200 ensimmäistä riviä.
Kode Hitam: Pasien terlalu banyak hingga rumah sakit kekurangan daya.
Rata-rata IGD mengalami kode hitam lima kali dalam setahun.
RS Angels di LA mengalaminya 300 kali setahun.
Sayangnya, doa orang baik di Los Angeles
telah dijawab dan kini sedang hujan,
dan tak ada yang membawa orang bertemu malaikat lebih cepat
daripada hujan.
-Semoga beruntung. -Kau tak ikut dengan kami?
Tidak. Sedang hujan.
-Apa yang kau lakukan? -Latihan dip.
Kau harus mencobanya.
Kukirim pesan emoji wajah panik pada Christa, dia tak menjawab.
Naik taksi ke tempat kerja tadi pagi, dan aku tepat waktu.
-Kenapa mobilmu? -Koplingnya rusak.
Butuh seribu dolar untuk memperbaikinya.
Kenapa tak bilang? Aku bisa menjemputmu.
Aku mengemudi melewati tempatmu ke tempat kerja.
Bagaimana kau tahu aku tidur di tempatku?
Baik, Perayu. Aku hanya mencoba menolong.
-Astaga! -Hei.
Apa yang kalian lakukan di sini?
Medevac datang. aku kirim pesan padamu.
-Semua baik saja? -Ya, hujan.
Lalu lintas parah. Kenapa? Ada yang mengatakan sesuatu?
Kau terlambat, Dokter Lorenson. Ayo.
Kalian bertiga ikuti aku.
Sial.
Ayo, cepat!
Dokter Lorenson, di sini.
Kau tidur tadi sore?
Tidak, kau?
Aku merasa bertanggung jawab.
Untuk apa? Kita minum sedikit saat sarapan.
Baik, mungkin lebih dari minum sedikit.
Kau dapat kode tas malam ini, Christa.
Baiklah.
Kau bertanggung jawab atas semua serangan jantung
yang terjadi di RS di luar IGD.
Jika ada yang detaknya berhenti di lantai atas, kau dipanggil.
Aku tahu artinya kode tas.
Yang mengalaminya sepenuhnya acak.
Itu intinya, mengejutkanmu.
Anggaplah aku terkejut.
Semua yang kau butuhkan ada dalam tas.
Selang udara oral, obat-obatan,
jarum suntik tambahan, jarum pengisi, ponsel.
Terhubung ke jaringan nirkabel untuk berjaga kau kehilangan sinyal.
Siapa yang kutelepon jika terjadi serangan jantung?
Ada radiologi jika kau butuh ahli pernapasan, farmasi.
Kau tetap bekerja sesuai giliran kerjamu, tentu.
Masalah beruntun, ya?
Kau bisa menanganinya, 'kan?
Ya, Dokter, aku bisa menanganinya!
-Ayo! -Cepat!
-Kenapa dia? -Kecelakaan kapal laut. Terbalik.
Mungkin terendam dua jam lebih.
-Laki-laki, tak ada detak di lokasi! -Permisi, dr. Pineda!
-Berapa lama tak ada detaknya? -Sejak kami tiba di sana.
Setidaknya 20 menit pernapasan buatan.
-Baik! Bagaimana dengan yang ini? -Wanita muda, mungkin retak kaki.
Pingsan dan siuman berulang kali. Tanda vitalnya stabil.
Stabil! Baik, aku mau anak lelaki itu dulu!
-Berapa suhunya? -Apa?
-Suhu badannya! Seberapa dingin dia? -Sudah kami coba. Hasilnya "salah".
-Salah? -Ya, suhu inti tubuhnya
terlalu dingin untuk dicatat mesin.
-Terlalu rendah? -Bagus! Aman!
Baiklah, Sophie. Tenang.
-Suhunya 32,3 derajat Celsius. -Kita harus segera menghangatkan dia.
Ambilkan Bair Hugger.
Baiklah Tenangkan dia, tolong!
-Kenapa dia mau buka baju? -Namanya buka baju paradoks.
Itu gejala hipotermia tahap tiga dan bukti disfungsi otak.
Baik. Ayo bantu dia melepas bajunya, tolong.
Kupikir tulang pahanya patah.
Mungkin akibat kapal yang terbalik.
Ambilkan belat sementara! Tak bisa menunggu di-gips.
Gadis ini butuh kehangatan lebih dari apa pun.
Cepat, tolong. Ayo.
Baiklah, pria 20 tahunan, asistolik di lapangan,
tenggelam dan hipotermia.
Suhunya rasanya sekitar 27 derajat Celsius.
Ibu, kita butuh suhu inti tubuhnya dan salin penghangat.
-Baik. -Salin penghangat, cepat!
Cepat, kami butuh selimut di sini!
Suhu inti tubuhnya 27-an derajat Celsius, dr. Savetti.
Dia butuh penghangat aktif, bukan selimut. Ini.
Kita harus banjiri paru dan jantungnya dengan semua yang kita miliki.
Suhu inti tubuh 28 derajat Celsius, tak ada detak jantung.
Berapa lama kompresi dilakukan di lapangan?
Setidaknya 30 menit.
Kami menunggu menyebutkan waktu kematian sampai tiba di sini.
-Sembilan, sepuluh. -Pisau bedah.
Dokter Rorish, kami sudah melakukan delapan kali ACLS,
lalu sepuluh menit pernapasan buatan.
