200 ensimmäistä riviä.
Ini memang kamar seorang anak laki-laki...
tapi ini kamar seorang anak laki-laki...
yang bernama Christopher Robin.
Seperti kebanyakan anak laki-laki, Christopher Robin...
punya binatang mainan. Dan mereka semua hidup bersama...
di sebuah negeri dongeng yang indah.
Tapi sahabatnya adalah seekor beruang bernama Winnie the Pooh.
Atau Pooh, pendeknya.
Pooh punya petualangan yang amat tidak lazim.
Petualangan ini terjadi di sini, di Hundred Acre Wood.
Jauh di dalam Hundred Acre Wood di mana Christopher Robin bermain
Kita bisa melihat teman-teman bermain Christopher di masa kecil
Seekor keledai bernama Eeyore adalah sahabatnya
Serta Kanga dan si kecil Roo
Ada Rabbit dan Piglet dan
Owl, tapi yang terpenting Winnie the Pooh
Winnie the Pooh boneka beruang kecil yang lucu
Winnie the Pooh beruang tua yang bodoh
Winnie the Pooh tinggal di hutan yang indah ini...
dengan nama Sanders. Artinya, ia memasang nama itu di atas pintu...
dengan huruf emas dan ia tinggal di dalamnya.
Saat Pooh mendengar dentang jamnya...
Ia tahu ini saatnya untuk sesuatu.
Tapi ia beruang yang bodoh. Jadi jika ia berpikir...
ia berpikir sekuat-kuatnya.
Aku belum memikirkan apa-apa. Kau sudah?
Tidak, aku juga belum.
Berpikir, berpikir, berpikir.
Ya, saatnya untuk berolahraga.
Naik, turun Jika aku ke bawah sentuh tanah
Itu membuat hatiku senang
Naik, turun, sentuh tanah aku jadi ingin makan
Aku berolahraga dan aku bisa bicara dengan bijaksana
Aku meningkatkan nafsu makanku jika berolahraga
Sudah lebih baik. Terima kasih.
Tadi sampai di mana?
Ya, perutku lapar.
Saatnya untuk makanan yang manis.
Aku pendek, gendut dan aku bangga akan itu
Dan dengan sekuat tenaga, aku naik turun untuk nafsu makanku
Jika naik, turun, sentuh tanah aku jadi memikirkan makanan
Seperti madu dan susu serta coklat
Dengan nafsu untuk makan aku menjadi Pooh yang bahagia
Habis lagi.
Hanya tinggal sisanya saja.
Suara dengung itu ada artinya.
Satu-satunya alasan ada suara dengung seperti itu...
adalah karena ada lebah.
Dan satu-satunya alasan menjadi lebah adalah untuk membuat madu.
Dan madu itu ada agar aku bisa memakannya.
Kemudian Winnie the Pooh memanjat pohon untuk mengambil madu.
Ia memanjat dan terus memanjat.
Sambil memanjat ia bersenandung.
Ini namanya lagu perutku.
Ya, dan lagunya adalah seperti ini.
Perutku sudah lapar
Saatnya untuk makan siang
Aku tak perlu memanjat pohon ini jika aku bisa terbang seperti lebah
Tapi jika begitu aku bukan beruang jadi kukira aku tak peduli
Beruang suka madu dan aku beruang Pooh, jadi aku peduli
Maka aku akan memanjat Perutku lapar sekali
Saatnya untuk makan sesuatu yang manis
Andai saja aku tidak lapar.
Yang mau aku lakukan adalah...
Dan itu semua karena aku begitu suka madu.
Winnie the Pooh merangkak keluar dari semak-semak...
membersihkan duri dari hidungnya dan mulai berpikir lagi.
Berpikir, berpikir, berpikir.
Dan orang pertama yang ia pikirkan adalah.../ Winnie the Pooh?
Bukan. Christopher Robin.
Christopher Robin tinggal di bagian lain dari hutan...
di mana ia bisa dekat teman-temannya...
dan membantu mereka menyelesaikan masalah mereka.
Di musim panas ini, Eeyore yang bersedih, kehilangan ekornya lagi.
Eeyore, ini takkan menyakitkan/ Memang tak pernah.
Sudah. Aku sudah memasang ekormu dengan benar, Eeyore?
Tak masalah. Nanti juga mungkin akan hilang lagi.
Menurutku, ekor Eeyore perlu digeser sedikit ke kanan.
Menurutku, kukira itu sedikit agak ke.../Selatan.
Bukan, Utara, Sayang.
Senyumlah. Jangan bersedih. Coba kau goyangkan.
Berhasil!/Bagus.
Terima kasih. Ekor ini tak begitu bagus...
tapi ini sudah terpasang.
Selamat pagi, Christopher Robin.
Selamat pagi, Winnie the Pooh/ Selamat pagi, Pooh Bear.
Jika pagi ini memang indah, aku ragukan itu.
Kau mencari apa, Pooh Bear?
Aku tadi bicara sendiri saat berjalan ke sini dan...
bertanya apa kau punya benda...
benda, Christopher... seperti balon.
Balon itu untuk apa?
Madu.
