نخستین 200 خط.
"Pada zaman dahulu, ada putri yang cantik.
Tapi dia dikutuk dengan sihir yang menakutkan
yang hanya bisa patah
oleh ciuman cinta pertama.
Dia dikurung di istana
yang dijaga oleh naga bernapas api mengerikan.
Banyak kesatria berani mencoba membebaskannya dari penjara ini,
tapi semua gagal.
Dia menanti di sarang sang naga,
di ruangan puncak di menara tertinggi
untuk cinta sejatinya dan ciuman cinta sejati pertamanya."
Seolah itu akan pernah terjadi.
Omong kosong.
AWAS GERGASI
DICARI GERGASI
MENJAUH
- Kurasa dia di dalam sana. - Baiklah. Ayo serang!
Tunggu! Kau tahu dia bisa apa?
Ya, dia akan giling tulangmu untuk mengisi rotinya.
Ya. Sebenarnya, itu raksasa.
- Gergasi. - Gergasi
jauh lebih buruk.
Mereka akan membuat baju dari kulit segarmu.
- Tidak! - Memangkas levermu.
- Tidak! - Memeras jeli dari matamu!
- Sebenarnya, itu enak dengan roti. - Mundur!
Mundur! Sudah kuperingatkan!
Benar.
Ini bagian di mana kalian lari.
Dan jangan kembali!
"Dicari. Makhluk dongeng".
Baik. Yang ini penuh.
Bawa pergi!
- Cepat. Ayo! Berdiri! - Selanjutnya!
Berikan itu!
Tak boleh terbang lagi.
Itu 20 keping perak. Selanjutnya!
- Berdiri! Ayo! - Hanya 20 keping.
Duduk di situ!
Diam!
Kandang ini terlalu kecil.
Jangan serahkan. Aku akan patuh.
Aku bisa berubah. Tolonglah!
Diamlah.
Selanjutnya!
- Kau membawa apa? - Boneka kayu kecil ini.
Aku bukan boneka. Aku anak sungguhan.
Lima shilling untuk mainan berhantu.
- Bawa pergi. - Ayah, tolong! Jangan!
- Selanjutnya. - Tolong!
Aku punya keledai yang bisa bicara.
Baiklah.
Itu sepuluh shilling, jika bisa kau buktikan.
Ayo, Keledai Kecil.
Bagaimana?
Dia hanya agak gugup.
Dia benar-benar cerewet. Bicaralah, Keledai Bodoh...
- Cukup. Penjaga! - Tidak, dia bisa bicara!
Aku bisa bicara. Aku suka bicara.
Aku hewan yang paling banyak bicara.
- Usir dia. - Tidak!
Aku bersumpah!
Tidak! Dia bisa bicara!
Hei! Aku bisa terbang!
- Dia terbang! - Dia terbang!
- Dia bisa bicara! - Itu benar, Bodoh!
Aku keledai terbang dan bicara.
Kau mungkin pernah melihat rumah terbang,
tapi pasti belum pernah melihat keledai terbang.
Tangkap dia!
- Kejar dia! - Dia kabur!
Tangkap dia!
- Ke sini! - Belok!
Kau yang di sana. Gergasi!
Ya?
Atas perintah Lord Farquaad,
aku punya otoritas menahan kalian berdua
dan memindahkan kalian ke fasilitas relokasi yang ditentukan.
Sungguh? Kau dan pasukan apa?
Hei, mau tahu?
Dengar, kau hebat sekali tadi. Luar biasa!
Kau bicara pada...
aku?
Ya, padamu.
Tadi hebat sekali. Para pengawal itu!
Mereka merasa hebat. Lalu kau muncul.
Mereka tergopoh-gopoh seperti bayi.
Aku senang melihatnya.
- Itu hebat. Sungguh. - Senang rasanya bebas.
Kenapa tak rayakan kebebasanmu dengan teman-temanmu?
Tapi... aku tak punya teman.
Dan aku tak mau ke sana sendirian.
Tunggu! Aku ada ide! Aku ikut denganmu.
Kau kuat, hijau, dan kejam.
