The Twilight Saga 1: Twilight

The Twilight Saga 1: Twilight

Lataa Indonesian -tekstitys

Julkaisutiedot

Twilight 2008 1080p BluRay AC3 x264-OFT
Kommentaari Chresna Aditya

Tunnisteet

bluray
Julkaistu: 2026-03-05
Lataukset: 36
Kuulovammaisille: No

Indonesian tekstityksen esikatselu

200 ensimmäistä riviä.

Aku tak pernah memikirkan cara aku akan mati.

Namun, mati menggantikan orang yang kucintai

sepertinya cara yang bagus.

Jadi, aku tak menyesali keputusanku untuk meninggalkan rumah.

Aku akan merindukan Phoenix.

Aku akan merindukan panasnya.

Aku akan rindu ibuku yang penyayang, labil, dan gegabah.

Baiklah.

- Renee, ayo. - Dan suami barunya.

Ayo. Aku sayang kalian. Kita bisa ketinggalan pesawat.

Namun, mereka ingin bepergian, jadi, aku akan habiskan waktu dengan ayahku,

dan ini keputusan yang tepat.

Kurasa begitu.

Di negara bagian Washington, yang sering mendung dan diguyur hujan,

ada kota kecil bernama Forks. Populasinya 3.120 jiwa.

Aku pindah ke sini.

Nama ayahku Charlie. Dia kepala polisi.

Rambutmu lebih panjang.

Kupotong sejak kali terakhir kita bertemu.

Sepertinya tumbuh lagi.

Dahulu, aku kemari selama dua pekan tiap musim panas. Namun, sudah lama tidak.

Ayah sudah kosongkan rak di kamar mandi.

Benar. Satu kamar mandi.

Lampu belajarnya bagus.

Staf penjualan memilihkan seprainya.

Kau suka warna ungu, 'kan?

Ungu bagus. Terima kasih.

Baiklah.

Salah satu sifat terbaik Charlie, dia tak mengawasiku.

Dari jauh, kudengar kalian datang. Senang bertemu dengan kalian.

Bella, kau ingat Billy Black.

- Ya. Kau tampak sehat. - Aku masih menari.

Syukurlah kau akhirnya tiba.

Charlie terus membahasnya sejak kau bilang akan datang.

Jangan melebih-lebihkan. Kugulingkan kau ke lumpur.

Setelah kakimu kutabrak.

- Kau menantang? - Ya. Majulah.

- Hai, aku Jacob. - Hei.

Kita pernah membuat pai lumpur saat masih kecil.

Ya, aku ingat.

Mereka selalu begitu?

- Makin tua, makin kekanak-kanakan. - Baiklah.

- Bagaimana menurutmu? - Soal apa?

- Hadiah kepulanganmu. - Ini?

- Ayah baru membelinya dari Billy. - Ya.

- Aku merakit ulang mesinnya. - Ayolah.

Astaga! Ini sempurna. Kau serius? Maaf.

Sudah kubilang dia akan menyukainya. Aku memahami anak-anak.

Ya, Kawan. Kau ahlinya.

Baiklah.

Injak koplingnya dua kali saat ganti gigi,

- tetapi selain itu, tak ada masalah. - Yang ini?

- Ya, yang itu. - Baiklah.

Mau kuantar ke sekolah?

- Aku bersekolah di reservasi Indian. - Ya, benar.

Sayang sekali. Pasti menyenangkan andai ada yang kukenal.

SMA FORKS MARKAS TIM SPARTANS

Hari pertamaku di sekolah baru. Maret, pertengahan semester.

Bagus.

- Mobilmu bagus. - Terima kasih.

Bagus.

Kau Isabella Swan, siswi baru.

Hai, aku Eric, sumber informasi sekolah ini.

Aku bisa menjadi pemandu tur, teman makan siang, tempat untuk bersandar.

Aku tipe orang yang cenderung pendiam.

Bagus untuk artikelmu.

Jika aku penulisnya, kau masuk koran halaman depan.

Tidak. Kau…

- Tolong jangan… - Tenang. Takkan kumuat.

- Baik, terima kasih. - Senang?

- Baik. Bagus. - Aku saja.

Tengah!

- Pukul! - Dapat.

- Untukmu! - Pukul!

Maaf. Sudah kuberi tahu mereka, jangan mengajakku bermain.

Tak apa-apa. Tidak, aku… Jangan…

- Kau Isabella, 'kan? - Bella saja.

Ya. Hei, aku Mike Newton.

- Salam kenal. - Ya.

- Pukulannya tajam, 'kan? - Ya, itu…

Omong-omong, aku Jessica.

- Kau dari Arizona, 'kan? - Ya.

Bukankah orang dari Arizona biasanya berkulit cokelat?

Ya. Mungkin karena itu aku diusir.

Kau lucu.

Lucu sekali.

- Ayo main lagi, Jess. - Kemari.

Seperti mahakarya,

piramida raksasa ini jatuh dari langit, kemudian…

- Dengan senang hati, Bu. - Kalian bisa tos.

- Mau burrito , Kawan? - Hei, Mikey!

Kenal tetanggaku, Bella?

- Tetanggamu? Ya? Itu… - Ya.

Pacarku.

- Maaf mengacaukan rayuanmu, Mike! - Tyler.

Astaga. Rasanya seperti kelas satu lagi.

Kau murid baru yang disukai.

- Senyum. - Baiklah.

Maaf. Aku butuh foto untuk artikel.

Tak ada artikel, Angela. Jangan diungkit lagi.

- Tak apa-apa, aku hanya… - Akan kubantu, Sayang.

