200 ensimmäistä riviä.
HANCUR KARENA PERANG, DISIPLIN TIDAK BISA LAGI MENYELAMATKAN ORANG-ORANG.
TAPI BAGI PENGUASA, KERUSUHAN ADALAH KESEMPATAN UNTUK BERKUASA.
MENYEMBUNYIKAN ORANG-ORANG SECARA RAHASIA DEMI TUJUAN MEREKA SENDIRI,
DAN MENGONTRAK PARA PEMBUNUH BAYARAN TERBAIK...
BEBERAPA DI ANTARANYA LUAR BIASA SEKALI.
Pernah dengar tentang Inan?
Pembunuh terbaik di Joseon, Inan.
Tak ada yang tahu siapa dia atau untuk siapa dia bekerja,
tapi target dia selalu mati.
Hanya masalah waktu.
Tanpa pengecualian.
Dia yang mengirimmu, Geum?
Apa bedanya? Kau akan mati.
Tak ada akhir untuk keserakahan seseorang.
Aku seharusnya yang berterima kasih padamu.
Mendengar ceritamu bukan bagian dari pekerjaanku.
Aku telah menunggumu.
Lima gerakan untuk membunuh empat musuh!
Tiga dari mereka mati dengan hanya satu gerakan.
Tapi, Inan...
dia bahkan tak bernapas dengan susah.
Dengar, tolong maafkan Aku.
Aku akan memberikanmu apa pun.
Aku akan membayarmu dua kali lipat... Tidak, sepuluh kali lipat!
Tolong...
Tolong...
Aku tak bisa mati seperti ini.
Semua orang mati pada akhirnya.
Bangsat!
Kau pikir keluargaku akan membiarkan ini terjadi?
Mereka akan mengikutimu hingga ke dasar neraka untuk membunuhmu!
Kapan gejala itu mulai muncul?
Sudah lama.
Pembuluh darahmu tersumbat dan jantungmu berdebar kencang.
Tubuhmu tak mampu menanggung gerakan bela diri.
Apa yang Kau katakan?
Kau bisa mati.
Jika ingin hidup lebih lama, berhenti menggunakan gerakan bela diri.
Dan jangan berhubungan dengan perempuan.
Jika berhubungan, lakukanlah dengan hati-hati.
Paham apa yang kukatakan?
Berikan saja obatnya.
Tak ada obat.
Aku membaca bahwa ada herba bernama Mahwangcho yang bisa menyembuhkannya,
tapi Aku tak yakin itu ada.
Kau akan membunuhku?
Tugas seorang dokter adalah menjaga rahasia pasiennya.
Ambillah satu setiap kali Kau butuh.
Hati-hati.
Jika Kau gunakan terlalu banyak, jantungmu akan meledak.
Meski itu tak terlihat, Inan merasa gemetar.
Bagaimana bisa seorang pembunuh tidak menggunakan gerakan bela diri?
Bagi dia, itu seperti hukuman mati.
Dan dokter tak bisa menjaga rahasianya.
Maaf.
Aku menyukaimu...
Tapi harga atas kepalamu terlalu tinggi.
Siapa yang menyewamu?
Apa bedanya? Kau akan mati.
Itulah jalannya alam bagi serigala menyerang harimau yang lemah.
Dengan cara itu, Inan terus-menerus dikejar.
SETAHUN KEMUDIAN, DI DEKAT GUNUNG JAGNIM DI UTARA
Apa ini?
Ayo, kita minum.
Lepaskan! Biarkan dia pergi!
Tuan, tolong bantu Aku!
Tidakkah Kau pernah melihat pemandangan seperti ini sebelumnya?
Baru saja keluar.
Ayo.
Lepaskan!
Pergilah! Lepaskan Aku!
Anjing!
Apa ini?
Apa yang Kau inginkan?
Dengarkan.
Bagaimana kalau kubeli satu untukmu, jika kuberikan uang.
Uang?
Akankah kalian memberiku uang?
Benar...
Uangku dicuri.
Jika Kau menunggu, Aku akan mengambilnya kembali.
Tapi lepaskan dia.
Dia bahkan tidak terlalu cantik.
Dia terlihat tua...
Kami bilang padamu untuk pergi!
Jika Kau tak bisa berkelahi, mengapa ikut campur?
Kau meminta bantuan.
Aku pikir Kau pandai berkelahi.
Aku bisa mengatasinya sendiri.
Makan.
Wow!
Bisakah Aku menambah lagi?
Mengapa Kau membawa pengemis ke rumah?
Dia sedang dipukuli. Aku merasa kasihan padanya.
Hati-hati dengan pengemis.
Mereka bisa menjadi pecandu opium berbahaya.
