Agatha Christie's Poirot

Agatha Christie's Poirot

Lataa Indonesian -tekstitys

Kausi 12

Julkaisutiedot

Poirot S12E02 Three Act Tragedy 2010 720p BluRay HDCLUB
Kommentaari xtalplanet

Tunnisteet

BluRay
720p
720
HD
Julkaistu: 2012-03-20
Lataukset: 72
Kuulovammaisille: Yes

Indonesian tekstityksen esikatselu

200 ensimmäistä riviä.

Apa itu? / Ini disebut jangkar. Mengejutkan sekali.

Halo. Berhasil menemukan jalan?

Halo! / Charlie!

Poirot! Kau telah tiba!

Terima kasih.

Kuduga kau berbisnis hiburan juga.

Bukan, aku hanya penonton.

Pernah kemari sebelumnya? / Belum.

Aku diperkenalkan dengan Tn. Charles sewaktu di pesta jembatan.

Bertahun-tahun yang lalu.

Kau juga telah lama mengenalnya?

Ya. Kami sama-sama di Oxford.

Menurutmu kenapa dia harus pensiun?

Menurutku ia sudah tua. Begitu pendapatku.

Tollie! Selamat Datang! Senang bertemu denganmu!

Poirot. / Charles sayangku.

Aku senang akhirnya kalian berkumpul.

Dua teman terbaikku di dunia.

Selamat siang, Tn. Charles. Tuan-tuan.

Ini menu makan malamnya.

Sebelum berlayar ada balap mobil, ingat?

Aku ingat.

Apa selanjutnya? Balon udara panas? / Hm!

Jika kau tak keberatan, Tn. Charles

ide yang bagus kalau aku makan malam denganmu hari ini.

Yah, itu pasti menyenangkan.

Jika jumlah pria dan wanita di meja

tidak ganjil, aku senang kau setuju.

Tuan-tuan.

Orang yang luar biasa. Sudah berapa lama kau memilikinya?

Enam tahun. Di London, kemudian di sini. Berjalan seperti jarum jam.

Tapi sekarang wanita itu ingin pergi.

Ingin pergi? Mengapa?

Ia mengaku ibunya bukan ibu kandungnya. Kedengaran aneh bagiku.

Aku akan terkejut jika Nona Milray punya orang tua biologis.

Terima kasih atas undangannya.

Ini tempat yang paling indah.

Tolong beritahu aku, siapa tamu-tamu yang lain?

Benar, Charlie, siapa pemeran utama drama ini?

Pemeran utama? / Hm.

Baiklah.

Kapten dan Nyonya Dacres dari London.

Cynthia, pada kenyataannya, Ambrosine dari Bond Street.

Bukannya penjahit yang begitu periang?

Begitulah.

Whilst Dacres, seorang pengemudi

yang sangat fanatik dengan balap.

Siapa lagi?

Juga dari London,

adalah pemeran drama pendatang, Anthony Astor.

Indahnya.

Apakah mereka tahu siapa saja yang akan datang?

Mereka tak tahu.

Wanita awam untuk malam ini adalah...,

Nona Lytton Gore.

Egg Lytton Gore?

Ditemani ibunya, Nyonya Mary. Artikel asli.

Pemuliaan yang panjang, kekurangan uang.

Lalu ada Babbingtons.

Tidak begitu penting perannya. Namun tuntutan protokol dan sebagainya.

Aku menghadirkan pendeta.

Kemudian yang terakhir,

petasan muda, Oliver Manders.

Penjahat? / Anggap saja dia sedikit nakal.

Disertai dengan lonceng dibahunya.

Dia tak akan pergi kemanapun tanpa itu.

Dan itulah pemainku.

Tapi kita tak boleh lupa Nona Milray,

karena ia juga bergabung dengan kita.

Bagaimana bisa lupa Nona Milray? Momok pada pesta!

Ini Kapten Dacres

dan sicantik Cynthia Dacres.

Bertahun-tahun aku mengagumi kreasimu, nyonya.

Begitu hebatnya dirimu.

Ada acara minum-minum, nak?

Aku baru saja mencampur beberapa jenis koktail.

Saat yang lain tiba.

Ada tips untuk Goodwood, Dacres? Kudengar kau pria tangguh.

Apalagi yang kau tahu?

Maaf? / Apalagi yang dikatakannya padamu?

Siapa? Pria itu? / Wanita itu.

Aku tak malu dengan profesiku. Sedikitpun tidak.

Mungkin memang milikku dan sebagainya

yang anggarannya tidak membengkak,

namun jika ada wanita yang sesat, cukup menikahi salah satunya,

seperti kata mereka, itu tujuannya.

Nyonya, siapa wanita itu?

Oh, itu Anthony Astor.

Si penulis drama.

Nama aslinya adalah Wills Muriel.

Ini dia penduduk setempat.

Oh, kau rupanya.

Selamat malam. / Pendeta.

Masuklah. Minum.

Baiklah.

Ini nyonya Lytton Gore, ya?

Yang menyebut dirinya si anggun?

Egg (telur) / Ah.

Jangan tanya mengapa.

Direbus, aku suka berpikir begitu.

Minum koktail, Egg.

Bersulang.

Kuakui, Tn. Charles, kau mengenal banyak orang berpengaruh.

Orang adalah orang. Aku bukan politikus.

Oliver juga bukan politikus.

Dia cuma sekali pergi ke East End, karena salah menuju "Jalan ke Damaskus".

