Q.E.D : Shômei shûryô

Q.E.D : Shômei shûryô

Lataa Indonesian -tekstitys

Julkaisutiedot

Q E D Shoumei Shuuryou 2009 Episode 01
Kommentaari xtalplanet
Manual Translate by xtalplanet

Tunnisteet

other
Julkaistu: 2010-12-03
Lataukset: 19
Kuulovammaisille: Yes

Indonesian tekstityksen esikatselu

200 ensimmäistä riviä.

Hidemi!

EPISODE I Ruang Terkunci di Udara

Sial!

Do!

Do, nilai!

Penerjemah: xtalplanet

Aku akan ambil ini.

Hei Eriko, Madoka,

tiket ini hanya untuk dua orang.

Kalian putuskan saja, salah satu yang mau ikut.

Tidak, terimakasih.

Aku tak butuh itu.

Kenapa?

Kenapa?

Karena kami gadis sekolah yang normal.

Maksudnya apa?

Eh?

Kenapa?

Apa kombinasinya?

Aku meletakkan barang2ku di dojo kantor polisi selama musim panas...

Sudah lama tak kubuka, jadi aku lupa kombinasinya...

Jangan tanya kami.

Ayo pergi.

Tunggu, kalian jangan pergi!

Siapa saja.

Tolong!

Tolong aku!

Tak mungkin, itu ruang loker untuk wanita.

Tolong saja aku!

Tapi aku mau ke ruang kantor.

Tolong, aku lupa kombinasinya.

Ayolah, paksa saja pintunya.

Kau punya pisau lipat?

Punya.

Untuk apa?

Untuk menajamkan pensil.

Hah?

Sudah cukup!

Harus kugunakan semangat bertarungku!

Berapa buah angkanya?

Tiga.

Sepuluh pangkat tiga, artinya seribu kemungkinan kombinasi.

Sudah cukup.

Ah!

Ada sidik jari di tombol tiga, lima dan nol.

Kau bisa buka lokernya dengan kombinasi ketiga nomor ini.

Ah, aku ingat!

Terimakasih!

Sama-sama.

Jadi, siapa namamu?

Aku So Toma. Senang berkenalan denganmu.

Sebenarnya Toma sudah lulus dari kuliah.

Jadi dia lebih tua dari kami?

Tidak, tidak, dia loncat kelas dan masuk MIT di Amerika.

MIT?

MIT, maksudmu, ini?

Itu TIM.

Dan itu sudah kuno.

MIT itu singkatan dari Massachusetts Institute of Technology.

Iniversitas terkemuka di Amerika yang banyak mendapatkan Nobel.

Kau bisa duduk di sana.

Baik.

Baiklah, kita mulai pelajarannya.

Liburan musim panas sudah berakhir...

Hei, terimakasih sebelumnya.

Aku Kana Mizuhara.

Minggu depan kau ada waktu?

Baik, sekarang posisi melengkung.

Pertahankan posisimu.

Lengkungan lagi tubuhmu.

Seperti ini!

Ah! Ah! Ah.

Kau tak lentur, Toma.

Aku mau pulang.

Kau harus bisa.

Aku tak ikut latihan dari awal.

Kau yang memaksaku ke sini.

Tapi kau bisa terbang gratis, tahu!

Itu bukan terbang, tapi terjun.

Morokawa dan mereka hampir mencapai 10 ribu kaki.

Mereka itu tim penerjun yang disebut dengan Starship.

Tim hebat yang sudah memasuki kelas dunia.

Nomaki.

Nomaki!

Kenapa, Nomaki?

Kau kelihatan lain.

Firasatku buruk.

Sudah kurasakan sejak hari itu,

Memasuki titik terjun!

Mereka akan terjun dari sana.

Tampaknya menyenangkan.

Ketinggiannya 10 ribu kaki, tahu.

Jika parasutmu tidak mengembang, maka

kepalamu tak akan berbentuk jika sampai di tanah.

Mereka mau terjun!

Mereka terjun!

Eh?

Kenapa? Apa dia pingsan?

Jangan konyol, itu anggota Starship, kau tahu?

Nomaki, kenapa?!

Bisa usahakan ke posisi netral?

Sikap Nomaki aneh, kalian segera ke titik pendaratan!

Diterima!

Ini gara-gara kau bilang yang tidak-tidak!