Setidaknya dia tidak terlihat seperti pecandu.
Bagaimana Kau bisa bilang begitu?
Aku tak ingin anakku tahu bahwa dia dalam bahaya.
Mengapa Kau terus berbicara denganku?
- Kapan Kau lahir? - Tahun Sabat.
Aku lebih tua darimu.
Kapan Kau lahir?
Tahun berapa?
Makanlah. Ada daging di dalamnya.
Aku tidak melihat ada daging.
Terima kasih atas makanannya.
Aku akan membayarnya nanti...
- Bawalah. - Apa?
Ayo, ambil itu.
- Untukku? - Iya.
- Kemana? - Di sana.
Aku melakukannya. Sekarang...
Bersihkan kursi itu.
- Aku akan membayarnya... - Ini, ambil ini.
- Di mana? - Di sana.
Bukan di situ. Di sana!
Tangkap, Aku butuh minuman!
Dia pekerja yang baik.
Kenapa supku tidak ada daging?
Hanya isi perutmu.
Tapi dia berkelahi dengan seorang pelanggan.
Dia tidak menumpahkan sup.
Itu tidak mudah.
Dia memiliki keseimbangan yang baik.
Aku rasa Kau benar.
Jika Kau sudah selesai, tebanglah sedikit kayu bakar.
Kau tidak ingin makan malam?
Apakah Kau sudah beristirahat?
Jika Kau tidak punya tempat, tinggal di sini saja malam ini.
Berjalan di malam hari bisa berbahaya.
Aku hanya memberimu tempat untuk tidur.
Jangan berani menyentuhku.
Jangan khawatir.
Itu tidak akan pernah terjadi.
Itu agak menghina.
Ibuku berbicara dengan keras, tapi dia baik hati.
Dia selalu memberi makan gelandangan seperti Kau.
Itulah sebabnya kami miskin.
Aku harap dia berhenti mengeluh tentang kehidupan miskin.
Apa itu?
Buku ini?
Ini adalah novel yang sangat bagus berjudul Angin, Salju, Pembunuh.
Pembunuh itu melawan orang jahat di mana-mana.
Dan membuat wanita jatuh cinta padanya.
Membaca buku ini membuatku memilih jalanku.
Aku akan menjadi seorang pembunuh.
Aku akan menghasilkan uang dengan membunuh orang jahat.
Keren, kan?
Tapi bagaimana jika mereka bukan orang jahat?
Mereka pasti orang jahat jika ada yang ingin membunuh mereka.
Jangan beri tahu ibuku...
tapi Aku tahu gerakan bela diri.
Ada seseorang yang ingin kubunuh.
Mau melihat?
Ini adalah tehnik pertempuran dekat.
Apa kejahatan yang dilakukannya?
Membunuh orang.
Mereka tidak bertanya mengapa.
Kenapa?
Kami hidup dalam kehidupan yang tenang, seperti yang dikatakan...
Jadi mengapa?
Sudah lama, Inan.
Aku tidak pernah berpikir akan melihatmu di sini.
Aku di sini karena urusanku sendiri.
Anak-anak mengambil barang yang seharusnya tidak boleh mereka ambil.
Aku telah menjaga mereka agar tetap aman.
Membeli beberapa camilan. Mereka anak-anak.
Ngomong-ngomong, apakah kesehatanmu baik?
Mau mencarinya?
Tentu saja tidak.
Aku mendengar ada Mahwangcho di Gunung Jangrim.
Bisakah Kau mendapatkannya untukku?
Ada perampok yang tinggal di dalam hutan,
jadi Aku tidak yakin.
Aku akan berusaha sebaik mungkin.
Banyak orang yang mencarimu.
Jangan adukan masalah apapun. Hiduplah dengan tenang.
Aku sudah melakukannya.
Apakah Kau punya tempat tinggal?
Bisakah Aku bekerja di sini untuk sementara?
Aku akan mencari nafkah sendiri.
Apa yang bisa Kau lakukan?
Apakah itu senyuman?
Kau akan mengusir pelanggan kita.
Lihat dan pelajari.
Pertama, regangkan otot-otot wajah.
Kemudian, lakukan ini.
Senyum sambil berkata...
"Keju busuk!"
Senyum sambil berkata...
Kau tidak seharusnya mengatakan itu!
Jangan katakan itu!
- Oh... - Coba lagi.
- Senyum sambil berkata... - Jangan katakan itu.
-... "Keju busuk!" - Keju busuk!
Kenapa Kau tidak tahu cara tersenyum?
Keju busuk!
Apakah Kau tahu cara menggunakan pisau?
Aku yakin Kau tidak bisa.
No comments yet. Be the first to leave one.