نخستین 200 خط.
DRAMA INI HANYA FIKSI
HEWAN DIFILMKAN SECARA AMAN DENGAN TENAGA AHLI DAN EFEK VISUAL
PUKUL 05.30
Si-woo,
kenapa kau mempermasalahkan kulkas itu?
Urus saja proyekmu sambil sementara memimpin Tim Perencanaan 2.
Aku tak bisa mengabaikannya.
Itu baru Si-woo yang kukenal.
Toh, proyek itu memang mau diserahkan ke tim tugas.
Sekalian saja bentuk tim.
Akan kupastikan semua sesuai rencana.
Sebaiknya begitu.
Nasib kita bergantung pada itu.
Jadilah eksekutif dan balik ke AS sesuai maumu.
Baik, Bu.
Untuk itu, ada sesuatu yang sangat kau butuhkan.
Orang-orang.
Ini sulit, 'kan?
Mau coba yang lain dulu?
Tidak.
Biar kuselesaikan ini dulu.
PUKUL 06.30
PUKUL 05.30 PANJAT DINDING, 06.30 MANDI, 06.40 TEH, 06.50 SUPLEMEN
MEREKRUT CHA JI-YOON KREATIVITAS, KECAKAPAN SOSIAL, POTENSI
PUKUL 06.50
ROBOT PENYEDOT DEBU MENYEDOT DEBU
KAMOMIL
Halo.
Selamat pagi, Pak Ko.
Ya, Nn. Cha. Selamat pagi.
Apa…
Ke mana…
Kenapa dia ke sana? Hei, salah jalan.
Apa?
Apa?
Staf Senior Cha Ji-yoon,
mau melamar ke tim tugas.
Senang kerja denganmu.
Sama-sama.
Nn. Cha! Teganya kau!
Keputusanku ini tepat, 'kan?
Gelisah, gugup, cemas, ragu.
Pak Kang.
Kafeina justru memperparah gejala itu.
Tapi kamomil mengandung antioksidan yang bantu menenangkan.
Minum ini saja hari ini.
KAMOMIL
Kudengar kafeina
merangsang sistem saraf dan membantu kita fokus.
Bahan utamanya adalah gula, oligosakarida, dan minyak kelapa.
Kandungan kopinya cuma 13,3%, ada plus minusnya.
Yang bikin kaget, satu saset kecil ini
mengandung 6,4 gram gula.
Itu 15% dari asupan gula harianmu.
Dua saset berarti 30%.
Teknik pemasaran lama,
memanfaatkan kelemahan pesaing guna memicu ketakutan konsumen.
Bisa tuangkan aku segelas?
Boleh.
Aku langsung terpengaruh.
Peluncurannya diundur sebulan.
Sebulan? Ini sudah molor seminggu.
Ya,
karena ada yang terus menghindar.
Kita harus membuat es batu bulat ideal dengan sisa waktu kita.
Apa itu mungkin?
Itu bukan inti persoalannya.
Kita harus wujudkan.
Bagaimana caranya?
Rasa apa ini?
EPISODE 3 SAKIT ATAU TIDAK, TETAP MASUK KERJA!
Jangankan pulpen, bloknot saja tak ada.
Debu pun tak ada.
ALAT SEMPROT GIGI, ANTISEPTIK TANGAN, PENGHILANG BAU, ALKOHOL ANTISEPTIK
Pasti tak ada plak di mulutnya.
Aneh kalau dia senyum,
tapi tak senyum juga aneh.
Aneh kalau dia bicara,
tak bicara juga aneh.
KANG SI-WOO
Ada yang mau kau bilang?
Kami cuma berdua di sini. Kenapa dia mengirim pesan?
Tidak ada.
KETIK KETIK KETIK KETIK
Aku sudah menghadapi berbagai bos selama tujuh tahun,
tapi tipe ini baru pertama kali.
KETIK KETIK KETIK KETIK
Pakai kibor yang tak berisik.
Suaranya mengganggu.
Suaranya mengganggu.
Suaranya mengganggu.
Baik!
Awan gelapnya membesar saat dia kerja.
Ayo ke lab pengembangan.
Hasil tesnya sudah keluar.
Tes?
TES PEMBEKUAN ES BATU BULAT
Ini… Tak mungkin.
