Esimesed 189 rida.
Kamu sungguh orang baik,
Bos.
Zaman sekarang,
bos yang murah hati sepertimu,
sudah tidak banyak lagi.
Ditambah uang reservasi mobilmu ini,
tahun ini,
aku pasti bisa melewati tahun yang baik.
Berhenti sebentar di depan, mau pergi ke toilet.
Baik.
Patuh sedikit.
Berapa kodenya?
Kakak.
Bos.
Ini adalah uang untuk menyelamatkan nyawa istriku.
Kamu tidak ingin hidup lagi?
Mohon ampun!
Kebetulan.
Istriku mau melahirkan dan butuh uang juga.
Kak.
Mobil polisi.
Patuh sedikit jika mau hidup.
Kamu menyetir mobil sekarang
atau kami bertiga turun mobil dan pergi ke rumahmu.
Belok kiri.
Kakak.
Kodenya sudah kuberi tahu padamu.
Ampunilah nyawaku.
Aku pasti tidak akan lapor polisi.
Jangan membodohiku.
Tersangka kasus pemerkosaan dan pembunuhan
minggu lalu,
Wang Tieqiang,
memiliki cara yang kejam.
Setiap divisi hati-hati.
Kak Guang.
Tersangka muncul.
Diterima.
Gadis Cantik, mulai kerja.
Semuanya orang baru.
Panggil bos.
Halo, Bos.
Hong memiliki sentuhan tangan yang baik.
Kemari, Hong.
Terima kasih, Bos.
Bersenang-senanglah.
Lantai dua, sebelah kiri.
Kamar keempat.
Beraksi.
- Jangan bergerak. - Jangan bergerak.
Jangan bergerak!
Bawa pergi!
Siapa?
Jangan bergerak!
Jangan bergerak!
Lepaskan dia!
Mundur!
Cepat!
Lepaskan dia!
Ke sana!
Cepat sedikit!
Minggir!
Tolong!
Lepaskan dia.
Letakkan pistolnya!
Letakkan pistolnya!
Jika tidak, aku bunuh dia!
Tolong aku!
Tolong aku!
Lari!
Lari!
Borgol!
Wang Tieqiang, benar?
Bawa pergi!
Jalan!
Bawa pergi semua orang di sini.
Baik.
Kak.
Sudah kubilang, aku tidak mau makan.
Kamu masih memasak untukku.
Asapnya membuatku tersedak.
Membeli kompor gas baru.
Bukankah harus memasak?
Mari.
Makan.
Cepat sedikit.
Aku tanya padamu.
Apakah kamu diam-diam menyetir mobilku keluar lagi?
Sudah kukatakan berapa kali padamu?
Jika ketahuan olehku lagi,
aku akan mengulitimu.
Kenapa aku tidak boleh menyetirnya?
- Aku bisa memperbaiki mobil yang tidak bisa kamu perbaiki. - Kamu di bawah umur.
Tidak punya SIM.
Kamu mengemudi apanya?
Bersihkan mobilnya, ganti plat mobil.
Cepat sedikit.
Hanya mati satu orang, 'kan?
Aku tambah sedikit uang untukmu.
Pekerjaan ini tidak bisa kulakukan.
Kalian pergi saja.
Anggap saja aku tidak melihat apa pun.
Tapi, kamu sudah melihatnya.
Jangan omong kosong lagi.
Cepat sedikit.
Memberimu begitu banyak uang.
Cepat bekerja!
Kak!
Kakak!
Tolong aku, Kak!
Kakak!
Pergi.
Kak!
Cepat, pergi!
Kak!
Kak!
Seorang montir sehebat ini.
Kamu seharusnya pergi syuting film pendekar.
Pergi!
Kak!
Cepat pergi!
Kak!
Cepat pergi!
Pergi!
Cepat!
Pergi!
Pergi!
Bukankah hanya mencuci mobil?
Untuk apa repot begini?
Merepotkan begini.
Jangan lihat aku.
Jangan lihat aku!
Chun.
Chun.
Cari mobil yang bisa dikemudikan.
Kak Bin.
Kak Bin.
Tolong aku.
Kamu tidak bisa hidup meski dibawa ke rumah sakit.
Jika tidak, bisa ditangkap polisi juga.
Aku antar kamu.
Tolong aku, Kak.
Kakak bersalah padamu.
Kakak bersalah padamu.
Kakak bersalah padamu.
Kakak bersalah padamu.
Kakak bersalah padamu.
Kapten Wu.
Kami menemukan tiga korban di lokasi kejadian.
Melalui penyelidikan awal,
ketiga korban pernah
berkelahi sengit sebelum mati.
Korban pertama.
Menurut saksi
merupakan anggota dari tersangka.
Luka fatalnya ada di dada kiri.
Korban kedua adalah pemilik bengkel mobil.
Mati akibat pukulan benda berat di kepala.
Melalui perbandingan jejak,
matanya ditusuk hingga buta setelah mati.
Korban terakhir
adalah seorang sopir taksi.
Pada korban ini,
ditemukan bekas jeratan di leher.
Ada banyak luka tusuk di tubuhnya.
Sepasang matanya ditusuk hingga buta juga.
Cara kejahatan ini
pada dasarnya sesuai dengan kasus
pembunuhan sebelumnya.
Kapten Wu.
Kasus pembunuhan dengan menusuk mata lagi.
Mengenai detail lainnya,
masih perlu kita selidiki lebih lanjut.
Kapten Wu.
Mobil yang dicuri tersangka
rusak parah dan dibuang di sini.
Selain itu,
mobil van merah yang hilang di bengkel,
ditemukan di dermaga sekitar.
Pada dasarnya bisa dipastikan,
dikemudikan oleh tersangka.
Bagaimana dengan saksi?
Di dalam mobil di luar.
Kapten Wu.
Saksi mata
merupakan adik kandung Guan Lin, bos bengkel.
Guan Lin
adalah keluarganya satu-satunya.
Mereka
No comments yet. Be the first to leave one.