200 ensimmäistä riviä.
m 0 0 l 0 0 l 0 0 l 0 -1 l 1500 0 l 1500 120 l 1 l 0 120 l -1 -1
Translate and Timing by: Why_Hyde member of IDFL.US Subscrew
MURAL Lukisan Dinding Rating: Dewasa
Jangan lari!
Tolong!
Tolong!
Tolong!
Tolong! Tolong!
Biksu, tolong aku!
Berhenti!
Masih mau lari?
Ada apa ini?
Biksu, tolong aku!
Biksu, dia pencuri!
Dia punya pedang, tanganku terikat,
Ini untuk menjaga diri. Dia pencuri.
Dia pencuri? Tapi kaulah yang pegang pedang.
Ini pedang miliknya!
Tidak boleh bertengkar di dalam kuil.
Aku biksu Budong!
Jadi kumohon tenanglah,
Apa kalian lapar?
Aku akan mengambil makanan, lalu kita lihat apa yang akan terjadi.
Pedang ini sangat berguna!
Pedang ini sangat berguna, boleh aku meminjamnya?
Terima kasih, terima kasih!
Oh!
Kapan kau beli bakpau ini?
Dua hari yang lalu.
Bagaimana kalian tahu kalau aku akan merampokmu?
Orang bisa dinilai dari pikirannya. Pikiranmu tertulis di wajahmu!
Aku pikir kau pun bukan orang yang jujur.
Bagaimana kau bisa tahu apa yang akan aku lakukan?
Majikanku orang yang bijak.
Sebentar lagi dia akan menjadi pejabat pemerintah!
Kalau dia jadi pejabat, pasti jadi pejabat korup!
Majikan dan pelayan sama saja.
Kau....
Kalau dia bilang kau seperti aku itu berarti sebuah pujian. Biarkan dia!
Kau... Kau!
Kumohon berkahi majikanku agar dia menjadi pejabat tinggi.
Ini untuk majikanku.
Dan berkahi aku agar selalu dilimpahi makanan dan minuman.
Ini dariku.
Tuan, kemarilah coba lihat ini.
Banyak lukisan wanita cantik di dinding.
Bidadari dari kayangan.
Kenapa kau terlihat heran?
Mereka itu cuma wanita.
Tidak mengapa kau tidak dapat isteri asal kau jadi orang yang jujur.
Sudah berapa kali aku bilang begitu?
Tuan pernah bilang apa?
Seorang pria harus...
membangun karakter yang baik untuk dirinya,
menjaga keluarganya,
kemudian negaranya.
Secepatnya memberi kedamaian kepada dunia.
Dunia akan menjadi damai!
Damai! Damai!
Sudah kau lakukan?
Aku khawatir aku tidak akan sanggup melakukannya.
Dan kau malah memikirkan wanita?
Kau belum pantas berkeluarga.
Hei, kenapa kau makan makanan kami?
Apa kau baik-baik saja?
Aku takut gelap.
Takut gelap?
Baguslah.
Itu artinya kau bukan hantu.
Apa kau tahu kita ada dimana?
Aku tidak tahu.
Di depan sana aku melihat cahaya, kita kesana.
Kau jalan duluan. Aku akan terangi jalannya.
Kau tidak apa-apa?
Ak-aku baik-baik saja!
Mungkin sebaiknya aku jalan di depan jadi kau bisa pegang lengan bajuku.
Lebih aman begitu.
Bagaimana?
Ayo!
Kita ada dimana?
Kau tidak boleh ada disini. Cepat, kembali!
Aku pikir kau tidak tahu kita berada dimana.
Waktu di gua, aku memang tidak tahu.
Tapi aku tahu tempat ini.
Memang kita berada dimana?
Tempat di mana "manusia" tidak diijinkan masuk.
Laki-laki, laki-laki tidak boleh ke tempat ini.
Hah!
Apa yang terjadi? Guanya menghilang.
Ikut denganku! Ikut denganku!
Ikuti aku!
Ayo, cepat!
Hei, kembali, kembali!
Kemana?
Cepat, cepat!
Kalian sedang bermain apa?
