200 ensimmäistä riviä.
Bencana tsunami yang menerjang pesisir Selat Sunda
- menyisakan duka mendalam. - …termasuk di dalamnya adalah
- grup musik Seventeen yang sedang… - …istri vokalis grup musik Seventeen…
Pemirsa, kabar duka datang dari vokalis
- grup musik Seventeen… - … meninggal dunia
dalam bencana tsunami Selat Sunda.
Aku tidak tahu kenapa Allah waktu itu membiarkan aku hidup.
Mimpi kami berakhir…
di 22 Desember kemarin.
Kita tidak pernah tahu…
takdir dan jalan Tuhan.
Aku sekarang…
sedang dalam proses tahap penyembuhan.
Mencoba menyembuhkan diri
dari trauma
yang sangat-sangat…
sedih.
- Masuk ke mana? - Airnya masuk ke mulut.
Tahan napas.
- Hati-hatinya saja 15 menit. Sudah. - Ya.
- Biar mandiri. - Pokoknya, lepas. Begitu, ya?
Berenang bersama…
Sayang
GITARIS
PEMAIN BAS
DRUMER
MANAJER TUR SEVENTEEN
KRU BAS SEVENTEEN
Tentu saja bersama aku, VJ Daniel.
Hanya di sini, di MTV Ampuh, kalian bisa saksikan naik dan turunnya
dua puluh klip video terbaru dan terkeren
milik musisi favorit Indonesia.
Cobalah untuk menduakan aku
MANTAN VOKALIS
Dan kau akan rasakan setianya diriku
Cobalah untuk mendustai aku
Dan kau akan pahami kejujuran hatiku…
Pertama kali terbentuknya Seventeen…
MANTAN GITARIS
…itu dari teman SMA.
Aku, Herman, dan Andi.
Kami bertemu di sebuah acara sekolah.
Makin lama makin dekat akhirnya suatu hari Resa main.
Resa itu yang sekarang menjadi manajer Seventeen.
Sebenarnya awalnya bukan ditunjuk sebagai manajer…
MANAJER
…tapi sebagai juru bicara.
Jadi, apa pun yang berkaitan dengan mereka, aku yang maju.
Mulai dari sana.
"Sudah kau saja, Sa, yang menjadi manajer."
Dimulai sejak saat itu.
Mulai bantu mereka.
Bantu mereka untuk memanajeri.
Akhirnya kami seperti punya tim solid, tapi masih belum diikrarkan.
Suatu hari,
tanggal 17 Januari tahun 1999,
tepat pukul 17.00 di depan rumahku, aku bilang ke anak-anak,
"Ayo, kita bikin grup musik serius dengan nama Sweet Seventeen."
Perkenalanku dengan anak-anak Seventeen sebenarnya karena persaingan.
VOKALIS DAN PEMAIN BAS
Persaingan sehat.
Kebetulan Mas Doni itu dulu pemain basnya Syanas.
Aku penggemarnya. Aku ikuti mas Doni.
Dulu, aku tidak punya rumah. Aku menumpang di rumah teman-teman.
Lalu diajak ke rumahnya Mas Doni.
Aku tinggal di situ. Pokoknya menumpang hidup di situ.
Pada waktu itu Seventeen sering mengisi…
Kalau main di kafe…
satu atau satu setengah jam, lalu istirahat, lalu main lagi.
Seventeen sering di sini, di waktu istirahat ini.
Kita sering bertemu
Mas Doni Tato.
Doni itu kakak sepupunya Andi.
Andi pemain drum.
Dia tiba-tiba menawarkan.
"Sudahlah, kalau harus tampil di panggung, aku yang bernyanyi, aku ewangi."
"Ewang" itu bantu.
Dan itu sepertinya atas usulan Andi.
Wes, masku wae. Kakakku saja.
Itu Doni bisa bernyanyi.
Akhirnya sering berlatih dan cocok dengan Doni.
Mereka sangat bergembira.
Waktu aku melihat Seventeen
tampil di kafe.
Anak-anak ini begitu bergembira.
Asyik.
Dan itu yang membuat aku mau.
Pada tahun 2003, album pertamanya
berjudul Bintang Terpilih.
Ini gila. dari panggung ke panggung selalu main bersama.
Aku mulai terpicu dari situ.
Seventeen buat sesuatu, Endank Soekamti harus buat sesuatu.
Seventeen mengajukan demo, aku juga harus mengajukan demo.
Soekamti main di pensi-pensi, Seventeen juga.
Jadi, kami berebut panggung juga. Persaingannya benar-benar sehat.
Menariknya karya Seventeen…
PRODUSER MUSIK ALBUM KE-1
…pada saat itu aku mendengarkan.
Ini musik pop
tapi…
mentah, kasar.
