نخستین 200 خط.
indonsub
Bagi seorang pria, sangat memalukan berias seperti ini.
Kudengar Pangeran akan mendapat kesulitan,
Bila acara ini kacau.
Bisakah berpura-pura tak tahu?
Kau melakukan semua ini...
Demi Pangeran?
Adakah alasan lainnya?
Aku pelayan Pangeran.
Lalu...
Kau perempuan, apa alasanmu jadi Kasim?
Tuan.
Kau sudah memeriksanya?
Benar, Tuan. Saya telah menemui penari lainnya.
Tapi tetap tak menemukannya.
Tak ada yang kenal perempuan itu.
Dia tahu persis semua gerak tari itu.
Bahkan tariannya Ae Shim.
- Apa? - Dan tariannya...
Sangat berbeda jauh dengan latihan...
Catat semuanya dengan detail.
Baik, Pangeran.
Semua gerakan tarian itu terekam kepalamu?
Aku ingat semua tarian dan nyanyian yang kutemui.
Dimana kasim Hong?
Aku mesti kembali, aku menghilang terlalu lama.
Jangan kembali dengan pakaian ini.
Tunggu di sini.
Kasim Hong hilang.
- Menghilang? - Benar.
Pangeran.
Anda mencari Kasim Hong Sam Nom?
Kau melihatnya?
Benar, dia mengira Anda berada di Dongungjeon,
Jadi dia terburu-buru kesana.
Sudah pulang?
Sejak kapan disini?
Aku tak melihatmu setelah acara,
Jadi aku pergi kesini.
Sedang apa kau?
Kau menyuruhku mencatat lagu barumu.
Bodoh, prasangka gila apa ini?
Ada tugas lain untukku?
Tidak, selesaikanlah.
Baik.
- Kau mesti bergegas. - Apa?
Pangeran sedang mencarimu.
Kubilang kau pergi ke Dongungjeon.
Kau harus cepat.
Ulangi lagi.
Apa?
Bukan itu. Ulangi bersinmu.
Beginikah?
Bukan begitu.
Tahan bersinmu. Kau mengejutkanku.
Maaf Pangeran, aku...
Lagi?
Aku mesti gimana? Aku tak bisa menahannya.
Pangeran.
Chuseok sudah dekat, kan?
Memangnya kenapa?
Aku harap...
Kasim pemula dapat liburan juga.
Kau mau datang ke festival lampion, kan?
Kok tahu?
Mendekatlah.
Kenapa melakukannya?
Bisanya kau memikirkan jalan-jalan padahal sedang panas?
Cuman sedikit demam.
Tak usah peduli tentang jalan-jalanku.
Peduli? Padamu?
Jangan keluar dari Jahyeondang hari ini, walau selangkah.
Jika ketahuan, hukuman kejam menantimu.
Paham?
Kau kaget aku mengundangmu?
Aku tak bermaksud apapun.
Kudengar kau penyeduh teh terbaik.
Siapa bilang?
Itu...?
Aroma dan rasanya terasa nikmat.
Saya senang itu sesuai selera Anda, Putri.
Kau bilang...
Kalau kau cuma penulis surat cinta...
Dan isinya ketulusan orang itu.
Benar, saya cuma membumbuinya sedikit.
Tapi isinya masih sama.
Saya cuma menyampaikan perasaan tuan Jung.
Penampilannya seperti apa ?
Dia sangat cool.
Suaranya gimana?
Tuan.
Bukankah anda memerintahkan Kasim Hong...
Tinggal di Jahyeondang?
Ya.
Tapi...
Dia di sana...
Apa...
Kasim Hong. Kau sakit.
Sebaiknya kau kembali.
Saya minta maaf, Putri.
Saya dengar waktu itu anda demam juga kedinginan.
Waktu itu?
Kapan?
Saat pertama kali tuan Jung mengirim suratnya.
Dia bilang anda terlihat cantik...
Naik ayunan sambil terbatuk.
Ayunan?
Kedinginan?
Apa dia...
Sungguh bilang begitu?
Putri.
Anda tak apa-apa kan?
Jawab!
Berbahaya Putri!
Tolong duduk Putri!
Putri!
Kasim Hong!
Kasim Hong!
Kasim Hong!
Raih tanganku!
Kasim Hong!
Putri!
Putri!
- Pangeran! - Pangeran!
Pangeran!
- Bantu Pangeran! - Ya tuan.
- Pangeran. - Pangeran.
Pangeran!
Beraninya kau? Cepat berdiri!
Seorang kasim mestinya melindungi Pangeran.
Maafkan saya.
Aku terjun atas kemauanku. Dia tak salah.
Pangeran, Bagaimana ini?
Apa menurut anda dia bisa selamat, setelah membayahakan anda?
Aku baik-baik saja.
- Singkirkan itu. - Baik pangeran.
Mohon maaf pada Pangeran, sekarang!
Saya melakukan kesalahan fatal, Pangeran.
Bangunlah.
Tanahnya dingin.
Kau akan dapat hukuman berat...
Ikut aku.
tuan, perdana menteri Kim menunggu anda.
Pergilah duluan, nanti kususul.
Hei! tolong aku!
Kalian mau kemana? tolong aku!
Kenapa tak ada yang menoleh?
tuan.
Kenapa nampak terkejut?
Aku sedang sakit.
Aku tak sadar kau mendekat.
Gimana keadaanmu?
Aku baik-baik saja.
Makasih, tuan.
Kasim Hong,
Tak sengaja rahasiamu ketahuan olehku, kan?
Tak bisakah kau menganggap itu...
Sebagai curhatmu padaku?
Sehingga kau bisa nyaman.
Bisakah kau berfikir begitu?
Jangan gundah karena aku.
Jangan menghindariku juga.
Aku harus pergi.
Jahyeondang?
Kasim Jang.
Si penari di festival.
Kau sudah menemukannya?
Jangan memanasiku.
Pangeran menyuruhku mencari di istana dengan teliti.
Aku mencari ke setiap penjuru, seperti pengemis menjilat mangkuk.
Tapi tetap nihil.
Jangan ungkit lagi.
Memikirkan penderitaan yang kulewati... nafsu makanku lenyap.
Sungguh.
Dia takkan bisa mengelaknya.
Raja.
Duta menuntut upeti...
Dari istana, perak 30.000 yang,
120,000g ginseng,
150 lembar kulit macan tutul...
Dan 50 kuas dari rambut ekor musang.
Kenapa meningkat signifikan?
Permintaan kali ini lebih banyak dari bulan lalu.
Ini karena aklamasi Tahta pangeran...
Ada di tangan duta besar.
Mereka jadi serakah.
Pedang ada di tangannya, Tak ada pilihan lain.
Siapa yang memberinya pedang?
Anda harus menerima risiko...
Saat mengambil jalan pintas.
Bisakah memperoleh sesuatu tanpa memberi.
Raja, kita mesti bagaimana?
Jangan buat mereka kesal, dengan tawar-menawar tak berarti.
Kali ini, tutup mata kita...
Penuhi permintaannya.
Jika kita menutup mata sekali,
Mereka akan mencoba memenggal kita nantinya.
Saya minta maaf,
Tapi saya menolak melaksanakannya.
Disana!
No comments yet. Be the first to leave one.