Still Up

Still Up

Lataa Indonesian -tekstitys

Kausi 1

Julkaisutiedot

Still Up S01E05 WEB x264-TORRENTGALAXY
Still Up S01E05 720p WEB H264-ETHEL
Still Up S01E05 1080p WEB H264-NHTFS
Kommentaari sash35

Tunnisteet

web
x264
720p
720
1080
Julkaistu: 2023-10-15
Lataukset: 11
Kuulovammaisille: No

Indonesian tekstityksen esikatselu

200 ensimmäistä riviä.

PUKUL 16.58

Kau baik-baik saja?

Ya. Maaf, hanya mengurangi stres.

Kau tahu kemampuanku memakai GPS.

Ya.

Tahu berapa banyak klaim asuransi kecelakaan akibat GPS

tiap tahun di pekerjaanku?

Banyak. Ya, hampir seperempat negeri ini punya GPS.

Maaf, tak boleh bahas kerjaan.

Ini liburan keluarga.

Aku senang kita melakukan ini. Hanya kita bertiga.

Hanya kita bertiga?

Tapi saat kau bilang waktu keluarga, aku...

Di sini! Kami sampai!

- Hei! - Hei.

Kau mengajak orang tuamu.

Maaf. Kau tak keberatan, 'kan?

Tidak, jangan konyol. Tak apa-apa. Ini menyenangkan.

Baguslah. Keluarga Vedge!

Berkumpul!

- Hore! - Hore!

- Ini dia si bintang pop. - Ini dia. Ayo sapa.

- Halo. - Hai, Lisa!

Apa dia baik-baik saja? Dia tampak agak pucat.

Hei, Vedger dan Vedgette.

Selamat datang kembali di saluranku.

Aku Mark Vedge.

Hari ini aku ditemani seorang tamu istimewa.

Belum.

Namanya Russell. Secara hukum, dia ayah tiriku,

tapi bagiku, dia seorang Ayah.

Dan dia sangat kocak!

Hei, Veggiemania. Bagaimana kehidupan seks kalian?

"Kehidupan seks". Tak kusangka dia bilang itu. Kocak.

- Mereka sehati. - Ya.

Seperti sepasang anak.

- Mereka akrab, ya? - Ya. Selalu begitu.

Saat dia masih di SD,

guru Mark bertanya dia mau jadi apa saat besar nanti.

Menurutmu apa jawabannya?

- Usain Bolt? - Jadi ayah tiri.

Serius? Di usia sembilan tahun?

Ya.

Hari ini, kami akan membuka tenda Coleman Meadowood...

- Ya. - ...Air premier... Bisa bantu?

- Beratnya. - Tenda Air premier.

Kami akan mendirikan tendanya nanti sekaligus mengulas Sunshine...

Naik sedikit, Sayang.

Toilet kemah portabel Sunshine berkapasitas 20 liter.

Sedikit bocoran, ini bagus sekali.

Aku sudah tak sabar.

Kita sukses, ya? Dalam hal kekasih.

Kita siap beraksi, ya?

Kita sangat mirip.

Masa?

Caranya menyayangi Poppy. Dia seperti ayah kandungnya.

Ya, Poppy sangat menyayanginya.

Tentu saja, 'kan?

Ya, 'kan?

Ya.

Baik sekali kau dan Mark mengajak kami.

Ya. Tentu saja.

Waktu Mark kecil, kami biasa berkemah di Prancis.

Tempat kecil yang indah.

Languedoc-Roussillon.

Poppy pasti suka.

Usulkanlah itu. Dia pasti senang.

Ya. Mungkin tahun depan.

Languedoc-Roussillon. Ayo. Coba ucapkan.

- Languedo... - Languedoc.

- Languedoc. - Bukan. Languedoc.

Dia pasti akan tahu maksudku.

- Ya, 'kan? - Ayolah.

Hal yang baik pantas dilakukan dengan benar.

- Kita ucapkan sepotong-sepotong, ya? - Oke. Ayo.

- Langue. - Langue.

Bukan, dengar. Langue.

- Langue. - Ya, begitu.

Lalu, ngue.

Ngue.

- Ngue. - Ngue.

Dengar. Ngue.

- Ngue. - Ngue. Ya. Bagus.

Sekarang, doc.

- Doc. - Nah. Aku tahu kau bisa.

- Lanjut. Roussillon. Ya. - Kau tahu?

Aku mau bawa ini karena aku harus kencing.

Bagus, Sayang. Itu harus dipakai

- untuk kuulas nanti. - Tidak, Sayang.

Ayolah. Aku butuh sedikit info. Apakah nyaman?

- Tidak, hentikan! - Apa cepat penuh,

- kena... - Menjijikkan. Tidak, Veggie.

