نخستین 200 خط.
Terjemah bebas: EDJenura
Hormat pada Kaisar Caligula!
Hormat! / Hormat!
Aku ingin mengucapkan selamat datang pada pelindung terbesar Republik Uni Sovyet...
Tapi aku ingin mengenal siapa Tuan Neruda sesungguhnya.
Karena mulutnya selalu mengucapkan kata-kata perdamaian...
... tapi dia mendukung para pemberontak yang menyerang pasukan kita.
Aku juga tak tahu hak apa yang dia miliki hingga berani menghina presiden kita di hadapan jurnalis luar negeri.
Aku bicara padamu...
Aku bicara padamu! / Aku mendengarnya, Senator.
Kau ini Neruda atau bukan? / Tentu saja.
Tapi dua bulan lalu dia menyebut dirinya Ricardo Reyes.
Kenapa kau mengubah namamu? Apa kau mencuri sesuatu?
Diam!
Kau lancang sekali, Tuan! / Itu cuma pertanyaan.
Hormatilah senator!
Harap tenang, ijinkan Senator Neruda yang terhormat berbicara.
Terima kasih Presiden Senat dan tuan-tuan anggotanya yang keparat.
Pertama-tama, aku mengucapkan terima kasih pada segenap warga Rusia...
... yang telah mengalahkan fasisme dan membawa perdamaian dunia.
Kedua, aku mengucapkan terima kasih pada Partai Komunis...
... yang selalu membela hak pekerja dan masyarakat.
Hak yang saat ini tengah terancam karena mereka menangkapi para pemimpin serikat dagang serta anggota Partai Komunis.
Dan ini dilakukan oleh presiden sendiri, yaitu...
... si Pengkhianat Gonzales Videla, yang menjual diri pada kekaisaran Utara.
Kau dulu memilihnya, bukan?
Kita semua memilihnya, sayangnya. Semua idiot yang hadir di sini sekarang, dulu memilihnya.
Permisi.
Telah tiga tahun berlalu sejak akhir Perang Dunia II dan di sini...
... dari rumah yang ceria ini, akan dimulai sebuah pengejaran hebat.
Aku selalu berpikir bahwa begitulah cara sayap kiri Chili merayakan sesuatu.
Dengan tak mengeluhkan sesuatu.
Jauh di lubuk terdalam, mereka bahagia, mereka tengah kasmaran.
Mereka suka berbaur dengan penderitaan dan keringat orang lain.
Di tempat ini, tak satu pun kaum intelektual, seniman...
... dan mereka yang pernah berkelana di dunia, kembali dengan hati bahagia.
Para penasehat dan pengacara. Para penjahat mengelilingi kaum akademisi...
... untuk mempelajari seni mengelabui birokrasi.
Ini Don Pablo.
Dia belum siap karena belum memakai kostum Lawrence of Arabia, gerilyawan gurun.
Dan ini istrinya...
Aku tak memahaminya.
Dia adalah bangsawan Argentina yang belajar di Paris lalu menikah dengan putra pekerja rel kereta api.
Sekarang bagaimana? Bagaimana tampangku?
Sulit dikenali.
Harap tenang...
Harap tenang! Terima kasih.
Kami akan melanjutkan acara dengan kejutan dari tuan rumah.
Inilah dia, penyair Pablo Neruda.
Semua mata tertuju padanya.
Semua kelopak terbuka...
Aku sanggup menuliskan larik-larik puisi terperih malam ini...
Banyak orang ingin menciumnya.
Menyentuhnya....
Mereka ingin tidur di ranjangnya...
... yang konon berbau rumput laut.
Angin malam berpusar di langit dan bernyanyi...
Memalukan. Dia terus mengulang puisi kampungan yang telah ditulisnya lebih dari 20 tahun lalu.
Aku mencintainya, dan kadang dia mencintaiku juga...
Perempuan membayangkan dia bercinta dengan bunga ros di mulutnya...
Dan usai berciuman, dia akan menulis puisi yang dterilhami oleh mereka.
Dia adalah raja cinta.
Aku ingin...
Aku sanggup menuliskan larik-larik puisi terperih malam ini...
Dalam kepala, dia tak lagi tergapai...
Mereka tak tahu bagaimana rasanya tidur di lantai. Mereka hanya becus tersipu-sipu.
Suara malam begitu mencekam, tambah mencekam tanpa kehadirannya.