Bersama, kita buat semua takut.
Astaga.
Itu sangat menakutkan.
Jika itu tak berhasil,
napasmu pasti berhasil
karena kau jelas perlu Tic Tac.
Napasmu bau!
Kau nyaris membakar bulu hidungku, seperti...
Aku makan beri busuk.
Gas besar keluar dari bokongku hari itu.
Kenapa kau mengikutiku?
Begini.
Karena aku sendirian
Tak ada orang di sisiku
Masalahku semua hilang
Tak ada yang menghinaku
Tapi kau harus punya teman
Berhenti bernyanyi!
Tidak heran kau tak punya teman.
Hanya teman sejati sejujur itu.
Dengar, Keledai Kecil. Lihat aku. Aku ini apa?
- Sangat tinggi? - Tidak. Aku gergasi.
Kau tahu, "Ambil obor dan garpu rumputmu."
Itu tak mengganggumu?
Tidak.
- Sungguh? - Sungguh.
Aku menyukaimu. Siapa namamu?
Shrek.
Shrek? Kau tahu apa yang kusukai darimu, Shrek?
Kau punya sifat
aku-tak-peduli-pendapat-orang.
Aku suka itu. Aku menghormatinya.
Lihat itu. Siapa yang mau tinggal di tempat seperti itu?
Itu rumahku.
Cantik! Indah.
Kau ahli mendekor.
Hebat meski anggaranmu kecil.
Aku suka batu itu. Itu batu yang bagus.
AWAS GERGASI
BAHAYA
MENJAUH
Kurasa kau jarang dapat tamu, ya?
Aku menyukai privasiku.
Aku juga. Itu kesamaan lain kita.
Aku benci didekati orang.
Kau usir, mereka tak pergi.
Lalu ada keheningan canggung.
- Boleh aku tinggal denganmu? - Apa?
Boleh aku tinggal denganmu, kumohon?
- Tentu saja! - Sungguh?
- Tidak. - Tolong! Aku tak mau kembali!
Kau tak tahu rasanya dianggap aneh.
Mungkin kau tahu.
Itu alasan kita harus bersama.
- Tolonglah! - Baiklah!
- Hanya satu malam. - Terima kasih!
- Apa... Tidak! - Ini pasti asyik!
Kita bisa bergadang, bercerita,
dan besok pagi aku membuat wafel.
Di mana aku tidur?
Di luar!
Kurasa tak masalah.
Kita tak saling kenal.
Jadi, kurasa di luar lebih baik.
Aku pergi.
Selamat malam.
Aku suka di luar. Aku keledai. Aku lahir di luar.
Aku akan duduk sendiri di luar.
Sendirian, di luar.
Aku sendirian Tak ada orang di sini di sisiku
Kubilang tinggallah di luar.
Aku memang di luar.
Ini jauh dari pertanian, tapi kita punya pilihan apa?
Ini bukan rumah, tapi cukup.
Ranjang yang bagus.
- Dapat. - Aku menemukan keju.
Tidak enak.
- Itu kau, Gordon? - Tahu dari mana?
Cukup!
Sedang apa kalian di rumahku?
Hei!
Tidak.
Turunkan gadis mati ini.
Taruh di mana? Ranjangnya dipakai.
Kenapa?
Aku tinggal di rawa. Aku menaruh tanda. Aku gergasi menakutkan!
Apa yang harus kulakukan untuk mendapat privasi?
Gawat.
Gawat.
Tidak!
Apa?
- Hentikan. - Jangan dorong.
Sedang apa kalian di rawaku?
Astaga!
Baik, pergilah. Kalian semua, pergi!
- Ayo! Cepat! - Lari!
Pergi! Hei!
- Cepat. - Ayo!
- Tidak. Jangan ke sana. - Tunggu aku!
Aku tak mengundang mereka.
Kami memang tak diundang.
- Apa? - Kami terpaksa kemari.
- Oleh siapa? - Lord Farquaad.
Dia mengembus dan dia...
menandatangani pengusiran.
Baiklah.
No comments yet. Be the first to leave one.