نخستین 200 خط.
Sebelumnya di SEAL Team...
Hei!
Ray.
- Raymond! - Hei, sudah kubilang...
Raymond. Kumohon. Kau menakutinya.
Senang akhirnya bertemu denganmu, Pembantu Letnan Perry.
Senang bisa bekerja sama denganmu, Mina.
Dengar, aku tidak bergabung dengan Angkatan Laut
untuk berakhir di kapal sialan ini.
Kau akan menjadi ayah yang hebat
bagi putri kecil kita.
Wow, ini, ini perempuan.
Semua beban yang datang dari perang itu,
tidak akan hilang begitu saja.
Jika kau benar-benar ingin melindungi saudaramu,
kau tak bisa jadi penjaga mereka saat di medan laga.
Ya.
Ada yang bangun?
Hei, kawan.
Kau seharusnya tidak di sini.
Hei, kau dengar aku?
Zied?
Silakan duduk.
Kita punya banyak hal untuk dibicarakan.
Saudara-saudaramu, mereka datang untukmu.
Sudah terlambat bagiku,
tapi kau bisa pulang menemui keluargamu.
Lalu, percayakah kau, kau bisa melukai
orang yang melukaimu.
Aku menyesal kau tak bisa pulang dan aku bisa.
Setidaknya salah satu dari kita berakhir bahagia.
Jadi kenapa kau tidak bahagia?
Kau bisa memiliki ini juga.
Makanlah, Ray. Kita berdua tahu
kau masih kelaparan.
Dari mana saja kau?
Toko kapal seperti zona perang, kawan.
Harus mendahului, uh, harus mendahului kerumunan.
Brock, ini untukmu.
Oh. Minuman jahe dan Dramamine yang cukup
agar kau tak mabuk sampai umur 80.
Dan kemudian, Trent,
nektar kecil bagi para hipokondria.
Bagus. Ya, Sonny salah soal hiu.
Kudis adalah pembunuh sebenarnya di sini.
Apa itu, jurnal untuk masalah semua orang?
Cara kita berdesakan seminggu terakhir ini?
Aku tak bisa mengabaikan masalah mereka meski mau.
Hei.
Malam yang berat di penthouse, ya?
Sepertinya kau tidak tidur sama sekali.
Kapal ini berderit, tak bisa kuhindari.
Ya, tempat tidur perwira tak sebanding
dengan kenyamanan di rumah, bukan?
Huh? Bagaimana kabar semua orang di sana?
- Baik. Hidup terus berjalan. - Ya?
Kau benar-benar bicara dengan mereka?
Apa maksudmu?
Maksudku, aku tidak dapat Wi-Fi
atau sinyal seluler kemarin.
Hampir tak bicara dengan Stella sejak kita di sini,
tapi kau bisa menghubungi Naima?
Aku hanya beruntung, kurasa.
Kabar baiknya, kita akan ke geladak hari ini.
Itu saja, kan? - Cari udara segar. - Apa?
Sedikit sinar matahari untukmu, Brocky, huh?
Ke tempat latihan menembak?
- Di mana Quinn? - Aku katakan, cium selongsong itu,
dan tembak masalah kita... Di mana Quinn?
Ada masalah, Pak?
Aku baru tahu kau gagal menjalankan tugas
sebagai perwakilan Bravo di rapat kemarin.
Gagal memesan tempat untuk latihan,
jadi kita tak akan ke geladak hari ini.
Apa-apaan ini, Sonny?
Juga tahu kau berjalan santai
ke rapat itu 15 menit terlambat.
Ada yang ingin kau katakan?
Mungkin kau hanya memilih orang yang salah
untuk jadi sekretaris...
- Pak. - Katakan sekali lagi, Petty Officer?
- Dengar, aku bisa atasi ini. - Harusnya kau atasi sebelum terjadi.
Seharusnya ini bukan berita bagimu, Master Chief.
Spenser, kau perwakilan Bravo yang baru.
Dimengerti, Pak.
Apa-apaan itu? Kau buat kesalahan, akui saja.
Benar? Jangan memperburuknya dengan membantah.
Apa kau ini konselor pribadiku?
Kupikir yang kau pedulikan
hanya aku menembaki kepala musuh.
Atau kau kesal karena ini berimbas padamu?
Masalahnya, tugasmu hanya satu.
Kau hanya perlu datang dan duduk di rapat itu.
Kau seharusnya bisa melakukan hal seperti itu.
Mungkin kau terlalu mengandalkanku.
Sepertinya hal itu sedang tren belakangan ini.
Baiklah, dengar, apa ini, apa ini tentang
apa yang terjadi di rumah, soal bayi itu?
Kupikir... kupikir itu semua sudah beres, huh?
Ada yang berubah?