Tapi kau tak bisa mengambil madu dengan balon.
Aku bisa.
Bagaimana caranya?/ Aku bisa terbang seperti lebah...
ke pohon untuk ambil madu. Mengerti?
Tunggu dulu. Kau tak bisa menipu lebah dengan cara itu.
Kau lihat saja. Kau bisa membawaku ke tempat yang berlumpur?
Lalu Christopher Robin membawa Winnie ke tempat berlumpur...
dan Pooh berguling-guling sampai tubuhnya jadi hitam.
Sudah.
Ini penyamaran yang pandai, kan?
Kau menyamar jadi apa?
Awan hujan yang hitam, tentunya.
Dasar beruang tua tolol.
Bisa tolong bidikkan aku ke lebahnya?
Hati-hati, Pooh. Pegangan yang kuat.
Empat...
tiga...
dua...
satu.
Aku hanya awan hujan hitam yang menggantung di bawah pohon madu
Aku hanya awan hujan hitam tak perlu memperhatikan aku
Semua orang tahu awan hujan tak makan madu sedikit pun
Aku hanya menggantung di atas tanah menunggu hujannya turun
Kukira lebah ini mencurigai sesuatu.
Mungkin mereka pikir kau mau mengambil madu mereka.
Mungkin karena kita tak tahu jalan pikiran lebah.
Aku hanya awan hitam hujan
Menggantung di bawah pohon madu
Kukira akan menolong jika kau membuka payung dan bilang...
tampaknya hujan akan turun.
Tampaknya hujan akan turun.
Tampaknya hujan akan turun.
Aku sudah mengambil keputusan yang penting sekali.
Ini kelompok lebah yang salah.
Permisi, lebah.
Kukira aku akan jatuh.
Aku akan menangkapmu, Pooh.
Cepat, ayo. Lebah itu.
Tolong.
Kita tak pernah tahu jalan pikiran lebah.
Pooh itu tidak mudah menyerah. Jika ia sudah mau mengambil madu...
ia tidak akan mundur sedikit pun.
Madu berhubungan dengan Bunny.
Dan Bunny berhubungan dengan...
Rabbit.
Dan aku suka Rabbit karena ia memakai kalimat pendek...
seperti "Mau makan siang?"
Dan, "Silakan ambil sendiri, Pooh".
Pooh! Makan siang! Tidak lagi! Astaga!
Ada orang di rumah?
Aku bilang, "Ada orang di rumah?"/Tidak ada.
Sama sekali tak ada orang?/ Tidak ada.
Pasti ada seseorang.
Karena seseorang bilang "tak ada".
Rabbit, kaukah itu?/Bukan.
Bukankah itu suara Rabbit?
Kukira bukan. Suaranya tidak begitu/ Halo, Rabbit.
Halo, Pooh Bear.
Kejutan yang menyenangkan.
Mau makan siang?
Terima kasih, Rabbit.
Silakan ambil sendiri, Pooh.
Kau mau pakai susu atau madu untuk rotimu?
Keduanya. Tapi tak perlu pakai roti. Tolong ambilkan sedikit.
Ini dia.
Ada apa?
Aku maksud sedikit lebih banyak.
Mungkin akan lebih cepat jika kau ambil gucinya.
Terima kasih, Rabbit.
Lalu Pooh makan dan terus makan.
Sampai akhirnya ia bilang pada Rabbit, dengan mulut agak penuh.
Aku mau pergi. Selamat tinggal, Rabbit.
Selamat tinggal. Kau yakin tak mau tambah lagi?
Masih ada?
Tidak ada lagi.
Sudah kuduga.
Aku terjepit.
Astaga!
Ini karena terlalu banyak makan.
Ini karena pintunya kurang besar.
Tak ada gunanya. Hanya tinggal satu hal.
Aku akan panggil Christopher Robin.
Siapa? Pooh Bear rupanya/ Halo, Owl.
Hari yang indah untuk bepergian, ya?
Kau terjepit?
Tidak. Hanya beristirahat dan berpikir sambil bersenandung.
Kau memang terjepit. Beruang besar di lubang yang sempit.
Dengan kata lain, tak bisa keluar.
Untuk menangani ini butuh ahlinya.
Ada yang memanggil ahli penggalian?
Namaku tak ada di buku telepon tapi aku siap membantu.
Namaku Gopher, ini kartu namaku. Ada masalah apa?
Tampaknya pintu masuk rumah Rabbit tak bisa dilewati.
Tepatnya, tersumbat.
Dan kau minta aku menggalinya?
Benar sekali.
Di sebelah sini, Sobat.
Yang pertama harus dilakukan adalah menyingkirkan beruang itu.
Ia mengganggu proyek ini.
Justru dialah proyeknya.
Penggalian yang sulit, mungkin ada lapisan batu.
Ada bahaya runtuh. Risikonya besar.
Perlu papan untuk menahan. Pekerjaan besar.
Butuh waktu 2-3 hari/3 hari?
Bagaimana dengan makan siang?/ Tak masalah.
Aku selalu pulang untuk makan siang. Ini akan butuh uang.
Berapa besar?
No comments yet. Be the first to leave one.