Pemompaan yang bagus.

Siapa aku?

Astaga. Kau benar-benar tidur?

Aku ragu kau angkat telepon.

Kupikir kau mungkin masih agak marah padaku.

Marah soal apa?

Gara-gara aku tak memberitahumu soal Chloe.

Oh, ya. Aku sudah lupa soal itu.

Tapi aku sungguh menyesal.

Ya, aku tahu kau menyesal.

Pukul berapa sekarang?

Baru lewat pukul 21.00.

- Sembilan malam? - Ya.

- Baguslah. Berarti dia sudah pergi. - Siapa?

Tukang. Pemilik bangunan mengganti lantai kamar mandi.

Aku minta warga sini memanggil Rick, Ralph, Ron, atau siapalah itu.

Dia datang pukul 07.00 pagi tadi. Mengerikan sekali.

Kau tahu aku sulit berkomunikasi dengan pria,

terlebih pria yang bisa bertukang.

Kau menonton pertandingan semalam?

Oh, ya. Ya, aku tak akan melewatkan itu.

Ya. Arsenal bermain bagus, bukan?

Oh, ya. Ya.

Mereka pemuda yang seru.

Aku kasihan kepada Salah.

- Memang. - Padahal, bukan offside.

Offside? Tidak.

Dia tak ke pinggir lapangan. Dia jauh dari sana.

- Kau tak menontonnya, ya? - Tidak. Maaf.

Olahraga kontak fisik membuatku takut.

Aku mau...

Jadi, aku lakukan hal logis.

Minum sebotol sirop obat batuk

dan tidur hingga dia pulang.

Sehari yang terbuang sia-sia, ya?

Benar. Bicara soal hari yang terbuang, bagaimana berkemahnya?

Aku bersenang-senang.

Bagaimana? Kau percaya?

Sama sekali tidak.

Jika tak suka berkemah, kenapa kau mau?

Karena Veggie suka itu.

Kupikir bakal menyenangkan, kami bertiga.

Veggie mengajak ibu dan ayahnya.

Seperti apa mereka?

Ayah tirinya baik. Menarik.

Oh, ya? Kalau ibunya?

Christine menyenangkan.

Sangat positif.

Dia orang yang sangat baik

dan aku sangat membencinya.

Apa aku orang jahat, ya?

Sudah kubilang kau berengsek. Orang-orang sudah tahu.

- Apa itu? - Apanya?

Suara kaki.

- Astaga. Seperti di film. - Itu tak mempersempit kemungkinan.

Halo? Ada orang di sana?

- Apa itu? - Entah, aku tak melihat apa pun.

- Astaga! - Kenapa?

Astaga, ada banyak sapi.

Sapi?

Apa sapi menyerang?

Tentu tidak.

Aku tak tahu. Sabar. Biar kucek.

"Apa sapi menyerang?" Oke.

Ya, mereka menyerang dan membunuh.

Apa?

Danny? Danny!

Danny!

- Nanti kutelepon lagi. - Jangan pergi!

Jangan, ini sangat mengerikan...

Halo.

Pada suatu ketika Aku jatuh cinta

Kini aku hancur berkeping-keping

Aku tak berdaya Hatiku sangat hancur

- Halo? - Kau baik-baik saja, Kawan?

Kau masih di sini, ya.

Ya, aku mau melanjutkannya.

Mau kuselesaikan sekaligus jika... Kecuali kau keberatan.

Ya, aku...

Ubin yang bagus.

Seperti ubin kamar mandiku.

Pasanganku yang pilih.

Seleranya selalu bagus.

Pokoknya, ini tinggal sebentar lagi.

Baguslah.

Kau mau secangkir teh?

Ya. Mau sekali, terima kasih.

Hai, Tn. Sapi.

Leese?

- Kau baik-baik saja? - Baik.

Siapa yang kau hindari?

Tak ada, Bodoh. Hanya mau menyendiri.

Dengan sapi-sapi itu?

Ya.

Ya, sapi-sapi ini mendadak muncul.

Seperti orang lain di akhir pekan ini.

Oh, Leese, aku minta maaf. Aku sama sekali tak memikirkannya.

Kehadiran mereka tak jadi masalah, 'kan?

Aku tak bisa menyuruh mereka pergi.

Tentu bukan masalah.

Aku suka Russell.

Dan Christine.

Aku hanya mengira kita akan menghabiskan waktu bersama.

Kita tetap bisa. Mau kupesankan meja di pub bagus tadi?

Besok malam. Hanya kita bertiga.

- Sungguh? - Tentu.

Ayah dan Ibu pasti mau duduk terpisah.

Ya. Oke. Ide bagus.

More Indonesian subtitles for Still Up

Kommentit

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left