200 ensimmäistä riviä.
"Rata-rata IGD mengalami Kode Hitam lima kali per tahun."
"RS Angels Memorial di LA mengalami Kode Hitam 300 kali per tahun."
Kubilang aku tak mau disuntik! Kau dengar aku? Tidak berarti tidak!
Pria tak mempunyai keahlian menghadapi anak-anak.
Jadi, apa pendapat semua orang tentang dr. Guthrie, Jr?
Dia tampan.
Kenapa? Dia memang tampan.
Kau pernah bertemu dengannya sebelumnya?
Guthrie pernah menyebutkan namanya beberapa kali.
Belum pernah bertemu dengannya, tapi katanya dia ahli bedah hebat.
Kedua dr. Guthrie kita agak misterius, bukan?
- Jangan menusukku dengan itu! - Sobat kecil...
...kita hanya akan menghitung sampai tiga dan semuanya selesai.
Semuanya selesai sekarang, Sobat kecil.
Kau tahu? Ini hanya sakit sedikit...
...dan sebelum kau menyadarinya, rasa sakitnya akan menghilang.
Umurku bukan lima tahun, umurku 11 tahun.
Itu namanya French Drop. Koinnya ada di tanganmu yang satu lagi.
Semoga berhasil dengan pemanasan global, Nak.
- Dia boleh menyuntikku. - Serius? Kenapa dia?
- Bokongnya. - Hei!
- Baiklah, siapa selanjutnya? - Ada apa dengan batu ginjal itu?
Empat unit morfin dan dia boleh pergi.
- Kau mencarikan taksi untuknya? - Aku tidak melakukan itu.
Hari-hariku sebagai pramutama bar sudah berakhir.
Pramutama bar? Apakah kau hebat dalam hal itu?
Wiski murni. Moscow Mule.
- Apa yang kita bicarakan? - Chocolatini.
Saat itu jam diskon, Mario.
Bocah 11 tahun itu baru saja mencoba mengintip dari kerah bajuku.
Sulit menjadi pria. Hanya itu yang kami pikirkan.
Vodka martini. Hanya agak kotor.
- Bagaimana dengan dr. Hudson? - Bir, karbohidrat rendah.
- Panggilkan taksi untuknya. - Malaya.
- dr. Niven, kau kembali! - Hai, Mama.
Tarik napas.
- Hai, Malaya. - Kau hamil.
Apakah dia anakku?
Setidaknya kau memiliki selera humor tentang ini.
Bagaimana ini terjadi?
Aku juga sangat senang bertemu denganmu, Malaya.
Kenapa kau ada di sini?
Aku kesakitan beberapa pekan lalu, setelah yoga.
Kupikir ada robekan di subskapularis.
Kubalut dengan perban khusus. Seharusnya sekarang sudah sembuh.
Mungkin ada retakan di dekat kepala humerus.
- Kau mungkin benar. - Aku memang benar.
Aku menginginkan MRI untuk memastikannya.
Tak ada MRI di West Harbor?
Aku tak mau dipindai di RS tempat aku bekerja.
Departemen Radiologinya seperti tabloid gosip.
Jadi kau datang ke IGD Angels di malam hari?
- Aku harus percaya... - Aku datang karena kupikir...
- ...kau bisa dijadikan teman. - Kau tak ingin berteman, ingat?
"Aku perlu menemukan diriku dan hidup sendiri"...
...yang berarti kau sangat perlu...
Malaya, aku hanya perlu mengetahui apa ini!
Baiklah. Mungkin ini membutuhkan beberapa jam.
Kupikir mereka tak boleh menggunakan sirene di pintu.
Memang tak boleh.
- Pengiriman anggota geng? - Seharusnya tak terdengar sirene.
Polisi terluka! Sarung tangan, brankar! Cepat! Sekarang!
- Tom? - Leanne, rekanku tertembak.
Dia berdarah banyak sekali, kau harus menolongnya.
- Tarik penumpangnya, Leanne. - Pelurunya menembus radio.