Benar, Pak, dibekukan setetes demi setetes dari bawah ke atas
membuat esnya jadi jernih.
Harga diriku agak terluka, tapi kau memang hebat.
Kok, bisa kepikiran ini?
Paku es.
Jika dibekukan perlahan seperti untaian,
jadi lebih jernih.
Tunggu, itu…
Kau mengira ide itu akan ditolak seperti di pabrik
atau dicuri seperti hari ini?
Aku dibodohi lagi, ya?
Kukira dia berbeda.
Benar, itu ide Nn. Cha.
Paku es!
Untaian es terbalik?
Ya! Untaian es itu jernih, 'kan?
Mungkin kita bisa buat seperti itu.
Yang kalian abaikan di pabrik.
Tentu saja.
Nn. Cha, kau mengatakan itu pada kami, 'kan?
Andai kami mendengarkanmu, tak perlu buang waktu selama ini.
Maaf, Nn. Cha.
Tak apa-apa.
Baiklah.
Ini belum siap.
Mari kita atur ulang kecepatan dan suhunya.
Baik.
Aku sungguh tak tahu
dia itu baik atau jahat.
Nn. Cha.
Kau mau mengecek yang ini?
Ya.
Tolong buat dulu laporan kemajuan
proyek sejauh ini.
- Baik. - Nn. Cha.
Kau kira cukup meninggalkan beberapa lembar kertas, lalu pergi?
Tak paham serah terima kerja?
Aku sudah mengirimkan semua materi yang kupunya.
Kau lupa ada pengarahan eksekutif hari Senin?
Selesaikan dulu laporannya, baru pergi!
Yang presentasi yang harus bikin laporannya, 'kan?
Di tim kami, yang paling kompeten yang membuatnya.
Kau tak paham kolaborasi karena sendiri.
Nn. Cha bagian dari tim tugas sekarang.
Dia harus berkolaborasi denganku.
Dia belum menyelesaikan pekerjaannya denganku!
Selesaikan dulu yang kau mulai, baru pergi.
Kau pikir menampung semua kerjaan
adalah bentuk tanggung jawab?
Dari awal, itu memang tugasnya!
Kau yang harus mengerjakannya, Pak Ko.
Tunggu, tolong! Sebentar.
Akan kuselesaikan laporan kemajuan dan laporan eksekutif akhir pekan nanti.
Tak apa-apa?
Aku sudah bilang kita tak punya banyak waktu.
Jika tak kukerjakan, nanti dilimpahkan ke orang lain.
Aku tak mau merepotkan.
Mengurus kerjaan orang justru merepotkan.
Tentukan prioritasmu dengan benar.
Salahku sendiri karena sempat berharap.
Sepertinya kau masih sibuk.
Aku mau ke Pohang besok.
Kau kenapa?
Kasihan Nn. Cha. Aku tak tahu harus apa.
Biarkan saja.
Dia sendiri yang cari masalah.
Aku duluan.
No-ah!
Kakakmu?
Aku juga bakal makan di rumah jika punya kakak
secantik dia.
Apa kakakmu
punya pacar?
Dia sangat cantik.
Dia sudah bertunangan.
Apa-apaan ini? Kenapa ke sini?
Baju macam apa itu?
Tadi aku main di dekat sini, jadi sekalian makan.
Tak ada tempat makan di sini.
Katanya ada kedai tteokbokki terkenal.
Berapa kali harus kubilang itu bikin gemuk?
Ya sudah, makan yang lain saja.
Ayo, cepat.
PENGEMBANGAN KULKAS ES BATU BULAT
Saatnya pulang, saatnya pulang.
Aku paling bahagia saat pulang tenggo.
Laporan kemajuannya sudah kukirim.
Baiklah.
Kalau begitu, aku pamit pulang.
Ada apa?
Aku juga tahu waktunya pulang.
Baiklah, pukul 22.12.
Ini waktu yang harus kuhindari.
Duduk saja.
Begini lebih nyaman.
Oh, begitu.
Pak Kang,
kau selalu pulang di jam ini?
Tergantung harinya.
Agak ribet, ya.
Maksudku, itu melelahkan.
Ini benar-benar tak nyaman.
No comments yet. Be the first to leave one.