Jika kami mengadakan revolusi Bolshevik, orang-orang ini yang akan pertama kali lari.
... embun di rerumputan.
Konon, Neruda adalah komunis terpenting di dunia.
Dia sangat percaya pada serikat buruh dan petani, pada kejernihan sejarah dan harga diri Partai Bolshevik Chili.
Kami takkan minum. / Tuan-tuan ini sedang bekerja. Bawa kembali minumannya ke dalam.
Terima kasih.
Kami datang karena ada masalah darurat di komisi partai...
Diam!
Aku diminta memberitahumu bahwa pemerintah memenjarakan para pemimpin serikat kita.
Aku diperintah memberitahumu bahwa...
... bahwa... Bahwa kita harus bersembunyi.
Termasuk aku?
Ya, termasuk Anda.
Aku sangat yakin bahwa cepat atau lambat, lebih cepat dari yang kita perkirakan...
Harap tenang, Senator sekalian!
Proses politik ini akan ditinjau secara seksama.
Dan para pelaku kejahatan akan mendapatkan balasan yang setimpal.
Terima kasih banyak.
Harap tenang, kumohon, tenang semuanya!
Di Chili takkan ada yang namanya kebebasan berekspresi. Hidup kita tak pernah lepas dari ketakutan.
Pada 6 January 1948, aku dituntut karena setia pada aspirasi tertinggi umat manusia.
Dan aku harus duduk di kursi pengadilan untuk pertama kalinya karena mengadukan pelanggaran kebebasan ini pada Amerika.
Pelanggaran yang terjadi di tempat terakhir yang kubayangkan: di sini, di Chili.
Kenapa mereka melakukan ini?
Orang-orang komunis enggan bekerja.
Mereka lebih suka membakar gereja-gereja dan beralasan hal tersebut membuat mereka merasa lebih hidup.
Bangsawan Chili gemar memamerkan kekayaan mereka. Sang Penyair harusnya tak terkesan dengan ini.
Dia pernah hidup mewah di Paris.
Dan tiruan gaya hidup semacam ini harusnya membuatnya tertawa. Tapi dia terkesan.
Alessandri dua kali terpilih sebagai Presiden Republik Chili. Sekarang dia adalah Presiden Senat.
Di kantornya, dia punya kunci masuk menuju Chili. Kami semua, warga Chili, adalah pelayan-pelayannya.
Aku tadi bertemu Presiden. Dia sedang sedih.
Benarkah? Kenapa?
Presiden bilang kau menghinanya dengan tuduhan tak berdasar.
Tujuanku memang untuk melukai hati presiden sedalam mungkin.
Tulislah buku setelah kau keluar penjara nanti. "Puisi-puisi Penjara," atau semacamnya.
Judul yang payah, Alessandri. Jangan membicarakan apa yang tak kau pahami.
Dalam politik, penghinaan adalah sebuah bentuk kekaguman.
Aku memintamu membuka penjara Pisagua dan membebaskan kawan-kawanku.
Kenapa kau memintaku melakukan hal yang tak ingin kulakukan?
Kupikir kau tak menerima perintah dari siapapun. Ternyata kau begundal pengkhianat Gonzales Videla.
Bahasamu sangat santun, Senator. Itulah sebabnya Presiden membencimu.
Tidak. Dia membenciku karena aku seorang komunis. / Ya, dan juga lantaran kau menyebabkan kekacauan.
Soal serikat-serikat dagang... / Aku tak menyesalinya.
Apa yang kau sesali? Menggulingkan kaum borjuis?
Aku menyesal soal kampanye pengkhianatan... / Kau pernah menulis puisi untuk presiden!
Itu kan dulu, di masa kampanye.
Tapi para pengkhianat ini memang punya daya tarik juga. / Aku tak setuju soal itu.
Kau dan kawan-kawanmu sangat haus kekuasaan. Kalian tertipu oleh Araque.
Setan apa yang hadir di balik ambisi kekuasaan ini?
Sekarang giliran kami. Kami punya hak menduduki La Moneda.
Bagaimana kalian akan memerintah?
Dengan demokrasi Sovyet untuk tentara, buruh, dan petani.
Terkutuklah!
Mulut kita akan bau oleh kacang dan anggur. Dan hukum akan ditulis dengan ejaan yang buruk.
Bisa jadi.
Tapi pemakaman takkan penuh oleh tahanan politik...
Senator, kumohon!
