200 ensimmäistä riviä.
London memanggil, warga Perancis berbicara dengan rakyatnya.
PERANCIS TERJAJAH PADA TAHUN KELIMA PD II
Lihat itu. Pemandangan yang bagus...
...dari kebanggaan Reich ketiga.
Sersan pemberani itu membawakan penembak-penembak pantai itu kopi.
Jadi itu contoh perlombaan pemimpin. Menurut pandangan seekor babi.
MARSEKAL AD VON RUNDSTEDT Panglima, OB Barat
JANINE BOITARD, Pembangkang Perancis, Caen
Ada apa?
ALEXANDRE RENAUD Walikota Sainte-Mere-Eglise
Waktu yang sulit seperti ini, dalam kekelaman malam...
...kita tak boleh bersedih.
Untuk kita semua...
...pembebasan akan datang.
WALIKOTA WERNER PLUSKAT Divisi Artileri Pantai ke-352
Kita perlu ranjau dan barikade sepanjang pantai.
Di setiap pantai, di setiap bukit pasir...
...di setiap karang.
Berapa yang sudah dipasang?
Empat juta, Marsekal.
MARSEKAL AD ERWIN ROMMEL Batalion B
Pekerjaan itu benar-benar melelahkan pasukan kita.
Kau ingin tentara mu...
...kelemahan atau mati?
Lihatlah, Saudara-saudara.
Betapa tenang, betapa damainya.
Selat di antara Inggris dan Benua Eropa...
...di antara Sekutu dan kita.
Tapi di balik cakrawala yang damai itu, ada monster yang menunggu.
Sekelompok orang, kapal dan pesawat...
...menunggu untuk menyerang kita.
Tapi tak seorangpun dari tentara Sekutu akan mencapai pantai ini.
Tak ada seorang Amerika pun yang boleh menampakkan kaki di pantai ini.
Kapan pun atau di mana pun kemungkinan serangan ini, Saudara-saudara...
...akan kuhancurkan musuh di sana, di pinggir laut.
Percayalah padaku, Saudara-saudara.
Serangan 24 jam pertama akan menentukan.
Bagi Sekutu mau pun Jerman, akan menjadi hari yang terpanjang...
...hari yang terpanjang.
JENDRAL GUNTHER Markas besar Perancis di bawah Jerman
- Puisi Verlaine? - Ya, baris pertama.
Putar kembali!
Diam!
Warga Perancis berbicara kepada rakyatnya.
Ini pesan-pesan pribadi.
''Ratapan panjang dari biola-biola musim gugur. ''
Kuulangi:
''Ratapan panjang dari biola-biola musim gugur. ''
Sudah kau beritahu seluruh komando?
Kalau Berlin benar, waktu kita menangkap baris kedua...
...artinya serangan akan datang dalam 24 jam.
Beritahu kata-kata baris kedua.
''Melukai hatiku dengan kelesuan yang monoton.''
Kita menangkap ratusan pesan tahun lalu, ratusan!
Sudah kuperintahkan keadaan siaga berkali-kali.
Mengapa puisi ini lebih berarti dibandingkan yang lain?
Beritahu aku:
Apa memberi kita petunjuk di mana dan kapan mereka mendarat?
Tentu saja tidak.
Ada setengah juta orang di bawah komandoku.
Bagaimana bisa pertahankan kedisiplinan kalau tentaraku disiagakan terus...
...hanya karena orang-orang tolol di Berlin menangkap sebuah puisi?
Tidak, Blumnetritt, tak ada siaga.
Khususnya dalam cuaca seperti ini.
- Ada lagi? - Tidak, Pak.
Selamat pagi, Marsekal.
- Ada kabar? - Tak penting.
Pesawat pembom mengenai Pas-de-Calais kemarin sore.
Tak banyak kejadian tadi malam. Badai.
Hanya itu yang membuatku tertarik pagi ini, badai.
Tiba-tiba saja datang, memporak-porandakan mawarku.
Ada ombak setinggi 5 kaki di Channel...
...dan kecepatan angin 30 sampai 40 mil per jam.
Untuk bulan Juni...
...itu badai Channel terburuk dalam 20 tahun ini.
Janjiku di Berchtesgaden?
Jenderal Jodl akan menjumpai Pemimpin Besar hari ini...
...dan mengkonfirmasikan janji untukmu.
Kau akan tetap ke Jerman seperti rencana?
Apa ada waktu yang lebih baik?
Cuacanya akan terus seperti ini seminggu lagi.
INGGRIS SATU DARI 1108 KAMP SEKUTU
Ambil cepat. Maju cepat.
Ambil cepat. Maju cepat.
Ambil cepat. Maju cepat.
Kau mau kami makan sampah ini lagi?
Aku tak peduli apa yang akan kau lakukan pada makanan ini.
Makan, membuangnya.
Aku dibayar untuk memasaknya.
Ayo. Taruh saja.
Ambil cepat.
Maju cepat.
Kau tidak tidur?
Yang benar saja? Aku belum tidur sejak kita tiba di sini.
Aku benar-benar kalut.
Nanti malam akan terjadi. Pasti.
Ya.
Kudapatkan waktu bermain dengan orang dari Kelompok F.
- Dia pesuruh seorang Jenderal. - Maju. Maju.
