نخستین 200 خط.
Salam, bhai. -Kemari...
Ini jam 12:01. Telat satu menit. -Aku tak bisa sepertimu
Minggir. - Pemerintah melindungimu
Kenapa ditutup? Kita menunggu dari pagi.
Hei, menjauh.minggir .
Aku bisa buka, jika masuk kedalam.
Tutup toko minuman ...
Jangan cekoki rakyat ...
Tutup toko miras...
Turuti kami atau didemo? Katakan...
Bagaimana dengan mereka?
Jangan pedulikan. Lanjutkan .
Kau tunggu.
Jangan cekoki rakyat...
Turuti kami atau didemo? Katakan...
Kau tunggu. Bos Paraman datang.
Jangan cekoki rakyat ...
Kau pergi. -Dia pemilik toko miras
Jangan tutup publik ...
Kau akan segera tutup toko ?
Atau kau ingin kita bakar?
Ambil. Ambil...
Bakar dirimu dan mati.
Kau tak bisa lakukan apapun, walaupun banyak.
Pergi dan fokus pada studi mu.
Turuti kami atau didemo? Katakan..
Bos, jumlah mahasiswa meningkat.
Mereka akan tunduk jika kita menghajarnya.
Haruskah aku panggil orang kita?
Turuti kami atau didemo ? Katakan...
Hei, Orang kita bekerja hanya demi uang.
Polisi juga bekerja demi uang.
Jika kita menghajarnya, itu melanggar hukum.
Teriakan mereka dilindungi diundang undang
Biarkan. kita lihat saja
Katakan padaku, Paraman ...
Apa ini pak, mahasiswa lagi ?
Tunggu ... Aku akan lihat.
Ini hari Minggu.
Ricuhnya antara jam 4.30 hingga 18.00.
Tapi telepon berdering dari pagi hari ..
Tidak...
Kantor polisi K4.
Ramdass ... -pak,
Para mahasiswa buat onar ditoko anggur Paraman.
Lihat dan kabarkan keadaan segera.
Turuti kami atau didemo ? Katakan ...
Salam, Paraman ...
Turuti kami atau didemo? Katakan..
Apa ini? -Katakan...
Massa. - Katakan..
Tunggu, aku akan bicara dengan mereka.
500 meter jauhnya .
Dengar, mahasiswa . - Kau tahu hukum?
500 meter jauhnya
Tunggu sebentar.
Apa kau tahu hukum?
Tunggu sebentar.
Tenang.
Mahasiswa yang budiman
Pak, minta Inspektur datang.
Pakaian kami sama .
Suruh orang bajunya berbintang 3 kesini.
Apa?
Pak, situasinya semakin buruk.
Pemilik toko marah.
Siapa yang kaubicarakan?
Pak, aku bicara tentang para pemabuk.
Mahasiswa lebih marah daripada mereka.
Aku kesini untuk beli mobil putriku.
SI Chandran pergi ke pengadilan.
Ada yang bisa selesaikan masalah ini?
Pak, ada seseorang disana.
Siapa?
Pemuda untuk pemuda.
Aah ...
Dia akan perbaiki keadaan dengan pidatonya.
Ramdass, jangan khawatir
Sub-inspektur bagian kriminal yang baru bergabung, Subash ".
Hei, baru 4 hari dia bergabung.
Apa dia akan pecahkan masalah ini? -Tentu Pak.
Oke, suruh dia bereskan.
500 meter jauhnya adalah suatu keharusan. Apakah Anda mengikuti hukum?
Turuti kami atau didemo? Katakan...
Hei, berikan itu.
Katakan...
Tuangkan.
Jangan cekoki rakyat ...
Turuti atau didemo? Katakan...
Hei, berikan obor.
Turuti kami atau didemo? Katakan...
Jangan cekoki rakyat...
Hei, lempar itu.
Turuti atau didemo? Katakan...
Semuanya diam.
Kita akan temukan solusi yang lebih baik.
Kita tetap diam sampai sekarang.
Karena kau tidak putuskan apapun, kami protes.
Jika masalah diselesaikan hanya dengan protes ...
... kalau begitu, kita harus protes.
Aku tak menyangkal.
Tapi, kau harus protes tanpa menghambat publik.
Itu sebabnya, kami demo pada hari Minggu.
Apa masalahmu?
Pak, toko anggur di sebelah kampus kami harus dipindahkan ke tempat lain.