Kau menyalahkan aku?

Ah! Parasutnya mengembang.

Untunglah. Sepertinya dia tak apa-apa.

Tidak, itu parasut cadangan yang disebut dengan AAD,

yaitu parasut yang akan terbuka secara otomatis,

jika sudah mencapai ketinggian tertentu.

Morokawa! Nomaki tak apa-apa?!

Saat kulepaskan parasutnya,

pisau itu...

Apa artinya ini?

Kami semua ada di udara.

Ayo pulang.

Sebentar lagi, ya?

Seperti dugaanku, kita tak bisa terjun!

Hanya sebulan sejak kejadian itu.

Tak ada hubungannya!

Kumakura bersikeras untuk ikut terjun.

Kana!

Ayah!

Apa yang kau lakukan di sini?

Jangan-jangan kau bolos sekolah lagi?!

Apa?

Hah?

Bukannya kau akan bilang "menjauhlah dari TKP", atau...

"Terjun payung itu berbahaya!", atau semacam itu?

Dia Touma, teman kelasku yang baru.

Aku mengerti.

Maafkan anakku yang sudah mengajakmu yang tidak2.

Kau harusnya bilang "jangan pernah dekati anakku",

atau semacam itu?!

Dasar!

Mizuhara.

Hei.

Orang-orang ini anggota Starship.

Aku Mizuhara. Senang berkenalan.

Aku Morokawa, pemimpin kelompok.

Aku Kumakura.

Aku Uowaki.

Kasusnya aneh sekali, kan?

Seseorang ditikam pisau di udara.

Pembunuhan terjadi di ruangan yang disebut langit.

Bisa kalian ceritakan secara rinci bagaimana kejadiannya?

Aku datang kemari pukul enam pagi.

Aku bersama yang lainnya mempersiapkan peralatan sampai pukul delapan.

Aku juga pergi Club House setelahnya.

Club House?

Aku juga melakukan line-check di sini sejak pukul delapan.

Line-check?

Aku memeriksa semua parasut

apakah sudah terbungkus atau belum.

Jika aku mengabaikannya ada kemungkinan parasut mengalami Malfunction.

Tolong jelaskan dengan istilah yang kumengerti.

Malfunction artinya kondisi dimana sebuah parasut tidak terbuka sepenuhnya.

Bagaimana kalau itu terjadi di udara?

Kita akan mati.

Tak bisa ditolerir.

Masalah yang lebih ringan ketimbang malfungsi disebut dengan 'minor problem",

dalam kasus ini, jika penerjunnya sudah berpengalaman, dia bisa mengatur pengoperasian parasut.

Bisa juga dengan memotong parasut utama danmenggantinya dengan parasut cadangan.

Begitu.

Tapi, jika ada satu kesalahan,

akan berakhir dengan kematian.

Aku benci itu. Sebaiknya aku berhenti.

Kepala, apa kau ingin terjun?

Uowaki, kapan kau tiba kemari?

Aku...

Uowaki, tenanglah.

Maaf, orang ini gugup.

Kalau tak salah, aku kemari sekitar pukul delapan lewat dua puluh.

Aku mengambil parasutku dari Kumakura di sini,

lalu aku segera menuju ke pesawat.

Pesawatnya terbang pukul sembilan, kau ke sini pukul delapan lewat dua puluh?

Uowaki memang biasa begitu.

Jika aku bisa berdiam diri, pikiranku akan sedikit tenang.

Kemudian Nomaki datang.

Hei, Uowaki, kau gugup lagi?

Diam, biarkan aku sendiri.

Selalu begitu.

Dia selalu mengejekku.

Kami terbang sekitar pukul sembilan.

Nomaki dan Uowaki duduk bersebelahan.

Kumakura dan aku duduk di depan mereka.

Kenapa, Nomaki?

Kau terlihat aneh.

Firasatku buruk.

Firasatmu buruk? Maksudmu apa?

Hantu itu.

Hah?!

Nomaki ditikam oleh hantu itu.

Uh...

Memang seperti perbuatan hantu.

Karena seseorang yang masih hidup ketika terjun,

ditemukan mati ketika sampai di tanah.

Nyatanya ia memang ditikam di udara, kan?

Tak mungkin manusia bisa melakukan itu.

Tapi menurutku lebih tidak mungkin, ada sesosok hantu

Kommentit

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left