The Bridge

The Bridge

Lataa Indonesian -tekstitys

Julkaisutiedot

The Bridge E06 Webrip
The Bridge E07 Webrip
The Bridge E08 Webrip
The Bridge E09 Webrip
The Bridge E10 END Webrip
Kommentaari indri danti22
Credit to Viu

Tunnisteet

webrip
web
BRip
Julkaistu: 2019-02-02
Lataukset: 20
Kuulovammaisille: No

Indonesian tekstityksen esikatselu

200 ensimmäistä riviä.

Tolong aku, Pak.

Tolong.

"Sebelumnya"

Apakah ada alasan kau meneleponku saat ini?

Nama-nama di daftarku.

Semuanya adalah monster yang harus diungkapkan.

Cerita yang harus dituliskan.

Sebaiknya berikan aku sesuatu yang layak untuk ditulis.

Sesuatu yang besar.

Masalahnya bukan hanya lahan itu.

Tapi mengenai uang yang kau gunakan untuk membeli lahan itu.

Mereka telah melacak pengirimannya sampai ke Hong Kong.

Rekening Red Harvest.

Megat, ini Maria. -Ada perlu apa?

Kau memiliki kasus pembunuhan, Megat.

Itu bukan kasus yang mudah.

"Weng Jun"

Jangan pergi. Bermalamlah di sini.

Tidak apa-apa. Lampiaskan saja.

Itu dia.

Pantas aku tak bisa menemukannya.

"Rumah Megat Jamil, Malaysia"

Aku sudah mencuci baju.

Kau tak perlu mencucinya hari ini.

Bicara memang mudah.

Biarkan saja cuciannya menumpuk.

Tadi kau dari mana?

Bekerja. Memang dari mana lagi?

Dengan siapa?

Serena.

Jason.

Reuben.

Ada apa? Aku hanya pergi kerja.

Baiklah.

Aku lelah, Sayang.

Baiklah, Semuanya, bersama-sama.

Jika kau tahu kalau kau senang teriakkan Klub Catur! -Klub Catur!

Jika kau tahu kalau kau senang teriakkan Klub Catur! -Klub Catur!

Jika kau tahu kalau kau senang dan kau sangat ingin menunjukkannya...

Jika kau tahu kalau kau senang teriakkan Klub Catur! -Klub Catur!

Anak-anak.

Tunggulah di sini sebentar.

Bapak akan lihat ada apa.

Baiklah.

Permisi, Pak.

Bisa beri tahu ada apa?

Siapa itu?

"Serial Original Viu, Diproduksi oleh Double Vision"

"The Bridge"

Halo, orang asing.

Saat Bi Erin pulang, tolonglah bantu kerjakan pekerjaan rumah.

Mia.

Kemarilah.

Kemari.

Ayah bilang, nanti bantulah Bi Erin mengerjakan pekerjaan rumah.

Melakukan apa?

Bantu saja dia. Dia punya banyak pekerjaan.

Dengan dua adik laki-laki. Rumah ini juga bukan rumah ajaib.

Tidak akan bisa bersih dengan sendirinya.

Apakah dia menyuruh Ayah untuk mengatakan ini padaku?

Jika dia mau bantuanku kenapa tak minta sendiri padaku?

Mia sudah besar.

Kau seharusnya menawarkan diri untuk membantu.

Jika tidak dia akan mengeluh pada Ayah.

Dia tidak mengeluh.

Siapa lagi yang bisa...

menjadi kakak perempuan terbaik untuk dua anak laki-laki Ayah?

Bisakah kau lakukan?

Baiklah, Yah.

Terima kasih.

Ayah harus pergi.

Lara.

Bangun.

Bangun.

Di mana kita?

Entahlah.

Kebenaran nomor lima.

Penculikan Anak-anak.

Sepertinya mereka berada di bangunan kosong.

Aku tak bisa mengenali lokasinya dari rekaman ini.

"Kantor ICD Johor, Malaysia"

"Penculikan Anak-anak"

Setiap anak-anak yang kau lihat di sini...

mewakili industri yang secara tak langsung mengeksploitasi...

anak-anak dari negara-negara dunia ke-3.

Mungkin kalian semua bahkan pernah belanja di toko-toko mereka.

Berjuta anak-anak dimanfaatkan dan ditindas...

oleh berbagai perusahaan di seluruh dunia.

Jika harga produknya rendah...

itu disebabkan karena adanya penindasan pada anak-anak ini.

Masalah utamanya adalah pengabaian kita...

karena mereka bukan anak-anak kalian.

Tapi kali ini, mereka adalah anak kalian semua.

Hari ini, kuingin kalian masuk ke toko-toko itu dan ambil satu barang...

dan keluar tanpa membayarnya.

Keluarlah seakan apa yang kalian ambil adalah milik kalian.

