200 ensimmäistä riviä.
Dalam hidup, ada banyak yang dapat kita pelajari
Hidup bagaikan sebuah perjalanan
Semoga Tuhan memberkati kalian
Bersama doaku, ke hadapan sang Bapak
Yesus Kristus akan selalu bersama kalian
Andai saja waktu itu
Aku tahu apa yang akan terjadi
Aku takkan ada disini
Ya, aku juga begitu
Bukan seperti yang kurencanakan
Sayang sekali -Aku tak punya banyak harapan
Kadang kau harus hadapi, apa pun itu
Bukankah kau pernah katakan
Aku harap kau tak mengingatnya
Bagaimana tidak?
Itu seperti alunan lagu di telingaku
Tak disangka
Kemudian hilang begitu saja
Suatu saat ia akan datang kembali
Kau harus mengerti itu
Kau tak pantas punya nasib seperti itu
Jangan berkata seperti itu
Memang seharusnya begitu
Maafkan aku
Sebaiknya kau pulang saja
Tak ada alasan untuk itu
Aku sudah pernah merasakannya
Begitukah?
Kau pasti sudah kuat
Ya,
Tak apa-Apa
Aku harus pergi
Sebentar
Apakah aku menyinggungmu?
Tidak
Aku punya sesuatu
Selamat ultah
Hanya ini yang bisa kuberikan
Bukan yang terbaik
Payungnya ada kan?
Oh
Itu selalu kubawa
Gadis berpayung
Apa yang membuatmu begitu?
Entahlah
Sebaiknya tak kutanyakan hal ini
Wanita tak suka ditanya
Tergantung siapa orangnya
Yang benar, aku tak tahu itu
Kau seperti menyembunyikan sesuatu
Untuk apa? Tak usah kau pikirkan
Buang-Buang waktu saja
Ayolah
Bukankah kau dulu berambut panjang? -Tidak pernah
Telpon malam-Malam, boleh kuangkat?
Terserah
Ada apa?
Aku masih di perjalanan
Barangnya ada di kamarku
Aku masih lama
Baiklah, tunggu aku pulang saja
Apa?
Bukan seperti itu
Aku sudah tahu itu
Dari siapa?
Seseorang
Apa lagi?
Benar?
Terserah kau
Ya
Mati lagi?
Entahlah, mungkin baterainya habis
Baterai?
Ini siapa?
Untuk apa?
Sepertinya ada yang iseng
Bilang saja cukup
Bukankah kau yang telpon sebelumnya?
Ada apa sebenarnya?
Sudahlah, aku tak mau tahu
Oke, oke
Aku keluar dari mobil sekarang
Kau bisa temui aku nanti
Bagaimana?
Orang aneh
Aduh
Aku butuh sesuatu
Silahkan nona
Seperti biasa -Ini ambillah
Ada orang?
Siapa?
Halo, ini untukmu
Kau kelihatan bersedih, untuk apa?
Tidak juga, aku mengantuk
Sudahlah kakak
Kau darimana?
Dari tempat teman
Selarut ini?
Apa?
Kau nakal
Kenapa?
Kau pasti main ke tmapt itu lagi
Sudahlah
Aku lapar
Apa? Tak ada apa-Apa
Kau bohong
Aku ingin kudapan
Apa pun yang ada
Terserah
Temanku, dia masuk rumah sakit
Sakit apa?
Entahlah, sepertinya flu biasa
Tak ada yang perlu dikhawatirkan
Kau baru dari rumah sakit?
Betul
Kenapa tak bilang padaku?
Aku lupa
Jangan diulangi lagi
Aku mengkhawatirkanmu
Aku sudah besar
Kuenya kurang besar
Tak tahu terima kasih
Aku tadi berpikir
Tentang apa?
Jangan banyak berpikir
Seandainya kau sudah dewasa
Aku bisa kerja di tempat itu
Aku bisa bantu bayar uang sewa
Pulang membawakanmu hadiah
Itulah impianku
Ini masih kurang rapi sedikit
Seperti lilin ini
Umur kita berkurang setiap hari
Halo, siapa disana?
Dia sedang tidur
Sms saja bagaimana?
Aku tak bisa
Dia lelap sekali, dia kelelahan
Bangunlah
Minggir kau
Enak sekali kau, bersandar padaku
Bangunlah
Dia tak mau bangun
Lain kali saja
Begitu ya, tidak apa-Apa
Nanti akan kusampaikan, baiklah
Naiklah, ayo
Ayolah
Oh, dia ingin naik
Sedang apa kau disana?
Seharusnya kau masuk saja
Aku senang sekali kau kemari
Dia datang dari jauh
Ada banyak yang dapat kita lakukan bersama
Jadi begini
Kita tak perlu tunjukkan kesedihan kita
Ini Maria, dia telah kehilangan anaknya dalam kecelakaan
Clara, dia sudah 5 tahun kehilangan anak tersayangnya meninggal karena sakit
Aku masih tak bisa melupakannya
Aku seperti merasa tak lengkap
Sandy juga kehilangna orang terkasihnya
Kau bisa perkenalkan dirimu -Tidak usah
Diriku sudah tak ada lagi
Sejak kejadian itu -Aku mengerti, tidak apa-Apa
Apakah -Kurasa cukup, itu menyedihkan
Begini, kita hanya adakan acara santai, tak perlu kaku
Bukankah begitu seharusnya?
Aku hanya tak melihat alasan untuk hidup lagi
Lupakanlah yang telah berlalu
Bagaimana bisa?
Bagaimana aku harus memulainya?
Menurutku, itu sama seperti yang kurasa
Sebenarnya
Tak ada yang dapat kita lakukan
Tapi selalu ada cara
Kita harus berpegangan tangan
Bersama kita dapat saling introspeksi
Rasanya sulit sekali
Ya?
Aku sebenarnya telah berusaha
Dengan sekuat tenaga
Selalu sama saja
Dalam setiap usaha, selalu ada langkah maju, kita tak boleh menyerah
Aku tak megerti itu
Mau kemana kau?
Jangan kau pergi
Sebelum kita berbagi
Sudahlah
Menangis secukupnya saja,
Clara, kau bagaimana?
Dia telah melepaskan rasa sakitnya
Jadi kau bisa..
Baca buku apa?
Kenapa?
Aku selalu penasaran apa yang kau baca
Lihat, rambutmu bertambah tebal
Aku ganti shampo
Dan rambutku sering rontok
Aku ingin tiduran sebentar
Bagaimana?
No comments yet. Be the first to leave one.