Esimesed 200 rida.
Saat berlibur,
kita bisa menjadi siapa pun.
Kita bisa melakukan apa pun.
Kita bisa seharian di pantai.
Hanya sinar matahari hangat di wajah dan langit cerah di atas.
Atau berlibur
membawa kita pada versi lain diri kita.
Karena saat berlibur, kita memulai obrolan dengan sesama wisatawan.
β¦tempat orang tuanya.
Kita lebih supel, lebih percaya diri.
Maaf.
Tidak, kau tahu? Saat berlibur, kita bebas.
Bebas menyehatkan jiwa.
Bebas mengikuti kata hati.
Dan mungkin kita akan terpikat kepada orang asing yang tampan.
Atau mungkin kita hanya mendapatkan waktu sendiri yang sangat kita butuhkan.
Karena sendirian saat berlibur itu menyenangkan.
Tak ada komitmen.
Tak ada ekspektasi.
Apa pun bisa terjadi.
Kita bebas, ingat?
Bebas terpeleset di kamar mandi mewah itu.
Bebas terbaring mati berhari-hari
karena kita memasang tanda "jangan ganggu".
Mayat kita perlahan membusuk
sampai seorang petugas kebersihan mengomentari bauβ¦
Poppy.
Swapna.
Apa aku membaca kata
"perlahan membusuk" di layarmu?
Tidak.
Sebenarnya, ya.
Tapi aku hanya mencoba hal baru.
Ini belum selesai. Ini baruβ¦
Ini bagian dari prosesku.
- Prosesmu cukup menyeramkan. - Benar.
Tapi apa kau tak merasa bepergian itu sedikit
sepi?
Poppy, biar kuingatkan,
kau berlibur untuk mencari nafkah.
Ini pekerjaan impian.
Lima tahun lalu, di sana, kau bilang ini pekerjaan impianmu.
- Benar. - Tulislah begitu!
Buat aku terbakar cemburu
untuk kehidupanmu yang muda, keren, bebas, dan glamor.
Jika aku tak ingin meninggalkan suami dan anak-anakku
setelah membaca artikelmu, kau tak melakukannya dengan benar. Oke?
Oke.
MUSIM PANAS INI
Ya, aku kembali ke Amerika dengan selamat.
Poppy! Kami tak tahu kau sudah kembali.
Maaf aku tak menelepon.
Aku tahu.
Bagaimana tanamannya?
Bagaimana tanamanku?
Bu, ini pembantaian.
Aku harus disidang untuk perbuatanku pada tanaman.
Ibu punya resep
untuk satu jeruk nipis kisut, sambal, moster, dan hanya itu?
Apa? Tidak.
Bagaimana perjalananmu?
Hei, sudah dulu. Aku sayang Ibu.
David, ada apa?
Ada apa? Aku akan menikah di Barcelona.
Ya, aku sudah dengar. Selamat.
Kenapa kau belum merespons?
Kukirim undangannya beberapa bulan lalu.
Sial.
Ya, maafkan aku.
Saat itu aku di Praha.
Lalu Kyoto, danβ¦
Aku harus mulai
mengurus surat-surat ini lagi karenaβ¦
Lupakan, sudah ketemu.
Wow.
UNDANGAN PERNIKAHAN
Cantik!
Sial, akhir pekan ini?
Maaf, David. Aku tak bisa datang.
Poin maskapaimu sangat banyak. Pesan saja.
Bukan soal itu.
Aku harus berada di Santorini untuk pembukaan hotel.
Selain itu, kurasa Sarah dan Alex tak mau aku datang.
Dia tak memberitahumu? Mereka sudah putus.
Aku tahu ada yang aneh, tapi tak menduga seaneh ini.
Sama.
Kalian teman baik. Kalian akan berbaikan.
Ada bar gratis.
- Siapa itu? - Poppy.
- Hai, Poppy! - Nam menyapa.
Hai, Nam.
Poppy, kau hebat di acara pernikahan. Kau bisa membuat keluargaku seru.
Aku membutuhkanmu. Apa pun yang terjadi antara kau dan Alex, lupakan.
Oke? Dan pergilah ke Barcelona.
Davidβ¦
Halo? David?
David?
ALEXANDER PALING AGUNG
Alex?
Hai!
SEMBILAN MUSIM PANAS LALU
Hei!
Hai!
