See You at Work Tomorrow!

See You at Work Tomorrow! (내일도 출근!)

دانلود زیرنویس Indonesian

فصل 1

هماهنگ با نسخه‌های زیر

[𝗖𝗼𝗳𝗳𝗲𝗲𝗣𝗿𝗶𝘀𝗼𝗻] 𝗦𝗘𝗘 𝗬𝗢𝗨 𝗔𝗧 𝗪𝗢𝗥𝗞 𝗧𝗢𝗠𝗢𝗥𝗥𝗢𝗪 𝗦𝟬𝟭𝗘𝟬𝟳 𝗣𝗥𝗜𝗠𝗘 𝗔𝗠𝗭𝗡 𝗪𝗘𝗕
ناشر Coffee_Prison
𝑫𝒖𝒓𝒂𝒔𝒊 : 𝟎𝟏:𝟎𝟗:𝟏𝟏 || 𝑺𝒖𝒃𝒕𝒊𝒕𝒍𝒆 𝑹𝒆𝒕𝒂𝒊𝒍 𝑷𝑹𝑰𝑴𝑬 𝑽𝑰𝑫𝑬𝑶 || *𝑪𝒓𝒆𝒅𝒊𝒕 𝒕𝒐 𝘊𝘪𝘯𝘥𝘺 𝘕 (𝑷𝒆𝒏𝒆𝒓𝒋𝒆𝒎𝒂𝒉) || ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

برچسب‌ها

webdl
تاریخ انتشار: 2026-07-17
تعداد دانلود: 7
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

DRAMA INI HANYA FIKSI

AKTOR CILIK DIFILMKAN DENGAN AMAN DAN DIAWASI

Bagaimana hubungan terakhirmu?

Gagal total.

Tapi ada hikmah yang kupetik dari itu.

Hikmah apa?

"Jangan naif dan mengira cinta itu bisa mengubah seseorang."

Lantas, kenapa kau ingin menikah?

Aku naif berpikir

pernikahan akan menyelesaikan semua masalah.

Bahwa dia akan menjadi "belahan jiwaku".

Dan aku akan terbebas dari rasa kesepian.

Orang seperti apa yang ingin kau pacari nanti?

Mungkin seseorang yang membumi.

Yang tak perlu kuemong.

Apa kau orangnya membumi?

Ya.

Kenapa kau masih berdiri?

Aku tak sempat berolahraga.

Oh, begitu.

Kau belum menikah, 'kan?

Pernah.

Apa?

Menurutmu,

apa dampak pengalaman itu terhadap hubunganmu selanjutnya?

Itu membuatku takut akan cinta.

Kau akan mencoba jatuh cinta lagi?

- Entahlah. - Entahlah.

Aku menyukaimu.

Aku juga menyukaimu.

Awalnya,

semua terasa akan baik-baik saja.

Kita membayangkan momen bahagia,

bukan masa-masa sulitnya.

Lagi-lagi aku naif.

Aku yakin itu.

Tapi mau bagaimana lagi?

Itulah keajaiban cinta. Kita bisa mulai dari awal lagi.

EPISODE 7 PUNYA RAHASIA BARU, TETAP MASUK KERJA!

ALARM

Selamat pagi!

MANAJER KANG SI-WOO

SELAMAT PAGI!

Hubungan baru telah dimulai.

Kok, kulitku kasar sekali?

Ini tak bisa dibiarkan.

Ini hari penting.

Lihat, jadi semulus kulit bayi.

Tak apa-apa kau tak jadi lari?

Aku sudah lari.

Ini baru pukul 07.30.

Aku bangun pukul 05.00.

Apa ini?

Ginseng merah untuk meningkatkan kekebalan

dan suplemen untuk kesehatan wanita juga.

Pasang alarm dan minum setiap hari.

Terima kasih.

Karena ini adalah hari perayaan.

Kau tak taruh bunganya di rumah.

Akan kutaruh di mejaku dan kupandangi seharian.

Kau maunya bagaimana di kantor?

Sebaiknya kita rahasiakan.

Kenapa?

Jika orang tahu tentang kita,

kita takkan dianggap sebagai bos dan bawahan lagi.

Saat kita bersama, nanti dibilang, "Mereka mau kerja atau pacaran?"

Saat berjauhan, "Mereka bertengkar?"

Kau mau memuji atau memarahiku pun,

tetap dipandang negatif.

Aku tak mau merasa canggung di kantor.

Begitu itu jadi rahasia, kita harus sering berbohong.

Aku jago berbohong.

Aku menyembunyikan perasaanku padamu, 'kan?

Masa?

Apa kelihatan?

Kalau kau mau, kita rahasiakan ini, Nn. Ji-yoon.

"Nn. Ji-yoon."

Aku suka kau memanggilku begitu.

Jadi, kau mau dipanggil seperti itu juga, Nn. Ji-yoon?

"Pak Si-woo"?

Aku masih butuh waktu untuk itu.

Aku turun di sana saja.

Kenapa? Kantor masih jauh.

Bisa hati-hati sedikit, Pak Kang?

Seperti inilah di kantor.

Kau ikut makan siang bersama kami, 'kan?

