نخستین 185 خط.
Wah, hebat!
Baru kali ini aku bisa melihat dari dekat!
Energinya terlihat melimpah.
Kenapa ekspresimu malah begitu, Sensei?
Ini adalah pohon terbesar di seluruh Zauberberg,
Pohon Dunia Grün's legendaris!
Berapa kalipun datang,
jiwaku tetap tersucikan.
Benar, kan?
Kami bukan memujimu, loh, Tama.
Bicara apa kau, Nir?!
Pohon Dunia ini disebut sebagai pohon suci
yang menaungi Zauberberg.
Dia melindungi siapa pun yang datang.
Hei, biar aku yang jelaskan...
Di kakinya ada kota Toneriko yang tenang,
tempat orang-orang hidup bersama alam.
Bagaimana kalau kita berdoa juga agar selamat di perjalanan?
Sudahlah. Cepat geret peti matiku.
SELAMAT DATANG DI TONERIKO,
KOTA YANG MENCINTAI POHON DUNIA DAN ALAM
Ini bahasa Petualang. Apa artinya?
Bangsat! Uangku hilang semua!
Ini seperti tempat judi.
Kota kecil dengan kehidupan sederhana
yang dekat dengan alam, ya?
Dia ditusuk, loh!
Benar! Tusuk lagi!
Pasti ada kesalahan.
Air mengikuti bentuk wadahnya.
Pasti ini kenyataan yang dipilih kota ini.
UNTUK PENGGUNAAN KOMERSIAL SEDATIF CALMOTIN
Tetapi,
apa tidak ada pohon yang cocok untuk gantung diri?
Huh? Kau kenapa, sih?
Sekarang, kita tanya walikota dulu.
Ayo, Sensei.
Kerikil di tanah bukan untuk dimakan.
Pak Walikota, ada apa ini?
Ada apa dengan kota ini?
Seperti reputasinya,
Toneriko adalah kota yang tenang
yang hidup berdampingan dengan Pohon Dunia.
Tetapi, beberapa bulan lalu,
Petualang yang awalnya berkunjung ke Pohon Dunia
mulai tinggal di sini.
Sejak membangun rumah judi,
banyak Petualang barbar yang datang
dari berbagai wilayah,
dan gaya hidup tenang kami terampas.
Sungguh dosa yang besar.
Coba lihat.
Ini daun Pohon Dunia.
Terlihat tidak berenergi.
Sejak itu, Pohon Dunia semakin lemah,
dan terlihat mulai layu.
Ini pasti pertanda bahwa jiwa Pohon Dunia
sangat bersedih.
Astaga...
Pengembara, kita kehabisan waktu.
Maukah kalian mengembalikan kota ini seperti semula?
Tapi yang lebih penting,
bisa kembalikan toples ini seperti semula?
Sensei sedang apa, sih?
Aku kebetulan mendengar kalian.
Jika Pohon Dunia dalam bahaya akan kuselamatkan.
Er... Kau siapa, ya?
Perkenalkan. Aku Yamada Sang Petualang.
K-Kau Petualang?!
Aku mengerti kalian tak percaya pada Petualang Dunia Lain,
tapi aku berbeda.
Aku tulus menginginkan kedamaian dunia ini.
Sebagai sesama Petualang,
perbuatan mereka tak bisa diabaikan.
Pak, tolong izinkan aku menyelesaikannya.
Kau mau melakukannya?
Huh. Ternyata ada juga yang begini.
Sungguh niat yang luar biasa.
Ayo kita membantu Yamada
dan menyelamatkan kota bersama, Sensei.
Sensei?
Langkahku ringan.
Napasku dalam.
Punggunggku tegak.
Jiwa dan ragaku sehat.
Ini harus diperbaiki secepatnya.
Lubang ini penuh bau dosa.
Sungguh tempat yang sakit dan kotor.
Tepat seperti yang kucari.
Kawan, maukah berbagi rokok denganku?
Kumohon.
Kakak,
orang baru, ya?
Mari kuantar ke tempat yang lebih menyenangkan.
Hey, uh... Apa itu tidak terlalu banyak?
Aku ingin minum sampai mati.
Hidup membuatku sedih sampai tak tertahankan.
Orang yang menarik.
Kau sedang apa di gua itu?
Itu tempat orang-orang kecanduan
berkumpul untuk menikmati bius Pohon Dunia.
Aku kehilangan hal yang penting.
Melihat jiwa dan ragaku malah menjadi sehat
membuatku tak bisa tidur.
Siapa namamu?
Orang memanggiku Sensei.
Nah, Sensei...
Akan kubantu tidur dengan nyaman.
Biar begini, aku ini penari.
Percaya saja dan lihatlah.
Penari...
Memangnya melihat orang menari ada gunanya?
Lihat sajalah.
Ah, begitu.
Malam yang indah.
Sensei...
Di mana kau berada?
Tenanglah.
Dia kenapa, ya?
Teman kami hilang sejak kemarin.
Sensei!
Sudah sampai, Sensei.
Siapa kau?!
Kau mau apa, Esche?
Sudah kubilang jangan datang.
Aku hanya ingin mengantar dia.
Sampai jumpa, Sensei. Mimpi indah.
Ada lagi yang tersesat...
Siapa itu?
Namanya Esche.
Dia dipanggil Penyihir Toneriko.
P-Penyihir?
Terdengar seram.
Ya.
Saat Petualang jatuh membangun rumah judi di pinggir kota
kami yang tak punya kekuatan
tak bisa menghentikan mereka.
Tapi Esche berbeda.
Hanya dia yang disukai Petualang jatuh
dan bisa membuka bar di samping rumah judi.
Jadi dia penduduk yang memihak Petualang.
Dari awal dia wanita misterius
yang tinggal di pinggir kota.
Umur dan asal-usulnya tidak jelas.
Kami membiarkannya karena dia diam saja,
tapi dia sangat licik.
Sekarang dia mencari uang dengan menggoda Petualang jatuh
dengan alkohol dan tarian.
Sampai suatu saat
orang-orang mulai memanggilnya Penyihir Pengkhianat.
Jadi dia memihak kejahatan demi uang.
Seperti para Petualang jatuh,
penyihir itu harus menerima penghakiman.
Oh, sungguh berwibawa!
Kau adalah pahlawan sejati.
Tolong selamatkan kota kami.
LUBANG INI BAU DOSA
Tunggu, Sensei!
Kau mau ke mana?
Pertarungan melawan Petualang akan segera dimulai.
Aku tak pernah setuju dengan hal berbahaya ini.
Saat ini aku hanya butuh kedamaian dari bar itu.
Sensei!
Percuma.
Dia sudah tergoda oleh penyihir.
Tapi...
Tenanglah.
Jika kita menghancurkan sarang penjahat di kota ini,
dia pasti kembali sadar.
Terima kasih, Esche-kun.
Berkatmu,
tadi malam aku melupakan kesengsaraanku dan bermimpi.
Oh, Sensei.
Biar begitu, kau tak boleh terus di sini.
Kau tak tahu aku dipanggil penyihir?
Jangan salahkan aku kalau tergoda.
Itulah yang kuinginkan.
Astaga. Kau ini unik sekali.
Semoga jiwa Pohon Dunia
memberkahi perlindungan bagi kesengsaraanmu.
Jiwa Pohon Dunia?
Tidak tahu? Itu legenda lokal.
"Saat jiwa Pohon Dunia turun,
permohonan dari yang lemah dan sakit akan terkabul,
dan mereka akan diselamatkan."
No comments yet. Be the first to leave one.