Ang unang 200 linya.
Diterjemahkan oleh: M. N. Imran Parepare, 28 Juni 2016
Jacques, kau adalah tamuku hari ini.
Ya.
Kau seorang guru di sekolah, kau suka alam
kau suka menonton talk-show
dan kau mengoleksi jam buatan Rusia dari tahun 70-an.
Ya, tepat sekali.
Usiamu 54 tahun.
Ya, itu benar.
- Kau seorang duda. - Ya.
Kau percaya adanya Tuhan?
Kalau yang kau maksud adalah orang tua berjanggut
yang hidup di atas awan...
TIDAK.
Baiklah.
Apa yang ingin kau capai dalam kehidupanmu?
Untuk menjadi bahagia. Itu yang utama.
Juga, Aku punya proyek khusus yang cukup serius kukerjakan.
Aku sedang memulai usaha pakaian olah raga milikku sendiri.
Menarik.
Tolong beritahu kami sedikit tentang makanan penutup yang kau pilih.
Kami sudah tidak sabar dan...
sudah banyak mendengarkan.
Oh, ya, Aku sudah memilih Strawberry Charlotte.
Dan katakan pada kami alasan kau memilih Strawberry Charlotte.
Yah, itu adalah kue yang sederhana
dan sangat gampang dibuat.
- Hm... - Apa-apaan?
Dan bahan-bahannya... sangat tidak mahal.
dan itu tidak
menjijikkan untuk disentuh.
- Baiklah. - Ini tidak bagus, cut.
Dennis, mengapa kau terus menggaruk badanmu?
Itu semakin parah dan parah.
Apa, apa?
Kau menggaruk badanmu seperti anjing
selama tiga hari terakhir ini, ada apa?
Oh, bukan apa-apa.
Hanya sedikit ruam, nanti hilang sendiri.
- Ruam karena apa? - Ah!
Kau tahu, Kurasa itu wabah eczema atau semacamnya,
tapi rasanya menyebar di seluruh badan, gatalnya seperti neraka.
Tapi... kau tak bisa melihatnya di kamera, bukan?
Oh, kami bisa melihatnya di kamera, itu menjijikkan.
Bagaimana kau bisa membuat orang ikut memasak?
- Kau seperti penderita lepra! - Aku tidak tahu,
Kurasa itu karena kostumnya.
Kau tahu, Suzy mengganti deterjen yang biasanya dipakai
Kurasa kulitku sensitif
dan aku punya sedikit reaksi terhadap alergi.
Jadi, aku tak tahu, itu saja.
Aku bilang padanya untuk memakai barang lama tapi dia tidak mau.
Ini dia, Aku tidak tahu,
Aku tak suka mengatakannya, tapi itu yang terjadi.
Baik, dengarkan,
kita akan tetap seperti ini sampai selesai.
Kita betul-betul tak punya pilihan, jadi...
Maksudku, pergilah ke dokter. Jangan begini terus.
Ya, ya, Aku janji, Akan kulakukan.
- Yah, baiklah, ayo. - Oke.
Pakai kembali di kepalamu.
Ya. Aku siap.
Kau tahu, aku sedang memikirkan sesuatu.
Bagaimana jika aku menarik tanganmu dari belakang
dengan cara yang baik
begitu aku melihatmu akan menggaruk
dan mungkin aku bisa menahannya dan itu bisa membantu.
Ya, ya, Jacques.
Kau tahu, terima kasih, tapi,
kau cukup fokus saja jadi bintang tamu, Oke?
Aku... ini cukup membingungkan.
Baiklah, ayo kita mulai lagi.
Denis, kapanpun kau siap.
Ya, baik, Aku siap. Baiklah, ayo...
Oke.
Jadi, kue Strawberry Charlotte...
Buat apa benda lengket dari perut binatang itu, Ayah?
Tidak ada.
Itulah mengapa aku membuangnya, Sayang. Aku sudah pernah memberitahumu.
Itu sama untuk semua binatang. Bagian dalamnya tidak berguna.
Ya. Ah!
Reality!
Jangan sentuh itu, Itu menjijikkan.
Sekarang cuci tanganmu kita mau makan.
Baiklah.
Kau ini menyakitkan.
Aku tidak mengganti deterjennya.
Berapa kali aku harus bilang padamu?
Kau tahu aku benar. jangan pikir aku ini bodoh.
Baunya saja beda. Aku tahu baunya dari hari pertama.
Kau betul-betul gila, kau punya masalah serius.
Ya, Aku punya masalah, Akan kutunjukkan.
Kurasa kau tidak menyadarinya! Kau lihat?
Ruam di seluruh tanganku. Ruam di mana-mana.
Maksudku, lihatlah.
Lihat? Gatal sekali hingga aku tidak bisa tidur.
Lihat apa yang diperbuat deterjen sialanmu itu. Mengerti?
Aku seperti dimakan hidup-hidup.
Kau lihat?
Tapi di situ tidak ada ruam.