Mereka menyangka bisa mengalahkan komunisme dengan mengasingkan kami.
Atau memasukkan kami ke dalam penjara. Kuberi kau satu saran...
Solusinya adalah dengan membunuh kami semua. Bunuh kami.
Dengan begitu masalah selesai.
Jangan ulang kata-kata itu. Mungkin ada yang ingin mencobanya.
Siapa yang akan mencobanya? Kau?
Akan kupertimbangkan.
Pablo, Mahkamah Agung akan mengabulkan kasasimu. Kau harus meninggalkan negara ini secepatnya.
Tolong, dengar aku. Jika kau meninggalkan negara tanpa kekuatan konstitusi, situasimu akan tambah sulit.
Tapi aku pasti takkan diijinkan ke luar negeri.
Don Pablo, ini adalah keputusan Partai.
Kupikir Pablo sebaiknya menyerahkan diri. / Jangan sampai. Jangan. Jangan.
Mana yang lebih berbahaya? Aku sebagai tahanan atau sebagai buronan? / Bicara apa kau ini?
Sebagai buronan.
Kau serius? / Tentu saja.
Jadi kita akan kabur.
Kau tak bisa membayangkan Pablo sebagai pemimpin politik.
Dia penulis, kewajibannya adalah menulis..
Jika kau ditahan atau mati, kau takkan bisa menulis.
Siapa yang akan membunuhku?
Apa kau ingin tercatat dalam sejarah, Pablo?
Dia ingin tercatat dalam sejarah.
Bilang "cheese!" Lihat sini. Satu, dua, tiga...
PERLAWANAN
Sempurna. / Kau sudah siap.
Bagaimana pendapatmu? / Pablo, menyerahlah.
Mereka akan menangkapmu. / Tidak.
Menghilanglah.
Aku akan menghilang. Tapi aku takkan bersembunyi di kolong kasur.
Ini akan jadi pengejaran yang hebat!
Di bagian inilah aku masuk...
Aku harus masuk.
Aku adalah halaman yang kosong. Aku masuk untuk mendapatkan tinta hitam.
Maka masuklah polisi yang penuh gairah hidup, dengan dada membusung.
Tolong, ke sebelah sini.
Presidenku punya boss, yaitu presiden Amerika Serikat.
Saat presiden memerintahkan agar komunis lokal dibunuh, monyet terlatih ini harus menurut.
Selamat sore, Tuan Presiden. / Selamat sore.
Kau Kepala Komisaris? / Ya, Tuan.
Senang berjumpa denganmu. Senang berjumpa denganmu, Tuan Presiden.
Direktur Jenderal hadir juga di sini...
Dia marah karena aku ingin bicara denganmu.
Aku tak percaya kau bisa marah begitu..
Dia kesal.
Menurutmu, dia kesal atau tidak?
Yeah, kupikir dia nampak sedikit kesal.
Kau tahu Neruda? / Ya, Tuan.
Kau baca puisi?
Sedikit.
Negara ini penuh dengan komunis-komunis cerdas. Mereka bicara bahasa Perancis dan senang membangun jarak.
Kita membicarakan orang yang baru punya sepatu saat umurnya 12 tahun.
Di masa kampanyeku dulu, dia menarik selembar kertas kecil...
... dan 10 ribu kaum proletar terdiam saat mendengar dia membaca puisi dengan suaranya itu.
Tapi orang Chili takkan mengampuni penjahat yang ditangkap.
Baik, Tuan.
Apa aku bisa tenang sekarang?
Tentu saja, Tuan.
Kau harus menangkap dan mempermalukannya. Lalu kita akan mengadakan pesta.
Setelah ini, presiden akan berdansa waltz atau menghabiskan malam dengan bermain piano...
Permisi.
... sambil berteriak marah-marah.
Terima kasih, Tuan Presiden.
Aku polisi yang hebat.
Tapi aku juga bisa menjadi seniman yang hebat.
Kau yang menentukan. Permisi.
Itu aku? / Bukan.
Itu pasti aku.
Ini kuda.
Kenapa kita tak membeli dua kuda dan kabur saja?
Tentu. Kau bisa naik kuda?
Yeah. Apa kau lupa bahwa aku berasal dari selatan? / Aku juga. Ayo kita pergi.
Kau berani?
Bersama-sama.
Tentu saja.
Mari kita pergi bersama.
No comments yet. Be the first to leave one.