127 ensimmäistä riviä.
Sebuah dunia… Ya!
Dunia bagi kalian yang mencari kebebasan
membentang tepat di depan mata kalian.
Jika impian tanpa akhir adalah pemandu kalian,
lampaui impian itu, di bawah bendera keyakinan kalian!
"Pasien Pertama! Kisah Rahasia Bola Ranburu."
Aku tak bisa bernapas.
Hentikan! Matsuge!
Semuanya! Bangun!
Selamat pagi, Nami.
Mau berikan ciuman pagi penuh gairah?
Berengsek! Jangan tunjukkan ekspresi menjijikkan itu!
Itulah yang mau kukatakan!
- Berengsek kau! - Pulau! Ada pulau!
Apa? Pulau?
Pulau!
Pulau? Di mana?
Di sana.
Apa ada monster di pulau ini? Aku suka yang besar dan kuat.
Jangan diinjak.
Jangan menginjak nyawaku.
Tampaknya tak ada yang mencurigakan,
dan sepertinya ini pulau kecil.
Lihat, Nami!
Ini sempurna untuk membuat makanan tahan lama!
Tampaknya ada banyak di pulau ini!
Begitu?
Kita harus cari sebanyaknya dan muati ke kapal.
Sepertinya banyak tanaman lain yang bisa dipakai untuk makanan.
Pulau ini tampaknya cukup menyenangkan bagi juru masak.
Baik. Kau cari semua yang bisa dipakai sebagai sumber makanan.
Yang lainnya, ini.
- Apa ini? - Undian?
Tiga orang yang mengambil batang terpendek
harus mengumpulkan ini seharian.
Yang mengambil batang terpanjang akan tetap di sini dan menjaga kapal.
Kenapa kau yang mengatur kami?
Mundurlah.
Aku bukan kapten, tapi siapa lagi yang mau melakukannya?
Lihat! Semuanya pendek.
Kenapa kau ambil ketiganya?
Yang ambil paling banyak menang, 'kan?
Kau pikir kapal ini punya kapten yang bisa mengatur?
Bukan kami.
Apa aku sehebat itu?
Jelas bukan kau!
Kuambil yang terpanjang. Jadi, aku yang jaga kapal?
Ya. Tolong jaga kapalnya, Chopper.
Cepat! Ayo pergi! Banyak buah yang harus diambil!
Kau ikut kami, 'kan, Nami?
Tidak. Kalian kumpulkan persediaan, aku akan mengukur pulau ini.
Aku mau memasukkannya di peta laut. Ayo mulai bekerja!
Sampai jumpa! Hati-hati! Selamat bergembira!
Kau juga! Jaga kapalnya!
Yang mengumpulkan paling banyak menang!
Merepotkan.
Kenapa kita harus menuruti wanita itu?
Aku akan pergi! Mengukur!
Ceria sekali Nami saat membawa alat ukur di punggungnya!
Nami! Kau cantik!
- Mellorine! - Berhenti bicara konyol dan kemari!
Aku akan sendirian hari ini.
Saat tak ada orang, kapal ini tampak sangat besar.
Dengar, Semuanya!
Hari ini, aku pemimpin Going Merry! Panggil aku Kapten Chopper!
Hei, Semuanya! Lihat kemari!
Luffy! Jangan makan makanan orang lain!
Usopp! Kerja lebih keras!
Sanji! Siapkan makanan spesial untukku!
Hidup, Kapten Chopper! Hidup!
Sudah berapa lama kau di sana?
Begitu pendiam. Sangat licik!
Dengar! Aku masih tak percaya padamu.
Kau Agen Utama Baroque Works.
Kau berengsek, kejam, juga bodoh!
Aku tak akan menerimamu. Walau Luffy menerimamu sebagai teman,
aku tak akan bicara denganmu!
Keahlian spesialnya adalah pembunuhan, benar?
Kudengar dia juga sangat cerdas.
Aku harus hati-hati.
Benar juga, aku tidur setelah membuat sepuluh Bola Ranburu semalam.
Akan kuhabiskan seharian ini membuat sepuluh lagi!
Bola Ranburu. Aku harus membuatnya selagi bisa,
karena tak tahu kapan akan bertemu musuh.
Tapi…
ini mengingatkanku pada saat Bola Ranburu diciptakan.
Doctorine tak akan tahu jika ini berkurang sedikit demi sedikit, 'kan?
Dia selalu mencampur ini dan ini, benar?
Atau yang ini?
Dia tak memasukkan ini, 'kan?
Chopper! Kau tahu di mana botol obatku?
Isinya obat penting. Semuanya obat berharga dan langka.
Tak kau pakai untuk main-main, 'kan?
Chopper!
Aku dimarahi habis-habisan oleh Doctorine saat itu.
KOPI
Aku mau tahu kabar Doctorine sekarang. Aku akan tulis surat padanya.
Itu disebut Bola Ranburu?
Apa kau berusaha mengetahui rahasia
Bola Ranburu, lalu membunuhku?
Tak akan bisa. Aku tak akan dikalahkan oleh orang sepertimu!
Ranburu!
Gado Pointo!
Hebi Pointo!
Janpingu Pointo!
Hon Pointo!
Kau lihat kekuatan Bola Ranburu?
Kau bukan tandingan Bola Ranburu!
Aku bisa menemukan titik kelemahanmu!
Buren Pointo!
Sukopu!
Titik kelemahan!
Mana titik kelemahannya?
Apa yang kau anggap lucu?
Jangan takut. Aku tak akan menyakitimu.
Hentikan!
Berhenti menggelitik aku!
- Hentikan! - Kau lucu sekali!
Aku menyukaimu.
Lucu?
Yang benar saja! Walau kau menyukaiku,
itu tak membuatku bahagia! Tak mungkin aku bahagia!
Kau tak bisa menipuku!
Kalau begitu, haruskah kita pergi?
Kita harus mengisi air yang kau buang, 'kan?
Aku mau minum kopi di dek.
Sambil membaca.
No comments yet. Be the first to leave one.