200 ensimmäistä riviä.
Lewat sini.
Orang terluka dalam pertempuran bisa kita tangani.
Tapi penyakit aneh ini...
Tiga puluh orang mati kemarin.
Delapan belas, sehari sebelumnya.
Kami butuh pasokan.
Plasma, penisilin.
Akan kami dapatkan semua yang kau butuhkan, dokter.
Kau orang Amerika.
Kumohon...
...keluarkan aku dari tempat ini.
Hei, sobat, untuk itulah kami ke sini. Kami akan membawamu pulang.
Tapi pertama kami akan mengambil sampel darah, oke?
- Aku akan mati, kan? - Tidak. Kau tidak akan mati.
Beritahu kekasihku, aku mencintainya.
Aku tak akan memberitahu dia. Kau sendiri yang beritahu, oke?
Para prajurit di dalam berada dalam tahap awal penyakit ini.
Besok malam mereka akan terlihat seperti ini.
Astaga.
Aku akan perintahkan suplai udara langsung, dokter.
Ini bahkan lebih buruk dari perkiraanku. Panggil pesawat ke sini jam 19.00.
- Bukankah seharusnya kita..? - Panggil pesawat, Billy.
Ayo. Bagus.
Bukankah ini hari terakhirmu?
Ya.
Aku yakin rasanya menyenangkan, benarkan?
Oh, ayolah, ini hampir selesai.
Hampir selesai. Benar. Nak. Bukankah rasanya menyenangkan, Lewis?
Bukankah rasanya menyenangkan? Oh, kau anak baik. Ya. Ayo.
Sam, kau di sana?
Angkat telepon-nya jika kau di sana.
Kami ada masalah di Zaire. Tidak terlihat bagus sama sekali.
- Kalian diam di situ. Aku akan kembali. - Demam berdarah, kematian yang tinggi.
- Kami mengambil relay satelit dari Kairo. - Kubilang diam! Tidak!
- Sam. - Hai, Billy. Ada apa?
Sepertinya kita ada wabah Level 4, Sam.
- Berapa banyak yang mati? - Tidak tahu. Belum ada angka pasti.
- Menurutmu ini apa? - Terlalu dini mengatakannya.
W.H.O sedang persiapkan tim, tapi aku ingin kau ke sana lebih dulu.
Melepasmu dari penelitian virus Hanta dan menerbangkanmu ke Zaire.
Oke, aku kumpulkan kru-ku. Aku akan kembali padamu. Dah.
Sulit dipercaya. Kalian basah. Benarkan?
Kalian basah.
Mana yang tak patuh padaku duluan? Lewis, kau, bukan?
Kalian ketahuan. Kalian terlihat sangat bersalah.
Ayo. Lewis, ayo.
Tidak. Duduk.
Bagaimana kabarmu?
Hei, anak-anak. Hei. Bagaimana kabarmu, sobat?
Bagaimana kabarmu, sobat? Apa yang kau lakukan?
Kemana saja kau? Kau merindukanku?
Kemarilah. Kemarilah. Siapa yang mau sarapan?
Koranmu.
Kau ke sini untuk mengambil barangmu? Ayo, anak-anak.
Bagel, ya? Siapa yang mau bagel?
Siapa yang mau sarapan?
- Siapa yang mau sarapan? Ya. - Aku, eh... Aku harus pergi.
Kemana?
Zaire. Mereka pikir ada kasus demam berdarah di sebuah desa di sana.
- Apakah Casey pergi? - Ya.
Dan Jaffe. Seluruh kru.
Sebagian besar.
- Jadi, kau ingin aku merawat anjing ini? - Hanya tiga atau empat hari.
Oke, tapi aku akan ke Atlanta hari Jumat. Jika kau terlambat, anjingnya aku bawa.
- Cukup adil. - Ayolah.
Apa yang akan kau lakukan di CDC?
Mengerjakan BL-4.
Sama sepertimu.
Pekerjaanku.
Yah, aku ingin menganggapnya sebagai pekerjaanku.
Dan aku tidak akan diawasi oleh Pentagon.
- Ini milikku. - Ambil saja.
Dan sisa barangmu dalam kotak di sana.
Aku bisa menunggu sampai kau kembali...
...atau terserah.
Kau tahu kau berikan padaku semua foto kita?
Ya. Kau bisa menyimpannya.
Simpan saja.
Aku tak menginginkannya, Sam.
Yah, aku juga tidak, Robby.
Kamis.
Oh, yeah. Aku ingin berangkat. Bersiaplah, Letnan.
- Ya, kolonel. - Ayo bergerak.
Ayo, cepat! Cepat!
Plasma ini ditaruh di rig di bawah sayap kanan.
- Casey. Dimana Jaffe? - Istrinya melahirkan. Aku menyuruhnya cuti.
- Siapa akan membaca sampel jaringan? - Kau tak percaya padaku?
- Ayolah. - Baik.
Kau ingin jagoan yang mereka kirim dari Walter Reed? Terus terang aku terluka.
- Siapa yang beri dia perintah? - Orang tua itu sendiri.
Dia belum pernah bangun sepagi ini sejak Nixon masih menjabat.
- Akan kukatakan padanya kau bilang begitu. - Aku akan menyangkalnya.
- Senang bertemu denganmu, pak. - Sam.
Kupikir jika aku berada di sini mungkin mempercepat kebutuhanmu.
- Apakah itu berhasil? - Tidak.
File personil anggota barumu.
Ditambah lalu lintas teleks terkini, dan foto satelit di atas wilayah itu.
- Sam. - Pak?
Masuk, keluar.
Sama halnya aku membencimu berada di sini karena membuatku sengsara...
...aku benar-benar tak ingin kau mati karena penyakit itu.
- Satu pertanyaan, pak. - Silahkan.
