200 ensimmäistä riviä.
Kau pikir ini acara liburan? Ayo kerja.
Profesor, berapa harga barang antik ini?
Cuma beberapa sen.
Cuma beberapa sen?
Lihat saja sendiri.
Buatan Hong Kong.
Hongkong./ Profesor...
Profesor, ada gua...
...banyak barang ditemukan. Lihat saja.
Ayo kita lihat.
Ayo.
Jangan ragu. Masuk saja.
Aku takut.
Pasti kau berani.
Masuk, cepat.
Masuk.
Masuk.
Profesor, tolong!
Buka resletingnya!
Tolong aku, cepat!
Tenang! Jangan takut.
Ini dia. Tonik obat kuat.
Mantap sekali.
Profesor, sepertinya ini kuburan. Ayo kita keluar saja.
Keluar? Lihat, apa ini?
Ini gigi emas.
Kita kaya.
Kalian tak perlu lama-lama di sini.
Pergi cari yang lain. Jangan ditelan.
Kau telan lagi ya. Tunjukkan.
Mau perlihatkan?
Bagaimana kau bisa makan kodok ini?
Itu obat kuat.
Omong kosong.
Profesor, lihat.
Buka.
Ingin kaya?
Tentu!
Lakukan.
Jangan melihat.
Tolong bantu.
Kau sebaiknya diam saja.
Mantap!
Apa?
Maksudku apa yang ada dalam dirinya.
Jangan menyentuhnya. Itu lebih berharga kalau utuh.
Termasuk tubuhnya, Profesor?
Jika bisa temukan pembeli, kita pasti kaya.
Ayo bantu.
Profesor, ada yang kecil juga.
Ibu dan anak di peti mati yang sama.
Sudah kosong, mayatnya hilang.
Ke mana mayatnya?
Mana mayatnya?
Mungkin keluar main games.
Ya, keluar mencarimu.
Dia tak keluar.
Dia ada di sini.
Dia punya senjata.
Tanda-tanda perkelahian.
Kenapa?
Demi uang?/ Demi perempuan.
Demi...
Siapa peduli?
Bawa mereka pergi saat gelap.
Ayo, turunkan dia pertama kali.
Hei, jangan berisik.
Bersihkan dulu debunya.
Dia mati begitu tenang.
Bukan tenang, tapi keren.
Wajahnya masih elastis...
...meski sudah satu abad.
Periksa apa jantungnya berdetak.
Justru jantungku yang berdebar.
Tak berdetak.
Apa yang kau lakukan?
Kuminta pakaiannya dibersihkan.
Apa?
Jangan robek bajunya, itu barang antik.
Biar bisa kumandikan.
Memandikannya?
Kau yang harus mandi! Berhenti bikin masalah!
Dasar cabul.
Benar, dia ingin kencan dengan mayat.
Itu urusanmu?
Tentu, karena kau ingin buka bajunya.
Apa?
Itu urusanmu?
Diam!
Lihat!
Jangan dikira aku takut.
Dasar pengganggu.
Lihat jika kau berani ganggu lagi.
Apa yang kau lakukan? Lepaskan burung kecilku.
Ini ambil.
Aku menyayanginya...
...setelah ibuku.
Burung kecil, bangun.
Burung kecil, jangan mati.
Jangan mati.
Beri saja nafas buatan.
Jangan main-main dengan burung kecilku. Profesor.
Dasar pengganggu.
Apa?
Tn. Nelsson.
Aku Kwok Tun-wong.
Aku punya sesuatu untukmu.
Apa?
Mayat zaman Chien Lung.
Tunjukkan sampelnya.
Sampel? Kutunjukkan yang kecil.
Sampai jumpa!
Profesor, kau kebanyakan merokok.
Nanti bisa kena kanker paru-paru.
Kau kebanyakan makan cacing,
bisa kena kanker juga.
Profesor, kalau mayat bisa menghasilkan uang...
...berapa harganya?
Apa maksudmu?
Takut kuambil bagianmu?
Kau belum hitung bagianku.
Nanti saja.
Ada sedikit harapan buat kita nanti.
Harapan? Kita jauh dari harapan.
Jangan berisik!
Kenapa tak mau dengar?
Nak, jangan nakal.
Sudah kumatikan.
Tanganku sedang menyetir.
Jangan mengada-ada.
Tolong.
Ibu.
Tolong.
Tunggu.
Kenapa malah lari?
Apa maksudmu kenapa aku lari?
Profesor, mayatnya bergerak.
Mayat yang bergerak harganya jauh lebih mahal.
Kembalilah dan lihat.
Cepat.
Profesor, hanya ada robekan mantra.
Pertanda buruk.
Bagaimana dengan dua lagi yang di markas?
Kembali cepat.
Setiap kali menatapmu...
...matamu berlinang air mata.
Tak ada bedanya sama sekali.
Jimat mayat bisa memenuhi tuntutannya.
Jadi semacam kajian ilmiah?
Ya, benar.
Penjinak hantu Chung Kuei yang bikin sketsanya.
Menyentuh Yin & Yang akan menghubungkan 5 elemen.
Bisa mengusir segala macam roh.
Disebut dengan "Jimat penenang mayat".
Setiap mayat...
...disisipi dengan itu.
Biar tak akan memprovokasi.
Keturunan tak boleh melepasnya...
...atau mayatnya bangkit kembali.
Bangkit kembali?
Seram sekali.
Pergi sana!
Sialan!
Maju... Mundur.
Maju... Mundur.
Menunduk.
Burung kecil. Kau mati.
Burung kecil, kau bebas.
Bagaimana denganku?
Profesor, mereka...
Kedua mayat itu bergerak.
Mantranya pasti lepas.
Bagaimana kau tahu?
Aku seharusnya memperingatkanmu.
Bagaimana dengan yang di dalam?
Aku membangkitkan mayat perempuan.
Bagaimana dengan si laki-laki?
Dia keluar untuk cari pria berbadan sehat.
Omong kosong, dia hampir saja membunuhku.
Sekarang bagaimana? Profesor.
Siapkan alat.
Semua ada di dalam.
Lihat dari jendela.
Buka.
Aku di sini saja.
Aku akan lari jika terjadi sesuatu.
Jangan khawatir, aku takkan ke mana-mana.
Ambil peralatan.
Kau mau apa?
Membelah dia jadi dua bagian, kemudian mencincangnya.
Memang mau dibikin sup?
Entahlah, belum pernah coba.
Ambil tali. Kita harus tangkap hidup-hidup.
Profesor, mana mayat itu?
Mana talinya?
Caranya gimana?
Ya pakai tangan, seperti biasa.
Tangan?
Ambil pistol di bawah bantal.
Pistol? Kapan kau beli?
No comments yet. Be the first to leave one.