The Adam Project

The Adam Project

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

The-Adam-Project-2022-WEBRip-DDP5 1-TEPES-ION10-RUMOUR
ناشر Coffee_Prison
𝗗𝘂𝗿𝗮𝘀𝗶 (𝟬𝟭:𝟰𝟲:𝟯𝟳) || 𝙍𝙞𝙥𝙥𝙚𝙙/𝙀𝙙𝙞𝙩𝙚𝙙 || 𝗢𝗳𝗳𝗶𝗰𝗶𝗮𝗹 𝗡𝗘𝗧𝗙𝗟𝗜𝗫 *𝗖𝗿𝗲𝗱𝗶𝘁 𝘁𝗼 𝙍𝙞𝙯𝙠𝙮 𝙎𝙤𝙧𝙖𝙮𝙖 (𝗣𝗲𝗻𝗲𝗿𝗷𝗲𝗺𝗮𝗵) -- 𝚂𝙴𝙻𝙰𝙼𝙰𝚃 𝙼𝙴𝙽𝙾𝙽𝚃𝙾𝙽 --

برچسب‌ها

webrip
web
BRip
تاریخ انتشار: 2022-03-11
تعداد دانلود: 192
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

- Diterjemahkan oleh Rizky Soraya --

== MEMPERSEMBAHKAN ==

PENJELAJAHAN WAKTU ITU NYATA.

KALIAN HANYA BELUM MENGETAHUINYA.

Celaka.

Baiklah.

Sial.

Kau sedang apa, Kapten?

Kurasa sudah jelas. Aku mencuri jet ini.

Kurasa niatmu sudah jelas.

Aku bisa melacak lompatanmu.

Ya, aku tahu itu.

Tapi kau tak tahu soal ini, 'kan?

Bu, dia mengaktifkan prosedur pembukaan lubang cacing.

Adam, dengarkan ini baik-baik.

Jika tak segera kau batalkan, kutembak kau dari…

Maaf menyela ancamanmu yang pasti sangat seram itu,

tapi jika perhitunganku benar, sistem pelacakmu akan…

…rusak.

Bagus! Jangan sampai mati!

Adam!

Tamat riwayatmu!

Reed!

Maafkan aku.

Ini salahku. Hai.

- Tidak. - Oke. Dah!

Reed! Kemari kau, Sialan!

- Kau mau celoteh apa lagi? - Sebenarnya…

Apa? Tak bisa melucu lagi?

- Aku bakal menikmati ini. - Bicaramu aneh.

Kau beli tutorial "Cara Jadi Perundung" di Amazon?

Kau tak sadar diri? Chuck, ini pernah kita bicarakan.

- Aku tak bicara apa pun. - Diam, Chuck.

Itu baru mantap.

Para siswa harap berkumpul di gedung olahraga. Harap…

Jangan bicara.

- Bu Reed. - Kau lihat wajahnya?

Kau akan menskors Adam? Karena apa?

Pikirmu dia yang mengompori Ray, si berandal itu?

Ray Dollarhyde lagi, ya?

Belum setahun sejak ayahnya berpulang.

Cobalah berempati.

Itu bukan salahku.

Ibu tahu kelakuan dan tutur katamu. Ibu tahu kenapa kau dihajar.

Dia mengejekku di hadapan kelas. Aku tidak mau diam saja.

Tubuhnya besar.

Semua lebih besar dariku. Bayi pun ada yang lebih besar.

- Ibu sulit memahamimu. - Ayah pasti paham.

Ada apa sebenarnya, Sayang? Bisa ceritakan?

Jika Ibu terus izin di tengah kerja,

Ibu bisa dipecat. 3 kali kau diskors karena berkelahi.

Tapi aku belum jago juga berkelahi.

Itu masuk catatan permanen. Kau tak peduli masa depanmu?

Peduli, tidak? Sebaiknya kau mulai peduli karena masa depanmu akan datang

lebih cepat dari dugaan.

Hei, Adam.

Adam, Ibu mau pergi.

Ayo, makan malam dulu.

Ibu ke mana?

Makan malam dengan teman.

Teman yang mana?

- Namanya Derek. Teman kerja. - Ibu mau kencan.

Bukan. Ibu rasa bukan kencan.

Itu gaun untuk kencan.

Ini kencan. Aku akan berkencan. Kenapa aku berkencan?

Bisa berhenti bilang "kencan"? Terima kasih.

Adam, maafkan Ibu. Seharusnya kita diskusi dulu.

Ibu bingung menghadapinya. Mari kita bicarakan.

- Astaga, tak usah. - Kau bebas ungkapkan perasaanmu.

Itu wajar, selama kita kooperatif.

Waktunya berangkat!

Dia mengirim pesan?

Sudah jam sebegini.

Ini hal baru bagi Ibu. Kita bicarakan ini nanti malam.

Bu, tunggu.

Apa?

Berbaliklah.

- Pilih dengan bijak, ya? - Kata anak yang baru diskors.

Ibu sayang kamu.

Aku sayang Ibu, dari hati kecilku.

Dengar, selagi Ibu keluar, kunci pintu belakang.

Jangan pakai oven, terima tamu, atau main gim.

