200 ensimmäistä riviä.
Bagus, Anak-anak. Tampaknya kita akan sarapan sushi dingin.
Tidak, Nak. Sebelah sini.
Lihat singanya? Lihat singanya, kau akan dapatkan dia.
Nak, jika ingin tumbuh dewasa,
seperti ayahmu, kau harus belajar bertarung.
Ayah.
Alakay, sini Ayah tunjukkan sesuatu.
Lihat tanda ini?
Kita sama-sama punya.
Saat besar nanti, kau akan jadi Singa Terkuat, seperti Ayah.
Sekarang Ayah ingin melihatmu bertarung. Siap?
Bukan menari!
Kau hanya ingin bermain, ya?
Kau anak yang aneh. Bocah aneh.
Kita coba lagi.
Jangan, Alakay.
Hentikan. Sulit sekali!
Begitu mengecewakan saat anak tak tumbuh seperti yang diharapkan.
Makunga. Kau tak menantangku lagi, 'kan?
Lihat sisi positifnya. Usai kau kukalahkan dan aku jadi singa terhebat,
kau akan punya waktu luang untuk menemani anakmu yang payah.
Sebelum aku menendang bokongmu, aku mau tanya.
Kenapa kau ingin jadi singa terhebat?
Aku lebih tampan, rambutku lebih baik, dan aku licik,
dan aku ingin semua mematuhi perintahku.
Kita bertarung dalam hitungan tiga. Satu...
Lihat, Alakay. Ayah akan tunjukkan pertarungan yang bagus.
Dua, tiga!
- Siapa singa terhebat? - Kau.
Jangan lupakan itu.
Begitulah cara menyerang, Alakay...
Alakay?
CAGAR ALAM DILARANG BERBURU
Itu dia. Kemari, Kucing.
Yang satu ini sungguh cantik.
Pasti harganya beberapa dolar.
Semakin mudah saja.
- Ayah! - Alakay!
Alakay!
Alakay!
Ayah!
Tidak!
Alakay!
- Ayah! - Ini Ayah! Bertahanlah!
Ayah!
Alakay!
Ayah!
Aku telah kelilingi dunia Di dalam guyuran hujan
Merasa aneh dan terasing
Bawa aku ke suatu tempat Di mana mereka tahu namaku
Sebab aku tak bertemu Dengan siapa pun yang tampak sama
Aku ikan yang terlempar dari air, Singa dari rimba
Dia ikan yang terlempar dari air, Singa dari rimba
ANAK SINGA DISELAMATKAN DARI LAUT
Aku ikan yang terlempar dari air, Singa dari rimba
Dia ikan yang terlempar dari air, Singa dari rimba
Aku ingin bertemu kerabatku Bawa aku pada kerabatku
Mainkan musik Afrika Tunjukkan cinta padanya
Tunjukkan cinta
Kita harus punya teman Harus punya teman
Untuk bersahabat
Aku merasa betah
Merasa betah
Merasa betah Aku merasa betah
Aku sudah menjelajah Sudah lama sekali menjelajah...
- Aku tak suka melihat wajahnya. - Dia tampan.
Dia suka unjuk diri.
Menurutmu dia tampan?
Rajanya New York...
Alex sang Singa!
Aku masih saja berpikir dia suka pamer.
Akui saja. Dia memang hebat.
Mungkin dia perlu istirahat. Kita semua butuh liburan.
Kita mau liburan ke mana?
Entah denganmu, tapi aku ingin pergi ke Connecticut!
Beberapa hewan, termasuk Alex sang Singa yang terkenal
kabur dari Kebun Binatang Central Park malam ini.
Mereka akhirnya terpojok di Grand Central Station.
Kucing yang sangat nakal.
Aktivis penyayang binatang yang bujuk petugas Kebun Binatang
agar mengembalikan mereka ke Afrika,
terkesima mengetahui kapal pengangkutnya
dilaporkan hilang hari ini.
Malam ini, ratusan warga New York berkumpul di Kebun Binatang...
meratapi hilangnya hewan-hewan kesayangan mereka.
Pertanyaan yang ada di dalam benak warga, di mana mereka sekarang?
Aku suka bergoyang
Dia suka bergoyang
Dia suka bergoyang
- Kami suka... - Bergoyang!
Ayolah! Kalian tahu lagu ini! Lagu yang tak pernah membosankan!
- Kami suka... - Bergoyang!
Kami rindu kalian, hewan berbulu halus! Kalian penonton yang hebat!
Senang bisa perkenalkan kalian dengan toilet.
Jika ingin kunjungi kami di Manhattan, tolong telepon dulu.
Serius, telepon dulu.
Tenang, Semuanya. Diam!
