نخستین 200 خط.
Watch out!
Warning! Warning! Bahu membahu!
May God bless you Hanya kiasan belaka
Warning! Warning! Saat tersesat arah
I will stay true to myself 'cause of you
SI SERBABISA TERBUANG INI AKAN BANGKIT JUA!
Bagai memulai lagi
Terjebak tanpa kembali
Tiada 'tuk ditakuti untukku Di antah berantah ini
Padamu yang membuangku Bagai barang yang tak perlu
"Hari ini lain dari yang kemarin" Bagai tiada arti
Raga yang berubah Dan jiwa yang melaung suara hati
Sebab tiada salahku
Hanya menatap bentang angkasa
Tumpang tindih rasa ini
Memoriku kembali
Apakah dua mukaku ini Sebab sesal dalam hati?
Kutelah bersumpah Perpisahan kita kan tunjukkan arahnya
Tiap kuraba kilau cahaya Kuselalu berharap
And still I rise!!
Bukan 'tuk dinoda!
Reka duka ini sungguh!
EPISODE 7 SANG SERBABISA MENGIKUTI KATA HATINYA
Itu cahaya teleportasi!
Hei, apa yang terjadi?
Mendadak mereka diteleportasikan ke luar!
Oh?
Apa itu?
Mari kita lihat.
Maaf, permisi!
Naga Hitam!
Tolong tunggu dulu!
Kondisinya aneh.
A-Apa?
Dia sudah dikalahkan.
Apa maksudnya ini?
Itu...!
Orhun-san!
Luna, ya.
Kamu bertarung melawan Naga Hitam?
Aku akan segera menyembuhkanmu!
Eh?
Orhun-san.
Sisanya tolong kamu yang urus.
Eh?
Kenapa hanya Orhun-san yang babak belur?
Jangan-jangan...!
Dia mengalahkan Naga Hitam seorang diri?
Kamu yang mengalahkannya?
Mustahil! Apa maksudnya ini?
Kenapa kamu mengabaikanku?!
Hentikan!
Hah?!
Enggak salah lagi, Orhun-san yang mengalahkan Naga Hitam.
Sudah waktunya sadari selemah apa kemampuan kalian.
Apa kamu bilang?
Selalu saja bicara seenaknya!
Pixie, tolong bantuannya.
Tu-Tubuhku...
enggak bisa bergerak!
Pemenangnya sudah jelas, kan?
Hentikan, kalian berdua!
Sial!
Laporan eksplorasi gabungan
kayaknya bakal penuh soal Orhun-san, deh!
Dia menyemangatiku
hingga akhirnya bisa menggunakan sihir menengah untuk pertama kalinya.
Dia mengajariku soal Konstruksi Pararel.
Lalu...
Dia mengalahkan Naga Hitam itu seorang diri!
Aku ditolong olehnya lagi.
Waktu bertarung, Orhun-san kelihatan keren sekali.
Biasanya ekspresinya selalu lembut, sih.
Apa itu yang namanya gap, ya?
Aku pulang...
Kakak, selamat da...
Wajahnya seram.
Sudah lama aku enggak lihat kakak selelah ini.
Sebelum tidur, paling enggak mendi dulu, dong!
Nanti, deh.
Hah.
Oh!
Kalau begitu, ayo mandi bareng!
Oke?
Saat kelelahan, mandi memang paling nikmat!
Terima kasih, Sophia.
Hari ini, aku sangat bersyukur kamu baik-baik saja.
Itu berkat Orhun-san.
Hari ini, Orhun-san keren sekali!
Hei, Sophia.
Apa yang kamu pikirkan ketika melihat Orhun melawan Naga Hitam?
Eh?
"Orhun-san kuat banget."
Yah, normalnya begitu.
Dia terlalu melampaui logika sampai tak dapat dimengerti lagi.
Aku bisa mengerti, kok.
Apa?!
Beri tahu aku! Apa yang kamu mengerti?!
Ka-Kakak! Tenanglah!
Maaf.
Pergerakan dan sihir Orhun-san memang hebat,
tapi selain itu kebanyakan hanya ilmu-ilmu dasar.
Ilmu dasar?
Iya.
Itu memang ilmu dasar
yang dijelaskan Orhun-san soal Attacker dan Defender lini depan.
Makanya, itu bisa menjadi referensiku!