Hawking?

Ada apa? Kau melihat apa?

Hawking, berhenti! Hawking!

Hawking!

Astaga. Kau mengagetkanku.

Siapa itu?

Sebaiknya kita jangan di sini.

Kita selamat.

Hawking!

Tenanglah.

Atau, silakan jatuh dan berteriak.

- Astaga. Kau siapa? - Letakkan tongkatnya.

Letakkan. Aku tak akan menyakiti. Sumpah.

- Kenapa kau di sini? - Intinya perdarahan.

Tunggu, berapa usiamu?

- Apa? - Berapa usiamu?

12 tahun.

12 tahun.

Sial!

- Bagaimana kau masuk garasi ayahku? - Tak dikunci.

Tidak, dikunci. Dan itu baju pilot. Kau pilot?

Ya. Dengarkan aku.

Jangan telepon siapa pun. Simpan itu. Aku tak akan menyakiti.

Kau sudah bilang.

Itu perlu… Sialan!

- Itu perlu diulang. - Darahnya banyak sekali.

Masih ada lebih banyak di tubuhku. Ibumu di mana?

Berkencan.

Dengan siapa?

- Apa? - Dengan siapa? Siapa namanya?

- Entahlah. Derek? - Derek?

Derek.

Oh, itu pria yang punya bulu dagu.

- Janggut? - Ya.

Bilang janggut, dong.

- Dia tak penting. - Mereka tak penting.

Anjingmu jinak.

Aku akan masuk ke rumah.

Mengambil barang.

Hei, hati-hati memakainya.

Kau di sini saja.

Ayolah.

Kubilang di garasi saja.

Dan membiarkan pria seram berkeliaran di rumahku?

Tidak mau.

Percayalah. Aku juga sangat tak ingin berada di sini.

Tapi aku harus hentikan perdarahan.

Akan kubalut lukanya untuk mencegah infeksi parah,

lalu aku segera angkat kaki.

Jangan sentuh itu.

- Cuma lihat. - Jangan sentuh barangku.

- Ini lightsaber? - Bukan.

Baiklah.

Berhenti main-main dengan tongkat.

Jika niatku melukai, pasti sudah kulakukan.

Apalagi, jujur saja, wajahmu itu sangat menjengkelkan.

- Astaga… - Aduh! Pe…

- Pelurunya tembus. Baguslah. - Tunggu. Peluru? Kau ditembak?

Tidak, sebenarnya tidak.

Aku ditusuk dengan peluru. Menurutmu bagaimana, Dungu?

- Aku dungu? Kau yang ditembak. - Baik. Cukup.

Itu… Wah…

Aneh. Lukanya kentut saat aku batuk.

- Menjijikkan. - Sangat.

Aku akan ke atas mengambil barang. Tenang. Aku bisa dipercaya.

Enak saja kau bicara. Aku yang harus curhat ke terapis

soal di mana saja aku diraba pria jahat.

Astaga! Begitu leluconmu? Langsung separah itu? Humormu gelap.

Kau ini siapa?

Itu rahasia.

Kenapa kau kemari?

- Itu juga rahasia. - Kau dari Angkatan Udara?

Saat kubilang, "Rahasia," otakmu memproses kata apa? Cokelat?

- Lightsaber-nya untuk apa? - Bukan lightsaber.

Astaga, Adam. Kau harus tenang.

Aku tahu kau sulit tenang. Kau tak pernah…

Tunggu! Tahu namaku dari mana?

Kau Adam Reed. Lahir 10 Februari 2010.

Putra dari Ellie dan Louis Reed. Louis wafat setahun lalu.

Kau menghindari olahraga karena asma akut.

Tubuhmu juga terlalu kecil untuk anak 12 tahun.

Kau murid SMP Franklin,

diskors dua, tiga kali karena berkelahi.

Sangat ironis, karena kau tak bisa berkelahi.

- Hawking! Sut! - Hawking! Sut!

Tahu nama anjingku dari mana?

Karena aku yang menamainya.

Mau ke mana?

Astaga.

Baiklah.

Ini, siap? Tarik napas dalam.

Tahan.

3.., 2.., 1.

Anak pintar.

Saat umurku 7 tahun,

aku menabrak meja di teras.

Aku dapat 12 jahitan.

- Di sini. - Di sini.

Kau tahu cara masuk ke garasi ayahku.

Kau tahu cara menutup kulkas.

Kau tahu tempo napasku.

Bekas luka kita sama.

Kau juga memakai arloji ayahku.

Arloji ini.

Arloji ini.

Kau adalah aku.

Gila…

Itu rahasia, tapi, ya…

Dulu aku adalah kau.

Sulit dipercaya kau adalah aku dari masa depan.

Kau cepat sekali menerimanya. Itu agak mencemaskan.

- Kenapa kau di sini? - Misi penyelamatan.

Aku salah pendaratan. Tujuanku tahun 2018.

- Aku harus segera ke sana. - Mau menolong siapa di 2018?

Serius?

Baiklah, tapi bisa ceritakan caramu menjelajah kemari?

Lihat ini.

Apa itu?

More Indonesian subtitles for The Adam Project

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left