Kami tak tahan ocehan para pemabuk ketika kami lewat.
Kami sudah banyak mengeluh.
Tak ada yang terjadi.
Kami takkan pergi kecuali kami mendapat solusi.
Jika kau ingin kami bakar diri, untuk ambil keputusan,
... kalau begitu, kami siap.
Siapa?
Siapa yang bilang?
Ini aku.
Apa kau?
Kemari.
Kau tak harus korbankan diri .
Kau harus atur bar ini dan belanja.
Sangat bagus.
Pak sudah bilang.
Bubarkan kerumunan dan bersihkan.
Dia katakan ...
Pergi dan kembali belajar. -pergi...
Aku katakan untuk belajar tidak memukul.
Hei, apa yang kalian lakukan? -hey, kemana kau pergi
Terkendali...
Aku ingin tahu apa yang harus disampaikan pada inspektur.
Hei, kau dilatih jadi polisi atau bekerja konstruksi?
Apa ini?
Mereka merusak toko.
Kau kesana malah melindungi para siswa?
Jika kau menghajar setidaknya 4 orang ...
... hanya alas kakinya yang akan ditinggalkan.
Tak ada yang berani untuk kembali.
Kita tak bisa usir mereka dengan tongkat,
Bukan kerumunan yang datang untuk miras dan biryani,
... seperti yang dilakukan politisi, melarikan diri.
Siswa!
Mereka tak akan lari, pak.
Mereka demo pada hari libur agar tak menggangu publik
Mungkin ada IAS masa depan, IPS ...
Bahkan seorang calon menteri bergabung dikelompok itu.
Apa yang siswa lakukan salah.
Mereka pasti dibiarkan berkeliaran.
Bakar diri adalah melawan hukum.
Itu sebabnya aku menghentikannya.
Bakat polisi hal baru baginya.
Jadi, dia tak tahu preferensi kita.
Semuanya akan baik-baik saja jika pakaiannya mengering.
Untuk semua pujian, inilah yang kudapatkan.
Pak, ini bernama beat.
Kita harus berdiri disini sepanjang hari.
Perlindungan toko miras paraman.
Ini seperti hukuman bagi kita ...
... dan juga menghibur paraman.
Mereka sudah datang.
Ayo, anak anak bakar ...
Kenapa berdiri disini pak?
Entahlah
Salam, pak.
Apa?
Pak, kenapa kau disini?
Dia disini untuk selamatkanmu.
Pak, mahasiswa ingin bertemu denganmu.
Kenapa? apa kau akan merusak toko disana?
Kenapa?
Tolong, pak datang.
Jangan berdiri disini, pak.
Kuliah kami sangat dekat.
Camilan kecil di kantin, pak.
Mentratir? pak mohon datang
Kumohon datang, pak.
Oke, kau pergi. Aku akan datang.
Oh baiklah.
Pak, berapa lama berdiri dibawah terik matahari ini?
Para siswa mengundang kita
Kita akan pergi dan menikmati suguhannya.
"Berikan hormat, dan lupakan masalah,"
"Ini balada yang bagus yang memberkahinya,"
"Jika kau tak bernyanyi bersama kami,"
"Guci dan buburnya,"
"Digunakannya sebagai gendang ,"
"Jika kau tak menari bersamanya,"
"Dia James Bond yang mengancam dengan pistol,"
"Aku akan kupas kulitmu, jika kau melakukan kejahatan."
"Bintang bercahaya diri sendiri, yang mewakili Keadilan, kejujuran dan integritas."
"Aku akan cari tahu bajingan itu dan patahkan kakinya."
"Minggir, minggir, dia gelandangan polisi."
"Dia akan menghancurkanmu, lebih baik lari."
"Jika kau bicara kasar, dengan pisau ."
"Aku akan menusukmu dengan peluru di dahi."
"Jika kau menggambar sketsanya,"
"Akan kupukul dengan tongkat keras dan membawamu ke ruang sidang."
"Don dan nenek moyangnya, gemetar ketika melihatnya."
"Para politisi panik padanya,"
"Dia orang yang menyenangkan, Jika ketahuan, kita berbelas kasihan."
"Para germo akan dimusnahkan disini."
"Berikan hormat, lupakan masalah"
"Ini balada yang bagus yang memberkahinya,"
"Jika kau tak bernyanyi bersama kami,"
No comments yet. Be the first to leave one.