Tapi, Orhun-san yang bisa melakukan itu sendiri sangatlah hebat!
Melihat kekuatan tak berbatas Orhun dalam pertarungan itu,
aku bahkan berpikir tak dapat memahaminya sama sekali.
Tapi, Sophia berbeda.
Dia memikirkan baik-baik apa yang dilihatnya.
Sophia hebat.
Aku malah...
Itu enggak benar.
Kakak lebih hebat.
Sophia.
Kakak adalah sosok yang paling kukagumi!
Kakak melangkah dengan kekuatan sendiri
diandalkan banyak orang, dan sangat keren!
Aku juga bermimpi agar bisa jadi sepertimu!
Tapi, jangan terlalu memaksakan diri ya, Kak!
Aduh! Aduduh!
Pain Reliever!
Otot di sekujur tubuhku nyeri.
Sudah hampir tengah hari, ya.
Yah, kemarin aku bertarung mati-matian, sih.
Aku beruntung karena tak terluka parah setelah menggunakan sihir seceroboh itu.
Oh?
Selma-san?
Maaf datang tiba-tiba.
Bagaimana kondisi tubuhmu?
Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja.
Maaf juga sudah membuatmu jauh-jauh datang ke sini.
Eh?
Kali ini, eksplorasi gabungan bisa rampung tanpa korban berkat kamu.
Terima kasih banyak.
Tolong angkat kepalamu!
Orang sepertimu enggak boleh menundukkan kepala!
Aku enggak peduli statusku.
Kamu sudah menyelamatkanku dan nyawa sahabat-sahabatku.
Berterima kasih pun rasanya tak akan pernah cukup.
Selma-san.
Sebenarnya...
Apa kamu bisa ikut ke klan kami sekarang?
Ketua ingin bertemu denganmu.
Boleh.
Aku juga sedang luang hari ini.
Langsung ke intinya saja.
Apa kamu mau bergabung ke Kelinci Perak Langit Malam?
Aku ingin kamu menjadi Attacker lini depan
untuk regu terkuat klan kami, Regu 1.
Eh?
Lalu, aku ingin mempromosikanmu menjadi eksekutif.
Eksekutif?
Orang lemah sepertiku mana mungkin...
Kekuatan dan pengalamanmu sudah mencukupi.
Selain itu, kamu mudah bekerja sama, serius, dan pekerja keras.
Kamu lebih dari cukup untuk menjadi seorang eksekutif.
Selma juga berpikir begitu, kan?
Benar.
Aku juga senang kalau bisa menyokong klan ini bersamamu.
Normalnya, enggak ada alasan untuk menolak tawaran sebagus ini.
Tapi...
Maaf, apa bisa beri aku waktu untuk memikirkannya?
Tentu saja, pikirkanlah baik-baik.
Terima kasih banyak.
Kalau begitu...
Oh, Serikat Penjelajah ingin kamu datang.
Aku mengerti.
Aku akan ke sana sepulang dari sini.
Tak kusangka Kelinci Perak Langit Malam bersedia menerimaku...
Aku akan berkelompok untuk kedua kalinya, ya?
Kakek, tertawamu berlebihan.
Maaf.
Melihat Orhun yang biasa selalu tampak dewasa
merisaukan hal seperti ini benar-benar membuatku senang.
Aku serius, tahu.
Mereka tampaknya menilaiku dengan sangat tinggi.
Tapi...
Kamu takut dimanfaatkan, dianggap tak berguna, dan dibuang lagi?
Iya.
"Memanfaatkan" itu kedengarannya negatif.
Aku percaya orang-orang harus saling mendukung
dan menambal kekurangan satu sama lain agar bisa berkembang lebih jauh lagi.
Aku juga berpikir begitu.
Tapi...
Kamu harus memikirkannya lebih mendalam lagi.
Kenapa momen kedatanganku jelek banget?
Jadi, aku dengar kamu mengalahkan Naga Hitam yang muncul
di lantai 50 seorang diri?
Iya, itu benar.
"Kalahkan seorang diri," ngibulnya kebangetan.
Kamu hanya beruntung mengalahkannya yang melemah berkat serangan kami.
Syukurlah, nyawamu selamat berkat kami.
Orang luar jangan bacot.
Apa kamu bilang?!
Derick-san.
Huh!
Cih!
No comments yet. Be the first to leave one.