See You at Work Tomorrow!

See You at Work Tomorrow! (내일도 출근!)

دانلود زیرنویس Indonesian

فصل 1

هماهنگ با نسخه‌های زیر

[𝗖𝗼𝗳𝗳𝗲𝗲𝗣𝗿𝗶𝘀𝗼𝗻] 𝗦𝗘𝗘 𝗬𝗢𝗨 𝗔𝗧 𝗪𝗢𝗥𝗞 𝗧𝗢𝗠𝗢𝗥𝗥𝗢𝗪 𝗦𝟬𝟭𝗘𝟬𝟱 𝗣𝗥𝗜𝗠𝗘 𝗔𝗠𝗭𝗡 𝗪𝗘𝗕
ناشر Coffee_Prison
𝑫𝒖𝒓𝒂𝒔𝒊 : 𝟎𝟏:𝟎𝟗:𝟓𝟐 || 𝑺𝒖𝒃𝒕𝒊𝒕𝒍𝒆 𝑹𝒆𝒕𝒂𝒊𝒍 𝑷𝑹𝑰𝑴𝑬 𝑽𝑰𝑫𝑬𝑶 || *𝑪𝒓𝒆𝒅𝒊𝒕 𝒕𝒐 𝘊𝘪𝘯𝘥𝘺 𝘕 (𝑷𝒆𝒏𝒆𝒓𝒋𝒆𝒎𝒂𝒉) || ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

برچسب‌ها

webdl
تاریخ انتشار: 2026-07-08
تعداد دانلود: 15
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

DRAMA INI HANYA FIKSI

AKTOR CILIK DIFILMKAN DENGAN AMAN DAN DIAWASI

Si-woo.

Kenapa mereka …

Apa mereka tipe yang tetap berteman setelah berpisah?

Mari.

Ya.

Tapi kenapa perasaanku jadi begini?

Minum teh berdua seperti ini ternyata bikin canggung ya.

Meski terlambat, selamat, ya.

Kaget, ya, kuajak bertemu?

Ada apa?

Kau ingat hal pertama yang kukatakan

saat kita bertemu lagi di SAEUM?

Kau bilang, "Senang bertemu denganmu."

Aku ingin kesampingkan masa lalu kita

dan bersikap profesional denganmu.

Inginku juga begitu.

Tapi aku ingin berhenti pura-pura tak mengenalmu.

Kau tahu banyak gosip beredar tentangmu, 'kan?

Aku sudah terbiasa.

Aku tak peduli.

Tapi kali ini sudah keterlaluan.

Syukurlah Pak Lee Young-hun menulis unggahan itu.

Terima kasih.

Kau yang telepon dia usai Pak Ko bilang itu, 'kan?

Bukan aku.

Lihat foto-foto di stadion?

Ada foto?

WAKTUNYA BERCIUMAN

Nn. Cha pasti sangat canggung.

Awalnya, mereka heboh dia memacari bosnya,

lalu mereka menjadikannya

sebagai korban bos yang toksik.

Aku tak tahu soal ini.

Ji-yoon

adalah sosok yang sangat kupedulikan.

Dan dia satu-satunya orang di timmu.

Aku cuma tak mau kalian sama-sama terluka.

Jika kau menikah lalu bercerai,

kau memanggil mantanmu apa?

Untuk apa kupanggil lagi?

Memang ini Hollywood?

Melihat Kim Goo-won di jalan saja sekilas sudah membuatku naik darah.

Bisa jadi nanti kalian sekantor.

Membayangkannya saja aku tak sudi.

Orang pacaran pun bisa pindah kerja saat putus.

Jadi, kok bisa tetap sekantor?

Benar juga.

Apalagi memanggilnya langsung dengan namanya secara mesra, tanpa gelar…

Ada pasangan seperti itu di kantor kita?

Tidak, aku melihatnya di forum daring.

Pasti ada dua kemungkinan.

Entah mereka tak lagi saling suka

atau masih ada rasa di antara mereka.

Lantas,

kenapa hati seseorang bisa berdebar saat melihat mereka bersama?

Itu tertulis di poster?

Ya.

Entahlah.

- Mungkin mereka saling suka? - Tak mungkin!

Maksudku, mungkin tidak.

Sebentar. Biar kubaca sendiri.

Mereka langsung menghapusnya.

Hei, Na-ri.

Kencan buta kelompok?

Sebentar.

Nn. Cha, mau ikut kencan buta kelompok?

Nn. Cha.

Dia mau.

EPISODE 5 ADA "RAPAT", TETAP MASUK KERJA!

Pokoknya, tidak!

Aku tak ingin berkencan dengan siapa pun saat ini.

Kata siapa ini kencan?

Ini cuma jalan-jalan untuk menghibur diri.

Aku benar-benar tak kepikiran ke sana.

Paham, tidak?

Kenapa? Ada sesuatu dengan Pak Kang?

Apa? Tak ada apa-apa!

Maksudku, apa kalian memulai proyek baru?

Itu yang kumaksud.

Belum ada.

Agenda sore ini dimulai di ruang pameran produk.

Sepertinya proyek berikutnya akan segera dimulai.

Aku duluan, ya.

Pikirkan dulu, ya?