Aku bisa menanyakan hal yang sama padamu.
Tiba-tiba kau tertarik
dengan masalah pribadiku?
Kau jadi psikiater, aku jadi sekretaris? Hmm?
Itu bukan urusan kita berdua.
Jadi kenapa kita tidak tetap pada posisi kita?
Tikus?
Apartemen itu tak pernah ada tikus.
Mungkin mereka b-bersembunyi
saat tahu ada penembak jitu terlatih di sana.
- Aku tidak tahu. - Apa kau bilang pada pemiliknya?
Tidak, kau tak memasukkanku ke kontrak sewa.
Aku orang asing di rumahku sendiri.
- Rumah yang penuh tikus. - Maafkan aku.
Uh, memasukkanmu ke kontrak, itu hanya...
Terlewat begitu saja
karena aku harus segera pergi.
Kau yakin tak hanya mendengar,
suara air atau semacamnya... Tidak, tidak.
Jangan mulai meremehkan pendengaranku,
karena demi Tuhan...
Aku akan menelepon pemiliknya.
Bagaimana, uh, bagaimana kehidupan di kapal?
Aku baru saja mewarisi pekerjaan sepele
yang tak bisa ditangani Sonny.
Jujur? Rasanya, belakangan ini,
setiap masalah Bravo menjadi masalahku.
Masalah kita.
Kau tahu, sidang Jason, Ray di tempat kita.
Mungkin karena mereka tahu
mereka bisa mengandalkanmu.
Kecuali kalau mereka punya masalah tikus.
Dan kemudian... mm.
Maaf, aku tahu di sana sudah larut.
Kau perlu tidur.
Bisakah kita bicara di waktu yang sama besok?
Aku tidak bisa. Aku, uh...
Pekerjaan baru membuatku sibuk setiap pagi.
Baiklah.
Aku akan mencoba menghubungi pemiliknya.
Jaga dirimu. Aku akan melakukan hal yang sama, oke?
- Aku mencintaimu. - Mencintaimu juga.
Dah.
Yo.
Melepaskan beban di geladak pasti menyenangkan.
Sayang Sonny menggagalkannya.
Ya, tahu sendiri, ada sesuatu yang membuatnya kacau.
Ya, apa pun itu, dia akan, uh,
menyimpannya saat tiba waktunya beroperasi.
Hanya itu yang penting, kan?
Ya. Hei, lihat, aku sudah ikuti saranmu.
Aku pergi menemui Theo.
Pasti itu sangat berarti baginya.
Apa kau tahu dia menggunakan pil saat beroperasi?
Tidak. Dia tepat di sampingku.
Itu bukan masalah Sonny.
Clay pasti tahu.
Aku seharusnya tahu.
Harusnya aku lebih peka di sini.
Hei. Jangan bilang omelan Soto
benar-benar memengaruhimu, kawan.
Bukan dia. Ini... Theo.
Theo bilang aku harus lebih terhubung
dengan saudaraku di lapangan.
Kau tahu?
Theo hanya bicara dari pinggir lapangan, kawan.
Kau habiskan energimu untuk drama orang lain
dan bagian lain pekerjaanmu akan terbengkalai.
Tidak ada salahnya mencoba berkembang.
Kau tahu kotak yang Sonny gunakan
untuk menyimpan masalah saat beraksi?
Mm-hmm.
Kalau kau buka, kau tak tahu apa isinya.
Mungkin sesuatu yang tak bisa kau atasi.
Seperti apa?
Percayalah padaku.
Tak perlu mengubah apa yang membawamu sejauh ini, Jace.
Kau... mulai memburu masalah semua orang,
dan kau akan dapat lebih dari yang kau mau.
Yo.
Katakan kita dapat operasi?
Atau Sonny lupa memesan itu juga?
Oh. Sindiran yang bagus. Kita beruntung.
Kerja bagus Bravo minggu lalu terbayar.
Panglima perang yang kita bantu,
dia masih menepati janjinya?
Moussa mengonfirmasi waktu dan lokasi
bagi letnan Boko Haram yang membelot, Oruku Atanga,
untuk menyerahkan diri ke tahanan AS.
Posisi Atanga
di kepemimpinan Boko berarti kerja samanya
akan memberi Agensi kesempatan luar biasa
untuk intelijen kelompok teroris itu.
HVT ini bisa jadi kunci yang menjatuhkan
seluruh organisasi itu.
Pekerjaan yang kita jalani di sini.
Bravo Team akan bertemu Atanga hari ini pukul 15.00,
di area pasar di pinggiran Maroua.
Moussa akan ada di sana untuk memastikan serah terima.
Maaf, tapi siapa yang memilih waktu dan tempat ini?
No comments yet. Be the first to leave one.