Dingxiang, kau lihat Mudan?
Mudan? Bukannya dia bersamamu?
Tidak.
Kenapa di sini banyak orang?
Apa yang mereka lakukan?
Diam, jangan bicara!
Berjalanlah menyusuri koridor lalu jalanlah terus ke arah barat.
Di barat sana ada apa?
Di sana ada desa. Kau tunggu di sana dulu!
Apa kau nanti akan kesana juga?
Iya... Pergi sana!
Boleh aku tahu namamu?
Mudan.
Mudan?
Pergi sana, cepat!
Selamat tinggal.
Cepat!
- Ruixiang? - Hadir!
- Haitang? - Hadir!
Yunmei?
Yunmei?
Hadir.
- Dingxiang? - Hadir!
- Shuixian? - Hadir!
- Yaqin? - Hadir!
- Cuizhu? - Hadir!
- Mudan? - Hadir!
Tunggu!
Mudan?
Hadir!
Kemana saja kau?
Aku terlambat. Silahkan hukum aku!
Aku tidak bilang akan menghukummu. Kau dari mana?
Kau tidak pernah berbohong. Jadi, jawab aku
Laki-laki? Kenapa ada laki-laki di sini? Aku tidak tahu! Bagaimana dia bisa masuk?
Maaf kelancanganku.
Aku lupa memperkenalkan diri.
Namaku Zhu Xiaolian.
Yang mulia tiba!
Tetap disitu!
Yang mulia terlihat sangat cantik hari ini.
Apa aku terlihat cantik hari ini?
Cantik!
Apakah penampilanku sempurna hari ini?
Sempurna!
Shaoyao, katakan padaku bagian mana dariku yang paling cantik hari ini?
Dandanan Yang mulia terlihat bercahaya dan elegan.
Cahaya mata Yang mulia mampu menerangi hari.
Bau aneh apa ini?
Ini bau laki-laki!
Apa kalian melihat seorang laki-laki?
Apa kau melihatnya?
Keluarlah!
Apa yang terjadi?
Monster?
Apa yang harus kita lakukan?
Cuizhu, bawa dia!
Kemana?
Apa yang kau lakukan?
Turunkan aku!
Ayo!
Diam disitu dan tunggu kami!
Kau mau kemana? Tempat apa ini?
Lantai berapa ini?
Aku datang hanya untuk melihat temanku.
Kalian tidak perlu gelisah begitu.
Aku sangat gelisah!
Bagaimana monster sepertimu...
bisa berteman dengan seorang bidadari!
Kami saling mencintai.
Jatuh cinta?
Sepertinya kau sangat mencintainya...
sampai-sampai kau mempertaruhkan nyawamu untuk menemunya.
Kami saling mencintai dan kau tidak bisa menghentikan kami.
Siapa yang telah jatuh cinta kepadamu?
Siapa yang telah jatuh cinta kepadamu?
Cinta itu tiada artinya untuk orang yang mati.
Sekarang, siapa yang hatinya sakit?
Laki-laki menganggap "Cinta" itu hanya mainan.
Tidak ada maksud yang lain selain menyakiti wanita.
Makanya aku tidak pernah mengijinkan kalian.
Aku yang berkuasa atas segalanya disini!
Aku tidak akan mengajari kalian hari ini.
Suasana hatiku sedang buruk.
Dimana dia?
Iya.
Dimana dia berada?
Bukankah kau membawa dia kemari?
Tadi dia di dalam sini!
Laki-laki itu temanmu, kan?
Yang mana?
Yang berbicara denganmu?
Aku sedang membicarakan monster batu itu.
Laporkan saja ke Ratu!
Mana laki-laki itu? Mana laki-laki itu?
- Dimana dia? - Dimana dia?
Katakan, dimana dia?
Tadi dia disini, tapi sekarang menghilang.
Bukan monster lagi, kan?
Tentu saja bukan! Dia sangat kikuk.
Hah... jadi dia menghilang?
Sayang sekali. Padahal dia lumayan tampan.
Kenapa kau kecewa? Belum tentu dia menyukaimu.
Kau bukan laki-laki!
No comments yet. Be the first to leave one.