Memanggil namanya dengan santai. Bagaimana kalau ada yang lihat mereka?

Wajar aku panik.

Pak Kang?

Apa dia tidur?

Entahlah.

Mungkin mereka saling suka?

Masa? Pak Kang?

Tak mungkin.

Aku hanya menganggapnya sebagai rekan kerjaku.

Tapi wajahnya benar-benar tipeku.

Ini aroma sitrun?

Tidak kena.

Tidak kena apa?

Nyamuknya.

Ke mana perginya?

Kau ingin membuat produk jenis apa di sini?

Semua ide yang kucatat

ternyata sudah pernah dibuat atau sedang dibuat.

Aku cuma ingin semua perangkatku

bisa membaca pikiranku dan langsung bekerja

sepulang aku kerja.

Mari kita jadikan itu proyek berikutnya. AI Rumah.

AI?

Ya. Tugas tim selanjutnya

adalah proyek berbasis AI untuk memberikan pengalaman pengguna yang canggih.

Kita melapor ke Presdir.

Melapor ke Presdir…

Kita?

Ini proyek yang kami rencanakan sejak aku di Amerika.

Jadi, alasan utama tim tugas ini dibentuk sejak awal…

Untuk menuntaskan proyek ini.

Ternyata tak ada yang kebetulan di organisasi ini, ya?

Aku dan Tim Pengembangan akan mengurus masalah teknis.

Kau fokus menyusun skenario.

Bayangkan situasi pengguna, kebutuhan mereka,

antisipasi gaya hidup mereka, lalu buat sebuah narasi.

Seru juga.

Sepertinya kau tak takut gagal lagi.

Apa?

Waktu pertama kali kuajak bergabung, kau bilang

kau takut gagal sekarang

dan mau ambil proyek yang lebih mungkin sukses.

Sekarang aku tahu rasanya sukses.

Aku ingin sukses lagi bersamamu, Pak Kang.

Tapi aku masih agak gugup karena ini sesuatu

yang belum pernah kulakukan.

Mengerjakan sesuatu yang kita kuasai

memang nyaman, tapi bisa jadi stagnan.

Saat mencoba sesuatu yang asing,

kau akan merasakan hal baru.

Hubungan familier memang nyaman,

tapi mudah membuatmu stagnan.

Saat menerima pria asing,

kau akan merasakan hal baru.

Kurasa kita tak bisa terus berdua saja.

Sepertinya kau benar.

Karena ini proyek besar.

Mau buka lowongan gelombang kedua?

Ya.

Tidak, tega sekali kau begitu.

Maaf.

Aku tahu gosip tentangku pasti menyulitkanmu.

Sama sekali tidak.

Kalau itu terulang lagi, beri tahu aku.

Aku akan lebih berhati-hati.

Awan gelapnya sudah hilang.

Awan gelap?

Sebelumnya, ada awan gelap menggantung di atas kepalamu.

Hujan.

Tunggu di sini sebentar. Aku mau mengambil payung.

Kenapa? Aku malah antusias.

Aku lupa kapan terakhir aku berlari di tengah hujan.

Mau taruhan siapa yang sampai duluan?

Siap…

Mulai!

Lihat lowongan tim tugas?

Ya, barusan.

TIM TUGAS ALAT RUMAH TANGGA MASA DEPAN LOWONGAN GELOMBANG KEDUA

- Nn. Yoon. - Ya?

Ini upaya terbaikmu dalam menyusun laporan eksekutif?

Apa yang kau pelajari dari Nn. Cha?

Ya ampun.

Semuanya, tolong kerja yang benar!

Dia tadinya diam-diam saja. Ada apa lagi?

Tak usah ditanya. Pasti karena tim tugas lagi.

Hei, ini aku.

Bagaimana kalau para ketua tim pergi minum?

Mau balas dendam?

Apa?

Katanya harus balas dendam dulu, baru menikmati hidup.

TIM TUGAS ALAT RUMAH TANGGA MASA DEPAN LOWONGAN GELOMBANG KEDUA

Bagaimana situasimu?

Aku menganjurkan para ketua tim untuk membuang anggota yang jadi beban.

Kau masih belum memahami dia, ya?

Ada alasan dia dipilih oleh Presdir.

Mengirim orang-orang tak becus ke timnya takkan ada gunanya.

Kalau ingin tim tugas ini gagal, singkirkan dulu kepalanya.

"Kepala" maksudmu…

Selidiki Kang Si-woo. Pasti ada yang berguna.

Baiklah.

Banyak yang melamar.

Kesalahpahaman soal Pak Kang sudah diluruskan

dan presentasi Ji-yoon sukses.

Plus, itu AI.

Kau tak melamar?

Kau banyak belajar soal AI.

Dengan istri yang kerja tiga sif

dan urus anak kembar, ambisi itu mewah bagiku.

Kau bagaimana?

Kau tak tertarik?

Tiap kali Pak Ko mengomeliku karena hal sepele,

rasanya ingin cabut saat itu juga.

Aku juga tak punya pencapaian, jadi aku ragu.

Apalagi, aku masih takut pada Pak Kang.

See You at Work Tomorrow! subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for See You at Work Tomorrow!

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left