نخستین 200 خط.
A Sidus Pictures Production
A Moment To Remember
Hey...
Boleh minta apinya?
Tidak, bukan itu, Api?
Ketika kenangan hilang...
Itu adalah jiwa, kata mereka.
Ah, kenangan!
Ketika kenangan pergi itu adalah jiwa.
beberapa cerita, eh?
Hey, bung, biar ku ceritakan kepada mu cerita mengenai kenangan.
Ketika kau berjalan menghampiriku.
Aku lihat kau merokok.
Itulah kenangan.
Kau tahu apa yang aku tunggu disini?
Bukan api rokok.
Aku hanya menunggu apinya.
Berbagi api rokok, artinya berbagi apinya.
Jadi...
Hei nona...
Punya korek?
Kapan aku bisa menghisapnya?
Kereta sekarang sudah tiba.
Mohon tunggu di garis kuning.
70 cents.
Uangnya Satu Dollar
Sial, jangan lagi
Kembaliannya.
Cepat.
Ayo!
Anda pasti buru-buru.
Jadi kau selesai dengan dia?
Apa ku bilang?
Sudah ku duga!
Apa kau sudah makan? Kau lapar?
Ayah pasti akan membunuhmu!
Itu dia.
Dia tak kelihatan tolol atau semacamnya.
Lihat matanya
Jelas penggoda.
- Kau suka mejamu? - Ya
Selamat bergabung dengan kami. Bagaimana kalau mengawalinya di lantai baru?
Menjadi wanita feminin dan dan sensitif seperti dirimu...
Bisakah kau mengerjakan pakaian pria?
Kau harus membantuku. Aku akan belajar.
Aku yakin kau bisa.
Kau terlihat tepat untuk pekerjaan ini.
Aku Anna Jung
Senang bertemu, Aku Kim Su-jin.
Aku sudah banyak mendengar tentang dirimu.
Dari Young-min, Isteri mantan pacarmu.
Aku dan dia satu sekolah dulu.
Oh, dia sudah bukan isterinya lagi.
Segini?
Lebih pendek lagi.
Segini?
Kau yakin?
Aku tak mengerti.
Memotong rambut tak membantumu melupakan masa lalu.
Tunggu!
Segini saja.
Jangan terlalu terbebani masalah ini.
Waktu menyembuhkan segalanya.
Senang sekali bisa keluar bersama puteri kecilku
Bukankah anda membenciku?
Aku telah mencoreng nama keluarga.
Anda harus berurusan dengan polisi berkali-kali karena aku...
Benarkah?
lebih cepat melupakan adalah anugerah.
Lupakan kesalahan masa lalumu.
Mulailah lembaran baru.
Ini tak akan lama. Mau ikut?
Silahkan saja.
Berdebu sekali!
Dengan hembusan musim semi yg melenakan di sekeliling anda...
Inilah lagu yg bisa membuat anda terjaga.
Saya akan menemani kembali besok. dan inilah lagu terakhir untuk hari ini.
La Paloma.
Ada masalah apa denganmu?
Jika kita tidak menyelesaikannya saat ini, Apa yg akan kau lakukan dengan ini?
Apakah aku bicara dengan tembok?
Pembicaraan kita berputar-putar. Jangan buang-buang waktu!
- Kau memang sial... - Ada masalah apa?
Pak!
Truk semen semua sudah ada disini.
Tapi si keparat ini tak membolehkan mereka mengerjakannya.
Kau tahu berapa kerugian kita jika kita menyuruh mereka kembali?
Baik, lakukan saja, tuang semua semen sialan itu! Aku tak mau bertanggung jawab.
Jangan merengek padaku nanti. Sialan!
sial... Memangnya dia pikir dia siapa?
Tunggu... Kau mandornya, kan?
Siapa namamu?
Sudah 30 kali anda tanyakan! Namaku Choi Chul-soo.
Maafkan aku, Choi.
Masalahnya apa?
Masalah?
Cetakannya belum cukup kuat menahan beban cor-coran.
- Gila! - Minggu lalu hujan lebat sekali.
Dan kita belum menyelesaikan perancahnya.
Bagaimana jika rubuh ketika orang-orang disitu?