Kalian tak bisa pergi tanpa ini!
Kejutan!
Goyang!
Lihat, aku jadi wanita!
Aku wanita! Tidak juga! Aku Raja Julien!
Siapa di antara kalian yang terpikat? Angkat tangan!
Hei, makhluk-makhluk aneh! Kalian pasti bahagia aku ikut kalian.
Tidak, terima kasih.
Ya, terima kasih. Ini pesawatku!
Sampai aku kembali dengan barang rampasan dari negeri baru,
Stevie yang akan memimpin.
Menurutku mereka tak suka dengan gagasan ini.
Bagaimana menurutmu, Stevie?
Tidak.
Tidak mungkin! Bagaimana ini mungkin terjadi?
Si kecil yang nakal! Kata Stevie,
izinkan mereka makan kue-nya!
Raja Julien, tunggu aku!
Semua sudah aku kemas! Rencana perjalananku sudah siap!
Tidak! Si Mort lagi! Dia sangat menjengkelkan!
Jangan izinkan dia naik. Hentikan!
Dia membawa gunting dan krim tangan!
Semuanya, masuk! Cepat, masuk!
- Penopang. - Beres.
- Sirip. - Beres.
- Mesin. Pembuat kopi. - Beres.
Hei, Semua!
MASKAPAI PENGUIN
Maaf!
Itu katapel terbesar kedua yang pernah kulihat.
Tapi itu sudah cukup. Perhatian.
Ini kapten yang berbicara.
Dalam keadaan darurat, pasang rompi di kepalamu,
lalu ucapkan selamat tinggal.
New York City, kami datang!
Berdoalah pesawat rongsokan ini bisa terbang.
Berdoa? Apa?
Kita siap, Pak.
Buka pintu! Aku masih di luar!
Saat tekanan dalam kabin turun,
kenakan masker untuk menyembunyikan wajah panikmu.
Nona, tidakkah ini semestinya dikaitkan di tempat dudukku?
- Tidak, Pak. - Baiklah, luncurkan!
Luncurkan!
Luncurkan!
TERIMA KASIH, MAKHLUK-MAKHLUK ANEH
Gremlin!
Hei, Mort.
Hai!
Aneh.
- Ada yang bermimpi. - Aku merasa lihat Mort di sayap pesawat.
Kau terlalu memikirkan Madagascar.
Aku merindukannya.
Tempat yang luar biasa. Makin menyenangkan kalau makin jauh.
Seperti saat kau gigit bokongku?
Aku akan simpan kemarahanmu dan membawanya ke panggung.
Itu semua bagian dari hidangan seni peranku.
Apakah bokong itu berada di sebelah potongan roti?
- Jangan menyindir. - Hei, dengar...
Saat kita kembali nanti, aku akan daftar di program penangkaran.
Program penangkaran?
Kita sampai pada satu tahap kita bertemu pasangan.
Hidup teratur, membina hubungan.
Aku paham.
Apa? Semacam kencan?
Ya, kencan.
Pria lain?
Apa maksudmu pria lain?
Sial!
Kenapa pelayanan minumannya lama?
Aku akan periksa.
Kalian teruslah bicara. Aku akan tidur sebentar.
Lihat itu? Lucu sekali!
Aku suka tertawa! Pengalaman yang menyenangkan!
Tertawa!
Bisa kau kembali? Ini kelas satu.
Bukan menyinggung. Kami lebih baik darimu. Maurice, aku siap! Lempar!
- Dia melempar, cetak angka! - Itu Vivaldi?
- Sebagai awak pesawat. - Bisa dibantu, Tn. Mankiewicz?
Bawa makanan kecilku di atas pinggan perak.
Kami sedang memeriksa pesanan minum kami.
Maaf, agak terlambat.
- Aku akan kembali... - Mana tubuhmu?
Kau membuatku kesal! Bisa kau kembali ke sana?
Apa yang terjadi dengan pemisahan kelas?
Aku yakin demokrasi ini hanya euforia belaka.
Kami akan keluar mencari nanas, Kepala Pegas.
Skipper, lihat.
Analisis.
Tampaknya lampu kecil itu memberi pertanda semacam kerusakan.
Kurasa itu indah dan menghanyutkan.
Itu juga.
Benar! Rico?
Panduan!
PANDUAN
Masalah terpecahkan.
- Kita mungkin kehabisan bahan bakar. - Kenapa?
Mesin satu mati...
dan mesin dua sudah tak terbakar.
Pasang sabuk pengaman.
Jangan menatap, Manis. Ini menakutkan.
Perhatian! Ini kapten.
Ada berita bagus dan buruk. Bagusnya, kita segera mendarat.
No comments yet. Be the first to leave one.