Perlu kita cari alasan dan makan berdua?

Maaf.

Aku masih ada kerjaan.

Kau duluan saja.

Aku ingin makan bersamamu.

Ekspresi kami tetap datar bahkan saat berkirim pesan,

seolah ini cuma urusan kerja.

Pak Kang, mau makan siang?

Aku mau makan sendirian.

Tapi akhir-akhir ini menyenangkan kita bisa makan bareng.

Makan saja dulu.

Jangan ganggu dia, kita saja yang makan bareng.

Baiklah.

Jadi, tak ada yang berubah di antara kami.

- Kalau begitu, kami makan dulu. - Baiklah.

Mungkin sedikit.

Dia tak memakai cincin…

Kurasa dia belum menikah.

Dia punya pacar?

Siapa?

Pak Kang.

Dia di kantor terus. Kapan punya waktu untuk pacaran?

Kau tahu sesuatu, Nn. Cha?

Tidak juga.

Aku kurang

memperhatikannya.

Kebohongan nomor satu.

Tentu saja.

Kami tak punya energi romantis lagi, jadi tak tahu.

Kok, bisa?

Nn. Cha berdandan rapi hari ini,

bahkan datang membawa bunga.

Ada apa?

Apa ada kabar baik?

Tidak.

Aku pakai ini sebelum berjamur karena kelamaan di lemari.

Dan bunga itu

kubeli mendadak waktu mau ke kantor.

Kau beli bunga untuk dirimu sendiri?

Kenapa? Menyedihkan sekali.

Hei, makanlah daging ini.

Ini.

Kau bisa makan semua tangsuyuk- ku.

Lagi-lagi bohong.

Kami selalu mendukungmu.

Kami sudah sampai, Pak.

Apa dia sudah makan?

Pak Kang, kau sudah makan?

Nanti saja setelah rapat.

Bisa-bisa dia pingsan.

Aku tahu pekerjaan penting, tapi jangan lupa makan.

Ini Kukis Kenyal Dubai.

Makanlah, Pak.

Aku tak suka makanan manis. Berikan ke orang lain saja.

Aku suka Kukis Kenyal Dubai.

Ini sulit didapatkan. Aku mau, terima kasih.

Aku susah payah mendapatkannya! Kenapa kau main rebut saja?

Mari mulai rapat.

Sebulan ke depan, kita akan menggelar demo AI Rumah untuk pembeli luar negeri.

Bagaimana mungkin hanya dalam sebulan?

Kita belum menyiapkan apa pun.

Tak seperti produk lain, AI Rumah fokus pada pengalaman.

Butuh demo untuk mencari dan perbaiki masalah.

Waktunya memang sempit,

anggap saja pengecekan final sebelum peluncuran.

Berarti kita bakal sangat sibuk.

Tapi mempresentasikan proyek ini dalam sebulan terlalu dipaksakan.

Kapan uji produksi peralatan rumah tangga selesai?

Semuanya kecuali mesin cuci akan segera selesai.

Bisa siapkan brosurnya dalam sebulan?

Brosur? Tentu saja bisa.

Peralatan dapurnya?

Aku bahkan belum memulai rapat, jadi masih panjang.

Berarti kau yang harus lebih cepat, Nn. Cha.

Asalkan yang lain kerjanya benar,

sisanya aku yang koordinasikan.

- Baik, Pak. - Baik, Pak.

Nn. Cha, datanglah ke ruang pameran produk

setelah rapat ini.

Baik, Pak.

Demo?

Ya.

Mereka bahkan mengundang pembeli dari luar negeri.

Jika Presdir Han menunjukkan hasil nyata dengan itu,

Wakil Presdir pun tak berpeluang lagi menjadi Presdir.

Kubu kita bakal hancur.

Jangan sampai…

Jangan sampai itu terjadi.

- Punya aib soal Kang? - Tak banyak…

Kenapa diam saja? Cari sesuatu.

Sekalian cari juga cara untuk menyabotase demonya.

Jika kita sabotase, bukankah itu merugikan perusahaan juga?

Kenapa?

Kau pikir perusahaan sebesar ini bakal hancur karena satu demo kecil?

Jika demonya gagal, kita bisa melimpahkan semua kesalahan

ke Han U-jin dan Kang Si-woo dan merebut AI Rumah.

Dan atur pertemuan dengan pria yang kita bicarakan.

Baik, Pak.

Kenapa aku ke sini, Pak?

Untuk menambah pekerjaanmu.

Beban kerja yang kau berikan sudah banyak.

Ada lagi?

Sepertinya kau keberatan.

Tentu saja.

Sekali ini saja, aku ingin pelan-pelan

dan menciptakan sesuatu yang berkualitas tinggi.

Apa masalah terbesar di bagian dapur?

Pak Ko.

Dia tak merespons meski aku terus meminta kerja sama.

Kalau begitu, biar aku yang urus itu.

Bagaimana caranya?

Pakai wewenang Presdir.

Makanya kita melapor padanya.

Katamu dibuktikan dari pekerjaan,

See You at Work Tomorrow! subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for See You at Work Tomorrow!

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left