The Chosen

The Chosen

دانلود زیرنویس Indonesian

فصل 1

هماهنگ با نسخه‌های زیر

The Chosen 2017 S01E02 Blu-Ray Resync
ناشر Richard felex
Resync to Blu-Ray Version from Tedi

برچسب‌ها

bluray
تاریخ انتشار: 2025-05-27
تعداد دانلود: 99
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

GENESARET, 948 SEBELUM MASEHI

Aku melihat bintang!

Jika menurutmu Nenek akan percaya, Eli,

kau pasti berpikir Nenek anak kemarin sore.

Apa ada hari Sabat saat Nenek kecil?

Tentu saja.

Sejak masa perjanjian.

Setiap tujuh hari? Mengapa begitu banyak, Savta?

Sabat adalah waktu untuk beristirahat,

dan waktu untuk menghormati tiga hal,

keluarga, kaum kita, dan Tuhan.

Keluarga seperti Savta dan Saba?

Ya, dan kau, Eema, dan Abba tentunya.

Sahabat juga seperti keluarga.

Siapa lagi?

Kita menghormati masyarakat pada hari Sabat.

Orang asing, Savta?

Kita semua umat Tuhan.

Bahkan teman yang belum kita temui.

Tapi yang terpenting,

kita menghormati Tuhan dan semua karya-Nya.

Kita istirahat sebab Ia beristirahat pada hari ketujuh.

Kita istirahat untuk menyegarkan jiwa agar lebih mengenal-Nya.

Istri yang cakap, siapakah akan mendapatkannya?

Ini adalah Eshet Chayil .

Puji-pujian untuk istri yang cakap.

Ia lebih berharga daripada permata.

Hati suaminya percaya kepadanya,

suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.

Itu!

Semoga Tuhan menjadikanmu seperti Efraim dan Manasye.

Semoga Tuhan menjadikanmu seperti Sarah, Ribka, Rahel, dan Lea.

Shabbat shalom.

- Shabbat shalom. - Semoga Tuhan memberkati.

Ini lezat.

Hari keenam. Demikianlah diselesaikan

langit dan bumi dan segala isinya.

Ketika Tuhan, pada hari ketujuh,

telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu,

berhentilah Ia dari segala pekerjaan-Nya.

Terpujilah Engkau, Tuhan Allah kami, Raja alam semesta…

…yang menciptakan buah pohon anggur.

- Amin. - Amin.

KOTA KAPERNAUM, 26 MASEHI

- Kau sangat mahir. - Maria. Cobalah.

- Tidak, aku tidak bisa. - Ya.

Aku pernah melihatmu mengepang Lea. Kau amat berbakat.

Lakukanlah.

Baik.

Dua potong.

Ya.

Bagaimana menurutmu?

Sudah kubilang dia hebat.

Sayang sekali hanya Ananias yang akan melihatnya.

Kau tahu agar lebih indah lagi? Apa kita punya bunga?

Aku akan ambil bunga buttercup! Jangan pergi.

Maaf. Permisi, maaf.

Maaf.

Maaf. Aku minta maaf.

Aku harus segera bertemu Quintus. Ini mendesak.

Apakah ini masalah hidup dan mati?

Ya.

Awasi anjing itu.

Apa katanya?

- Dia membencimu sepertiku. - Lalu?

Ini ide buruk.

- Gaius, kita harus menemui Quintus! - Atau apa?

Dia tak perlu menjelaskan apa pun denganmu.

Apa kau tahu siapa…

Tidak. Jelas kau tidak tahu. Pertanyaan bodoh.

- Tahu apa? - Siapa yang kau hadapi.

- Ya, aku tahu. Ya. - Sungguh?

Dia orang Romawi yang menjajah dan mengawasi wilayah ini,

dan tanggung jawab utamanya adalah menegakkan hukum serta memastikan

kestabilan keuangan…

Aku tahu tanggung jawabnya,

kau tidak tahu kemampuannya…

Jika dia bersepakat dengan Simon,

aku punya informasi pekerjaannya.

Pernah dengar orang yang mengambil keputusan karena insting?

Jika dia sudah melakukannya, aku harus memberitahunya.

Ya, kau harus.

Aku tak ingin menyeret mayatmu,

jadi, aku akan menunggu di luar untuk penggantimu.

Semoga berhasil.

- Aku tidak mengerti… - Kau bodoh.

Seorang publikanus ingin bertatap muka?

- Publikanus? - Ya, Dominus.

Apa kau pengawalnya, Perwira?

Ya.

Kau mau ke mana?

Mengamankan jalan, Praetor.

Bagus.

Ayo.

Seorang pemungut cukai Yahudi

dan pengawalnya ingin menemui Praetor Yudea.

Kata mereka, ini mendesak.

Masalah hidup dan mati.

Semalam panas dan hari ini aku murka, jadi, aku akan langsung saja.

Kenapa aku tidak boleh membunuh kalian? Kau dulu.

