Spartacus: Gods of the Arena

Spartacus: Gods of the Arena

دانلود زیرنویس Indonesian

فصل 1

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Spartacus Gods of the Arena S01E06 2011 720p BluRay x264-mRS
ناشر enjumpz
Resynced for BluRay dari terjemahannya IKANG. All Credits and Thanks to IKANG as Owner.

برچسب‌ها

BluRay
x264
720p
720
تاریخ انتشار: 2013-04-14
تعداد دانلود: 146
مخصوص ناشنوایان: Yes

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

SPARTACUS "PARA DEWA GELANGGANG"

"AKHIR YANG PAHIT"

Penterjemah : -- Ikang (KLEBENGAN) --

Resynced for BluRay by: enjumpz

Ini sangat berat...

Menyaksikan seorang ayah, yang begitu kuat saat hidup, tak bisa bangkit lagi.

Aku sangat merasakan itu.

Titus sangat dicintai kota ini.

Ketahuilah itu.

Sang Magistrate pun menghormatinya?

Ini kehormatan besar.

Bagi ayahku.

Bertahun-tahun aku berharap kami bisa berdamai.

Tapi kini aku seakan telah merindukannya.

Aku tahu kau tak ingin beliau mangkat dengan cara seperti ini.

Begitupun aku, meskipun kami sering tak sepaham.

Tapi sudah kehendak dewa.

Para dewa tak ada kaitannya dengan ini.

Tullius seoranglah yang bertanggung jawab.

Dan bagaiman menjawabnya?

Maaf. Tamu yang tak diharapkan tiba.

Vettius.

Kendalikan emosi dan sambut dia dengan wajar.

Tak ada manfaatnya berkonfrontasi di depan sang Magistrate.

Batiatus.

Aku bersimpati atas meninggalnya ayahmu.

Orang hebat yang melebihi siapapun.

Kau kemari tanpa Tullius?

Dia takkan lepas begitu saja dari tragedi ini.

Dia menyampaikan bela sungkawa dari Antioch.

Antioch? Dia sedang ada urusan di sana

Demi kejayaan Republik.

Dia menyampaikan penyesalannya karena tak bisa hadir.

Dan sekaligus mengingatkan.

Bahwa telah ada sebuah kesepakatan sebelum ayahmu meninggal.

Tentang penjualan Gannicus.

Beraninya kau menyinggung itu di saat-saat seperti ini?

Kami sudah sangat bersabar untuk menunggu hingga 8 hari.

Masa berkabungmu akan selesai.

Besok adalah hari ke-9.

Dan saat itu pula kami berharap sudah mendapatkan Gannicus.

Buang saja harapanmu itu dan makan kotoranmu.

Lalu nikmati sendiri.

Maka Tullius terpaksa membatalkan kesertaanmu di acara pembukaan gelanggang baru.

Dan selamanya.

Titus mengirim saudara kita ke pertambangan.

Dan sekarang kita masih harus menghormatinya.

Dia adalah Dominus di rumah ini.

Dan layak untuk mendapatkannya.

Bicara seperti juara sejati.

Maaf.

Batiatus mengumpulkan kita semua.

Kau biarkan abunya di bawah?

Seperti kebiasaan kaumnya.

Aku tak tahu.

Aku tak pernah segan menanyakan apapun padanya.

Tapi kini aku punya banyak pertanyaan.

Bicaralah padanya dengan lembut.

Pertanyaanmu pasti terjawab.

Oenomaus...

Dia wanita yang sangat langka.

Bunga yang penuh dengan keindahan dan kasih sayang di dunia yang kotor ini.

Aku bersedia menggantikan tempatnya agar tawanya kembali menghiasi udara kita.

Dia pasti tak menginginkan itu.

Dia menyayangimu.

Sebagai saudara.

Begitupun aku menyayanginya.

Kita berdiri di tanah yang suci ini yang bersimbah air mata dan darah

Kata-kata yang selalu aku dengar di saat kecil. Oleh Ayahku.