Kalian bisa melakukan enam menit pernapasan buatan bergantian.
Berarti sepuluh kali dalam sejam.
-Satu jam pernapasan buatan? -Dua jam, jika perlu.
Jangan berhenti sampai angkanya di pertengahan 32 derajat Celsius.
Kau jantungnya sekarang.
Yang kita tahu pasti sekarang, dia membeku.
Intinya, dia tak meninggal sebelum dia hangat dan meninggal.
Giliranmu.
Seperti inilah pasti rasanya pergi ke gym.
Lihat ini.
Apa itu?
Kupikir ini cincin tunangan.
-Lihat ini. -Astaga.
Dia mau melamarnya?
-Kau tak tahu pasti. -Tentu aku tahu.
-Kita harus beri tahu dia? -Tidak.
Maksudku, kupikir dia tak akan
-Astaga. Kita harus beri tahu dia. -Bagaimana jika dia berubah pikiran?
Terapung di air mungkin momen terakhirnya di bumi.
-Dia tak melamarnya saat itu, benar? -Dia terlalu sibuk tenggelam.
Kau orang paling tak romantis
-yang kutemui seumur hidupku! -Kita tak bisa mewakilinya melamar!
Dengar.
Suhunya di pertengahan 32 derajat Celsius.
Denyut nadinya kuat.
Respons pupilnya bagus.
-Ya! -Dokter Rorish, dia masih hidup.
Kalian bisa berhenti merayakan, tolong.
Tekanan darah 60 per 40.
Itu dia. Kalian mengabaikan aturan pertama.
Jangan berasumsi.
Ada yang lain. Selalu ada yang lain.
Lakukan USG singkat, tolong.
Dia mungkin mengalami trauma dalam akibat kapal terbalik.
Siapa yang melihat ini?
Memar di kuadran atas?
Tak ada?
Bagus. Kalian melewatkan pemeriksaan.
Ini gejala monitor.
Kita tak boleh mengandalkan mesin.
Kita pakai mata dan tangan.
Ini menandakan pendarahan.
-Apa yang kau lihat? -Dada bersih, perut kanan bersih,
perut kiri, darah.
Baik. Ayo tingkatkan cairan.
Seliter buka lebar, dua unit darah.
Ini mungkin luka pada limpa.
Kenapa itu tak mau kita lewatkan, dr. Leighton?
Bisa menyebabkan pendarahan mengancam nyawa
dan khususnya, bisa terus memburuk.
Tepat. Jadi, lakukan pemindaian, hubungi dokter bedah.
Camkan ini. Dia akan butuh ruang operasi.
Aku perlu tanya tahun berapa ini.
Kapan aku bisa bertemu Killian?
Jujur, aku tak tahu.
Bisa katakan kau ada di mana?
Dia mau melakukan hal spesial.
Dia berlayar seumur hidupnya. Dia tak pernah mencemaskan cuaca.
Dia tewas, 'kan?
Halo, Sophie. Aku dr. Hudson.
-Kukira kau tak ingat aku. -Benar.
Aku ingat kau.
Meninju wajahku sangat keras.
-Tes sarafnya normal. -Bagus.
Kau tampak jauh lebih baik.
Sophie, ada tulang retak bergeser pada pahamu.
-Sangat penting kau menuruti kami -Dia selamatkan nyawaku.
Dia banyak terbentur saat kapal terbalik,
tapi dia tetap memastikan aku ada di atas lambung, tak kena air.
Dia tak bisa naik mendekatiku, jadi,
kupegangi tangannya saat dia terapung tepat di bawahku.
Dia berhenti bicara, kupikir dia...
-Apa dia tewas? -Tidak.
Dia masih berjuang, paham?
DAFTAR DI DALAM
Hai. Berapa orang sejauh ini?
-Ada 64. -Benarkah? Bagus.
Sekarang 65.
Terima kasih telah melakukannya, Angus.
Tak ada yang lebih menunjukkan cinta selain donor sumsum tulang.
Bagaimana Carla?
Carla bukan pasien terbaik.
Dia dokter. Semua dokter adalah pasien mengerikan.
Kau bilang padanya kau melakukan ini, benar?
Jika ya, itu tak akan terjadi.
Malaya, aku tahu kau mencoba membantunya,
tapi mungkin bukan ide terbaik untuk memaksanya.
Namun, dia menolak perawatan.
-Namun, kau tak boleh memaksanya -Apa yang harus kulakukan?
-Lupakan saja, bisa? -Dia hamil. Situasinya sangat rumit.
Dia sedang bunuh diri, Angus.
Aku mengerti.
Namun, jika jadi Carla, aku akan marah
jika tahu kau lakukan ini tanpa setahuku.
Akan kuberi tahu setelah selesai, saat mungkin ada yang cocok,
saat bisa kutunjukkan dia masih punya peluang hidup.
Jika kau tak mau melakukan ini, tak masalah. Pergilah.
Tidak, tenanglah.
Aku di sini.
-Maaf. -Tak apa-apa.
Lihat ini.
Aku pasti akan cocok.
Tak pernah menang lotre, tapi aku akan memenangkan ini.
Paramedis, laporan, tolong.
Wanita umur 38 tahun, pindahan dari RS Komunitas Venice.
No comments yet. Be the first to leave one.