Bangkitlah.

Bangkitlah dan pastikan suara kalian didengar!

Video ini sudah menyebar.

Semua orang akan mengetahuinya.

Ambil sesuatu untuk anak-anak.

Ambillah jika kalian percaya semua anak-anak layak diselamatkan.

Bangkitlah.

Bangkit dan pastikan suara kalian didengar!

"Pusat Perbelanjaan Johor, Malaysia"

Berhenti!

Berhenti!

Ada apa datang kemari, Bu?

Setelah sekian lama tak bertemu...

kupikir kau akan lebih senang saat melihatku.

Bukankah ada masalah lebih besar lain yang harus kau tangani?

Jangan merendahkan dirimu, Megat.

Masalahmu sudah menjadi kekhawatiran besar bagi kita semua.

Rekan Singapura-mu itu.

Apakah dia ada di sini?

Jika dia datang, temuilah aku.

Kalian berdua.

Mantan istri?

Lebih buruk lagi. Mantan bos.

Masuklah.

Opsir Serena Teo?

Aku Komandan Maria Othman.

Aku dikirim dari Markas Besar di Kuala Lumpur.

Duduklah.

Kasus ini mulai menjadi politikal.

Enam anak-anak warga Singapura telah diculik di tanah Malaysia.

Lalu ada 20 orang Indonesia yang tewas pekan lalu.

Kasus ini sudah menjadi insiden internasional...

dan kalian berdua tak membuat kemajuan!

Kami sudah dekat... -Aku tak peduli!

Ini adalah mimpi buruk pihak Humas...

dan kedua negara kita mendapatkan imbasnya.

Bawa kembali enam anak-anak itu...

tanpa terluka dan dalam keadaan hidup hari ini...

atau akan kutugaskan tim baru untuk kasus ini.

Menyuruh orang bergegas hanya akan menyebabkan kontra-produktif.

Melihat semua kejadian di beberapa pekan terakhir...

mungkin kasus ini memang membutuhkan tim baru.

Ayolah, Chee Leong.

Apa yang kita lakukan saat posisi kita diserang?

Apa kau ingat turnamen pertamamu?

Saat kau kalah,

dan kau sangat sedih?

Saat itu apa yang kau lakukan?

Mengatur ulang papan dan bermain lagi.

Benar.

Atur ulang papannya, dan main lagi.

Mengerti?

"Kantor Asia Now, Malaysia"

"Penculikan Anak-anak"

"Penculikan Anak-anak"

Astaga!

"Penculikan Anak-anak"

Daniel, kita harus hentikan.

Semua orang menyaksikannya karena kita.

Ini bukan salahku. Aku tak tahu ini akan terjadi.

Dia mendapatkan semua publisitas ini.

Kumohon...

Tak bisakah kau melihatnya?

Aku ingin berterima kasih untuk kerja samamu yang luar biasa...

dalam memajukan keadilan.

Di mana keadilan dari menculik anak-anak...

dan membunuh guru mereka?

Sepertinya kau tak keberatan...

saat para pekerja asing tewas ketika memperlihatkan...

akibat dari Perdagangan Manusia.

Bukankah mereka juga tak bersalah?

Kali ini kau sudah keterlaluan.

Laman situsmu sudah mengalami lonjakan pengunjung yang besar, kan?

Kutawarkan kau wawancara eksklusif lainnya.

Kau akan dijamin dengan lonjakan besar lagi.

Mungkin yang terbesar.

Tidak.

Tidak sekarang?

Tidak sekarang, tidak selamanya.

Kita sudah selesai.

Kesadaran nurani, Daniel?

Serius?

Kita berdua tahu, kalau kau tak punya hati nurani.

Daniel.

Syukurlah ini sudah berakhir.

Truth Terrorist menembak sang guru di gudang itu.

Bagaimana anak-anaknya? -Saat ini masih aman.

Tapi para orangtua mulai berdatangan. Datanglah sekarang juga ke kantor.

Kemarin aku terlalu keras pada Rani.

Aku menyuruhnya berlatih catur lebih keras lagi...

agar bisa menang.

Kuyakin kau telah berusaha semampunya, Tuan.

Kalian akan temukan anak-anak kami, kan?

Rani dan Lara akan ditemukan, kan?

Ya, Nyonya.

Mereka akan segera pulang dan bersahabat lagi.

Kita belum bisa memastikannya.

Setiap hari, empat anak di Malaysia menghilang...

dan hanya setengah dari mereka yang berhasil ditemukan.

Tapi 50% adalah peluang yang bagus.

Mengingat semua yang terjadi.

Aku menginstal aplikasi "Find My Child."

Aku sudah menyerahkan ponselku pada ICD.

Kenapa aku tidak tahu soal itu?

Kommentit

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left