Oleh kakekku.

Akhirnya aku bisa mengerti ucapan mereka.

Kita telah merasakan kepedihan kehilangan seseorang

Tapi kita masih berdiri di sini.

Kita juga tahu hati yang terluka Seolah olah merobek isi dada kita.

Tapi kita masih berdiri.

Kediaman Batiatus sudah biasa merasakan kemalangan.

Mulai dari kehendak "jahat" para dewa.

Hingga naluri jahat alami manusia.

Akan tetapi kita masih berdiri.

Tempat ini dibangun dengan pondasi yang tak tergoyahkan.

Yaitu menghormati dan menghargai.

Tak ada orang manapun yang layak atas itu...

Selain Titus Lentulus Batiatus.

Aku akan menyanjung kenangan ayahku.

Dengan mengangkat Kediaman Batiatus melebihi apa yang dibayangkan leluhurku.

Aku membutuhkan kalian semua untuk mewujudkannya.

Manusia dengan cita-cita dan hasrat yang kuat.

Mari singkirkan keputusan yang telah lewat.

Tak ada satupun yang akan di kirim ke penambangan. Apapun peringkatnya!

Matahari telah menetapkan sebuah masa.

Mari kita muliakan nama Titus Lentulus Batiatus

Dengan minuman dan dentingan pedang! Untuk mengiringi ayahku ke alam baka!

Ambil posisi!

Apa kau akan bertarung serius? Atau menjatuhkan perisaimu lagi

dan memberi kemenangan semu sepertiku dihadapan Titus?

Kau juara sekarang. Jangan mengungkit itu lagi.

Tumpahkan darah di arena tapi tetap hiduplah

Demi kejayaan dan kehormatan di gelanggang!

Mulai!

Hanya inilah yang tersisa.

Saat asap telah hilang dan bara telah mati.

Nilai total jiwa seorang manusia.

Ini adalah pekerjaan terakhir ayahku sebelum dia meninggal.

Nota penjualan, pemindahan kepemilikan dirimu.

Penyebab kau ingin cari perhatian.

Saat aku menyaksikan ayahku terbakar? Maaf, Dominus.

Aku tak bisa menahan diri.

Kembali kita berada pada posisi yang tidak menyenangkan.

Untuk menghormati keinginan ayahku melihat kau lepas kendali dihadapan orang yang paling dibenci?

Untuk mengelabui mereka bahwa tempat ini dikeluarkan selamanya dari gelanggang baru?

Yang benar saja.

Berikan alasan agar aku membuangnya bersama abu ayahku.

Aku tak punya niat seperti itu.

Aku hanya ingin kesepakatannya di laksanakan.

Kau ingin meninggalkan tempat ini?

Aku ingin darahnya.

Jual saja aku ke Tullius, dan akan kucabut nyawanya untuk ayahmu.

Tawaran yang sangat mulia.

Tapi aku takut kau akan mati saat berusaha melakukannya.

Harga yang sangat murah.

Ayahku tak pernah sedikitpun menyukaimu.

Tapi kau mengaku ingin membalaskan dendamnya?

Atau ada alasan lain?

Kau ingin mengorbankan nyawamu demi kenangan dengannya (Mellita)?

Akan kukorbankan seribu nyawaku jika memang perlu.

Jika kau memang sebegitu pedulinya pada Melitta...

Kenapa kau tidak bertarung lebih keras saat kontes dihadapan ayahku?

Kau bisa mengalahkan Crixus, dan tetap di sini dekat dengan pujaan hatimu.

Aku sudah kalah sebelum mengangkat pedangku.

Kau bisa saja mengatakan yang serupa saat akan membunuhTullius.

Dia selalu di kelilingi tidak hanya oleh anak buahnya....

...tapi juga rakyat Capua yang dengan senang hati akan menolong orang Romawi se"mulia" dia.

Maka mereka juga akan mati. Kau tidak berpikir!

Ini bukti kepemilikan Tullius atas dirimu, melalui anjing penjilatnya, Vettius.

