نخستین 200 خط.
DRAMA INI HANYA FIKSI
AKTOR CILIK DIFILMKAN DENGAN AMAN DAN DIAWASI
STAF SENIOR CHA JI-YOON
Ya, ini Kang Si-woo.
Aku perlu ke sana?
Tidak, tolong jangan datang.
Aku ingin…
Keluar dari tim tugas.
Apa maksudmu ingin keluar dari tim tugas?
Toh, ini tim sementara.
Proyek yang kutangani sudah selesai
dan sudah ada anggota baru,
jadi aku akan mundur.
Padahal, kau sangat antusias soal proyek baru itu.
Bukankah kau bilang ingin sukses lagi denganku?
Kepercayaan diriku
sudah hilang.
Aku akan memastikan proyek ini sukses.
Percayalah dan tetap temani aku seperti selama ini.
Maafkan aku.
Aku senang sekali
bekerja denganmu, Nn. Cha.
Menurutku, kita pasangan kerja yang solid.
Apa cuma aku?
Tahu, tidak?
Jika proyek ini berhasil,
Pak Kang akan kembali ke kantor Amerika.
Bagiku…
Bekerja denganmu
sangat melelahkan.
Maksudmu, aku alasan
kau ingin keluar?
Orang bisa datang dan pergi, tapi karier tetap berjalan.
Mundur dari pekerjaan karena seseorang
adalah langkah yang bodoh.
Lupakan saja
percakapan ini.
Sudah cukup.
Sampai di sini saja.
Bagaimana? Kau bertemu dia?
Jadi, kau sudah menyatakan perasaanmu?
Apa maksudmu?
Bukankah itu alasanmu kemari?
Kenapa kau menemuinya?
Yah…
Aku cuma ingin segera menemuinya.
Dia bukannya menolakmu,
kenapa kau tampak murung?
Dia bilang ingin keluar dari tim tugas.
Kenapa tiba-tiba, padahal kau tak bilang apa-apa?
Entahlah.
Kurasa gara-gara aku.
Tunggu…
Apa itu?
Apa dia tahu?
Soal apa?
Seharusnya aku lebih hati-hati.
Dia tahu soal apa?
Hei,
apa pun itu, katakan saja padanya.
"Aku menyukaimu. Jadilah pacarku."
Mana mungkin?
Itu namanya tak menghargai dia.
Jadi, kau biarkan dia pergi sebelum jujur soal perasaanmu?
Aku tak bisa jujur,
tapi aku harus cegah dia.
Meski aku harus berbohong.
EPISODE 6 KETAHUAN BAPER, TETAP MASUK KERJA!
Ini Kang Si-woo.
Kau tak masuk Tim Tugas Alat Rumah Tangga Masa Depan.
Pertahankan saja posisimu.
Pindahlah karena suka pekerjaannya, bukan karena orang.
Suka pekerjaannya?
Apa pekerjaan itu akan datang jika aku bertahan?
Aku cuti hari ini.
Wah!
Bagaimana?
Bagusan yang terakhir.
Sebelumnya katamu bagus.
Berarti itu yang paling bagus.
Padahal, aku senang kau mau ikut.
Hei, kalau kau mau terus begitu, kerja saja sana.
Memang kau remaja?
Bolos sekolah saja kau tak pernah. Kenapa bolos kerja?
Karena dulu aku tak pernah bolos.
Gaunnya masih banyak?
Ada satu toko lagi.
Jika kau pikir pernikahanku cuma seadanya
karena aku sudah punya bayi,
kau salah.
Aku akan melakukan semuanya.
Kata siapa kau tak bisa?
Lakukan saja sesukamu.
Hei, balik badan.
Kau harus bernyanyi nanti.
Aku tahu.
Kau sudah pilih anggotanya?
Seung-jun bilang akan memainkan bas.
Kau akan jadi drumer.
Untuk gitar dan vokal…
Serius?
Jangan coba-coba.
Aku bisa saja mengundang Cho Ga-eul agar ramai,
tapi aku tak tega.
Ha-eun bilang dia mau.
Kau harus latihan beberapa kali, jadi luangkan waktumu.
Tenang saja.
Mulai sekarang, waktu luangku banyak.
Kau kenapa?
Aku mau ganti baju.
Aku cuti hari ini.
Baiklah.
Jawabannya singkat sekali.
Apa?
Kubilang, aku menyukai bosku.
Siapa? Tunggu.
Jangan-jangan, ketua timmu?
Ya.
Nah, 'kan? Sudah kubilang dia akan mengajakmu berkencan.
Kau malah mati-matian menyangkalnya.
Apa dia sudah menembakmu?
Kapan kalian resmi jadian?
Wah, aku senang sekali!
Bu, tenangkan dirimu.
Baiklah.
Ini bukan seperti film romantis.
Ini dokumenter suram.
Ada apa?
Karena ini cinlok di kantor?
Sebagian karena itu.
Kalian bisa pacaran diam-diam.
Pasti bikin deg-degan, 'kan?
Dia sudah cerai.
- Dia punya anak? - Tidak.
Tapi…
Mantannya mentorku.
Apa? Kau sudah gila?
Aku tahu.
Akan kusudahi.
Kau kira aku tak paham sifatmu?
Kau mengatakan hal yang sama sepuluh tahun lalu.
Terus, apa?
Aku tak bisa berhenti.
Aku cinta sepihak pada Ga-eul selama delapan tahun.
Sekarang seorang duda?
Mantan suami mentormu pula?
Hei.
Jangan coba-coba, ya?
Aku tak menyesal mencintai Ga-eul.
Cha Ji-yoon.
Tapi
jika harus melakukannya lagi, aku tak bisa.
Tidak akan.
Aku tak mau menjalin hubungan
yang tak stabil lagi.
Karena itulah
aku keluar dari tim tugas.
Dasar bodoh.
Kenapa kau keluar gara-gara itu?
Sayang sekali, 'kan?
Kenapa membuat keputusan bodoh gara-gara cowok?
MANAJER KANG SI-WOO
Nah, 'kan?
Ditelepon saja aku sudah deg-degan.
Bagaimana bisa terus kerja dengannya?
TOKO ROTI MUNWHA
KROISAN
Pak Kang,
kau harus coba kroisan di sini.
Rasanya enak sekali.
Mau beli sekarang?
Selarut ini? Pasti sudah ludes terjual.
Kita harus pulang tenggo dan segera ke sini agar kebagian.
KROISAN.
MANAJER KANG SI-WOO
Aku mau bilang apa kalau ketemu dia?
"Jangan pergi"?
Apa hakku mengatakan itu?
Kau di mana?
Kenapa kau kemari?
Perusahaan mau hancur.
Apa?
Tanpamu, Nn. Cha,
kami akan hancur.
Aku mengambil cuti sakit beberapa hari,
tapi perusahaan tetap berjalan seperti biasa.
Jujur, kupikir perusahaan
akan hancur jika aku berhenti. Serius.
Dia ingat setiap detail kecil, ya.
TOKO ROTI MUNWHA
Tolong datang besok
agar aku bisa menugaskanmu.
Kau benar-benar ingat setiap kata yang kuucapkan.
Ingatanku memang tajam, meski tak diniatkan.
Begitu.
Kau tak nyaman, ya, aku seperti ini?
Aku mungkin kelewatan karena terlalu semangat
ketemu rekan yang cocok untuk kali pertama.
Jika kau tak nyaman, aku akan lebih berhati-hati.
Jadi, saat kau membelikanku bubur karena aku sakit…
No comments yet. Be the first to leave one.