Kalian pasti tahu seperti apa rendah diri itu.

Sopan sedikit.

Tak apa. Aku bisa mengurus diriku sendiri.

Tidak.

Nyonya? / Apakah aku kurang ajar?

Ayolah ibu. Tunjukkan pada Tn. Manders kalau kita tidak

tertindas pada kaki besi kapitalisme.

Aku ingin satu kalau isteriku mengizinkan.

Boleh aku minum di acara tahunan, sayang?

Dia akan melakukan apa yang dia suka, seperti biasa.

Datang dan bertemulah dengan sahabatku yang seorang detektif.

Detektif asli? / Asli. Golly!

Rasanya sedikit...,

Ini koktail, Stephen, bukan minuman ringan.

Oh! Tn. Babbington!

Stephen! / Apa dia sakit?

Menyingkir.

Stephen, ada apa? / Apa dia baik-baik saja, Tollie?

Bicaralah. Stephen!

Tidak, maaf.

Dia sudah mati. / Apa?!

Stephen!

Stephen, kumohon...,

Apa kau pernah melihat orang mati seperti itu, Tollie?

Aku psikolog. Aku belum pernah melihat orang mati.

Seorang spesialis saraf berusaha keras untuk menjaga pasiennya hidup.

Ada sesuatu di atas sendi. Aku tak bisa meletakkan jariku.

Bagaimana jika dia dibunuh? / Dibunuh?

Siapa yang mau membunuh seorang pendeta tua tidak berbahaya?

Bagaimana kalau ia berbahaya? / Dengar, Charlie,

imajinasimu memang luar biasa, tapi kau harus membiarkan

imajinasimu pergi untuk sejenak!

Dengar, Poirot, kau ahli dalam kejahatan.

Apa menurutmu ada sesuatu tak beres yang terjadi malam ini?

Kami akan mengambil gelas itu, akan kami analisa kimiawinya.

Benarkah? Itu tidak berbahaya. / Menurutmu bagaimana hasilnya?

Yang bisa kulakukan hanya menebak, Tn. Bartholomew.

Dan tebakanku mereka akan menemukan martini yang paling baik kualitasnya.

Meracuni seorang pria dengan segelas koktail

diantara sekian banyak gelas, itu teknik yang mustahil.

Jadi menurutmu bagaimana?

Yang kutahu, Tn. Bartholomew, dia sakit secara tiba-tiba.

Mungkin pemeriksaan akan mengungkapkan penyebabnya, ya?

Tidak ditemukan kecurigaan apapun.

Tak ada jejak racun dalam gelas, tak ada luka atau apapun.

Aku menyimpulkan bahwa kematian Rev Stephen Babbington

ini disebabkan oleh penyebab alamiah.

Penyebab alamiah? Apa-apan itu?

Petugas pasti tidak tahu sama sekali.

Pendeta sudah tua, dan kesehatannya tidak begitu baik.

Dia cuma terkena reumatik. Harusnya ia bertahan sampai usia 90-an.

Kau mengenal Tn. Babbington dengan baik?

Ya.

Dia orang yang menyenangkan, Kristen yang taat, dan tak pernah menyakiti siapapun.

Mereka punya seorang putera. Robin.

Aku berteman baik dengan Robin.

Dan Robin ada di? / Dia...,

ada di India.

Jadi kau pasti paham, seperti apa perasaanku saat ini.

Seandainya itu bukan penyebab alami?

Tak ada apapun dalam gelasnya, kecuali bekas minuman itu.

Sudah dibuktikan. / Memang, namun tetap saja ganjil.

Tn. Babbingtons tidak mempunyai musuh.

Kenapa dia harus mati?

Akan kutemui Tn. Charles dan aku akan bertukar pikiran dengannya.

Dia pasti banyak urusan.

Memang benar, nona. Tapi mungkin tidak untuk...,

Tak apa-apa. Aku suka pria yang banyak urusan.

Itu menunjukkan ia benar-benar penting.

Tidak seperti dia.

Tapi bukankah kalian berteman?

Ya. Dia pergi ke kantor pamannya di Kota, dan...,

Dia menjadi sedikit berminyak, jika kau tahu maksudku.

Dia cuma ingin menjadi sedikit kaya, menurutku aneh,

karena ia selalu bilang ia Komunis.

Tapi kemudian aku tahu, orang-orang mulai menjijikan ketika berurusan dengan uang.

Banyak orang yang menjijikan ketika berurusan dengan banyak hal.

Selamat malam, Poirot.

Aku akan naik kereta api pagi.

Kau akan kembali ke London, tuan?

Tidak. Aku akan ke Yorkshire.

Aku punya klinik swasta di sana.

Kuharap kita bisa bertemu lagi dalam suasana yang menyenangkan.

Kuharap. / Charlie.

Ketika kalian berdua pergi, aku pasti merasa kesepian.

Aku yakin kau akan menemukan perusahaan yang menarik.

Tidak. Aku sudah tua, Tollie.

Rambut mulai tumbuh di telingaku.

Mungkin kalau 15 tahun yang lalu. Tapi sekarang kurasa hanya menipu diri sendiri.

Betapa tabahnya dia.

Aku ingin menjualnya, kurasa.

Begitukah?

Ya, kemudian mungkin kita bisa makan siang di Ritz.

Tidak, aku mau pergi. / Kemana?

Kommentit

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left