Dan vokalnya pada saat itu
warnanya tidak pop,
dari segi timbre,
dan ini jadi unik bagiku.
Lalu ada notasi…
Ada notasi yang khas dari situ.
Kita tahu notasi ini notasi Seventeen.
PENGARAH MUSIK
Tak dimiliki grup musik lain.
Dia sudah bisa buat seperti itu.
Itu luar biasa.
Mereka banyak menggunakan kunci mayor tujuh.
Dulu, zaman kami,
hanya aku sendiri yang musiknya berbeda.
Seventeen dan grup musik lain musiknya pop.
Tapi memang Seventeen agak sedikit lebih kelihatan
karena memang mereka genius dalam membuat lagu.
Dia bisa membentuk genre sendiri. Itu genrenya Seventeen.
Tidak semua grup musik bisa punya seperti itu.
Mereka harus bolak-balik
ganti lagu untuk mencari notasi yang menjadi identitas mereka.
Seventeen dari awal sudah punya.
Begitu muncul, kuping kita sudah tidak asing.
Akhirnya, waktu itu kita punya ide.
Ada salah satu lagu yang berjudul "Jibaku."
Lagu itu memang enaknya untuk duet.
Tanpa pikir panjang, merekomendasikan, "Ya sudah, pakai Arie Untung saja."
Arie Untung langsung datang ke lokasi, ke studio, langsung mengisi.
Jadi, Arie belum tahu lagunya, langsung disuruh mengisi.
Seperti ini gambarannya. Kamu isi liriknya.
Akhirnya, kami melakukan promosi.
Promosi selama tiga bulan lebih.
Di situlah, Seventeen mulai dikenal.
Single mereka masuk ke tangga lagu di TV.
Seperti dulu ada acara yang bergengsi, masuk.
Itu sesuatu yang sangat keren.
Sampai akhirnya kita buat album kedua.
Tapi posisi waktu itu, labelnya sudah tidak bersama Universal.
Album kedua, kami masuk ke Bravo Musik.
Waktu itu rekaman di Yogyakarta.
Kita rekaman, semuanya sudah beres,
tapi tiba-tiba ada keadaan kahar,
atau sebuah bencana besar di Yogyakarta
yang mengharuskan kami untuk berhenti melakukan promosi.
Hampir dua bulan penuh Seventeen hanya mengurus distribusi
gempa.
Bantuannya.
Kita sudah lupa tentang musik.
Di situ intrik, polemik, permasalahan mulai muncul.
Kami harus berpisah dengan Doni.
Kondisi waktu itu,
saya merasa sudah tidak…
Bukan orang yang tepat untuk berada di industri musik.
Jadi, memang satu-satunya keputusan terbaik,
saya harus…
pisah dengan Seventeen.
Dan bila nanti
Kau pun tahu
Ku bukan terbaikuntukmu
Lepaskan aku
Lupakan aku
Dan jangan pernah engkau ragu
Jadi…
awal aku bergabung dengan Seventeen itu
VOKALIS SEVENTEEN
sekitar pertengahan tahun 2006 sebenarnya.
Jadi, awalnya, waktu itu aku kuliah di Yogyakarta.
Ada grup musik mau mengadakan audisi vokalis.
Jadi, itulah pertama kali aku tahu Seventeen mengadakan audisi.
Waktu itu, di Yogyakarta sedang…
tren melukis celana jin.
Jadi, aku lukis celana jin milikku dengan gambar Emily, seorang perempuan.
Terus aku pakai sepatu kets yang aku lukis juga,
dan pakai kaus Rolling Stone.
Itu khusus untuk audisi Seventeen.
Jadi, aku ingin tampil sebaik mungkin untuk Seventeen
karena harus audisi.
Akhirnya audisi.
Suara Ifan ketika audisi memang maksimal sekali.
Setelah diseleksi, Ifan yang terpilih.
Keputusan aku masuk Seventeen itu tanggal 6 November 2006.
Siang hari, aku ditelepon.
"Selamat, Fan, kamu terpilih jadi vokalis."
Itu rasanya luar biasa. Aku sulit memercayainya. Terasa seperti…
Hanya saja, ketika Ifan masuk
kita harus mulai dari nol lagi dengan vokalis baru.
Saya dan Dendi waktu itu mulai mencari…
Mencari label lagi.
Ke Jakarta mengirimkan demo. Ditolak, semua label ditolak.
Itu susah sekali.
Itu titik kritis pertama Seventeen dan…
Resa masih cukup semangat
dalam mengurus Seventeen
untuk tetap bisa eksis di industri.
Barulah dapat info, yang namanya, yang milik Bang Danish ini.
Yang namanya Ema itu.
PRODUKSI MUSIK M12
Alhamdulillah pada tahun 2007 sampai 2008,
kami bertemu dengan manajemen Seventeen.
No comments yet. Be the first to leave one.