Apa yang kau bicarakan? Tidak ada apa-apa di situ.
Tidak ada?
Lihat ini. Kau lihat?
Maksudku, seluruh kulitku diselimuti ruam.
Kau melakukannya untuk menghemat sedikit uang
untuk satu pak deterjen.
Dan lihat akibatnya.
Aku bahkan tak bisa memakai T-shirt lagi gara-gara kau.
Semua baik-baik saja?
Ada masalah apa?
Kau tahu masalahnya wanita jalang ini tak mau mendengarkanku
- untuk memakai deterjen lama. - Wanita jalang?
Ya, itu yang kukatakan, ya. Wanita Jalang.
Oke, dengarkan aku, ini sebenarnya sangat sederhana.
Mulai sekarang, kau cuci sendiri kostum bodohmu,
- itu yang kau inginkan? - Tentu, ya. Terserah, baik.
- Ya? - Ya.
Ya?
- Ya. - Baik, semoga berhasil.
Oke baik, Akan kulakukan sendiri.
Bukan masalah.
Hm, oh, ya.
Eh, ada beberapa surat untukmu.
- Utamanya komplain. - Tentang apa?
Yah, tentang kau menggaruk badanmu.
Sepertinya, itu tidak terlihat bagus dan para penggemar tidak senang.
Oke, oke, Aku mengerti. Eh, Aku akan pergi ke dokter.
Hei!
Aku telah berhati-hati untuk tidak merekam tanganmu sebelumnya.
Dan setelah beberapa saat, Aku... Aku punya ide
untuk menyorot wajahmu saja sesering mungkin
dan itu berhasil.
Kita tidak bisa melihatmu menggaruk-garuk lagi.
- Yang perlu kita lihat hanya kepalamu. - Itu bagus.
Tapi, eh, di sana ada tiga kamera lain.
Lupakan saja. Itu ide yang bagus, tapi terima kasih.
Juga, Aku ingin bertanya.
Kau memulainya dari seorang aktor, bukan?
- Tidak, tidak sama sekali. - Tidak. Sial.
Tunggu. Kenapa? Memangnya apa bedanya?
Tidak, Aku hanya berpikir, aku ingin membuat film, eh,
Banyak bagian kosong yang harus aku isi
dan kau kelihatan bagus di kamera, dari dekat, kau tahu,
Aku hanya berpikir untuk menyarankan, tapi kurasa tidak.
- Baik, tidak. - Oke. Tidak masalah.
Aku pergi dulu.
Ya. Sampai jumpa besok.
Mengapa ada kaset video dalam perut babi hutan?
Apa yang kau bicarakan, Sayang?
Yah, Aku melihat ada kaset video sebelumnya,
saat ayah mengosongkan perut binatang itu.
Itu tidak masuk akal.
Ayo makan.
Tapi itu benar. Aku melihatnya.
Tidak. Dengarkan.
Tidak mungkin ada kaset video dalam perut binatang, Sayang.
Itu mustahil.
Reality, sayangku,
dengarkan aku.
Bagaimana mungkin seekor babi hutan menelan kaset video?
Itu terlalu besar, tak bisa masuk ke perut,
itu mustahil.
Yah, mungkin gara-gara itu dia mati.
Dia tercekik saat hendak menelan kaset video itu,
lalu tersangkut di tenggorokannya.
Tidak, dia mati karena aku menembaknya, Sayang.
Dan kalaupun dia menelan kasetnya,
itu pasti sudah hancur saat dia mengunyahnya, mengerti?
Maksudku, dia tidak mungkin menelannya bulat-bulat.
Coba pikirkan itu.
Yah, Aku tidak tahu bagaimana itu terjadi,
tapi aku melihatnya sendiri.
Aku tidak gila.
- Kurasa kau hanya lelah. - Mm.
Ayolah, sekarang saatnya kau pergi tidur.
Ayo sama-sama Ibu.
Ayo.
Pikirkan tentang itu, Sayang.
"Setelah makan malam bersama orang tuanya"
gadis kecil menggosok giginya dalam keheningan
memandang wajahnya sendiri di cermin
"memikirkan kembali harinya."
"Dia memakai piyama kesukaannya"
pergi ke tempat tidurnya yang nyaman
meyakinkan diri kalau telah melihat kaset
yang keluar dari perut babi hutan.
"Malam itu si gadis kecil mengalami mimpi buruk yang lucu."
Itu saja.
Aku suka buku ini.
Aku tahu.
Sekarang waktunya tidur.
Sudah larut malam.
Selamat tidur.
Aku melihat kaset itu.
Tn. Marshall bilang bahwa Anda terlalu lama merekam satu adegan.
itu bisa menambah biaya.
Beritahu dia kalau merekam anak-anak perlu cara yang khusus.
Reality baru 7 tahun,
ini pengalaman pertamanya bermain film.
Aku harus beradaptasi dengan iramanya.
No comments yet. Be the first to leave one.