Hei, Hutchy!
Huthcy, aku mau menanyakan sesuatu.
Hei, Hutchinson...
...kau pikir mereka akan mengijinkanku menulis ke rumah? Penting sekali.
Tak mungkin, Sobat. Menyangkut keamanan.
Kurasa si tua Churchill takkan mempercayai kita.
Ini untuk isteri, kau tahu. Dia akan melahirkan.
Anak yang pertama, kan?
Bukan anakku, tapi aku benar-benar kuatir tentangnya.
Dia tak begitu kuat.
Wah, bau sekali.
Minyak diesel, WC cadangan, muntah.
Tak ada lagi tempat untuk muntah.
Kantong-kantong muntah penuh.
Timba-timba penuh.
Yang tinggal hanya helm-helm kita.
Juni.
Setiap Juni ayahku biasanya membawaku kemping...
...di atas Gunung Biru.
Kami berburu dan memancing sepanjang hari.
Dan malamnya...
...kami tidur di bawah bintang.
Bahkan tak perlu selimut.
Juni.
Angin dan hujan. Angin dan hujan.
Takkan pernah berhentikah?
Lihat, Yah, yang kuinginkan hanyalah terus maju.
Ada angin mau pun tidak. Bahkan kalau mendarat di Paris di atas Menara Eiffel.
- Kalau begitu... - Kolonel memanggil kita.
Semua.
KOLONEL BENJAMIN VANDERVOORT Divisi Udara ke-82 AS
Pergantian jadwal. Sesudah pengarahan hari ini...
...semua tentara akan ikut serta dalam taktik penyebaran pasukan darat.
Dalam cuaca seperti ini, Pak?
Tentu saja, Harding, kalau kau yakin kita bisa mendarat di Perancis...
- ...saat cuaca terang dan kering. - Bukan begitu maksudku.
- Apa maksudmu? - Bukan cuacanya.
Tapi menunggunya itu. Mereka sudah tak sabar untuk berangkat.
Kurasa aku tak perlu mengingatkanmu...
...perang ini telah berlangsung selama 5 tahun.
Separuh dari Eropa telah dikuasai.
Kita termasuk pendatang baru.
Inggris telah berperang sejak 1 940.
Aku yakin mereka pun tak sabar lagi untuk berangkat.
Apa ini jelas?
Ya, Pak. Cukup jelas.
Tiga juta orang terpaku di pulau ini.
Seluruh Inggris terpaku di tempat-tempat seperti ini.
Kita berada di ambang pintu dari hari yang paling menentukan.
Tiga juta orang di luar sana...
...bersiaga, dan menunggu langkah besar itu.
Mereka tidak sendiri.
Beritahu pasukan. Persiapkan semua perlengkapan, jam 14:00.
Ya, Pak.
Mereka bilang kedua-duanya siap.
JENDERAL NORMAN COTA DIVISI ke-29 AS
Aku lebih suka yang ini. Lebih bebas.
Lebih cepat disingkirkan waktu kita mencapai pantai.
- Ya? - Sudah siap.
Nanti malam, seperti yang dijadwalkan.
- Kalau cuaca tak memburuk. - Mau buruk seperti apa lagi?
Ike mengadakan rapat tingkat tinggi pada jam 9:30.
Aku bukan Eisenhower. Aku asisten komandan divisi.
Aku tak tahu lagi, tapi dia tak bisa membatalkannya lagi.
Frank, matikan itu.
Empat ribu kapal sudah siap.
Tentara siap berangkat.
Sebelas ribu pesawat siap.
18.000 pasukan parasut. Tuhan yang tahu berapa pesawat layang.
Norm, tenang.
RAF bilang kalau badainya bisa tiba-tiba berhenti.
Itu yang mereka katakan kemarin dan kemarin dulu.
Dengar, Norm.
Kita semua sama-sama...
...membaktikan diri pada ini semua, kita tak tahan lagi ingin maju.
Termasuk Ike.
Sekarang kalau dia membatalkannya lagi, dia tahu apa yang dilakukannya.
Tentu saja dia tahu. Aku mengerti.
Aku hanya memikirkan semua tentara itu. 200.000 dari mereka...
...ada di atas kapal-kapal itu. Mereka mungkin mabuk laut.
Beberapa sudah di sana selama hampir tiga hari.
Aku bilang berangkat.
Berangkat. Tak peduli cuaca.
Tidak!
Seratus untuk tulangnya! Ayo.
- Hei, beri aku 50 dolar. Aku kalah. - Keadaanku juga tak begitu baik.
Hei, pinjami aku 50 dolar?
- Pinjami aku 20 dolar? - Matilah saja.
Pinjami aku 10?
- Taruhan 50. - Aku punya.
Satu, dua, tiga, empat, lima.
Lima puluh!
Biar kudengar, biar kudengar.
- Lima dan dua, empat dan tiga. - Enam! Itu caranya!
Tujuh poin berturut-turut. Tak masuk akal.
- Ada 100 di sana. - 100 dolar, 20 dolar.
Ada yang buka?
- 40 lagi. - 40 lagi.
Kau dapat taruhannya.
- Oke, kau bangsat... - Tunggu. Tunggu dulu.
Ini. Pakai ini.
No comments yet. Be the first to leave one.