Esimesed 111 rida.
Usagi Drop Kuncir Kelinci
Aku tidak tahu tentang esok hari
Sangat berbeda dengan mengorbankan sesuatu
Aku pun tidak berpikir ini seperti permainan
Lalu kenapa? Aku sama sekali tak mengerti
Aku sedikit tidak puas, tapi kehadiranmu
saat ini, sangatlah penting
Tidak ada sesuatu di dunia ini
yang tiada akhir
Menangis itu menyakitkan, dan aku tahu sweet drops, sweet drops!
Aku ingin mengenang mimpi itu selamanya, kau tahu?
Aku ingin menjadi lebih ramah, kau tahu?
Asal kan aku bersamamu, aku bahagia
Gadis itu harus kuat, kau tahu?
Tapi terkadang kita lemah, kau tahu?
Harapan kami untuk happy, happy, happy!
Dan hari-hari pun akan happy!
Just wanna make you happy!
Menjelang siang di hari Minggu
Ayo, kita pergi ke suatu tempat hari ini
Ini jalan yang biasa aku gunakan untuk bepergian
Tapi aku bisa melihatnya berkilauan sangat terang
Dengan cahaya matahari yang bersinar hangat
Dan kau di sini di sampingku...
Aku sudah high, high, high
Aku merasa sangat senang
Bernyanyi, la, la, la
Suaraku membahana selamanya
Aku sudah high, high, high
Mengendarai angin yang menari
Bernyanyi, la, la, la
Suaraku sangat lepas
Kawachi
Yang tadi itu apa?
Iya... Tentu...
Aku baru saja bangun tidur...
Oh, begitu. Aku mengerti.
Jangan dipikirkan.
Kita akan bertemu dengan mereka awal pekan depan untuk penawaran, ya?
Sampai nanti.
Kakekku meninggal tadi malam.
Mimpi yang tadi itu...
Apa itu Kakek...
dan Ibu?
Sepertinya dia hilang kontak dengan dengan keluarga lainnya...
Lama tidak pulang dan sekalinya pulang untuk pemakaman...
Aku di sini.
Ah, Daikichi, kau cepat sekali datangnya.
Taruh tas-tasmu di kamar Kakek.
Baik.
Omong-omong, ada anak perempuan di halaman.
Apa, anak Haruko-chan sudah sebesar itu?
Itu bukan Reina-chan...
Lalu dia anak siapa?
Dasar! Dapur ini sama sekali tidak nyaman!
Aku tidak tahu harus bicara apa...
Yah, usia Kakek sudah 79 tahun dan dia meninggal dengan tenang, iya kan?
Sebenarnya, anak itu adalah anak tidak sah Kakek...
Hah?!
Anak Kakek?!
Kakek tidak pernah menceritakannya...
Dan kekasihnya juga pergi...
Kekasih dia?! Umur dia 79 tahun, kan?!
Ini sangat memalukan, memalukan untuk dibicarakan...
Lalu anak itu...
adalah adik Ibu...
Dan itu artinya dia bibiku...
Bisa-bisanya kau bercanda disaat seperti ini?!
Umurmu sudah 30 tahun! Seharusnya kau tahu kapan saat bercanda yang tepat.
Kakek, kau meninggal dengan tenang, kan?
Berapa banyak yang harus aku taruh?
Sebanyak yang anda mau. Tidak masalah.
Aku tahu, tapi bukannya ada takarannya, iya kan?
Sebenarnya, berapa pun tidak apa-apa...
Walau jaman sekarang, umumnya membaca kitab
dan sebuah nama anumerta harus diberikan...
Dia bilang 400,000 hingga 500,000 yen.
Itu uang yang sangat banyak.
Halo. Lama tidak jumpa.
Oh, Daikichi. Lama tidak bertemu.
Apa kau sibuk?
Iya, cukup sibuk...
Sibuk, selalu saja sibuk! Walau hanya untuk mengunjungi ibumu sendiri...
Bahkan dia tidak pulang saat tahun baru.
Berhenti berlari! Reina!
Tunggu! Reina!
Haruko!
Oh, Dai-chan! Lama tidak bertemu!
Mama!
Reina!
Kena kau!
Tenanglah dan jangan lari-larian terus!
Tidak! Aku tidak mau!
Apa?
Tidak...
Wajahmu mirip kakek ketika masih muda...
Daikichi, apa kau sudah tahu?
Iya, dari ibu, kemarin...
Apa itu benar?
Aku tahu, kakakku kesepian tinggal sendirian, tapi...
Sebenarnya, ada buku Catatan Kesehatan Ibu dan Anak.
Di buku itu tertulis nama dia adalah Rin.
Walau bagaimanapun, kita sedang membicarakan orang tua berusia 79 tahun...
Yah, apapun yang telah atau tidak dilakukan ayah kalian,
Aku masih berpikir ini sangat luar biasa....
Daikichi, bisakah kau keluarkan kasur di dalam lemari?
Baik.
Kenapa?
Hei...
Bisa tukaran!
Jangan!
No comments yet. Be the first to leave one.