Aku bahkan tak bisa melaporkannya.
Kau juga tertembak, Tom. dr. Leighton, sebelah sini!
Anggota geng tiba-tiba mendekati kami.
- Kami tak pernah melihatnya. - Opsir, bisa sebutkan namamu?
Kepalanya terluka. Tapi tampaknya hanya terserempet.
Aku tahu dia kena! Aku menembaknya. Dia tertembak. Dia kena.
Tom, dengar! Kau harus mengizinkanku mengobatimu.
Kau harus tenang dan aku akan menolongmu.
Barnes. Scott Barnes.
Baiklah, Scott, kami akan mengeluarkanmu dari sini.
- Ayo! - Baiklah.
Aku baik-baik saja. Tolong sajalah Scott.
- Berbaringlah. - Aku baik-baik saja!
- Tolonglah dia! - Tom, berhenti!
Kami akan mengobati rekanmu. Kami akan mengobatimu. Mengerti?
Scotty, bertahanlah! Kau akan baik-baik saja.
Kau dengar aku? Scott, kau baik-baik saja.
- Mereka akan mengobatimu. - Baiklah. Ayojalan.
Kau akan baik-baik saja. Scott, kau akan baik-baik saja.
Pria 42 tahun. Luka tembak di kaki proksimal.
Luka kering, tak ada pendarahan.
Rontgen dada, panggul, dan kaki kanannya.
Scott, kau dengar aku?
Beri tahu para sherrif. Tugaskan petugas keamanan di semua pintu.
- Apa? - Para anggota geng datang...
- ...sebelum mereka saling bunuh. - Mereka polisi.
Tak ada luka tembus.
Malaya, masukkan jarimu ke luka itu.
- Kenapa dia tidak bicara? - Tom, berhentilah bergerak.
Siap untuk rontgen? Celemek?
Angus, celemek! Sekarang!
- Kau akan berterima kasih nanti. - Siap.
ltu dia. Peluru menghancurkan tulang pahanya. ltu petunjukmu.
- Periksa denyut distal. - Dokter! Dia bangun!
- Scott, bicaralah kepadaku! - Tom, berhentilah bergerak.
dr. Pineda, jelaskan kepada Opsir Moreno apa dampak peluru itu.
Peluru itu mengirimkan gelombang syok hidrostatik...
...yang kemungkinan besar menimbulkan kerusakan organ...
...tapi juga melepaskan adrenalin dan endorfin...
...yang menyembunyikan kerusakan itu darimu.
Juga dari kami.
Mungkin lukamu lebih parah daripada yang kau sadari.
Jadi, tenanglah dan biarkan kami bekerja.
Tekanan darah stabil, 110/90.
Dua luka peluru dan tekanan darahnya normal? Kau pahlawan super.
Perlengkapan trauma, foto polos dan dada.
Mario, Christa, tolong tutup luka di kulit kepala itu.
- Denyut distal lemah. - Tetap di sini, Sobat!
Kau bersamaku, Scott? Bicaralah kepadaku.
Tom, kakimu retak. Kita perlu menahannya sekarang.
Tekanan darahnya menurun dengan cepat.
Apa yang terjadi kepadanya?
- Kami sedang merawatnya. - Tubuh yang masih muda...
...lebih bisa mengelola kehilangan darah...
...terkadang sampai kerusakan mereka sendiri.
Tekanan darahnya adalah khayalan.
Seperti Ferrari melaju cepat mengandalkan uap.
Dengan kecepatan 193 km/jam, lalu berhenti.
- Angus, ambil bidainya. Sekarang! - Empat liter salin normal.
Level satu lagi, enam kantung darah lagi.
Dia stabil. Ayo pindahkan dia.
- Naikkan. - Scott.
Butuh salin. Terima kasih.
- Apa itu? - ltu bukan anggota geng.
Kami akan mengurus yang ini. Malaya, lihatlah apa itu.
Anakku menembak dirinya sendiri!