Aku Poppy. Dan kau pasti Alex.
Kau kuliah di Boston College?
Bercanda. Aku suka semangat sekolah.
Ayo Elang? Elang? Sumpah, aku kuliah di sini juga.
Terima kasih tumpangannya. Lebih baik naik mobilmu daripada bus.
Aku tak percaya ada orang Linfield, Ohio, di sini
dan kita belum pernah bertemu.
Aku tahu kau sekolah di Linfield Barat, dan aku di Linfield Timur,
tapi tetap saja, gila.
Pertemuan singkat dan kebetulan, 'kan?
Untung Bonnie menyarankan kita pergi bersama.
Kau telat satu jam.
Bukankah sekitar pukul 08.00?
Ini pukul 09.00.
Aku tak bilang "sekitar".
Maaf, itu salahku. Aku harus beli sarapan.
Aku jadi aneh jika tak makan.
Apa-apaan kau?
Kau menghalangi pandanganku.
- Keras sekali! Kau tak apa? - Ya.
Itu sangat keras.
Lucu karena kupikir kau tak jadi memberiku tumpangan.
Tidak, aku hanya ingin pergi.
Perjalanannya panjang. Aku tak mau terkena macet.
Kita akan baik-baik saja.
Ceritakan semuanya. Dari awal.
Kau lahir di Linfield?
Secara alami? Operasi caesar?
Aku tahu kau marah padaku, tapi saat kau makan burito ini,
kau akan setuju ini sepadan.
- Kubelikan untukmu. - Aku tak mau mobilnya kotor.
Aku bisa memegangnya, lalu kau gigit saja.
Tidak usah. Sungguh.
Baiklah. Kau yang rugi. Ini yang terbaikβ¦
Aku punya ide. Mungkin kita sebaiknya tak bicara dulu.
Butuh saus sambal.
Janganβ¦
Saus TapatΓo ini membuatnya makin mantap.
Pedas!
Mungkin berlebihan.
Ini akan meredakan pedasnya.
- Maaf, tolong hati-hati. - Bung, tenang saja.
Sial.
Jika kau bisa ke mana saja sekarang, mau ke mana?
Sekarang?
Linfield, Ohio. Kita akan terlambat empat jam.
Kau tahu pepatah.
Empat jam terlambat ke Linfield ada bagusnya.
Apa? Kata siapa? Apa yang salah dengan Linfield?
Semuanya.
- Linfield tempat tumbuh yang bagus. - Tidak setuju.
Giliranku. Aku mau ke Paris.
Menikmati sedikit cortado.
Dan sebatang rokok di kafe.
- Kau merokok? - Tidak.
Aku di Paris merokok.
Oke, giliranmu. Jangan bilang Linfield.
Kembali ke Boston.
Membosankan sekali. Jepang nomor duaku.
Oke.
Kanada.
Untuk rekap, tiga tujuan utamamu adalah
tempat tujuan kita, tempat asal kita, dan versi lebih sopannya AS?
- Kau mau memutar musik? - Ya!
Dengan senang hati.
- Astaga. Maaf. Sudah. - Hati-hati. Bagus.
Kau benci lagu ini. Bagaimana mungkin kau benci lagu ini?
Karena saksofonnya.
Kenapa kau tak suka saksofon?
Sebutkan satu lagu yang menjadi lebih baik dengan kehadiran saksofon.
Aku bisa sebutkan ratusan.
- Oke. - Itu baru katalog Kenny G.
- Kau pasti bercanda. - Apa lagi yang kau benci?
- Ayo. - Sandal jepit.
- Sandal jepit? - Ya.
- Oke. - Musik Natal.
- Apa? - Acara realitas TV.
Berpegangan tangan.
Aku menyukai semua itu.
Ya. Aku yakin kau suka semuanya.
Ya.
Itu tidak benar. Aku benci lari.
Apa?
Aku suka lari.
Kita harus akui, Alex. Kita tak berjodoh.
Aku punya pacar, jadiβ¦
Itu keren sekali.
Bukan berarti kita tak bisa menikmatiβ¦
Saks santai.
Aku mau beli kopi. Mau titip?
- Tidak. - Oke.
Sedang apa kau?
Ini bagus, bukan?
Itu sumur.
Ini sumur permintaan
di sebelah pom bensin di antah-berantah.
Kau akan membuat permintaan?
No comments yet. Be the first to leave one.