Apa yang pernah aku lakukan sehingga membuat hidupmu sengsara, pak?
Kau bangun pagi ini, bukan?
Terima kasih, Billy.
Hm?
Mayor Salt.
Sebuah kehormatan bagiku mendapat kesempatan ini..
Duduklah. Latar belakangmu duluan.
West Point, sekolah penerbangan helikopter. Berapa jam yang kau tempuh?
- Delapan puluh lima, Pak. - Menikah?
- Ya, Pak. - Selamat.
Kau belum pernah di lapangan?
Belum, Pak. Tapi aku sangat terlatih dan penuh motivasi.
Bukan, maksudku adalah mendarat di zona bahaya. Ini adalah situasi yang unik.
Apa kau pernah melihat efek dari demam berdarah?
- Tidak, Pak. - Izinkan aku, Pak.
- Mayor. - Ya, Mayor.
Saat pasien terjangkit virusnya dia mengeluh gejala seperti flu.
Dalam dua atau tiga hari luka merah muncul di sekujur tubuhnya, bersama dengan bintil kecil...
...yang segera pecah dengan darah dan nanah. Zat susu mulai...
Luka ini mulai pecah sepenuhnya, terasa seperti bubur saat disentuh.
Muntah, diare, pendarahan di hidung, telinga, gusi.
Mata perdarahan, organ dalam lumpuh. Mereka mencair.
Sangat bagus, mayor. Kami juga sudah baca dalam buku...
...tapi dalam waktu 16 jam kau akan melihatnya.
Secara langsung, bisa dibilang.
Aku merasa yakin bisa atasi apa pun yang kita hadapi.
- Jika satu orang panik, membahayakan kita. - Dia diperintah untuk tak mati di sana.
Dan itulah satu set perintah yang rencananya dia ikuti.
Pasti itu.
Dia tak bisa kuasai diri.
- Tidak. Tidak. Bertahanlah. - Pakaikan helmnya.
- Jangan lepas helm-mu. - Aku tak bisa bernapas!
Jangan dilepas helmnya.. Casey.
Jangan dilepas helmnya.
Jangan biarkan dia terbuka, Casey.
Brengsek. Isolasi dia. Isolasi dia.
Jangan khawatir...
...tidak melalui udara.
Sam Daniels, USAMRIID.
Benjamin Iwabi.
Kami menunggumu.
Kami datang secepat kami bisa.
Tidak cukup cepat.
Desa ini sudah mati.
Apa kau tahu masa inkubasinya?
Tidak. Tapi ini membunuh dalam dua atau tiga hari. Tingkat kematian adalah 100 persen.
Astaga. Mungkinkah orang yang telah terinfeksi keluar dari desa?
Jika dia melakukannya, dia akan mati atau sekarat di hutan.
Dan itu 50 kilometer ke desa terdekat.
Kasus pertama? Orang pertama yang terinfeksi?
Seorang pemuda bernama Murazo.
Bekerja untuk pria kulit putih membangun jalan ke Kinshasa.
- Dan ketika dia kembali, dia sakit. - Aku mengerti.
Dan dia minum dari sumur ini.
Dari sana, menyebar ke seluruh desa.
Apa kau tahu sumber pembawanya? Inang-nya?
Tidak. Saat kami tiba, anak itu tak sadarkan diri.
Dia meninggal dua jam kemudian.
Dia tak bisa memberitahu kita bagaimana dia bisa sakit.
Dia tidak sakit.
Dia orang juju setempat. Dukun.
Dia tinggal di guanya sepanjang minggu.
- Aku ingin bicara padanya juga. - Tidak, dia bicara padaku.
Kau tahu, dia percaya bahwa para dewa dibangunkan dari tidur mereka...
...oleh orang-orang yang menebang pohon...
...yang harusnya tak dilakukan. Dan para dewa marah.
Ini...
...adalah hukuman.
Kematian cukup tinggi...
...seluruh wilayah dalam radius 3 mil.
Masa inkubasi singkat, tampak ada pencegahan.
Mengkhawatirkan. Casey, Kau tidak menulis "mengkhawatirkan."
Ini kata keterangan, Sam. Ini alat kuno yang lemot. Selesai.
Aku ingin menambahkan ini:
Billy...
...ini wabah paling menakutkan yang pernah kulihat.
Dan kau tahu aku sudah melihat banyak.
Baik. Fax ke rumah Ford.
Maaf, Pak. Tidak apa-apa.
Aku belum pernah lihat yang seperti itu sebelumnya.
Aku menyebabkan tim dalam bahaya, Pak.
Kita masih di sini.
Aku takut, Pak.
Kau tahu, takut membuat kita waspada, Salt.
Aku tak ingin siapa pun yang kerja denganku tak punya rasa takut.
- Oke? - Berarti aku anak buahmu, Pak.
- Pak, aku mengirim faks enam jam yang lalu. - Sam, aku tak akan keluarkan peringatan.
Aku tak ingin mengganggu pestamu, tapi kau harus keluarkan peringatan.
- Kau bilang sudah dikendalikan. - Aku bilang mungkin saja pencegahan.
- Kau harus memantau bandara.. - Ingat tahun 1989?
Kau temukan dua kasus buruk demam Kongo di Nairobi...
...dan kita taruh catatan di setiap kotak makan anak-anak Amerika. Ingat?
- Ya, aku salah. - Kau salah.
Bagaimana dengan 1992? Demam Lassa?
- Aku salah. Yup. - Salah lagi.
- Tapi kau benar tentang hal ini? - Aku bisa saja salah..
Tapi kau melenggang ke pestaku berbau seperti kaus kaki kotor...
...menjauhkanku dari Senator Rosales, yang tak perlu kuingatkan...
No comments yet. Be the first to leave one.