نخستین 200 خط.
Aku Milla Jovovich, dan aku berperan sebagai
Dr. Abigail Tyler di Film The Fourth Kind.
Film ini merupakan dramatisasi
dari kejadian yang terjadi pada tanggal 1 s/d 9 Oktober 2000,
dibagian utara Alaska di kota Nome.
Untuk pencitraan yang lebih baik terhadap kejadian dalam film ini,
sutradara memasukan
arsip berupa video rekaman asli pada film ini.
Rekaman ini diperoleh dari seorang psikolog di Nome bernama Dr. Abigail Tyler,
yang memiliki dokumen pribadi berupa materi video dan audio lebih dari 65 jam
selama terjadinya peristiwa tersebut.
Untuk melindungi privasi mereka,
kami telah mengganti nama dan jenis profesi
dari banyak orang yang terlibat disini.
Setiap adegan dramatisasi dalam film ini didukung
oleh arsip audio dan video,
atau berdasarkan rekaman Dr. Tyler
selama wawancara panjang bersama sutradara.
Pada akhirnya, andalah yang memutuskan percaya atau tidak.
Harap diketahui dari beberapa adegan
yang anda lihat akan sangat mengganggu.
Santai saja, dan aku akan menanyakan beberapa pertanyaan,
dan kapanpun, apapun yang ingin kau katakan, silahkan.
Oke. Kau baik-baik saja?
Baik.
Akan ku coba
membuat ini seringan mungkin.
Bisa kau sebut namamu di depan kamera?
Dr. Abigail Emily Tyler.
Baik, dimana kau mau memulainya?
Kurasa...
Setelah yang terjadi pada Will, suamiku, aku...
Aku menemui sahabatku, yang juga seorang psikolog, Dr...
karena aku punya masalah dalam menghadapi bagaimana dia...
Dengan bagaimana ini terjadi dan siapa yang melakukannya.
Tidakkah menurutmu kau mungkin butuh waktu lagi?
Tidak, ini sesuatu...
Aku harus lakukan ini. Aku...
Aku harus mengingat wajahnya.
Aku butuh itu demi kesembuhan diriku.
Harus ku coba, dan aku harus tahu itu, demi anak-anakku,
akan ku lakukan apa saja yang ku bisa
untuk mengingatnya.
Kau tahu, sejak malam itu, Ashley tidak bisa melihat,
dan kurasa dia takkan bisa mendapatkan lagi penglihatannya
jika dia tak bisa menerima apa yang terjadi.
Kurasa kalian berdua punya masalah yang sama, hanya gejalanya berbeda.
Ya, dan ku pikir itu bisa membantu
jika aku bisa mengingat wajah pria itu,
jadi kita bisa... melacaknya dan...
merekam pembicaraan ini
dan mencari ujungnya.
Baiklah.
Kau ingin direkam video?
Ya.
Memberikan penyuluhan...
pada seorang psikolog itu sama...
Itu sama seperti bicara dengan diri sendiri.
Kau selalu berkata begitu.
Benarkah? Astaga.
Baiklah.
Coba rileks dan nyamankan dirimu.
Dengarkan suaraku saat aku menghitung mundur.
10...
9...
8, 7, 6...
Matamu akan semakin berat...
dan semakin berat.
5, 4.
Sedikit lagi.
3, 2
dan 1.
1.
Bagus sekali, Abbey. Bagus sekali.
Coba kita kembali saat...
ke masa lalu...
di malam 2 Agustus tahun ini.
Bagaimana cuaca malam itu?
Hangat. Lebih hangat dari biasanya,
walaupun diluar sedang hujan.
Oke, bagus.
Ingat kembali apa yang sedang kau lakukan bersama Will,
sebelum penyusup masuk ke kamarmu.
Kami sedang bercinta.
Begitu nikmatnya. Sangat... sangat nikmat.
Dia tertidur.
Bagus. Jadi apa yang terjadi... Apa yang terjadi berikutnya?
Aku terjaga. Aku betul-betul terjaga,
dan kami masih berbaring disana.
Apa yang membangunkanmu?
Astaga!
Seseorang menikamnya di dada! Ya Tuhan!
Darah bercucuran. Ada darah dimana-mana.
Coba lihat wajahnya.
Aku tak bisa melihatnya.
Suamiku!
Aku merasa seperti tak bisa bergerak. Aku tak bisa melihatnya.
Rasanya seperti membeku. Aku tak bisa melihatnya.