Rubuh? Jangan di dramatisir, nak!
Baiklah, Choi. Biar ku periksa.
Tak mungkin kita bisa menyelesaikannya hingga besok pagi.
Kerjakan lusa saja untuk kebaikan semua.
Kau tak mengerti dengan apa yg kau katakan.
Dasar tukang batu sialan!
Dengar, Aku mengatakan ini berdasarkan pengalamanku.
Kau lakukan hari ini. maka akan rubuh
Kau ingin menjadi sajian utama di berita?
Dasar tukang emosional!
Siapa?
Kita cari makan.
Kupikir renovasinya bisa selesai saat ini.
Aku pusing!
Mereka akan memecatku.
Temanku yg melakukan pekerjaannya Tapi dia membawa lari uangnya.
Sialan, Aku telah membayarnya di muka.
Ya Tuhan!
Biar ku pikir dulu apa yg bisa kulakukan.
Pasti ada jalan.
Sungguh?
Bagaimana?
Aku kenal beberapa orang.
Ayah, anda yakin?
Tentu saja! Aku penurut idolamu, kan?
Bukan, anda bukan penurut! Anda hari natalku!
Apa?
Maksudku sinterklasku!
Cukup. Akan kukirim seseorang ke sana
Biar dia yg menyelesaikannya.
Baik?
Dia... kasar. Sangat kejam.
Jangan macam-macam dengannya.
Senangnya akhirnya anda datang!
Kita minum kopi dulu di ruanganku.
Dimana tempatnya?
Lewat sini.
Dimana rencana tata ruangnya?
Kita sudah tak punya dibawa semua sama orang itu.
Kenapa kertas dindingnya robek?
Hei! Maaf... Apa-apaan...! Tunggu!
Biarkan saja! Waktu kita tinggal sedikit.
Ini yg kau sebut pekerjaan serampangan. Seluruh dinding ini harus dihilangkan.
Pulang jalan kaki?
Ya... Tidak!
Aku naik bis... Bukan, taksi... Aku naik taksi.
Kau tak apa-apa?
Ya.
Kau menjual ini di subway atau apa?
Semua ini? Aku sering kehilangan pulpen.
Bukankah butuh biaya besar membetulkan pintunya?
Naiklah.
Tunggu! Tunggu!
Pegangan pakai ini.
Baik
Nyaman.
Untuk apa tongkat baseballnya?
Apa kau memukuli orang dengan itu?
Kenapa kau harus memukuli orang?
Maaf.
Untuk apa?
Merebut minuman kalengmu.
Aku, kau tahu.. Aku sangat... uh, sangat..
...pelupa!
Bagaimana kau bisa ingat padaku?
Apa ini ke arah keluar?
Hei, kau mencari seseorang hari ini, kan?
Jangan kau berani mengambil yg tampan sendirian.
Tampan?
Yang kau bicarakan tentang perempuan ...
Mencari seseorang?
Nah, di mana ...
Itu mustachio yg tinggi?
Dia bekerja di situs sehingga tidak bisa datang.
Orang-orang di sini bertanggung jawab sekarang, aku dengar.
Terima kasih banyak Su-jin.
Ayahmu bermain golf, kan?
Aku akan memberikan panggilan nanti.
- Apa yg kau lakukan? - Astaga! Ya Tuhan!
Tampan apanya? Hantu saja tak kulihat.
Aku kebelet pipis!
- Dia harus pipis! - jangan ribut!
Percaya padaku, ok? Ayo jalan.
Tn. Park memang keparat.
Dia tak pernah membayar tepat waktu.
Kau harus menekan orang itu demi kita.
Dia akan membayar tepat waktu bulan depan.
Aku tak perduli dengan gaya.
Bisnis apa yg mereka tangani?
Oh, untuk itukah kita disini?
Apakah kau punya tabungan?
Berhentilah boros, mulai menabung.
Sudah saatnya Ghi-bong sudah menikah...
Kau kenal mereka?
Bagaimana bisnismu?
Apa?
Menjual pena.
Kami sedang lewat.
Kami ada janjian.. lalu aku melihatmu.
Duduklah disini, nona-nona.
No comments yet. Be the first to leave one.