Dominus, baru-baru ini aku didekati seorang pria

- saat memungut… - Lebih cepat.

Dia terlambat beberapa bulan.

- Untuk menghapus sejumlah besar… - Langsung ke intinya.

Kau menyewa orang memata-matai kapal saudagar Yahudi

yang menjala saat Sabat untuk menghindari cukai?

Ya. Simon.

- Dia ada di distrikmu? - Benar.

Utangnya dihapuskan.

Kejutan!

- Begitu pula utang saudaranya? - Dia…

Ya. Dihapuskan.

Selamat tinggal.

Terima kasih atas waktumu, Praetor.

Aku rasa Simon tidak bisa dipercaya.

Dia pernah kekurangan cukai, dan saat kukejar sisanya,

dia menghabiskan banyak uang untuk berjudi.

Selain itu, berdasarkan status keuangannya,

aku mempertanyakan hubungan Simon dengan kelas saudagar.

Terlepas dari niatnya saat ini,

kurasa kau tak mengerti apa yang bisa dia lakukan.

Maaf atas perilaku ini, Praetor.

- Ucapkan doa terakhirmu, Yahudi. - Tunggu sebentar, Kapten.

Maksudmu aku membuat kesepakatan buruk?

Ya.

Dari mana asalnya?

Dari sini, Kapernaum, Dominus.

Saudara-saudaraku keliling dunia, mencari pria pemberani untuk direkrut.

Tapi kekuatan kami menghambat usaha itu, orang waras seperti apa

yang mau melawan Kekaisaran Romawi?

- Aku waras. - Ya.

Tapi dalam artian yang berbeda.

Maaf, aku tidak mengerti.

Jadi, maksudmu

Simon tidak setara dengan kelas saudagar,

tapi dia bilang mereka menghabiskan waktu di tempat yang sama.

Apa itu salah?

Sayangnya aku tidak memahami interaksi sosial mereka.

Tapi walau itu benar,

tidak biasa bagi orang Yahudi untuk saling berkhianat.

Kata orang Yahudi yang memungut cukai dari mereka.

- Situasiku berbeda, aku… - Sejujurnya, aku menghargainya.

Kau takkan terkejut jika tahu hingga hari ini,

Simon belum memenuhi kewajibannya untuk mengungkap pemangkir cukai.

- Dia melanggar kontrak. - Belum.

Tapi waktu mungkin akan membuktikan kau benar…

- Siapa namamu? - Matius, Dominus.

Aku mungkin butuh mata tajammu untuk pengamatan, Matius.

Tugas khusus.

Aku akan menerimanya, Dominus.

Tentu saja.

Akan kukabari lagi, Matius dari Kapernaum.

- Terima kasih, Dominus. - Terima kasih.

Baiklah. Minuman untuk meja ini!

Kalian membutuhkannya untuk bersenang-senang.

Ada apa ini?

Barukh, aku tidak boleh merayakan para saudaraku?

Juga saudariku.

Sol, pastikan Amos minum sider.

Dia tak bisa minum minuman yang lezat!

Tobias, Yason, kalian butuh ini

untuk menghilangkan kesedihan setelah kalah.

Kau. Aku tidak tahu namamu. Kau baru,

tapi kami tak takut kau mencuri ikan kami, tapi wanita.

Lihat dia!

Seperti Absalom, bukan?

Semoga bayar lebih baik dari Absalom!

Menjauh dari ranting rendah, Nak.

Menjauh dari tangga yang curam, Pak Tua.

Sol, jangan ganggu Yason!

- Apa yang dia lakukan sekarang? - Tanya istrimu!

Minum sendiri lagi, Simon?

Kalian mendapat bantuan dua kali lipat di laut,

aku butuh di daratan.

Apa taruhanmu?

Yohanes, sepertinya Palu mengubah aturan dan mengizinkan anak-anak masuk.

Semoga tersangkut jala.

Tapi kau datang dengan orang dewasa.

Pastikan Yakobus dan Yohanes juga dapat!

Silakan, kalian lebih dulu.

Apa itu?

Apa maksudmu, Saudaraku?

Wajahmu.

- Kau senang? - Tidak, aku rupawan.

Kebetulan saja wajahku senang.

Bersulang!

Beli minuman untuk para saudagar.

Kau menggemukkan domba sebelum menyembelihnya?

- Hentikan… - Aku tak ingin kau menderita.

- Kau menderita, aku juga harus begitu? - Aku ingin kau serius.

- Ini bukan permainan. - Tak salah menikmati kebebasan keuangan.

Penundaan malapetaka sementara.

- KO dua kali itu bohongan. - Terima kasih, Jori.

Latih kakimu dan lain kali…

Ya. Aku akan berlatih. Terima kasih, Jori.

Penundaan sementara.

Percaya atau tidak,

aku juga tidak suka.

Tapi mereka? Mereka bukan keluargaku.

Kau dan Eden adalah tanggung jawabku, bukan mereka.

More Indonesian subtitles for The Chosen

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left