Abbey. Abbey, Abbey. Abbey.
Darahnya melekat padaku! Melekat.
Fokus pada suaraku.
Kau akan bangun dan sadar
dalam 5, 4, 3, 2, 1.
Abbey. Aku disini.
Jika aku bisa melihat wajahnya.
Dia dibunuh dan aku ada disana, Abel. Aku ada disana.
Ya, kau tahu, wajar jika kau merasa bersalah
tapi tak wajar rasanya jika kau merasa ini adalah salahmu.
Kau tahu itu.
Ya, oke. Oke.
Kurasa sebaiknya kau pertimbangkan untuk hentikan ini dan istirahat.
Benar-benar istirahat, kau tahu?
Karena itu akan membantumu memperjelas apa yang sebenarnya terjadi.
Aku harus lanjutkan penyelidikan ini. Ini sangat berarti bagi Will,
dan dia pasti ingin aku melanjutkannya.
Kenapa aku tahu kau akan katakan itu?
Dia pasti ingin aku mencoba dan menyelesaikannya
secepat yang ku bisa.
Ini sangat berarti baginya.
Dan berapa lama terus seperti ini
sejak Will meninggal?
2 bulan.
Dan kamu sudah kembali bekerja,
dan anak-anakmu kembali bersekolah?
Aku harus mencoba
dan kembali hidup normal.
Aku tak tahu harus lakukan apa lagi.
Apakah Nome kota yang bisa dilewati jalan darat...
Tidak, kau harus terbang kesana.
Oke.
Kau tak bisa kesana lewat jalan darat.
Ada pesan?
Tidak, tapi Scott menunggu di kantormu
dan kau punya janji pukul 1:00 dan 2:00.
Terima kasih.
Jadi, bagaimana penerbangannya?
Agak sedikit goyang.
Kau pikir seindah langit
yang kelihatan bukan seperti cuaca buruk.
Pesawat itu memang goyang...
Kita jarang memang melihatnya.
Aku tahu.
Bagus mengatakannya.
Tidak setiap minggu.
Hai, Scott. Maaf aku terlambat.
Hei, Dr. Tyler.
Aku terbang ke Anchorage pagi tadi,
jadi aku mulainya agak telat.
Silahkan duduk dan buat dirimu nyaman.
Bagaimana kabarmu?
Aku baik-baik saja.
Apakah kau bisa tidur?
Lebih buruk lagi.
Aku bangun ditengah malam hampir setiap malam,
dan aku cuma bisa berbaring.
Pukul berapa biasanya itu terjadi?
Sekitar pukul 2:30, 3:00 dini hari.
Dan tak ada sesuatu yang membuatmu terbangun?
Tidak, tak ada.
Hanya saja... Ada satu hal.
Ada seekor burung hantu di jendelaku.
Burung hantu?
Burung hantu putih.
Burung itu hanya menatapku.
Berapa lama dia bertengger disitu?
Berjam-jam.
Apapun usaha yang kulakukan untuk mengusirnya, ia tak mau terbang.
Burung itu tak membuatku takut.
Jadi apa yang burung itu lakukan?
Hanya menatapku.
Pernah kau lihat sebelumnya?
Ya.
Pernah saat aku masih kecil.
Itu pertama kalinya?
Kurasa aku sering melihatnya.
Seberapa sering?
Setiap malam di minggu ini.
Setiap malam?
Maksudmu setiap kali kau tidur?
Kurasa burung itu berusaha masuk.
Apa jendelanya terbuka?
Tidak.
Aku penasaran bagaimana dia masuk.
Entahlah, tapi yang ku ingat dia menatapku.
Menatap ke arah ranjangmu?
Ya, kurasa begitu. Aku...
Susah mengingatnya.
Ini hampir seperti... Seperti tak pernah terjadi.
Seperti mimpi saja.
Seperti aku memimpikan itu.
Bisa kau temui aku lagi besok?
Tentu, jika kau pikir harus, atau jika itu penting.
Ya, benar. Kurasa itu penting,
dan tak ada yang perlu diingatkan sama sekali,
tapi ada beberapa kejadian aneh disini,
dan aku merasa harus mencoba bentuk terapi yang baru.
Apa maksudmu?
Kau bukanlah pasien pertamaku
yang punya pengalaman semacam ini.
Aku merasa sedih dengan yang terjadi pada anakku,
No comments yet. Be the first to leave one.