Kurasa kami akan menulis tentang mabuk di kalangan remaja.

Kau bisa menulis artikel tentang penyimpangan perilaku makan.

- Penyumpalan celana di tim renang. - Sebenarnya itu topik yang bagus.

- Kirk, 'kan? - Ya.

Itulah yang kupikirkan.

Kemaluannya terlihat sangat besar.

Mustahil. Dia kurus. Tak masuk akal.

- Benar sekali. - Ya.

Siapa mereka?

Keluarga Cullen.

Mereka anak asuh Dokter dan Bu Cullen.

Mereka pindah kemari dari Alaska beberapa tahun lalu.

- Mereka selalu menyendiri. - Ya, karena mereka bersama.

Selalu bersama-sama.

Gadis berambut pirang bernama Rosalie, dan pria kekar berambut gelap, Emmett.

Mereka pasangan kekasih. Entah apa itu pantas.

- Jess, mereka tak sedarah. - Ya, tetapi mereka tinggal serumah. Aneh.

Dan gadis berambut hitam itu Alice.

Dia sangat aneh dan kekasihnya Jasper, lelaki pirang yang tampak kesakitan.

Dokter Cullen seperti ayah asuh sekaligus makcomblang.

Mungkin aku akan diadopsi.

Siapa dia?

Itu Edward Cullen. Dia tentu saja sangat tampan,

tetapi tampaknya tak ada gadis yang menarik perhatiannya.

Aku juga tak peduli. Jadi, begitulah.

- Serius, jangan buang-buang waktumu. - Aku tak berminat.

- Pak Molina. - Hei, Mike.

Ya. Nona Swan.

Hai.

Mana kertasmu?

Terima kasih. Selamat datang di kelas ini. Ini bukumu.

Ada kursi kosong di sebelah sana, jadi, duduklah.

Yang terakhir. Ikuti saja pelajarannya.

Baiklah, hari ini kita akan mengamati perilaku planaria,

alias cacing pipih. Jadi, kita akan…

…menghidupkannya lagi. Cacing zombi.

Simpan ponsel kalian. Mari kita mulai.

Area tertentu yang lunak. Tolong jangan potong di sini.

Jangan potong di sini. Ini luar biasa.

Mari kita coba berkonsentrasi saat mengamatinya.

Pasti ada tempat kosong. Fisika? Biokimia?

Tidak, semua kelas penuh.

Tunggu sebentar, Sayang. Tampaknya kau harus tetap di kelas biologi.

Baiklah. Aku harus menahannya.

KAFE KORNER

Aku masih terkejut kau sudah dewasa, dan sangat cantik.

Hei, Bella.

Kau ingat aku?

Aku pernah menjadi Sinterklas.

Waylon, dia tak pernah Natal di sini sejak usia empat tahun.

Namun, aku meninggalkan kesan, 'kan?

- Tentu saja - Sinterklas pemberi bir?

Hei, anak-anak suka minuman itu.

Biarkan dia menikmati hamburger vegetariannya, Waylon.

Begitu selesai, aku akan menyajikan kesukaanmu.

Pai beri, ingat? Ayahmu masih memakannya. Setiap Kamis.

Terima kasih. Pasti enak.

Ini.

Terima kasih.

Hei, Sayang. Jika pelatihan musim semi lancar,

kami bisa pindah ke Florida.

Tolong masukkan 1,25 dolar untuk tiga menit lagi.

- Bu, di mana ponselmu? - Baik, jangan tertawa.

Kabel pengecas Ibu tak hilang. Ia kabur. Menjerit.

- Ibu kini menolak teknologi. - Aku merindukan Ibu.

Sayang, Ibu juga merindukanmu. Ceritakan lagi tentang sekolahmu.

Seperti apa murid-muridnya? Ada pria yang tampan?

Apa mereka bersikap ramah padamu?

Mereka semua sangat ramah.

- Ceritakan semuanya. - Itu tak penting.

- Ya, penting, Sayang. - Aku harus mengerjakan PR.

Nanti kita bicara lagi.

- Baiklah. Ibu menyayangimu. - Aku juga sayang Ibu.

Aku berencana mengonfrontasinya dan menanyakan apa masalahnya.

Namun, dia tak datang.

Bella!

Dan keesokan harinya, dia juga tak masuk.

Beberapa hari berlalu. Keadaan menjadi agak janggal.

- Kau tak apa? - Aku baik-baik saja.

Es memperparah masalah keseimbanganku.

Ya. Sebab itulah, ayah mengganti ban truknya.

Ban yang lama sudah botak.

Ayah pulang agak malam. Ayah harus ke Wilayah Mason.

Petugas keamanan di Grisham Mill dibunuh semacam hewan.

Hewan?

Ini bukan di Phoenix, Bells.

- Intinya, ayah berniat membantu. - Hati-hati.

Selalu.

- Terima kasih bannya. - Ya.

SMA FORKS MARKAS TIM SPARTANS

Komisi pesta dansa urusan perempuan, tetapi harus kuliput untuk koran,

dan pria diminta memilih musik, jadi, berikan daftar lagumu.

Hei, dengar, aku ingin tahu apa kau sudah punya pasangan untuk…

Apa kabar, Arizona? Apa?

Kau suka hujannya? Sebaiknya biasakan dirimu.

- Ya, Mike, kau manis sekali. - Memang…

- Sangat mengagumkan. - Kenapa kau mengganggu strategiku?

Biarkan kumainkan strategiku.

Ya, baiklah. Kau main apa? T-Ball?

More Indonesian subtitles for The Twilight Saga 1: Twilight

Kommentit

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left