Serahkan dia kepadaku. Tuan, biarkan kami menolongnya.
- Biarkan kami menanganinya. - Anakku.
- Aku akan menanganinya. - Tolong anakku.
dr. Pineda, aku membutuhkan bantuan.
- Victor! - Risa, hubungi ruang operasi.
Suruh seseorang kemari sekarang!
Tekanan darah 80/60, denyut 110, kadar saturasi oksigen 93 persen.
Terlalu banyak darah. Tolong, pengisap.
Bagian bedah sudah datang.
Jesse, kasus ini tak cocok untuk Cole.
- Baiklah. Kau ingin aku untuk... - Ada apa?
Ada yang bisa menceritakan apa yang terjadi kepadaku?
Luka tembak. Menembus platisma, hematoma di leher.
dr. Pineda, kau sudah memasukkan selangnya?
Aku sedang berusaha. Hematomanya meluas.
Terjadi dengan sendirinya?
dr. Guthrie, aku tak bisa memasukkannya.
Baiklah, kita perlu menyedot hematomanya.
Dia bisa melakukannya. Kau tak perlu berada di sini.
Tidak, perhatikan dan pelajari. Bersiaplah.
Begitu ini dikeringkan, waktunya cukup untuk masukkan selang.
Victor! Bagaimana keadaannya?
- Kau tak boleh ada di sini, Tuan. - Dia anakku! Bagaimana keadaannya?
- Tuan, kumohon. - Anakku!
- Bawa dia pergi dari sini! - Aku bisa!
- Kau baik-baik saja? - Ya.
- ltu darah dari arteri. - Sial.
Lubang di arterinya pasti besar. Kita harus membedahnya.
- Siapkan krikotirotomi. - Tidak, pisau nomor 10.
dr. Guthrie, gunting benangnya?
Benangnya. Sekarang.
Dia siap. lntubasi dia.
Kerja yang bagus, Dokter.
Tidak cukup bagus. Pupilnya berhenti.
Tak ada respons motorik. Dia mengalami mati otak.
Ayahnya ada di ruang keluarga.
dr. Guthrie? Aku akan memberitahunya.
- Kau? - Aku pernah telepon orang tua.
Menelepon orang tua untuk datang tidak sama dengan ini, Malaya.
Benar-benar tidak sama.
Dia harus melakukannya suatu hari nanti. Akan kutemani.
Jangan libatkan emosimu dalam hal ini.
lni akan terasa blakblakan...
...tapi kejelasanlah yang mereka butuhkan.
Anak itu sekuat kuda.
Dia salah satu yang tercepat...
...dalam balapan dari Baker ke Vegas tahun ini.
Kalau aku menjadi dia, akan kupajang di papan tanda Hollywood.
Dia mempunyai keluarga di Austin. Apakah kau...
- Mereka telah dihubungi. - Baiklah.
Pria itu tiba-tiba muncul, Leanne.
Kami sedang duduk di mobil kami dan...
Kau mendengar sesuatu tentang dia? Tentang si penembak?
- Tidak. - Karena aku menembaknya.
Aku yakin. Aku benar-benar menembaknya.
Dia pasti sudah mati sekarang. Pasti sudah mati.
Rekannya sedang dijahit.
Dia nyaris kehabisan darah, tapi kami bisa menstabilkan kondisinya.
Temanmu menyelamatkan nyawanya dengan segera datang kemari.
- ltulah yang dia lakukan. - Bagaimana kau mengenalnya?
Dia teman keluarga.
Baiklah.
Mungkin sebaiknya kita bawa rekan Tom ke sini, ke sebelahnya.
Tentu. Aku akan mengurusnya.
Pegang stetoskopmu, agar ada yang menyibukkan tanganmu.
Tatap matanya sampai kau selesai bicara.
Jangan menatapku, hal itu akan membuatmu terlihat tidak yakin.
Tn. Jasso, kami sudah berusaha semampu kami.
- Tapi cederanya terlalu parah. - Tidak.
No comments yet. Be the first to leave one.