Kau akan di kirim ke Ludus bocah itu, di Nola.

Kau bisa butuh setahun sebelum bisa mendekati Tullius.

Aku siap menderita sepanjang hidup demi mendapat kesempatan membunuhnya.

Tempat inilah yang akan menderita!

Selama setahun seorang gladiator terbaik di republik

Bertarung untuk keparat itu? Selama setahun kau harus selalu menang

Melawan semua petarungku.

Lalu berharap mendapat kesempatan bertemu dengan Tullius.

Apa dia tak ingin bertemu dengan orang yang mati-matian ingin dia rebut.

Ketika sudah berhasil? - Dirantai, tanpa senjata.

Akan aku gunakan tanganku.

Keinginanmu akan kucatat.

Akan kupertimbangkan dan memberikan jawabannya segera.

Dominus.

Ambilkan lagi anggurnya.

Vettius hadir di saat yang tak tepat.

Dia adalah anjing yang tak diajari di mana harus membuang kotorannya.

Pemiliknya adalah orang yang harus bertanggung jawab.

Apa Quintus pernah bicara tentang Tullius?

Tidak.

Namun apa lagi yang bisa kami lakukan untuk membalaskan kematian orang yang dicintai?

Itu yang paling aku khawatirkan.

Berkonfrontasi dengan Tullius hanya akan menghadirkan konsekuensi yang lebih besar.

Dia lagi-lagi menyerang tempat ini. Kau pikir kami akan diam saja?

Aku ingin kau selamat.

Kalau situasi dengan Tullius menjadi makin tak menguntungkan...

Ketahuilah bahwa kau selalu bisa berlindung di rumahku.

Sebagai seorang teman. Di mana anggurnya?

Naevia sedang mengambilnya.

Aku harus segera pulang.

Jangan. Aku butuh nasihatmu.

Gannicus memaksa agar penjualannya ditepati.

Kalau begitu masalahnya sudah beres. Persetan dengan itu.

Dia hanya ingin mendekati Tullius, dan berniat menghabisinya.

Dia mau melakukannya? Apa itu memungkinkan?

Kalian bicara ngawur!

Tullius takkan pernah mengurangi penjagaanya.

Terutama jika di dekat seseorang yang setia pada Kediaman Batiatus.

Lalu apa yang Solonius akan lakukan jika di posisiku?!

Membiarkan saja pembunuh ayahnya?!

Pastinya dia akan mengincar orang itu.

Bagaiman jika ternyata Tullius bukan pembunuhnya?

Anggurnya pemberiannya membawa kematian.

Apa benar Tullius yang melakukannya? Atau pihak lain yang kebetulan memiliki kebencian pada ayahmu?

Bagaimana jika ternyata Vettius yang melakukannya?

Kita tahu anak itu membencimu.

Kau benar.

Bejana balas dendam hanya kosong begitu saja. Sebelum diisi oleh orang yang bertanggung jawab.

Terhadap orang yang melukai rumah ini. Termasuk Vettius.

Kau membuatku khawatir! Tekadnya sudah bulat.

Inikahi cara menghadapi sebuah tragedi?

Arogan dan sembrono? Kau selalu bermimpi yang terlalu tinggi.

Dan membuat orang di sekitarmu jatuh bersamamu.

Dan kau tak pernah berani mengambil risiko untuk menjadi orang sukses!

Solonius akan selalu membungkuk dan mengemis di kubangan kotoran.

Tak heran tak ada wanita yang ingin bersamamu.

Emosi selalu membuat kita tak berpikir jernih.

Solonius sudah seperti saudara kita sendiri.

Ini adalah hari terberat dalam hidupku.

Maaf.

Aku menuntut terlalu banyak darimu.

Dan aku akan menuntut yang lebih lagi.

Terhadap orang yang telah melukai tempatku.

Apa yang ada dipikiranmu?

Semua masih terselimuti awan.

Mari kita jernihkan semua.

More Indonesian subtitles for Spartacus: Gods of the Arena

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left