bakal buruk.
Ya.
Terima kasih banyak.
Kabari jika butuh sesuatu, sayang.
Aku cuma perlu menghadapi ini.
Halo.
Dari mana kau?
Keluar jalan-jalan.
Keluar jalan-jalan?
Kenapa tak mengangkat telepon? Kami hampir menelepon polisi, Hilary.
Aku tahu dan aku minta maaf.
Ada urusan penting apa hingga kau harus menyelinap pagi-pagi?
Aku menemui Andy.
Ya Tuhan, Hilary.
Dengar, aku tahu perasaan kalian tentangnya.
Tapi, aku pergi tadi pagi untuk mengakhirinya.
Kalian benar.
Semua benar.
Kini usai sudah.
Ibu rasa ada hal positifnya juga.
Tapi, masih saja itu salah nak.
Ibu benar.
Jangan jadikan ini kebiasaan, ha?
Ini bukan seperti kami tak ada kesibukan di sini.
Bantu kami berkemas. Kita harus berangkat.
Check-in jam 3.
Sebenarnya.
Ada kejadian lain.
Kayak mereka tak pernah berbuat salah dalam kehidupan mereka, tolong!
Ibu dan Ayah sudah mendiskusikannya. Setelah semua kejadian hari ini...
...kami rasa ini tak bisa dibiarkan.
Papa, aku.. /Hilary, biarkan Ayah bicara.
Ayah tahu kau meminta maaf dan itu adalah awalnya.
Tapi, tindakan punya konsekuensi.
Sebenarnya artinya apa?
Artinya kau takkan liburan bersama kami.
Que?
Kau dihukum. Kau tetap di rumah dan mengurus mobil ibu.
Tidak.
Ayah tak mau kau meninggalkan rumah untuk alasan apapun, mi entiendes ?
Mama!
Lo siento, mijita . Kami tak bisa berpura-pura ini semua tak apa-apa.
Tidak, tapi inikan liburan kita.
Pertunjukannya!
Sudah bertahun-tahun aku menantinya, kalian tahu itu!
Ayah tahu.
Itu sebabnya kami merasa ini tak boleh terjadi lagi.
Tolong, aku minta maaf.
Kami tinggalkan infonya di dapur.
Ayah mau kau mengurusnya sore ini.
Setidaknya ini yang bisa kau lakukan demi ibumu.
Mama.
Tolong, jangan pergi.
Sampai jumpa besok malam, oke?
Tolong/Maafkan Ibu.
Lifetime Insurance, dengan Davidson.
Hai bu Davidson, ini Hilary Diaz.
Hilary. Hai sayang, apa kabar?
Sudah latihan day-boo-lays?
Tunggu, kuucapkan dengar benar? /Ya.
Dan kabarku baik/ Bagus.
Sebenarnya sekarang tak begitu baik, itu sebabnya aku menelepon.
Tidak.
Oke.
Aku kecelakaan tadi pagi.
Aku ditabrak dari belakang di rambu berhenti.
Tidak. Kau tak terluka,'kan sayang?
Tidak, aku baik-baik saja. / Syukurlah.
Cuma tabrakan kecil. / Itu yang terburuk.
Tapi orangtuaku tak senang soal itu, sungguh.
Tidak, jangan bilang Sentra barunya.
Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.